Rabu, 22 Juli 2015

Comeback (part 3 : Rejeki Anak Soleh)

I wish that many good things happen in this July. Since this month is very special to me. I pray to Allah, I pray so He can give me an early Ied and birthday gift. Yang saya maksud gift disini adalah hasil SBMPTN yang bakal keluar tanggal 9 Juli 2015. Enam hari selang pengumuman yaitu tanggal 17 Juli adalah hari Lebaran kemudian lima hari setelah Lebaran adalah hari ulangtahun saya. Jadi...saya ingin bulan Juli tahun ini...dapat membawa kebahagian untuk saya :'''
Saya selalu yakin dan percaya bahwa Allah is the best planner. Allah knows better than us. He already plan something beautiful than we wanted. No matter how struggle it is, if you keep to work and put your faith on Him, one day it'd be paid off. 
Tanggal 9 bulan-bulan sebelumnya semua terasa begitu cepat. Tapi beda dengan tanggal 9 Juli. Dia datang begitu lambat. Saking lambatnya saya harus berusaha untuk tetap tenang dan siap menghadapi apapun hasilnya nanti. Karena hasil itulah yang terbaik dari Allah. Sebelumnya saya terlalu ngatur, saya berdoa agar dapat diterima di Ilmu Komunikasi Unair melalui jalur undangan (re: SNMPTN). Tapi sebagai makhluk Allah yang kecil rasanya tidak pantas bagi saya untuk menuntut Dia kembali. Sehingga saya berdoa agar Allah beri saya jurusan yang terbaik. Saya juga telah menata hati apabila Allah memilihkan saya untuk berada di pilihan pertama, kedua maupun pilihan ketiga.

Hari-hari saya lalui dengan beribadah memohon ampun padaNya. Cemas. Semakin cemas ketika hari itu akan tiba. Siang 9 Juli 2015 saya berusaha untuk boci, iya boci biar saya tenang. Tapi nyatanya baru satu jam saya sudah kebangun. Saya langsung mandi dan sholat ashar. Karena kecemasan saya belum juga berhenti dan malah tangan dan kaki saya keringat dingin saya pun berusaha menenangkan diri dengan membaca Qur'an. Karena saya percaya bahwa membaca Qur'an dapat mengurangi rasa kegelisahan dan kegundahan hati.

Lima belas menit sebelum pukul 17.00 WIB saya telah duduk didepan laptop dan dag dig dug ser melihat countingdown di website resmi SBMPTN. Nunggu hasil SBMPTN keluar tuh kaya nunggu orang lahiran :''' keringet dingin di tangan kaki cemas dada rasanya badump badump asli nggak karuan. Apalagi setelah pukul 17.00 web nya ramai sehingga nggak bisa dibuka :''' makin badump badump lah saya. Setengah jam saya galau karena belum bisa login. Sedangkan beberapa teman bahkan telah menginfokan bahwa mereka diterima. Muter-muter nggak jelas beneran kaya nunggu orang lairan :''' Karena lelah saya minta tolong seorang teman untuk melihat hasil saya. Dan sembari menunggu saya memutuskan untuk sholat maghrib terlebih dahulu setelah berbuka puasa. 

Memang benar, sholat membawa keajaiban. Terserah deh kalo mau bilang saya alay. Tapi setelah sholat teman saya membalas dan mengatakan saya diterima. Syukur Alhamdulillah. Saya langsung sujud syukur, teriak dan nangis karena saking senengnya. Saya langsung memanggil dan memeluk ibu saya. Satu kalimat yang saya ucapkan adalah "Terimakasih Ibu". I don't have any words to say. Jadi saya cuma bisa bilang terimakasih. Rasanya senang , terharu campur aduk :''' Akhirnya setelah beberapa bulan mengalami struggle Allah kasih hadiah yang baik buat saya. Diterima di Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga merupakan kado lebaran dan ulangtahun terindah buat saya selama 18 tahun terakhir. Saya juga ingin buat orangtua saya bangga dengan saya.

