Tampilkan postingan dengan label Good Quote Good Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Good Quote Good Life. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 September 2017

Coba Lihat Makanmu, Sudah Sehatkah?

Hulllaaa back again with mehhh! 

Kali ini aku bakal berbagi sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan. Di semester lima  sekarang ini aku mengambil mata kuliah (matkul) komunikasi kesehatan (komkes) and I found it interesting. Dari matkul komkes aku jadi belajar melipir-melipir kaya temen-temen kesehatan masyarakat. Belajar permasalahan kesehatan apa yang menjadi prioritas di Indonesia saat ini, faktor, dan cara mengatasinya. But well, since aku anak komunikasi maka cara mengatasi tersebut adalah secara promotif preventif. Karena kan aku tidak belajar obat-obatan dan suntik-suntikan peeps.

Kebetulan kemarin aku menemukan bahwa gizi buruk adalah salah satu permasalahan fundamental Indonesia. Simply, karena gizi buruk dapat menghambat bonus demografi. Sumber daya manusia yang kurang berkualitas akan memperlambat Indonesia menuju Indonesia Emas. Salah satu langkah promotif preventif yang dilakukan pemerintah untuk menangani gizi buruk adalah melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Instead of talking bout malnutrition, aku mau sharing tentang GERMAS dan penerapannya di kehidupanku sehari-hari.

GERMAS menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah sebuah tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan oleh seluruh komponen bangsa dengan kemauan, kesadaran, dan kemampuan untuk meningkatkan kualitas hidup. Terdapat tujuh poin dalam GERMAS yang bisa dilihat di gambar di bawah ini:

sumber: depkes.go.id
Kalau dilihat dari penempatan dan ukuran gambar poin diatas, bisa diketahui ada tiga poin utama GERMAS. Buat aku yang paling menarik adalah poin mengonsumsi sayur dan buah karena letaknya yang berada di tengah. Selain itu menurutku mengonsumsi sayur dan buah adalah langkah GERMAS yang paling mudah untuk dilakukan. Mengapa? Karena sayur dan buah bisa didapatkan mulai di pasar tradisional, pasar modern, swalayan, bahkan mall. Selain itu harga sayur dan buah juga relatif murah sehingga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Tapi lain cerita deh kalo beli sayur dan buahnya di supermarket mall yang mehong bcs of rata-rata adalah import plus ditambah sama pajaknya yang tinggi. Hehehehe....... *ngintip dompet*

Berbicara masalah makan, jujur aku termasuk orang yang peduli dengan apapun yang aku konsumsi. Meskipun aku belum bisa rutin berolahraga, tetapi aku selalu berusaha makan makanan yang sehat. Nggak hanya makanannya aja, tapi juga kebersihan dari tempat makan dan lingkungan sekitarnya

Sejak SD aku tuh nggak pernah dibiasakan untuk jajan sembarangan di depan sekolah. Ibu selalu ngewanti-wanti aku untuk nggak beli ataupun minta punya teman. Di usia sekecil itu Ibu berusaha memberikan penjelasan kenapa aku tidak diperbolehkan. Ibu menjelaskan mulai dari kualitas bahan dan juga kebersihan dalam pembuatannya. Wuaaah, sebenernya hard to understand juga sih ya. Sebagai anak kecil kan mudah tertarik sama jajanan depan sekolah. 

Sebagai gantinya, Ibu akhirnya rajin buatin camilan kaya jajanan depan sekolah. Kata Ibu, ini tuh adalah bentuk kompensasi karena aku sudah nurut nggak jajan sembarangan. Karenanya aku juga jadi suka nyamil (WKWK). Kalau di kuliah, biasanya jam 10 atau jam 3 sore sudah mulai masuk masa-masa kritis laper tapi sudah makan (WKWK). Is it only me yang suka kelaperan di waktu-waktu nanggung? Kupikir aku manusia mudah lapar since teman-temanku jam 10 biasanya baru sarapan. Sedangkan aku sarapan jam 5-set6 pagi. But recently aku baru tau dari dosen komkes bahwa that's normal. Di jam kritis, lapar tapi sudah makan, adalah hal yang wajar. Makanya itu ada waktu afternoon tea atau coffee break dan kita bisa mengatasinya dengan makan camilan. 

