Tampilkan postingan dengan label Sharing an Opinion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing an Opinion. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 September 2017

Coba Lihat Makanmu, Sudah Sehatkah?

Hulllaaa back again with mehhh! 

Kali ini aku bakal berbagi sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan. Di semester lima  sekarang ini aku mengambil mata kuliah (matkul) komunikasi kesehatan (komkes) and I found it interesting. Dari matkul komkes aku jadi belajar melipir-melipir kaya temen-temen kesehatan masyarakat. Belajar permasalahan kesehatan apa yang menjadi prioritas di Indonesia saat ini, faktor, dan cara mengatasinya. But well, since aku anak komunikasi maka cara mengatasi tersebut adalah secara promotif preventif. Karena kan aku tidak belajar obat-obatan dan suntik-suntikan peeps.

Kebetulan kemarin aku menemukan bahwa gizi buruk adalah salah satu permasalahan fundamental Indonesia. Simply, karena gizi buruk dapat menghambat bonus demografi. Sumber daya manusia yang kurang berkualitas akan memperlambat Indonesia menuju Indonesia Emas. Salah satu langkah promotif preventif yang dilakukan pemerintah untuk menangani gizi buruk adalah melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Instead of talking bout malnutrition, aku mau sharing tentang GERMAS dan penerapannya di kehidupanku sehari-hari.

GERMAS menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah sebuah tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan oleh seluruh komponen bangsa dengan kemauan, kesadaran, dan kemampuan untuk meningkatkan kualitas hidup. Terdapat tujuh poin dalam GERMAS yang bisa dilihat di gambar di bawah ini:

sumber: depkes.go.id
Kalau dilihat dari penempatan dan ukuran gambar poin diatas, bisa diketahui ada tiga poin utama GERMAS. Buat aku yang paling menarik adalah poin mengonsumsi sayur dan buah karena letaknya yang berada di tengah. Selain itu menurutku mengonsumsi sayur dan buah adalah langkah GERMAS yang paling mudah untuk dilakukan. Mengapa? Karena sayur dan buah bisa didapatkan mulai di pasar tradisional, pasar modern, swalayan, bahkan mall. Selain itu harga sayur dan buah juga relatif murah sehingga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Tapi lain cerita deh kalo beli sayur dan buahnya di supermarket mall yang mehong bcs of rata-rata adalah import plus ditambah sama pajaknya yang tinggi. Hehehehe....... *ngintip dompet*

Berbicara masalah makan, jujur aku termasuk orang yang peduli dengan apapun yang aku konsumsi. Meskipun aku belum bisa rutin berolahraga, tetapi aku selalu berusaha makan makanan yang sehat. Nggak hanya makanannya aja, tapi juga kebersihan dari tempat makan dan lingkungan sekitarnya

Sejak SD aku tuh nggak pernah dibiasakan untuk jajan sembarangan di depan sekolah. Ibu selalu ngewanti-wanti aku untuk nggak beli ataupun minta punya teman. Di usia sekecil itu Ibu berusaha memberikan penjelasan kenapa aku tidak diperbolehkan. Ibu menjelaskan mulai dari kualitas bahan dan juga kebersihan dalam pembuatannya. Wuaaah, sebenernya hard to understand juga sih ya. Sebagai anak kecil kan mudah tertarik sama jajanan depan sekolah. 

Sebagai gantinya, Ibu akhirnya rajin buatin camilan kaya jajanan depan sekolah. Kata Ibu, ini tuh adalah bentuk kompensasi karena aku sudah nurut nggak jajan sembarangan. Karenanya aku juga jadi suka nyamil (WKWK). Kalau di kuliah, biasanya jam 10 atau jam 3 sore sudah mulai masuk masa-masa kritis laper tapi sudah makan (WKWK). Is it only me yang suka kelaperan di waktu-waktu nanggung? Kupikir aku manusia mudah lapar since teman-temanku jam 10 biasanya baru sarapan. Sedangkan aku sarapan jam 5-set6 pagi. But recently aku baru tau dari dosen komkes bahwa that's normal. Di jam kritis, lapar tapi sudah makan, adalah hal yang wajar. Makanya itu ada waktu afternoon tea atau coffee break dan kita bisa mengatasinya dengan makan camilan. 

Kalau sekolah dan bahkan sampek kuliah Ibu tetap membiasakan aku membawa bekal buat makan siang di sekolah. Alhasil sampek sekarang aku pun juaaaaraaaaaaaaang bangeeeeeeeeeet jajan di kantin. Yah ini sih karena sudah alah bisa karena terbiasa. Aku nggak bakal beli makan di kantin kalau emang kepepet. Meskipun misal Ibu barusan dateng dari Jakarta dan nggak sempet masak yang ribet pun, Ibu bakal tetep membawakan aku bekal meski sederhana.

Bukan hanya perkara jajan aja. Aku sejak kecil nggak mau konsumsi makanan yang mengandung kolesterol like jeroan. Mau kek jeroan bentuk apapun aku nggak akan mau karena aku tau itu nggak baik buat kesehatanku. Dari yang paling umum kaya usus atau kikil sampek yang menurutku paling absurd kaya otak, paru, atau lidah. Liatnya aja aku udah geli (hehe). Padahal keluarga pun juga mau makan jeroan. Paling parah sih ketika anemia kambuh dan disuruh makan hati ayam. Yaampun kalo mau makan berasa kaya anak balita yang kudu kejar-kejaran dulu. Dan kalau sudah ketangkep...makannya sambil kejer-kejer. Bapak ibu tuh sampek yang gemes tapi ya kasian melihatku (hehe). Memang nggak cuma hati ayam aja sih yang bisa naikin jumlah darah, bisa juga kaya bayam, terutama bayam merah, dan kurma. Tapi memang hati ayam yang kata dokter prosesnya lebih cepat untuk menambah darah. Jugaaa, tiap Idul Adha aku pun nggak mau makan kambing karena tau kalo bisa bikin tubuh bagian dalam kerasa panas (selain karena sedih liat kambingnya mewek pas disembelih *insert emot mewek*).

Setelah teknologi kian berkembang, aku juga jadi semakin strict dengan makanan karena udah bisa cari informasi di internet. Sejak SMA aku memutuskan untuk berhenti makan any kind of junk food dan soft drink dan teh. Dari ketiga hal tersebut, soft drink adalah yang pertama kali aku stop. Jujur waktu itu sempet baca kalau satu kaleng soft drink samadengan tujuh takar gula. Wuah, aku sudah mikirin yang nggak-nggak. Bayangin aja kalo kadar gula yang ada di tubuh kita berlebih... bisa memicu diabetes dong. Hm, tapi kan diabetes penyakit orang tua? Weits... kata sapose... sekarang tuh anak-anak remaja bisa juga punya penyakit kaya orang tua karena timbunan yang terlalu lama. 

Gambar terkait
sumber: pinterest.com
Iya kalau jaman dulu makan-makan 'enak' cuma sesekali aja. Lah sekarang? Karena lebih suka yang praktis dan serba instan, makan makanan 'enak' frekuensinya lebih sering. Akibatnya... ya tertimbun dan terjangkitnya nggak perlu nunggu tua. Aku punya beberapa teman SMA yang mereka sudah terkena penyakit-penyakit dalam like kolesterol, rematik, dan diabetes. Hooo... nggak mau dong aktifitas kita terhambat karena di usia muda gini sudah terkena penyakit yang aneh-aneh. Karena sudah komitmen untuk stop soft drink, saat ini kalau makan diluar selalu lebih milih minum air putih (yes, kalo kencan ngga nyusahin minum yang aneh-aneh HAHAHA).

Kemudian yang kedua aku berhenti konsumsi adalah junk food. Well, most of you might think I'm crazy karena...siapa sih anak remaja yang nggak tergiur dan suka dengan kenikmatan junk food? Ya kan? Iya tauuu... karena ku pun juga menganggap meski nggak sehat junk food tuh enak (aku tidak mau munafik, HAHAHAHA). But sadly, waktu SMA dokter bilang bahwa aku nggak kuat kena junk food. Sekalinya makan junk food... waduuuh muka langsung oily dan pimple-pimple on the face come sooner. Dan itu terjadi juga kemaren sekitar bulan Juni setelah makan chicken wings dari salah satu restoran cepat saji makanan itali. Nggak tanggung-tanggung yang awalnya 10 potong buat berdua sama Ibu, aku makan tujuh :) (tapi sumpah chicken wings itu enak... gimana dong T.T). Karena kejadian kemaren makanya buat kali ini sudah kapok dan nggak akan ngelanggar lagi hahaha. Gantinya ya banyak makan buah biar segarrr...