Nggak cuma itu, bulan Juli ini Allah banyak banget kasih rejeki ke saya. Dan...bener-bener kalo kata anak sekarang sih rejeki anak soleh. 
Rejeki anak soleh nggak akan dateng dengan sendirinya. Tetapi rejeki anak soleh itu harus diusahakan. Karena Allah will give what you've done.
Anw, Happy 18th ^^ May Allah always bless me in every way. Aamiin.

See you on next post! :D

Comeback (part 2 : Bersemedi)

Pada akhirnya hari itu datang juga, 9 Mei 2015. Hari itu datang begitu cepat. Cepat banget. Saya deg-degan bukan main. Saya sangat berharap untuk dapat diterima di jalur ini. Meskipun saya begitu optimis, saya tetap harus bisa menata hati bila nantinya kenyataan itu tidak berjalan sesuai dengan keinginan saya. 

Sore itu saya duduk bersama ibu saya dikamar untuk menunggu pengumuman SNMPTN. Setelah saya memasukkan nomer peserta SNMPTN dan hasilnya adalah...saya dinyatakan tidak diterima. Saya hampir roboh saat itu, air mata saya mengalir deras seolah-olah saya tidak punya harapan lagi. Ibu saya jauh lebih shock daripada saya. Karena Ibu juga sangat menginginkan saya untuk dapat diterima di SNMPTN sehingga saya tidak perlu mengikuti tes lagi. Saya sedih. Banget. Apalagi setelah mengetahui geng sepermainan saya di SMP 6 dari 8 dan teman-teman saya yang tidak begitu pandai juga dapat diterima di SNMPTN. Saya semakin terpuruk. Hal ini menimbulkan banyak asumsi diantara saya dan orangtua saya mengapa saya tidak diterima. Apa aku bodoh? Apa nilai aku kurang? Apa aku salah pilih jurusan? But guessing can't solve the problem rite? 

Tidak diterima dalam SNMPTN bukanlah akhir dari segalanya. Masih banyak cara yang bisa saya tempuh. Hal itulah yang memacu saya untuk tetap semangat belajar. Bahkan sebagian orang mengatakan bahwa SNMPTN adalah misteri terbesar abad-20. Yang saya lakukan kemudian adalah bersemedi selama satu bulan. Tidak untuk diartikan secara harfiah kemudian saya duduk di goa, nggak peeps. Bersemedi yang saya lakukan adalah menghilang dari dunia maya untuk sejenak. Rutinitas saya berubah 180°. Setiap pagi setelah bangun subuh saya langsung makan, mandi kemudian les hingga pukul 12 siang. Setelah sampai dirumah saya sholat dzuhur,makan lalu boci. Sore saya mandi, sholat kemudian dilanjut belajar hingga pukul 11 malam. Paling hanya disela untuk waktu sholat maghrib dan isya serta makan malam. Begitu terus yang saya lakukan selama satu bulan. Tidak ada kata mengeluh. Yang ada hanya belajar dan berdoa.
Do not pray for an easy life, pray for the strength to endure a difficult one - Bruce Lee
Ya, saya berdoa kepada Allah untuk diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ini semua. Mungkin memang Allah ingin memberikan kesempatan pada saya untuk membenahi diri. Untuk belajar lebih giat, untuk beribadah lebih khusyuk kepadaNya. Saya berusaha untuk berpikir positif mengenai hal itu. Karena orang bilang bahwa ujian hidup adalah hal yang mampu meningkatkan kualitas pribadi. 

Nggak cuma memperbaiki hubungan antara diri saya dengan Tuhan aja sih. Saya juga berusaha untuk menjadi lebih baik untuk orang-orang disekitar saya. Dengan bantu mereka, dengan buat mereka senang. Sesuatu yang...yaaa...mungkin saya kurang lakukan sebelumnya. Saya juga bener-bener ngilang dari sosial media. Buka line kalo ada perlu aja, cek instagram...tetep hehe.-. Tapi ketika saya belajar maka saya akan serius belajar. Dan ketika saya lelah dan butuh break maka saya manfaatin bener buat leyeh-leyeh.