Kalau sekolah dan bahkan sampek kuliah Ibu tetap membiasakan aku membawa bekal buat makan siang di sekolah. Alhasil sampek sekarang aku pun juaaaaraaaaaaaaang bangeeeeeeeeeet jajan di kantin. Yah ini sih karena sudah alah bisa karena terbiasa. Aku nggak bakal beli makan di kantin kalau emang kepepet. Meskipun misal Ibu barusan dateng dari Jakarta dan nggak sempet masak yang ribet pun, Ibu bakal tetep membawakan aku bekal meski sederhana.

Bukan hanya perkara jajan aja. Aku sejak kecil nggak mau konsumsi makanan yang mengandung kolesterol like jeroan. Mau kek jeroan bentuk apapun aku nggak akan mau karena aku tau itu nggak baik buat kesehatanku. Dari yang paling umum kaya usus atau kikil sampek yang menurutku paling absurd kaya otak, paru, atau lidah. Liatnya aja aku udah geli (hehe). Padahal keluarga pun juga mau makan jeroan. Paling parah sih ketika anemia kambuh dan disuruh makan hati ayam. Yaampun kalo mau makan berasa kaya anak balita yang kudu kejar-kejaran dulu. Dan kalau sudah ketangkep...makannya sambil kejer-kejer. Bapak ibu tuh sampek yang gemes tapi ya kasian melihatku (hehe). Memang nggak cuma hati ayam aja sih yang bisa naikin jumlah darah, bisa juga kaya bayam, terutama bayam merah, dan kurma. Tapi memang hati ayam yang kata dokter prosesnya lebih cepat untuk menambah darah. Jugaaa, tiap Idul Adha aku pun nggak mau makan kambing karena tau kalo bisa bikin tubuh bagian dalam kerasa panas (selain karena sedih liat kambingnya mewek pas disembelih *insert emot mewek*).

Setelah teknologi kian berkembang, aku juga jadi semakin strict dengan makanan karena udah bisa cari informasi di internet. Sejak SMA aku memutuskan untuk berhenti makan any kind of junk food dan soft drink dan teh. Dari ketiga hal tersebut, soft drink adalah yang pertama kali aku stop. Jujur waktu itu sempet baca kalau satu kaleng soft drink samadengan tujuh takar gula. Wuah, aku sudah mikirin yang nggak-nggak. Bayangin aja kalo kadar gula yang ada di tubuh kita berlebih... bisa memicu diabetes dong. Hm, tapi kan diabetes penyakit orang tua? Weits... kata sapose... sekarang tuh anak-anak remaja bisa juga punya penyakit kaya orang tua karena timbunan yang terlalu lama. 

Gambar terkait
sumber: pinterest.com
Iya kalau jaman dulu makan-makan 'enak' cuma sesekali aja. Lah sekarang? Karena lebih suka yang praktis dan serba instan, makan makanan 'enak' frekuensinya lebih sering. Akibatnya... ya tertimbun dan terjangkitnya nggak perlu nunggu tua. Aku punya beberapa teman SMA yang mereka sudah terkena penyakit-penyakit dalam like kolesterol, rematik, dan diabetes. Hooo... nggak mau dong aktifitas kita terhambat karena di usia muda gini sudah terkena penyakit yang aneh-aneh. Karena sudah komitmen untuk stop soft drink, saat ini kalau makan diluar selalu lebih milih minum air putih (yes, kalo kencan ngga nyusahin minum yang aneh-aneh HAHAHA).

Kemudian yang kedua aku berhenti konsumsi adalah junk food. Well, most of you might think I'm crazy karena...siapa sih anak remaja yang nggak tergiur dan suka dengan kenikmatan junk food? Ya kan? Iya tauuu... karena ku pun juga menganggap meski nggak sehat junk food tuh enak (aku tidak mau munafik, HAHAHAHA). But sadly, waktu SMA dokter bilang bahwa aku nggak kuat kena junk food. Sekalinya makan junk food... waduuuh muka langsung oily dan pimple-pimple on the face come sooner. Dan itu terjadi juga kemaren sekitar bulan Juni setelah makan chicken wings dari salah satu restoran cepat saji makanan itali. Nggak tanggung-tanggung yang awalnya 10 potong buat berdua sama Ibu, aku makan tujuh :) (tapi sumpah chicken wings itu enak... gimana dong T.T). Karena kejadian kemaren makanya buat kali ini sudah kapok dan nggak akan ngelanggar lagi hahaha. Gantinya ya banyak makan buah biar segarrr...