Ketiga adalah teh. It sounds weird but yea... dokter juga memberikan aku pantangan minum teh karena aku cenderung terkena anemia. Padahal dulu suka konsumsi teh hijau buat ngurusin badan (hehe). Sebagai gantinya ya kalau mau ngurusin badan aku lebih milih untuk minum air perasan lemon hangat dikasih gula atau madu sedikit. Daaan jugaaa... tidak lupa berlari-lari di treadmill. Terus waktu anemia kambuh, dokter bilang deh gaboleh minum teh, apalagi teh hijau dan terutama pada saat menstruasi. Sangat-sangat tidak dianjurkan untuk minum teh pada saat menstruasi yaaa peeps, terutama bagi kalian yang punya kecenderungan anemia. Sesekali aku juga masih suka minum teh hijau, biasanya kalau makan di restoran udon.

Well terlepas dari ketiga makan dan minum yang aku sudah jarang (bahkan tidak aku konsumsi) dan kebiasaanku untuk nggak jajan sembarangan... I'm not gonna say each of you harus mengikuti semua apa yang aku lakukan ini. It's okay kalau masih mau konsumsi jeroan, junk food, atau jajan sembarang. Untuk berhenti mengonsumsi makanan kan tentu butuh proses yang bertahap. Buttt... satu yang harus diingat adalah jangan terlalu sering mengonsumsi sesuatu yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Mulai sedikit perlahan dikurangi jumlahnya, kemudian dilanjut mengurangi frekuensinya. Karena bagaimanapun juga yang terpenting adalah memberikan tubuh dengan asupan gizi seimbang. Kamu adalah apa yang kamu makan. Sebab jika kekurangan atau kelebihan satu kandungan gizi tertentu maka akan bisa mempengaruhi kesehatan kita. 

Terus? Berarti selama ini makannya apa dong kalo ini nggak boleh itu nggak boleh? Aku pribadi sih sangat-sangat menikmati memakan sayur dan buah. Karena selain harganya terjangkau, bikin sehat, mengenyangkan daaan... nggak bikin gemuk. Kalau nggak suka... coba deh dikit demi sedikit dengan frekuensi yang lumayan tinggi. Artinya kalau nggak suka wortel, coba makan wortel selama dua-tiga hari berturut-turut dengan olahan yang berbeda. Coba juga kreasikan dengan resep-resep menarik yang kekinian. Kan banyak tuh di youtube cara mengolah sayur supaya menarik, enak, tapi tetap sehat. Dan kalau nggak terlalu suka buah, bisa dicoba dengan bikin salad atau di jus... yummyyy ^^

Sebagai tambahan, perlu diingat juga bahwa kesehatan isn't always 'bout physical health but also mental health. Sooo, selain perbanyak makan sayur dan buah, sama seperti poin GERMAS, jangan lupa berolahraga dan cek kesehatan secara rutin. Yuk mulai pola makan dan pola hidup sehat bcs tindakan mencegah or preventif are way better than mengobati or kuratif.

Beberapa hal diatas adalah sebagian cara dari bagaimana implementasi GERMAS di kehidupanku sehari-hari. Tiap orang pasti punya cara tersendiri yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Kuharapa semoga bisa bermanfaat dan sehat selalu jiwa dan raga (dan perasaanmu) yahhh peeeps ^^

Ini caraku, mana caramu? Kuy, share ^.~

See yaaawww ~

Rabu, 30 Maret 2016

Dengerin Musik Makin Asik

Akhirnyaaa setelah menunggu selama kurang lebih 9 tahun, aplikasi streaming musik Spotify sekarang sudah ada di Indonesia loh peeps!

Yep, mulai hari ini 30 Maret 2016 aplikasi Spotify sudah bisa di download di Google Play dan juga iTunes. Karena emang udah nunggu dari beberapa bulan yang lalu sih, jadi hari ini sooo excited. Barusan aja saya download dan sekarang mulai menjelajah gimana sih Spotify ini.

1. Playlist Lagu
Setiap aplikasi streaming musik pasti punya playlist lagu-lagu hits. Spotify juga punya nih namanya Global Top 50. Kurang lebih isi lagu sama lah ya kaya aplikasi-aplikasi sebelah. Cuma bedanya di Spotify kita bisa tahu lagu yang chartnya naik atau turun. Kita bisa lihat dari tanda panah keatas warna hijau dan tanda panah kebawah warna merah. Playlist di Spotify juga keren lo peeps. Nggak cuma ada playlist lagu hits, tapi juga ada playlist sesuai mood gitu. Daaan....yang lebih keren, kalian bisa liat 50 lagu hits di beberapa negara. 

2. Komposisi Lagu yang Diputar
Di Spotify kalian juga tetep bisa kok milih lagu apa aja yang mau kalian putar dalam satu playlist... Tapi setiap kita mau mainin suatu playlist, lagunya pasti langsung ke shuffle. Bisa sih kalo nggak mau ke shuffle, tapi harus pake yang premium. Oiya, di Spotify kalo bukan yang premium, bisa skip song sampai 5 lagu. Setelah itu kita harus nunggu sekitar 45 menit untuk bisa skip song lagi. Tapi....kalo kalian dengerinnya lewat PC bisa diatur supaya nggak keshuffle, bisa repeat song full atau cuma repeat satu lagu aja. Terus kadang...jangan kaget kalo tiba-tiba ada satu lagu yang keputar padahal nggak ada di playlist. Spotify ini ada iklannya dan kadang suka kasih suggested song gitu. Kaya misal nih saya lagi dengerin iKon Debut Full Album Welcome Back, tiba-tiba keluar lagunya Passenger yang Let Her go sama Dark Horse nya Katy Perry.

3. Lyric
Saat kita mendengarkan musik...kayanya kurang afdol ya kalo nggak sambil baca lyricnya. Naah spotify juga punya itu. Tapi sayangnya fitur ini cuma berlaku di Spotify via PC.. 

4. Artis
Kita pasti suka dong nge follow penyanyi favorit kita untuk tetep update dengan lagu-lagu mereka? Pas banget kalo kalian pake Spotify...  Karena banyak penyanyi hits yang punya akun di Spotify peeps. Jadi tinggal follow aja dan udah ada album-album mereka. Dan ini official! Karena sudah ada centang birunya. Nggak cuma follow artisnya aja, kalian juga bisa follow playlist mereka. Contoh saya sih karena emang iKonics ya... kemarin kan setiap member iKon punya playlist tuh, nah selain saya follow akunnya iKon, saya bisa follow playlist mereka yang saya suka.

5. Menyimpan Lagu
Kita bisa lo menyimpan lagu ke 'your music' atau kita bikin playlist dan isi dengan lagu-lagu kesukaan kita. Tapi untuk menyimpan lagu offline kalian harus upgrade ke premium dulu ya peeps. Jadi kalian nggak perlu ribet mikirin kalo muncul notif 'storage space running'. Karena kalian nggak perlu download lagu-lagu terbaru, bisa langsung save lagunya dan streaming lewat Spotify deh.

6. Radio 
Selain itu di Spotify juga ada radionya loh! Kalian milih artis radio gitu dan disana bakal ada lagu dari beberapa penyani lain. Ada juga radio berdasarkan genre kaya pop indo, jazz, blues dan lagu dari tahun 1950-2000an.

So far keren kok Spotify. Aplikasi ini menurut saya cocok buat kalian-kalian yang emang suka sama musik. I mean, mau mengenal semua jenis lagu. Kan biasanya kita tuh dalam satu playlist kadang cuma suka beberapa lagu... Nah dengan pake Spotify, kalian bakal tau lebih banyak lagu. Pengetahuan lagu-lagu kalian bakal nambah. Variasi juga kan.. biar nggak dengerin lagu yang itu-itu aja. Karena mau gak mau, kalo kita bukan akun premium, pasti lagunya ke shuffle. 