Saya hanya memiliki waktu satu bulan untuk membekali diri pada 9 Juni 2015. Hari dimana saya harus bertempur. Menyatukan kemampuan dan mental saya. Alhamdulillah semua begitu lancar. Soal-soal yang saya kerjakan tidak sesulit yang saya pikir. TPAnya begitu menyenangkan. Saya juga sudah memiliki formula untuk soal-soal yang harus saya kerjakan. Memutuskan yang mana yang harus dan tidak harus dijawab. Selama saya mengikuti try out di bimbel saya berusaha mengkondisikan bahwa saya tengah melaksanakan ujian SBMPTN. Selalu teriring kata bismillah dan senyuman di setiap soal yang saya kerjakan.

Lalu, bagaimana satu bulan setelah itu? Apakah pengorbanan ini berakhir dengan manis ataukah pahit? Simak lagi yaa di part 3

 

Comeback (part 1 : Prolog)

Alhamdulillah, finally I got time again to write. I'm back again after 8 months hiatus!!! (yash hiatus if u r a kpoper then u must be know what it's mean kkk)

Peeps, I don't know if you miss me or not but I miss writing already. And hey I'll bring a BOOM news. I want share many precious things to you. Le me tell you what's goin' on, cio!

Terakhir kali saya nulis delapan bulan lalu. Ketika kondisi saya--jujur--sedang tidak stabil. Why? Karena rapot sisipan saya nggak sesuai dengan ekspetasi. Karena itulah sedikit ada ketakutan bahwa rapot semester 5 saya akan mengalami penurunan. Well dan ternyata memang benar. Nggak tanggung-tanggung nilai saya turun 1,6. Jujur berat buat nerima kenyataan itu. Dan lagi, saya seperti harus siap menelan pil pahit jika tidak diterima di SNMPTN.  Padahal saya sudah mewanti-wanti untuk dapat diterima di PTN melalui jalur SNMPTN. Tapi saya masih punya keyakinan yang besar untuk dapat diterima di SNMPTN. Melihat jurusan yang saya pilih dan juga posisi peringkat saya di sekolah. Sehingga saya berusaha untuk tetap tenang meskipun rapot semester 5 saya mengalami penurunan.

Alasan lain kenapa saya harus bersemedi selama delapan bulan adalah karena sebagai murid kelas 12 saya harus menjalani kewajiban untuk mengikuti seabrek ujian yang diadakan untuk kelulusan saya. Dimulai dari ujian praktek, ujian sekolah, dan ujian nasional. Sulit bagi saya untuk meluangkan sejenak waktu untuk menulis. Walaupun saya tahu setidaknya dengan menulis, rasa penat akan sedikit menghilang. All I do is just having a playdate with books. Saya masih merasa belum cukup menguasai materi sehingga hal-hal diluar belajar menjadi hal yang mustahil untuk saya lakukan.

Sadly, satu hari sebelum Ujian Nasional berlangsung suhu badan saya naik mencapai hampir 39°C. Kedua orangtua saya sangat khawatir sehingga mereka memutuskan untuk membawa saya ke UGD. Setelah dilakukan pengecekan darah dokter mengatakan bahwa saya terkena anemia (lagi) karena jumlah hemoglobin saya yang hanya 8. Shock. Itu satu kata yang bisa dikatakan saat itu, terutama ibu saya. Why should this disease come again to me? Itu pertanyaan yang saya terus ucapkan. Karena pada dasarnya saya nggak merasakan gejala anemia apapun seperti pusing, lemah atau lesu. Dokter menyarankan saya untuk ditransfusi. Tapi saya menolak dengan alasan bahwa besok saya akan mengikuti Ujian Nasional. Dan alhamdulillah saya telah kembali pulih dalam kurun waktu satu bulan TANPA DISTRANSFUSI. That's makes me happy. Even waktu unas hari ke-4 (maklum saya anak CBT alias Ujian Nasional online) saya nangis karena mereka bilang bahwa wajah saya terlihat pucat. Maafkan itu karena saya begitu takut. Hehehe.-.