Ketiga adalah teh. It sounds weird but yea... dokter juga memberikan aku pantangan minum teh karena aku cenderung terkena anemia. Padahal dulu suka konsumsi teh hijau buat ngurusin badan (hehe). Sebagai gantinya ya kalau mau ngurusin badan aku lebih milih untuk minum air perasan lemon hangat dikasih gula atau madu sedikit. Daaan jugaaa... tidak lupa berlari-lari di treadmill. Terus waktu anemia kambuh, dokter bilang deh gaboleh minum teh, apalagi teh hijau dan terutama pada saat menstruasi. Sangat-sangat tidak dianjurkan untuk minum teh pada saat menstruasi yaaa peeps, terutama bagi kalian yang punya kecenderungan anemia. Sesekali aku juga masih suka minum teh hijau, biasanya kalau makan di restoran udon.

Well terlepas dari ketiga makan dan minum yang aku sudah jarang (bahkan tidak aku konsumsi) dan kebiasaanku untuk nggak jajan sembarangan... I'm not gonna say each of you harus mengikuti semua apa yang aku lakukan ini. It's okay kalau masih mau konsumsi jeroan, junk food, atau jajan sembarang. Untuk berhenti mengonsumsi makanan kan tentu butuh proses yang bertahap. Buttt... satu yang harus diingat adalah jangan terlalu sering mengonsumsi sesuatu yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Mulai sedikit perlahan dikurangi jumlahnya, kemudian dilanjut mengurangi frekuensinya. Karena bagaimanapun juga yang terpenting adalah memberikan tubuh dengan asupan gizi seimbang. Kamu adalah apa yang kamu makan. Sebab jika kekurangan atau kelebihan satu kandungan gizi tertentu maka akan bisa mempengaruhi kesehatan kita. 

Terus? Berarti selama ini makannya apa dong kalo ini nggak boleh itu nggak boleh? Aku pribadi sih sangat-sangat menikmati memakan sayur dan buah. Karena selain harganya terjangkau, bikin sehat, mengenyangkan daaan... nggak bikin gemuk. Kalau nggak suka... coba deh dikit demi sedikit dengan frekuensi yang lumayan tinggi. Artinya kalau nggak suka wortel, coba makan wortel selama dua-tiga hari berturut-turut dengan olahan yang berbeda. Coba juga kreasikan dengan resep-resep menarik yang kekinian. Kan banyak tuh di youtube cara mengolah sayur supaya menarik, enak, tapi tetap sehat. Dan kalau nggak terlalu suka buah, bisa dicoba dengan bikin salad atau di jus... yummyyy ^^

Sebagai tambahan, perlu diingat juga bahwa kesehatan isn't always 'bout physical health but also mental health. Sooo, selain perbanyak makan sayur dan buah, sama seperti poin GERMAS, jangan lupa berolahraga dan cek kesehatan secara rutin. Yuk mulai pola makan dan pola hidup sehat bcs tindakan mencegah or preventif are way better than mengobati or kuratif.

Beberapa hal diatas adalah sebagian cara dari bagaimana implementasi GERMAS di kehidupanku sehari-hari. Tiap orang pasti punya cara tersendiri yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Kuharapa semoga bisa bermanfaat dan sehat selalu jiwa dan raga (dan perasaanmu) yahhh peeeps ^^