Spotify kayanya emang bener-bener aplikasi streaming musik yang saya butuhin deh. Karena sekarang punya jadwal mengudara (meskipun cuma di area FISIP), jadi saya harus selalu update lagu terbaru.

Yaaap...gitu aja sih peeps pendapat saya tentang Spotify ini. Biar nggak kaya hidup di goa gitu, selamat mencoba Spotify ya peeps!

Minggu, 17 Januari 2016

Psst, yuk mari mendengar

"Eeeh dengerin aku dong, jangan sibuk sama hp mulu" *goyang2in tangan lawan bicara* *pasang muka cemberut*

Sering nggak sih kita denger kalimat seperti diatas? Biasanya kalimat tersebut terlontar saat kita sedang asyik berbicara ternyata lawan bicara kita tidak memperhatikan kita. Banyak sih faktor yang membuat lawan bicara jadi nggak fokus dengan apa yang sedang kita bicarakan. Misal, karena kondisi sekitar yang ramai, lawan bicara sedang melamun atau...mereka justru fokus pada gadget mereka. Bete kan? Nah ini nih yang sekarang sering terjadi di kehidupan kita.

Sekitar tiga bulan yang lalu, yaitu tepatnya tanggal 20 Oktober 2015 saya mengikuti UTS pertama saya sebagai mahasiswa. Hari itu saya akan ujian Pengantar Ilmu Komunikasi (PIK) secara lisan. Dag dig dug belalang kuncup sih sudah pasti. Seminggu saya belajar mati-matian untuk memahami setiap deretan huruf di kitab mahasiswa ilkom yaitu Komunikasi: Suatu Pengantar milik pak Deddy Mulyana. Saya menghafal seabrek soal beserta jawaban (dari materi di buku) yang mungkin akan saya dapat. Dan ternyata ketika ujian, nomor undian yang saya ambil berisikan sebuah pertanyaan logika. Dialog antara saya dengan penguji jujur masih terasa membekas, kira-kira seperti ini, P: Penguji; S: Saya :

P: 'apa yang dimaksud dengan keterampilan berkomunikasi?'
S: 'terampil berkomunikasi adalah bla3x (jelasin tentang bicara tahu konteks ruang waktu, siapa lawan bicara, dan menyampaikan pesan dengan cara yang tepat)'
P: 'udah itu aja?'
S: *mikir keras* 'ah ya Mba, mendengarkan! Mendengarkan itu juga gak kalah penting bla3x'
P: 'oh gitu...terus menurutmu, apa kamu sudah terampil dalam berkomunikasi?'
S: *tertegun* *nelan ludah* *dalam hati tanya: 'iya ya, udah belum sih aku terampil berkomunikasi? seperti jawabanku tadi...' 
setelah beberapa detik terdiam akhirnya saya menjawab 'belum Mba, karena saya masih banyak berbicara daripada mendengar orang lain'

Ya kurang lebihnya begitulah... Saat keluar dari ruang ujian senang karena saya dapat pertanyaan logika dan bukan hafalan. Tapi...jawaban atas pertanyaan tersebut menjadi hal yang sampai saat ini masih saya pikirkan. Jawaban saya yang mengatakan bahwa terampil berkomunikasi adalah mengenai berbicara dan mendengar, membuat saya terus mengintropeksi diri. Terlebih saat saya mengatakan bahwa saya masih lebih banyak berbicara daripada mendengar. Lalu munculah pertanyaan dalam hati saya, sudahkah saya berbicara dengan tepat? Sudahkah saya mendengar apa kata orang lain? Karena keresahan itulah saya menulis ini. Dengan harapan kita dapat menjadi pendengar yang lebih baik.

Siapa sih manusia di dunia ini yang tidak ingin didengar? Secara pribadi saya yakin bahwa setiap manusia ingin setiap kata yang ia ucap didengarkan oleh lawan bicara? Kenapa sih manusia ingin didengar? Karena simpel aja, manusia ingin apa yang ia pikir dan rasakan dapat dipahami oleh orang lain. Ya, sesimpel itu.

Tapi sadly to say...sering terjadi saat kita berbicara lawan bicara tidak memperhatikannya. Hingga kita perlu mengulangi kembali pesan yang telah disampaikan. Seperti yang telah ditulis diatas, salah satu faktor penyebab adalah gadget. Yap...a little thing that help your life much but create a new problem also. 

Gadget is like a coin who have two sides, the good and bad ones. Gadget and internet really a delicious and legit combination in this 20s era. They give anything you want to know. They can even help you, like help to finish your task (don't denied it, because I also did). And... you can find happiness from your gadget. Online music player, games, social media etc. Ain't that interesting uh? But in the other side, I believe that most of you probably will spend your time with gadget (esp if you have large quota to access an internet) http://www.laptopmag.com/images/wp/purch-api/incontent/2013/03/gadgets_sf1.jpg

Have you ever realized if you always on your gadget, it'll bring a bad effect...not only for you, but also people around you. When you don't put your attention while communicating with others, they might mad at you. Don't get mad at them back because that's your fault not to listen them carefully. Well to make it easier, let's change your position as you were them. 

Mengutip quote ala ala tumblr,
Quote tersebut menarik untuk diterapkan pada saat kita berkomunikasi. Karena saya senang untuk didengarkan, maka sejak UTS kemarin saya punya satu mindset baru yaitu, 'saya harus juga menjadi pendengar yang baik bagi lawan bicara saya. Siapapun itu. Dan apapun yang ingin mereka bicarakan dengan saya'.

Saya adalah tipikel orang yang suka banget cerita tentang banyak hal. Bercerita tentang pemikiran, pengalaman, harapan, dan perasaan. Karena itu saya juga senang untuk didengarkan (even kadang apa yang saya bicarakan not really an important thing). Dan ketika lawan bicara memberikan tanggapan atas cerita yang saya sampaikan saya selalu senang. Saya senang karena saya tahu dia put their attention to every single words that I'm saying. 

Ketika berkomunikasi, kita harus mendengarkan dengan seksama apa yang lawan bicara katakan. Bukan hanya sekedar mendengarkan, tetapi juga memahami. This is what we called, listening and not hearing. Seseorang dapat dikatakan memahami lawan bicara ketika ia mampu memberikan respon, baik secara verbal maupun nonverbal. Respon positif dapat berupa kalimat persetujuan, nasihat, anggukan, senyuman dll. Tidak selalu respon yang positif, karena memang ada kalanya seseorang memberikan respon negatif. Contoh respon negatif adalah saat murid SMA diberi tugas matematika satu bab oleh gurunya dan harus dikumpulkan besok pagi.