Satu bulan setelah ujian nasional adalah pengumuman SNMPTN. Dag dig dug belalang kuncup saya mah sama yang satu ini. Karena saya bener-bener bisa berharap untuk dapat diterima di jalur ini. 

Well... penasaran sama hasil SNMPTN saya?  Yuk lanjut di Comeback part 2



Kamis, 20 November 2014

Going the Extra Miles

Sudah lama aku tak bersua dengan hal tulis menulis, terlebih untuk menuangkannya kedalam media sosial. Yang mana itu sama artinya aku menceritakan tentang aku, kehidupanku, pemikiranku untuk dapat dibagikan, diketahui oleh khalayak luas. Kupaksakan mataku, jemariku untuk dapat menatap layar monitor dan berjalan di keyboard demi "mencurahkan" apa yang ada dalam diriku kini. Bukan aku tak terbiasa lagi berhadapan dengan layar monitor dalam waktu yang lama. Namun, masih banyak hal yang harus aku selesaikan terlebih dahulu.

Sebenarnya aku risau dalam beberapa minggu terakhir, begitu banyak pundi-pundi hal yang sedikit membebani aku--baik fisik maupun mental. Aku tak ingin begitu terlalu terbawa arus, tapi apadaya semua ini telah berhasil membuatku meracau dan gundah gulana. Emosiku mulai sedikit tidak terkontrol bila menghadapi sesuatu yang tak aku harapkan. Membuat orang disekelilingku sedikit panik dan kebingungan melihat aku yang terlalu cemas. Maaf, aku benar-benar seorang overthinker yang tidak dapat melepaskan masalah yang datang pada dirinya begitu saja. Walaupun aku tahu bahwa memikirkan hal yang telah terjadi tidak ada gunanya sama sekali, yang perlu kita lakukan adalah bagaimana mencari jalan keluar akibat yang timbul dari permasalahan tersebut. Tak perlu orang tahu apa yang sekiranya membuatku menjadi gundah, biar aku sajalah yang tahu. 

Dan kini aku sedang dalam tahap memulihkan diriku sendiri agar dapat menjalani kehidupanku selanjutnya. Ya karena satu-satunya orang yang mampu membawa kita berubah adalah diri kita sendiri. Banyak cara yang kutempuh, salah satunya adalah dengan menuliskan ini dan kubagi dengan mereka-mereka yang (mungkin) membaca blogku. Selain dengan memberi semangat pada diriku sendiri seperti apa yang biasa aku lakukan (baca disini), minimal akan ada kata amin amin amin yang terucap diakhir bagian membaca post ini. Tapi yang terutama adalah mengingatkan pada diriku sendiri untuk selalu sabar sabar dan sabar. Tak boleh ada kata lelah dalam bersabar, karena aku percaya bahwa manisnya penantian akan kuicip dimasa datang. Baru pagi tadi aku membaca lagi novel karya Ahmad Fuadi yaitu Ranah 3 Warna yang merupakan trilogi dari Negeri 5 Menara. Sungguh novel tersebut memiliki magnet yang kuat terhadapku, selalu...trilogi tersebut tidak pernah gagal membuatku kembali memompa semangatku. Mantra man shabara zhafira seolah mencambuk aku yang sekarang. Ya, aku kurang bersabar. Aku hanya mengeluh tidak terima akan apa hal yang aku inginkan tidak terjadi dan mengeluh akan hal yang seharusnya tak boleh terjadi. Aku harus berubah!