Ini caraku, mana caramu? Kuy, share ^.~

See yaaawww ~

Minggu, 27 Agustus 2017

Satu Dasawarsa

Tidak terasa, rupa-rupanya satu dasawarsa sudah aku tidak berkawan dengan tuts-tuts berwarna hitam putih di depan beberapa pasang mata. Terhitung sekitar enam atau tujuh tahun aku vakum darinya. Hingga Januari tahun lalu aku memberanikan diri untuk mengejar ketertinggalan. Bayangkan... tujuh tahun lamanya... Alasan aku memilih untuk kembali pada jalan ini sebenarnya sangat sederhana. Aku hanya ingin mengisi waktu-waktu senggang mengingat aktifitas kuliahku yang tidak terlalu padat. Ya, sedari awal aku memang telah memilih untuk menjadi mahasiswa yang langganan pulang, dan bukan sebagai mahasiswa yang menyibukkan dirinya dengan jadwal kepanitiaan ataupun organisasi yang sesak menjejali hari-hari. Sehingga, belajar piano adalah caraku untuk pandai-pandai mengisi waktu dan jalan yang kupilih untuk meningkatkan kualitas diriku.

Hari ini, aku kembali tampil bermain disaksikan oleh segilintir orang untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun belakangan. Bila boleh sedikit meminjam istilah dalam dunia Hallyu, hari ini aku melakukan comeback! Rasanya gugup bukan main. Tanganku keringat dingin tak seperti biasanya. Degup jantungku mulai sedikit tidak beraturan seperti saat doi memberikan ku senyuman (tolong jangan tanyakan siapakah gerangan doi yang kumaksudkan). Cemas yang menyelimuti tak bisa aku tutupi. Terlebih, bila biasanya aku termasuk dalam golongan mayoritas, namun kali ini...kebalikannya.

Lagu yang kubawakan adalah Sonatina in G HWV 582 milik G.F Handel. Lagu ini akan menjadi salah satu lagu ujian kenaikan tingkat yang akan kumainkan pada dua pekan kedepan. Terjadi sedikit insiden di awal permainan. Berulang kali aku melakukan kesalahan. Padahal, aku baru saja akan memasuki bar kedua dari lagu tersebut. Demam panggung. Ya...itulah yang kualami. Tiba-tiba aku seperti amnesia mendadak. Bagaimana bisa. Padahal aku sangat percaya diri dengan lagu ini. Saat dirumah aku tidak membutuhkan partitur untuk memainkannya. Bahkan, aku pun bisa memainkan lagu ini dengan memejamkan mata (memejamkan mata saat bermain adalah salah satu cara untuk menghafal dan menghayati kesesuaian antara tuts dan nada). Aku berusaha menarik napas panjang hingga memejamkan mata sejenak. Aku tidak boleh panik. Kalimat itu mengisi penuh hati dan pikiranku. Namun, akhirnya aku memutuskan untuk meminta mengambil buku ujianku. Syukur Alhamdulillah kemudian permainan berjalan dengan lancar.

Meski sedikit kecewa sebab 'comeback' kali ini tidak berjalan sesuai ekspektasi, tapi aku mengerti ini adalah bagian dari sebuah pembelajaran. Pertama, penampilan kali ini adalah penampilan perdanaku setelah sepuluh tahun lamanya. Kedua, aku meyakini bahwa sesuatu yang besar diawali dari hal-hal kecil. Agar aku dapat tampil bermain di skala yang lebih besar, tentulah aku perlu memijak terlebih dahulu penampilan dalam skala kecil. Oleh karena itu, penampilan kali ini juga merupakan ajang bagiku untuk membiasakan diri kembali untuk tampil di depan banyak orang. Ketiga, aku harus lebih giat berlatih. Biar banyak tugas terpikul di pundak, berlatih piano secara rutin tetap perlu dilakukan untuk menjadikan hari-hariku lebih berwarna. Meminjam sebuah quote yang sudah tak asing lagi, kupikir ini perlu mejadi catatan buatku:

Practice makes perfect

Bolah-boleh saja aku tertinggal sebab keputusanku untuk vakum selama tujuh tahun. Bolah-boleh saja aku menjadi satu-satunya yang berusia kepala dua diantara bocah-bocah dalam grade yang sama. Bolah-boleh saja aku menjadi minoritas sebab berbeda baik dari segi etnis maupun agama. Tetapi aku tahu dan yakin bahwa aku memiliki kesempatan belajar yang sama dengan mereka. Tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar selagi selalu tertanam kemauan, kesungguhan niat, dan konsistensi. Dan untuk karena itu, aku harus tetap semangat berlatih agar kelak suatu saat nanti aku dapat mendapatkan lisensi sebagai seorang pengajar.