Bagaimana cara agar kita dapat mendengarkan sekaligus memahami lawan bicara? Here's some advice that I can give to you,
  • Pertama tentu pusatkan perhatian, sebisa mungkin tidak tepengaruh oleh segala bentuk noise yang akan muncul. Seperti keramaian lingkungan dan notifikasi di gadget. 
  • Kedua, saat kita memperhatikan lawan bicara...lakukan eye contact. Bener deh ini...eye contact itu penting. It'll make people being respected by you. Tapi tetep juga harus tau konteks waktu dan ruangnya. Saat berbicara dengan gebetan, dengan leluasa kita bisa memberikan tatapan genit, tetapi tidak pada guru atau dosen. Jangan sampai kita memberikan tatapan nantang saat lawan bicara kita adalah seseorang yang lebih tua. Atau tatapan yang dapat menimbulkan penafsiran negatif tentang kita. Berikan tatapan yang dapat membuat lawan bicara kita merasa dihargai. Gimana ya caranya? Hm, tanamkan dulu dari dalam hati kita kalau kita menghargai mereka. Maka tatapan 'menghargai' itu akan berjalan dengan sendirinya :) 
  • Ketiga...letakkan gadget, sebisa mungkin jauhkan dari pandangan kita. Sebagian orang berkata bahwa ketika ia memegang gadget ia tetap dapat memperhatikan lawan bicaranya. Ya...bisa dikatakan benar ketika orang tersebut mampu fokus terhadap dua hal secara bersamaan. Tetapi meskipun gitu...beda lo rasanya didengarkan oleh seseorang yang sedang memegang gadget dengan yang tidak. Entah kenapa, karena saya pribadi suka bete kalau ketika saya berbicara dan lawan bicara justru asyik dengan gadget.
  • Keempat, jangan menyela. Berikan waktu untuk mereka berbicara. Saat mereka sedang berbicara kita dapat memberikan respon nonverbal yang dapat menujukkan ke mereka bahwa kita menyimak apa yang tengah ia sampaikan. Oya...ketika seseorang bercerita, tidak semua orang ingin mendapatkan masukan. Terkadang seseorang bercerita hanya karena mereka ingin didengar. Jadi, biasanya ketika ingin memberikan tanggapan berupa masukan saya tanya dulu ke mereka...boleh dikasih masukan atau nggak. Kalau kita langsung nyerocos memberikan masukan, belum tentu juga mereka suka karena mereka akan merasa digurui.
Hm...sepertinya terlalu ideal sekali ya. Saya sendiri pun kadang belum benar-benar menerapkannya. Tetapi saya akan selalu berusaha untuk menjadi pendengar yang baik seperti pada keempat poin tersebut. 24 jam (((kecuali kalau saya sudah tidur lain ceritanya wkwk))) akan selalu terbuka untuk siapapun bagi yang mau bercerita, insyaAllah saya akan dengan setia mendengarkan :)
Kalo ada apa-apa cerita ya. Sama siapa aja terserah. Nggak mesti harus cerita sama aku. Pokoknya cerita sama orang yang kamu percaya
Kalimat itu adalah satu hal yang selalu saya ingatkan kepada semua teman. Menurut saya seseorang tidak mungkin menanggung beban perasaannya sendiri. Kalaupun bisa pasti akan ada batasnya. Kita tidak pernah tahu kapan kita mencapai batas itu. Dan kita juga tidak tahu hal-hal apa yang akan terjadi jika telah berada dalam ambang batas. Sesuatu yang buruk bisa saja terjadi bila kita terlalu lama memendam sesuatu sendirian. Perlu seseorang lain yang juga memahami perasaan tersebut. 

Ibarat sebuah gelas yang diisi air terus menerus tanpa meminumnya, lama kelamaan akan tumpah juga air di gelas itu. Sama seperti manusia, ketika ia ditimpa masalah terus menerus tanpa pernah menceritakannya dan hanya memendamnya sendiri suatu saat pasti akan meledak juga. 


Karena dari itu saya nggak pernah capek untuk mengingatkan mereka untuk bercerita apapun yang mengganggu pikiran mereka. Meskipun dengan bercerita tidak selalu dapat menyelesaikan masalah, at least orang lain dapat memahami perasaan dan posisi kita. Dan saya yakin itu dapat membuat rasa beban berkurang dikit demi sedikit. 

Saya harap...setiap orang tidak memendam masalahnya sendiri. Bercerita lah kepada seseorang yang dapat dipercaya. Seseorang yang mampu menjaga rahasia diantara keduanya. Dan...jadilah pendengar yang baik. Tanpa disadari sejujurnya semesta pun telah menunjukkan bahwa kita harus menjadi pendengar yang baik. Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut bukanlah tanpa maksud. Hal ini menunjukkan bahwa kita harus lebih banyak mendengar daripada berbicara.

Selamat malam peeps dan selamat beristirahat! ^^ 

Rabu, 30 September 2015

The Return of Superman

I finally have time to write again. Few hours ago I just don't know what to do. Kinda feel stupid but then I know that I should be more productive. Back to my last post, I will fulfill my promise to give a review one of Korean TV Program. This actually my first time to review TV's program, but since now I'm a comm student, media becomes an interesting topic to discuss. 

As you can read the title, now I'm going to give you the review of "The Return of Superman". Well, people might ask me why I give a review about Korean TV Program and not Indonesian. This program just popped up on my mind beside just like I said, I want to fulfill my promise.


Yaps, on May 2015 I felt in love with Bigbang and I found one video of GD and a girl--who lately I know she's Tablo's daughter, Haru--in Youtube. I know that I'm just too late, that episode is about one year ago. But since I'm not into a K-World this program is a new thing for me. I don't even know who is GD and Tablo because I only put my heart on Seungri. Kkk, I'm sorry this isn't time to discuss Bigbang. Well back to topic, so I decided to find out what's the program and start then until now I always watch The Return of Superman.

Haru and GD
The Return of Superman adalah salah satu acara reality show Korea yang disiarkan oleh KBS TV (kalau di Indonesia seperti TVRI). Bagi Kpoper mungkin sudah tidak asing dengan KBS karena mereka juga menayangkan program musik (Music Bank) dan drama. Buat yang belum tau, KBS adalah stasiun TV milik pemerintah sehingga tak heran jika mereka selalu lebih menekankan program yang dapat menjadi tayangan keluarga. Karena itu tayangan yang mereka berikan selalu memiliki unsur mendidik. Salah satunya adalah melalui program ini, The Return of Superman.

In this reality show Mom will leave the home and Dad will spend 2 days with his children to take over Mom's duty. Sound interesting right? Kebayang kan gimana lucu dan serunya seorang ayah yang mengurus anaknya tanpa bantuan dari istri mereka. Karena nggak cuma di Indonesia, di Korea pun yang biasa bertugas untuk mengurus rumah dan anak adalah Ibu. Sedangkan ayah sibuk bekerja sehingga tidak memiliki waktu untuk bersama anak terlebih untuk bermain dengan mereka. Para pengisi program ini pun datang dari berbagai macam profesi--yang sebelumnya mereka adalah orang-orang yang memang sudah terkenal--dari dunia entertain seperti MC, aktor, penyanyi dan atlet yaitu atlet judo dan sepak bola.

Memang pada episode-episode awal kita dapat melihat bahwa para ayah terasa begitu kewalahan tanpa bantuan istri. Seperti Tablo yang tidak mengerti apa yang Haru tengah bicarakan, atau Hwi Jae yang kalap karena putra kembarnya yang saat itu masih bayi terkena demam. Tapi setelah 97 episode program ini tayang para ayah mulai perlahan terbiasa untuk mengurus anak mereka. Melalui program ini ayah yang biasanya sibuk dan tidak memiliki waktu untuk bermain dengan anak dapat menjadi lebih dekat. Meskipun kini berkomunikasi adalah hal yang sangat mudah dilakukan karena ruang dan waktu yang dapat dipersempit, tetapi tetap tidak dapat mengalahkan komunikasi yang dilakukan secara langsung. Karena melalui tatap muka terdapat controlling dan kesan psikologis yang tidak bisa kita dapat melalu komunikasi tidak langsung. 

HwiJae cry when his twins SeoJun SeoEon sick
Melalui program ini para Ayah ingin menjadi Superman bagi anak-anak mereka. Menjadi sosok yang kuat dalam keluarga, penyemangat, dan sahabat yang selalu dapat menjadi kebanggaan anak-anak mereka. Tidak ada script disini. Semuanya berlangsung secara natural tanpa dibuat-buat. Tidak dapat dipungkiri beberapa dari kita mungkin menganggap jika produser memberikan script kepada para ayah. It's okay if you think so, but anak-anak mereka? Apa yang mereka lakukan dan ucapkan terjadi secara alami. Tidak ada "action" dan "cut".

Banyak esensi yang bisa kita dapat di program ini. Bagaimana agar dapat menjadi orang tua sekaligus sahabat bagi anak. Mendidik anak dengan memberikan achievement or punishment pada saat yang tepat. Mengenalkan hal-hal baru pada anak, bertukar pikiran seperti yang dilakukan Hyun Sung saat mengajak kedua putranya, Junu dan Junseo untuk berbagi cerita sekaligus mengajarkan tradisi minum. Terutama parenting method yang diterapkan oleh Il Gook. Ia mendapat banyak pujian dari para psikolog tak heran jika cara Il Gook mendisplinkan ketiga putra kembarnya banyak ditiru oleh beberapa orang tua. 