Sempat tersandung karena UTS bukan berarti menyurutkan semangatku dalam menimba ilmu, ini justru peringatan keras bagiku untuk going the extra miles--melebihkan usaha diatas usaha orang lain. Ya, UAS akan datang di dua minggu kedepan, dan UNAS akan berlangsung dalam hitungan bulan. Sungguh waktu begitu sangat cepat berlalu. Dan itu artinya aku harus--sangat sangat harus--belajar dengan keras. Aku harus merubah pola tidurku yang kini mulai kembali seperti anak bayi yang telah terlelap dengan mudahnya di pukul 9. Memang, tak baik jika hanya tidur dalam waktu 3-4 jam saja. Tapi memang ini yang harus dilakukan, melebih usaha diatas usaha orang lain. Belajar setiap saat setiap waktu dengan dan memperbanyak mengerjakan soal-soal latihan. Mengurangi frekuensi bermain gadget dengan menyembunyikan icon media sosial (walaupun pada akhirnya tetap kubuka untuk melepas penat) dan juga...mengurangi frekuensi untuk mengikuti perkembangan Liga Spanyol yang semakin menarik dengan prestasi Real Madrid yang gemilang, gol-gol Ronaldo disetiap laga dan bahkan penampilan Kroos yang memukau, pun dengan Bayern Muenchen serta Neuer yang begitu menggoda serta jalannya kualifikasi Piala Eropa. Semua itu harus kutinggalkan sejenak demi...demi pencapaian nilai UAS, Usek dan UNAS yang maksimal, sehingga mudah bagiku untuk dapat diterima jalur undangan di Universitas Airlangga. 

Tak ada paksaan, tak ada lelah, tak ada kata mengeluh, semua harus dijalani dengan rasa ikhlas. Niat untuk menimba ilmu dan membanggakan orang tua. Selain itu kerja keras tersebut tak lupa diimbangi dengan perbanyak sholat dan dzikir. Belakangan ini aku telah berusaha untuk dapat menunaikan sholat malam ketika tiba-tiba terbangun, lalu kulanjutkan dengan belajar hingga subuh. Semoga Allah meidhoi dan mampu melihat upaya kerja kerasku dalam meraih segala impianku. Amin.


Senin, 01 September 2014

It's a must

Today it'll be the first rough day, rough week and rough month in order to achieve what we dreamed. I know that it's always feel hard in the beginning but--just like my post title--it's a must. Because you gotta work hard to make your dream that you wish come true. Because it's already a midnight (again), then I'll type this post quickly. As you already know if I must wake up and go to school in few hours later. Hehehe. I just finished my task. Hu ha hu ha.

Why I call today is a rough day? Hm ya because this week is the first exam week!!! Although it's just a lil exam but I promise myself since I turned into 17th (YES DUDE I'M ALREADY 17! AND I SWEAR THAT I'M GONNA TELL YOU ALL ON MY NEXT POST. Just wait me until I get next free time) if I'll do anything as best as I can do to make my score higher than the last semester. This 5th semester will be the last fight for makes me easier in order to reach my dream college university.  So many things should be clear well from now on even the lil part. Task and exam will be continue until April 2015. Because national exam is about less than one year. There's no word lazy again for me. I don't know why time flies so really really fast. But...put much work and pray to through these rough and exhaust time. Just enjoy it! Because in the end we will get what we want.

As I told you if this would be a first exam week on my 12th grade, lately I know--after stalked one of his friend--if he--someone that I shouldn't tell you whom--also will have a long trip--maybe for one month--during his last semester. Yea, we will graduate on the same year. Last time I have chat with him is when Ied Mubarak. You know because I'm a good girl and realized that I'm 5 years younger than him so  I cut my shame side to ask an apologize by chat him first. People will never know how my heart goes was. It's really brings me up and down when I was waiting for his answer. I'm a rollercoaster. Hahahaha -_-

Well, goodluck for us then. Goodluck for my exam and I wish you a great journey.

May Allah always bless us in every single step that we make in order to make our dreams come true. Then we will show the world and make our family proud of having us. Amin.

It's about 1a.m
good night peeps... sleep tight and sweet dreams :)