Haru go crazy with her Dad, Tablo

 
HyunSung, Junu & Junseo sharing time
Daehan as big brother taking care to his two litlle brother, Minguk and Manse
Semua tentang keluarga dan cinta. Saya terharu dengan Haru yang begitu heart warming. Jujur beberapa kali saya dibuat menitikan air mata dengan ucapan Haru. Dia pernah mengatakan bahwa keluarga adalah hal yang indah, dan ayah adalah sahabat bagiku. Aku tidak takut lagi dengan Ayah. She melt my heart especially when she said "Love is when Dad make me laugh" after her Mom--Hye Jung--asked her "what do you know about love". Coba lihat betapa lucunya Sung Hoon yang macho dan terlihat gahar dapat bertekuk lutut dengan keimutan putrinya, Sarang. Tablo mungkin boleh dikenal sebagai rapper jenius, Sung Hoon boleh dikenal sebagai pemain Judo yang tak terkalahkan, Hwi Jae sebagai MC kondang, atau Hyung Sung, Il Gook dan Tae Woong yang dikenal sebagai aktor, tetapi ketika telah kembali kerumah bersama anak-anak, secara otomatis peran mereka berganti menjadi sosok ayah dan berubah 180°.

Choo SungHoon and Sarang
Please grow well Daehan, Minguk, Manse. Looking forward for you three to join YG
FAVORITE! Kinda miss them
The Return of Superman really inspiring me! I learn a lot from their parenting method but I'm not being (and never will be) subversive with my parents. I might use their parenting method later when I have kids but it doesn't make me can judge the way my parents do to me whether is right or wrong. Because I know that they have their own parenting method and they know what's the best for me. We should open our mind without forgetting our ethics guys!

Program ini seharusnya dapat menjadi inspirasi sekaligus pengingat bagi media di Indonesia untuk memberikan tayangan yang bermanfaat dan mendidik. Bukan berarti kita harus memplagiat program tersebut, at least media--INDUSTRI media--dapat lebih bijak dalam menanyangkan program TV terutama pada saat prime time. Industri media boleh saja mencari keuntungan jika itu yang memang mereka inginkan, tetapi jangan sampai program yang diberikan sangat tidak mendidik dan justru menjerumuskan para generasi muda. Jangan hanya mengedepankan uang dan melupakan generasi penerus bangsa. TV have a very big impact to our next generation, people--kids especially--gets easier to understand the information given by audio and visual. They still don't know which one is good and bad for them. It's true if parents should watch TV together with their kids to control them, but we can't deny if parents can't control media to not give something they don't like to their kids 24 hours in 7 days.

I'm sorry for my eyes that staring to computer about 2 hours but please understand that my writing skill only working when my nerves ready and usually they're ready at night haha :''' Anw I will keep forcing my self to be productive writing for this blog! Goodnight peeps. Oyasuminasai ^^

nb: sorry for the bad grammar, but becasue I want to improve my english skill from now I'll use two languages. Please correct me if I'm wrong juseyooo. Terimakasih, thankyou, danke, arigatou, gamshamnida! ^^

Minggu, 16 Agustus 2015

Turut Senang

Dari sejak pertama liburan tuh saya sibuk mulu sama comeback Bigbang. Mulai dari nungguin lagu mereka keluar perbulan, main di variety show, apalagi pas konser hmmm...jangan ditanya...saya cuma bisa nikmatin dari dunia maya :') but that's enough for me. Nggak cuma itu saya juga sibuk (((sibuk))) nonton the return of superman sama variety show lainnya. Ya habis gimana atuh mereka mah inspiring banget acaranya...orangnya juga hehe. Next time saya bakal kasih review program variety show korea.

Meskipun gitu saya tetep ngikutin perkembangan berita di Indonesia lewat dunia maya, alhasil saya kurang nonton program TV dalam negeri :" (maafkeun pemirsa) khususnya yang berita-berita gitu. Daan baru tadi pagi saya nonton berita pagi di TV. Karena menjelang hari Kemerdekaan RI mayoritas mereka nayangin sejumlah berita tentang cara masyarakat Indonesia memeriahkan HUT RI.  

Saya terus gonta-ganti channel hingga akhirnya stuck di salah satu stasiun TV swasta yang menyiarkan penanaman sejuta terumbu karang oleh TNI AL dalam rangka memeriahkan HUT RI. Jujur saya...tersentuh. Saking tersentuhnya saya pengen banget buat nulis disini hehehe. Nggak tau kenapa, mungkin karena efek saya tinggal di deket pantai kali ya hahaha. Nggak nggak serius nih jadi menurut saya cara ini keren banget. Kenapa? Well kita tau bahwa 70% bagian dari Indonesia adalah laut. Bahkan lebih dari 50% keragaman hayati bisa temukan di satu tempat di Indonesia, Raja Ampat! Tuh kebayang banget kan gimana luas dan kayanya laut Indonesia. Selain itu saya juga ingat salah satu pesan Presiden RI kita yaitu bapak Jokowi yang mengatakan jika kita harus membuktikan bahwa Indonesia merupakan negara maritim. Sehingga menanam sejuta terumbu karang ini merupakan langkah yang sangat tepat.

Kita tahu bahwa terumbu karang adalah tempat tinggal para ikan. Karena itu semakin banyak termbu karang yang ditanam maka jumlah ikan juga akan meningkat. Dengan meningkatnya jumlah ikan di perairan Indonesia maka para nelayan akan dapat dengan mudah menangkap ikan dalam jumlah yang banyak. Kalo jumlah ikan yang ditangkep banyak bisa kebayang dong penghasilan yang dapat diraup buat nelayan kita? Belum lagi kalo hasil laut kita di ekspor ke berbagai negara. Uwaa, dan pada akhirnya kembali lagi insyaAllah bisa memperbaiki taraf hidup masyarakat Indonesia khususnya para nelayan. 

Itu kalo kita lihat dari aspek ekonomi belum dari aspek lainnya. Dengan terumbu karang maka menjaga ekosistem laut kita. Jujur aja sih laut kita tuh udah banyak tercemar limbah pabrik, belum lagi sampah-sampah itulo. Kan sampah yang dibuang disungai juga ujung-ujungnya ke laut kan? Kalo lautnya udah kotor dan banyak bahan kimianya otomatis nggak cuma ikan tapi ekosistem di dalam laut itu sendiri. Padahal kita juga mengonsumsi hasil laut karena protein yang terkandung dari ikan laut bagus banget buat kesehatan kita. Nggak mau kan kita makan makanan yang udah tercemar? Yang ada malah bikin sakit kita :(

Makanya yuk, jaga kelestarian laut kita. Banyak cara yang bisa kita lakukan. Mulai dari yang mudah dengan nggak buang sampah sembarangan kalo lagi dipantai, stop menangkap ikan dengan pukat harimau dan bahan peledak, mengolah kembali limbah pabrik daaan masih banyak lagi.

Oya, saya deg-degan dua hari lagi saya bakalan ospek. Mohon doanyaaa ya bismillah semoga besok semua kegiatan ospek berjalan dengan lancar ~ yay :3

Have a good Sunday peeps ^^

Minggu, 13 Juli 2014

Celoteh Malam

Hi! Yesterday I just get back from my holiday. This isn't a nice trip because I just spend my day for almost 2 weeks by visiting my second home in Cibubur. But I think, it's enough for me to charge my energy and relaxing my mind. It's very a lovely place (trust me you won't go anywhere if you live in this housing). With a good weather (you know, when I come back in Surabaya I felt like I'm goin' to melt because it's too HOT!!!) sometimes after finish pray subuh I like to sit in front of my house and enjoy that moment. Take a deep breath from fresh air and everything feel much better.

Enough for the prologue. I'll go back to the topic as the title above. And also it's enough to write with english kkk.

Labil. Satu kata yang terlontarkan oleh kebanyakan orang ketika menyebutkan suatu fase dalam kehidupan setiap manusia. Remaja. Iya, dalam tahap remaja orang selalu berkata bahwa itu adalah saat dimana mereka mengalami kelabilan. Tidak akan pernah habis rasanya untuk membahas perkara remaja. Selalu ada cerita dalam fase ini.

Labil berdasrkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah goyah atau tidak mantap. Apa yang goyah dari para remaja? Banyak. Terutama masalah keyakinan, pendirian. Mengapa hal itu bisa terjadi? Iya, karena walaupun pada dasarnya setiap anak mulai belajar dari tempat pertama ia lahir dan tumbuh, yaitu; keluarga. Yang mana tidak hanya mencakup orang tua saja, melainkan juga eyang, kerabat, saudara sepupu dll. Saya yakin bahwa pada dasarnya setiap orangtua selalu mengajarkan segala sesuatu yang baik terhadap anak-anaknya. Mungkin cara mendidik setiap orangtua berbeda-beda, tapi tujuan tetap sama. Yaitu satu, menjadikan anak mereka sebagai manusia yang baik dan berguna. Selalu para orang tua berkata sesimpel itu.

Namum sayangnya seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, maka lingkup pergaulannya pun juga akan semakin bertambah luas. Orangtua tidak bisa selalu dapat memantau bagaimana perkembangan pertemanan anaknyanya disekolah. Karena anak tidak hanya bertemu dengan orang-orang baik tapi juga mereka orang-orang yang buruk. Saya tahu, bahwa semua orang sama dimata Tuhan, tidak ada yang jauh lebih baik. Tapi, kita kembali lagi sebagai manusia kita juga dapat menilai apakah orang itu membawa dampak yang baik atau buruk bagi kita. Tidak pasti dengan teman, kurangnya pengawasan terhadap media internet juga dapat merusak pribadi seorang anak.

Kelabilan yang saya maksud adalah dalam pencari jati diri. Siapa dia sesugguhnya dan apa yang menjadi minat dan bakatnya. Apa tujuannya ia hadir untuk belajar disekolah. Apa yang harus dilakukannya nanti ketika setelah lepas dari jenjang sekolah dan masih banyak hal lainnya.

Remaja biasanya adalah fase dimana anak mulai cenderung merasakan krisis kepercayaan diri, krisis perhatian, krisis pendirian, krisis keyakinan dan masih seabrek krisis-krisis yang lainnya. Dari berbagai macam hal 'kritis' itulah maka remaja mulai berusaha untuk mencari jati dirinya. Alih-alih dalam urusan mencari jati diri demi menaikan keeksistensiannya, kebanyakan remaja salah dalam memilih teman. Yang mana teman tersebut dapat membuat hidupnya jatuh ke jurang hitam. Tidak usah membicarakan hal yang terlalu besar, hal kecil seperti malas belajar adalah bibit dari itu semua. Berawal dari malas belajar, berlanjut ke senang bermain lalu berani keluar meninggalkan kelas, menjadi 'preman' dalam sekolah, kemudian keteteran hingga membuat orangtua mereka geram, setelah itu menjadi susah dalam melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Bukankah hal seperti ini dapat kita temui di beberapa sekolah? Itu hanya berasal dari satu cabang yang dilihat dari sisi pendidikan remaja apabila salah memilih teman. Belum dari segi yang lainnya.

Beruntung apabila remaja dapat berpikir kritis dan cerdas, serta selektif dalam memilih teman. Walaupun dirinya sedang dilanda oleh krisis, ia tidak sekonyong-konyong dalam mengiyakan ajakan teman yang menurut dia nantinya akan dapat membawa dampak buruk bagi dirinya. Mereka akan lebih dapat menceburkan dirinya di hal-hal yang lebih positif seperti dengan mengikuti kegiatan organisasi yang nantinya dapat berguna di masa depan, mengikuti ekstrakulikuler untuk mengasah bakatnya dan berteman dari segala macam usia agar memberinya banyak pengalaman. Wadah-wadah inilah yang nantinya akan dapat membentuk pribadi seorang anak. Karena salah satu faktor pembentuk pribadi seseorang adalah pergaulan/teman. Mereka juga dapat bertukar pikiran dengan teman-teman satu kelompoknya yang mana akan memperluas dan mengembangkan pengetahuannya serta lebih dapat berpikir kritis dan tidak menjadi orang yang apatis.

Tapi bagi saya, remaja selalu memiliki titik dimana ia merasa jenuh dan pendiriannya yang kokoh mulai sedikit labil atau goyah. Terkadang remaja bisa menjadi sosok yang sangat rapuh ketika ia dilanda sebuah masalah. Bisa saja masalah itu berkaitan dengan keluarga sehingga sangat membebani pikirannya sehingga ia yang tadinya mampu berdiri tegak menjadi sedikit gontai. Pada saat itulah remaja kembali lagi untuk mencari jati dirinya, ia juga membutuhkan 'me time' dengan melakukan hal-hal yang ia sukai. Sebenarnya bukan hanya itu saja cara dalam mengatasi masa rapuh itu, yang terpenting adalah selalu berdoa kepada Tuhan untuk diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi segala sesuatunya. Hal itu dapat membangkitkan kembali semangatnya dan menjadikan ia sebagai orang yang kuat. Terkadang kekuatan itu sendiri muncul dari keinginan untuk membahagiakan, dan membuat bangga kepada orangtuanya. Ia yang mulanya rapuh akibat diterpa masalah keluarga menjadi bangkit karena ingin melihat keluarganya dapat kembali harmonis.

Memang benar, keluarga adalah media pertama pembelajaran bagi seorang anak. Walaupun nantinya para orangtua tidak dapat 7 hari 24 jam mengawasi anaknya, tetap ada cara untuk mengatasinya agar anak tidak sampai menjadi labil. Saya disini bukan hanya sekedar menulis untuk memberikan opini saya, tapi saya juga akan berusaha untuk memberikan solusinya. Saya tahu bahwa saya belum pernah merasakan menjadi orang tua, pun saya juga belum genap berusia 17 th. Tapi inilah kacamata solusi dari saya, seorang anak SMA yang mencoba berpikir mengenai kelabilan pada remaja. 

Yang pertama dan paling utama adalah menumbuhkan rasa keimanan kepada anak. Hal itu dapat dilakukan dengan mengajaknya untuk beribadah bersama. Kemudian bagi para orangtua sebaiknya dapat membiasakan untuk bincang malam di meja makan untuk bertukar pikiran. Saya tahu tidak semua orangtua yang bekerja dapat tiba sebelum jam makan malam. Tapi itu bukan menjadi alasan, luangkanlah waktu kalian pada hari libur kerja untuk hanya sekedar menonton tv bersama dan bercerita hal apa saja yang telah dilalui dalam seminggu ini. 

Saya tahu ini sulit, setengah hidup saya pun saya tumbuh hanya bersama ibu karena bapak saya pun hampir 10 th berdinas di luar kota dan hanya dapat bertemu sebulan dua kali (atau bahkan ditinggal setahun untuk mengikuti PBB). Terbayang bagaimana beratnya tugas seorang ibu untuk dapat hadir menjadi dua figur bagi anak-anaknya. Tapi, komunikasi secara fisik bukanlah cara satu-satunya. Dengan semakin berkembangnya zaman, kita dapat lebih mudah dalam berkomunikasi. Kita dapat melakukan video call walaupun terpisahkan oleh jarak beribu-ribu mil jauhnya dan juga waktu yang tidak dapat berjalan dengan beriringan. Tanamkan kepada anak--terutama bagi para orangtua yang mungkin si ayah tidak selalu dapat stay dirumah--untuk memberi pengertian bahwa ayah tidak selalu dapat dirumah karena bekerja dan tanamkan bahwa rasa sayang, rasa peduli dan perhatian tidak hanya melalui kontak fisik. Memberi kabar dari tempat yang jauh dengan mengambil waktunya yang mungkin digunakan untuk beristirahat juga merupakan salah satu bentuk kasih sayang. 

Intinya kelabilan dapat diatasi dengan, keterbukaan. Adanya komunikasi dua arah antara orangtua dengan anak. Bukan hanya dari orangtua ke anak saja, karena jujur hal itu dapat memberatkan si anak. Dengan keterbukaan inilah maka orangtua dapat mengontrol apa yang terjadi pada anaknya. Apabila sekiranya yang dilakukan oleh anak dianggap sedikit salah maka tunjukanlah jalan keluarnya. Jangan hanya bisa melarang tanpa memberikan solusi. Contoh mudahnya adalah sebagai orangtua kita pasti sangat peduli dengan segala makanan yang masuk ke mulut anak. Maka para orangtua melarang anak untuk jajan sembarangan terlebih apabila tempatnya tidak bersih. Sebagai orangtua kita tahu bahwa makanan itu kotor dan tidak higenis. Tapi si anak sangat menginginkannya. Maka, buatkanlah makanan yang sama seperti yang dia inginkan. Karena selain lebih murah makanan tersebut juga lebih sehat.

Jangan sampai anak menjadi labil, orangtua harus dapat mengarahkannya. Memberikan solusi yang terbaik untuknya. Selalu hadir untuk mereka. Remaja sangat butuh didengarkan dan keinginan orangtua dan anak seringkali berseberangan. Maka sampaikanlah dengan cara yang baik namun tetap tegas.

Buat para remaja, saya juga seorang remaja. Bila kalian kehilangan arah, mengalami kegalauan baik dalam urusan pendidikan, pertemanan, percintaan atau apapun itu orangtua adalah sebaik-baiknya tempat untuk kalian berbagi cerita. Mungkin dengan teman akan lebih sejalan, tapi percayalah orangtua kalian lahir terlebih dulu di dunia ini. Beliau telah banyak makan asam garam. 
Orangtua akan selalu hadir untuk kalian, mendampingi kalian didalam suka maupun duka. Walaupun kalian terkadang menganggapnya tidak ada, menganggap mereka berpikiran cetek dan kuno. Percayalah mereka tidak akan pernah membawamu menuju jurang, justru orangtua lah yang akan selalu mendukungmu dan membawamu menuju puncak kemenangan.
Parents is the best supporter, the best listener, and the best advisor
Semoga post kali ini bermanfaat untuk para orangtua dan juga dapat membukakan pemikiran remaja diluar sana :)
Ps: yaaah, udah mau ganti hari lagi ini hehe. I'm sory to my body--especially for my eyes--I'm sorry if my nefron of linguistic skill usually work well at the midnight. Hehe. Anw, I've prepared these words since in the evening. Hm, 2 hours before the final match of the biggest football event--World Cup 2014! I absolutely support der Panser. I love germany team since 2002, and yes my idol when I was child is........Miroslav Klose who have passed Ronaldo's record as the player whom made most goals in world cup event with 16 goals in the match against Brazil. Wohooo! That's sooo great. I love all of them anyway, klose, oezil, mueller, neuer, schwensteiger (sorry Idk how to spell ur name well :'), kroos, hummels aaa I can't mention you one by one. But... Ich liebe die Manschaft! Good luck babesss :*

Tambahan lagi, karena saya belum punya hak pilih maka saya tidak riweuh buat pilih mana-mana hehehe. Semoga 5 th kedepan pilihan capresnya lebih mudah dipilih. Saya berharap siapapun yang nantinya akan menjadi presiden kita sebagai masyarakat dan elemen-elemen pemerintahan dapat mendukung presiden yang terpilih. Melaksanakan program yang ia telah buat dengan baik dan benar. Dan, dear pak presiden yang nantinya terpilih... semoga bisa membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju ya pak. Buatlah masyarakat Indonesia menjadi hidup sejahtera, makmur, aman dan tentram dari segala gangguan baik dari luar maupun dalam negeri. Tolong ya pak, dahulukan kepentingan rakyat. Permudahkankan kesehatan bagi masyarakat, bangun infrastruktur yang layak terutama transportasi, pikirkan mana yang lebih penting pembuatan mall dengan tempat tinggal vertikal. Kita hampir kehabisan tempat tinggal pak, lahannya semakin sempit tapi pertumbuhannya semakin cepat. Makanya galakan kembali KB yaaa pak. Oiya, jangan import bahan pangan terus-terusan kapan petani kita bisa sejahtera kalo gitu caranya? Sejahterakan anggota keluar pegawai pemerintahan/PNS dan TNI/Polri (hehehe). Dan terakhir, sebagai seorang pelajar saya berharap sekolah tetep bisa gratis ya pak.... Hehehehe :D

Should I go to sleep or wait for the final match and continue with sahur? Kkk, I think it would be so hard to my eyes for sleep. Bye bye byeee! Much love.

Kamis, 15 Mei 2014

Hehe

The hardest part of loving someone is accepting their bad side.
Menurut saya pribadi dari segala macam tetek bengek urusan jatuh cinta (sok sokan kaya udah pengalaman aja-_- padahal 17th aja belum hehe-_-), hal yang kemudian bikin kita nggak sreg adalah sisi buruk dari si dia. Misal dari sifatnya, atau mungkin juga sikapnya. Mungkin buat orang lain simpel, tapi nggak buat kita.

Contoh aja nih ya; misal si doi suka ngerokok, padahal kita bukan tipe yang suka dengan smokers. Terus semisal posesif, sedangkan kita nggak suka banget ditanya-tanyain.

Kebanyakan dari kita nggak mau banget kalo kehidupan atau mungkin kebiasaannya dilarang aka nggak mau dikekang gitu. Repot sih ya. Jadi yaaa, gimana ya...pinter-pinternya kita aja untuk bisa saling memahami dan...menerima :) Sepanjang bukan masalah prinsip dan nggak terlalu berlebihan dan bisa ditoleransi ya, yuk mari turunkan ego masing-masing ^^

Tapi...untuk masalah yang besar,, yang beneran bad bad bad habit giitu mah udah tinggalin aja. Haha. Ya iyalah, kalo si doi misalnya tukang selingkuh...masa iya harus dipertahanin? Yang ada malah sakit hati dan jadi kacau sendiri dong. Jangan sampek lah. Mungkin justru dengan meninggalkan doi kita dapat mendapatkan yang lebih baik. 

Hehe, kalo kata pak Mario Teguh sih; 'gimana seseorang yang lebih baik masuk jika kita terus mempertahankan dia yang buruk itu.'

Selasa, 01 April 2014

Sebuah Angan dan Cita-Cita


Setiap orang pasti pernah berangan-angan tentang masa depan. Tentang bagaimana kehidupannya kelak nanti, dan siapa orang-orang terkasih yang akan menemani untuk melalui masa depan itu. Berangan-angan sama layaknya seperti bermimpi. Namun, entah mengapa saya lebih menyukai kata berangan-angan daripada bermimpi. Buat saya—bermimpi itu seperti memikirkan sesuatu yang—hampir mustahil untuk diwujudkan. Dan angan-angan adalah—menggambar masa depan dengan imajinasi kita. Simpelnya, semua orang pasti memiliki cita-cita.

Terkadang disaat kita berangan-angan imajinasi kita dapat menjadi sangat liar. Hinggap ke setiap tujuan yang akan kita raih, ke setiap orang yang kita inginkan untuk bersama kita di masa depan. Dan masih banyak hal-hal detail yang kita pikirkan. Hinga berangan-angan membuat seseorang mengalihkan hal yang sebelumnya ia kerjakan. Membuat ia duduk terdiam, termenung dan akhirnya melamun. Terlihat fana memang. Bagaimana kita memikirkan masa depan disaat semua orang sudah mengetahui bahwa masa depan telah diatur oleh Yang Maha Kuasa.

Berangan-angan itu fana?

Jawaban saya adalah tidak! Buat saya berangan-angan bukanlah suatu hal yang fana. Saya dapat berkata seperti itu karena saya merasa, angan-angan itulah yang akan membawa kita untuk meraih cita-cita tersebut. Meraih setiap potongan-potongan cita-cita dari hal-hal yang kecil hingga yang besar. Untuk mengubah cita-cita yang awalnya hanya sebuah keinginan menjadi kenyataan.

Justru dengan semakin sering kita berangan-angan, semakin kuat pula keinginan kita untuk dapat mewujudkannya. Entah itu karena ingin pembuktian diri ataupun menunjukkan kepada orang-orang yang terkasih disekitar kita seperti; orangtua, keluarga, guru yang mungkin dulunya selalu meragukan kemampuan kita. Angan-angan itulah yang selalu memacu kita untuk bersemangat, tidak mudah putus asa dan terus mengejar impian dan cita-cita kita. Dan hingga nanti sampai pada saatnya—saat yang telah ditentukan oleh Tuhan—impian itu bukanlah lagi hanya sebuah impian. Tapi impian itu telah berhasil kita raih dan genggam lalu kita kepalkan tangan kita udara seraya mengucapkan syukur kepada Tuhan atas pencapaian kita.
Impianku kini bukan lagi sekedar impian. Impianku telah menjadi nyata!
Jadi, jangan pernah berhenti dan takut untuk berangan-angan. Setiap orang berhak untuk berangan-angan. Karena berangan-angan itu gratis! Dan, jangan pernah lelah untuk dapat mewujudkannya.

KEEP ON DREAMING GUYS! Don't be afraid to be a dreamer :)

nowplaying: I Have A Dream by Westlife ♬ ♥
(nb: this is my first foreign song that I sing when I'm 3yo)
  penyemangat setiap saat

semua pasti ada saatnya, hanya butuh proses dan kesabaran dalam penatiannya. amin

Kamis, 20 Maret 2014

HAPPY 21st ANNIVERSARY



Banyak orang diluar sana yang mengatakan bahwa dua orang—laki-laki dan perempuan yang memiliki wajah mirip artinya jodoh. Beberapa orang benar memang benar mengalaminya. Tetapi ada juga yang tidak. Secara personal memang saya belum pernah merasakan bertemu dengan seorang laki-laki yang memiliki wajah sama seperti saya #uhuk (tapi kayanya sih ada *nyengir*). Namun saya mengenal dan juga memiliki pasangan yang sama seperti di kalimat pertama paragraf ini. Jodoh.

No matter how many miles away you go or how long you make a journey in your life—you will always find your way back to your home. That’s what I called a real soulmate.

Buat saya, jodoh itu seperti rumah. Tempat kamu kembali untuk pulang, tempat dimana kamu benar-benar bisa merasakan kehangatan, kenyamanan dan keamanan disana. Sesuatu didalam diri seseorang yang memang telah Allah ciptakan untuk menjadi pasangan kita. Yang mampu saling menjaga, saling menghormati, saling mendukung satu sama lain. Dan yang terpenting, tak lain dan tak bukan adalah menemani bagaimanapun keadaannya. Baik suka maupun duka.

Saya memiliki orang yang terpenting dan sangat berharga bagi saya. Logam mulia seperti berlian pun tidak akan dapat menggantikan mereka. Orangtua—Ibu dan Bapak saya. Kita tidak pernah bisa meminta orangtua atau anak seperti apa kepada Allah. Semua itu adalah titipan dariNya.

Pada hari ini—20 Maret 2014—21 tahun yang lalu kedua orangtua saya mengingatkan janji hidup semati. Dan tradisi itu—pedang pora—diselenggarakan pada 3 April 1993. Untuk meraih ke jenjang tersebut bukanlah suatu perkara yang mudah bagi kedua orangtua saya. Terutama Bapak.

Mereka berdua bertemu ketika Ibu saya masih berusia 14 tahun atau mungkin masih kelas 3 SMP. Dan pada saat itu Bapak saya sedang menempuh pendidikan akademi tahun pertama di Bumimoro, Surabaya yang kala itu masih berpangkat Sertar (Sersan Taruna). Can you imagine uh? After their long journey—almost 9 until 10 years—they’re getting married. For something that they never imagine and prepare before.

Cinta bisa datang dengan sendirinya. Itu yang harus orang tahu bahwa cinta dapat tumbuh karena terbiasa. Selama 9 tahun Bapak mengenal Ibu dan selama itu pula Bapak berusaha untuk mendapatkan hati Ibu. Dan tahu kan, untuk mendapatkan dan meraih hati seseorang yang tidak pernah memiliki perasaan terhadap kita bukanlah suatu perkara yang mudah. Bukan tantangan namanya bila tidak harus bersaing dengan sejumlah orang yang juga memiliki keinginan sama seperti bapak. Intinya, perjuangan.

Bagi sebuah simfoni yang tersusun dari not-not berwarna putih dan juga hitam. Maka begitulah suatu rumah tangga. Not putih melambangkan kebahagiaan, sedangkan not hitam melambangkan kesedihan. Tidak ada kejadian yang menyedihkan untuk dapat menguatkan suatu mahligai rumah tangga. Layaknya seorang pianis yang sangat legendaris—apabila kita dapat memainkannya dengan penuh perasaan, maka semua akan dapat terasa merdu dan—indah.

Begitu pula rumah tangga kedua orang tua saya. Untuk dapat menjalani hingga sejauh ini, ibarat sebuah kapal yang sedang mengarungi samudra—terpaan ombak dan badai selalu datang agar dapat mencapai ke tujuan hingga selamat.

Cobaan datang silih berganti. Mulai dari hal-hal kecil sampai besar. Mulai dari urusan di rumah, anak sakit dan...semuanya. Sebuah rumah tangga harus saling menguatkan dalam menghadapi suatu cobaan. Tetapi terkadang Ibu yang mencoba untuk menguatkan dirinya sendiri untuk anak-anaknya—karena Bapak sedang jauh disana mengemban tugasnya sebagai seorang prajurit. Bagi seorang abdi negara, mengemban tugas untuk negeri dan bangsa ini adalah tugas utama—diatas segala-galanya—bahkan keluarga sekalipun.

Beruntung jika Bapak ditugaskan baik didalam ataupun diluar negeri yang masih dapat berkomunikasi. Bapak pernah 3 kali menjalankan tugas sebagai anggota PBB selama 1 tahun. Pada tahun 2003, Bapak ditugaskan di Kuwait. Selang 2 tahun, Bapak kembali bertugas di Kongo. Pada tahun itu pula, keluarga kami—terutama Ibu—sedang mengalami kesusahan. Bapak dari Ibu jatuh sakit dan pada tahun itu juga ibu kehilangan beliau. Dia harus bisa menguatkan dirinya sendiri ketika orang yang selalu mendampinginya tidak berada disisinya. Kemudian pada tahun 2009, Bapak ditugaskan di Lebanon. Pada saat itu, saya sedang mengalami sakit yang para dokter belum tahu apa penyebabnya. Saya harus melakukan pengambilan darah setiap hari untuk mengecek apa yang salah dari dalam diri saya. Melakukan transfusi darah sebanyak 4 kantong, menjalani CT-Scan dan—operasi. Saya mendekam diruang inap selama 1 bulan. Dan disaat itu, Ibu benar-benar panik akan keadaan saya. Seolah sesuatu menggoncang dirinya. Ibu sangat butuh kekuatan dari Bapak pada saat itu. Tapi Ibu meyakinkan bahwa tanpa Bapak pun, Ibu dapat menjalani semua ini.

3 tahun adalah waktu yang terlihat. Bapak lebih banyak ditugaskan di Jakarta sejak tahun 2004an. Untung saja pada 2012 Bapak bisa setahun bersama kami karena ditempatkan di Surabaya. Kini, Ibu sendiri lagi—ditinggal bapak yang sedang menempuh pendidikan di negeri Sakura. Ya, pada ulang tahun pernikahan yang ke 21 ini—mereka merayakan dari tempat yang berjauhan.

Meskipun sering terpisahkan oleh jarak dan waktu—bukan berarti Bapak mengurangi keintensifannya untuk memantau kondisi kami semua. Hampir setiap saat Ibu dan Bapak selalu memberikan kabar dan kondisi masing-masing. Setiap saat, setiap waktu. Bapak selalu memastikan bahwa keadaan kami baik-baik saja. Bahkan kini hampir setiap ada kesempatan Bapak meluangkan waktunya untuk ber-skype ria dengan Ibu.

Selalu banyak kesan dan pesan yang orang-orang dapatkan apabila mendengar cerita mengenai hubungan mereka berdua. Terlebih disaat waktu 9 tahun Bapak dalam perjuangannya untuk dapat mendapatkan hati dan meyakinkan Ibu. Semua selalu terkesan dengan cerita Ibu, terlebih beberapa murid Bapak yang sebagian dari mereka sedang mencari perjalanan untuk mencari pendamping hidup bagi mereka kelak nanti. Bahkan ada seseorang yang mengatakan bahwa nantinya ia akan membawa calon istrinya terlebih dahulu agar diberi nasihat oleh Ibu.

Ibu memang seorang Istri dan Ibu yang pantas untuk menjadi panutan. Tak heran jika kebanyakan dari mereka ingin memiliki—nantinya seorang Istri dan Ibu yang baik untuk dia dan anak-anak mereka kelak. Yang selalu dapat memasakkan kami makanan yang enak. Yang sederhana dan rendah hati. Dan selalu sejuk untuk bersamanya. Ibu adalah wanita yang selalu mendampingi Bapak dalam suka dan duka—dan yang terpenting—seseorang dibalik kesuksesan karir Bapak hingga detik ini.

Both of them might not have a beautiful story just like a Cinderella with her prince charming. They have their own story. And we can learn so many things from their story. That we should fight for someone whom we put our faith on. True love isn’t just come easily but you also have to fight it.

 
HAPPY 21st ANNIVERSARY IBU-BAPAK