Jangan pernah lelah gapai mimpimu dan menekuni apa yang kamu senangi peeps ^^ Syemangaaattttsss πŸ˜„πŸ’• luvvvsss πŸŽΆπŸ’

*nb: biar video penampilan kali ini aku persembahkan untuk diriku sendiri sebagai bahan evaluasi agar dapat memberikan penampilan yang lebih baik lagi di kemudian hari :)

Sabtu, 30 Juli 2016

Kayuh

Liburan semester kali ini saya menghabiskan waktu di Cibubur. Salah satu kegiatan yang menarik yang saya lakukan disini adalah akhirnya saya olahraga!!! (usap keringat di jidat), salah satunya bersepeda. 

Saya memang suka bersepeda bersama bapak dan ibu. Tapi saat di Surabaya jarang sekali saya dapat bersepeda karena setelah subuh saya harus bersiap untuk berangkat kuliah. Kalaupun selepas kuliah...........ah, si pulau kapuk telah menggoda-nggoda untuk bermain dengannya. Selain itu, fyi aja sih, Surabaya panasnya bukan main peeps.........................jadilah tingkat kemageran saya semakin menjadi-jadi (mau bilang males aja susah amat). 

Naaah, karena suhu udara Cibubur--terutama di perumahan saya--hawanya adeeem banget kalo pagi, jadi saya nggak mager deh buat bersepeda. Lagipula jam 6 disini kaya berasa jam stenga 6 di Surabaya. Jadi kebayang kan masih belum begitu terang gimana gitu.

Seminggu yang lalu saya bersepeda dengan bapak dan ibu. Kita bertiga bersepeda dari komplek belakang rumah sampai ke depan pintu masuk utama perumahan. Karena komplek rumah saya dibelakang....yha, jadi panjang juga jalan ke depannya. Pertamanya sih masih lurus-lurus gitu, dengan hawa yang adeeem dan pepohonan di jalanan perumahan bikin saya pengen senyum terus serasa ketemu gebetan #eh. Tapiii...karena jalanan perumahan saya naik turun jadi berasa kaya ninja hatori deh, mendaki gunung lewati lembah ~ Daaan yaaa tentu lebih capek dong daripada bersepeda di jalan yang lurus-lurus aja.

Ketika melakukan perjalanan pulang, saya menyadari saya telah mendapatkan sebuah pelajaran hidup. Saat melewati tanjakan saya merasa lebih lelah dibandingkan saat melewati jalan yang menurun. Bahkan saya tidak perlu mengayuh di jalan menurun dan dapat merasakan sensasi "wusss". Lain bila saya melewati jalan yang menanjak. Saya perlu mengayuh lebih kuat untuk menuju puncak (jangan dibaca sambil nyanyi, karena ini bukan afi).

Perihal kayuh-mengayuh di jalan yang menanjak dan menurun ini saya mendapat dua pelajaran yang bisa di terapkan di kehidupan. Pertama, ketika di jalan menanjak, you need more effort. Begitu pula dengan kehidupan. Butuh usaha yang lebih bahkan extra bila seseorang ingin mencapai kesuksesan dan berada di puncak. Tapi, sebuah kegagalan terjadi dengan sangat mudah, tidak membutuhkan usaha sedikitpun. Seperti saat di jalan menurun yang bahkan tidak perlu mengayuh sama sekali.
Going UP is HARD, but going DOWN is EASY
Pelajaran kedua adalah, ya, memang dalam mencapai puncak baik dalam bersepeda maupu mehidupan memang tidak mudah bahkan terasa melelahkan. Tapi...ingat ada buah yang bisa kita "petik" setelah mengayuh begitu kuat. Saat melewati jalan yang menurun, kita dapat beristirahat sejenak dengan berhenti mengayuh dan menghirup udara segar dari pepohonan. See? Setelah kita mengayuh begitu lelah Tuhan beri kita hadiah. 

Sebagai mahasiswa belajar tentu terkadang membosankan. Terlalu lelah dengan kegiatan diluar selain belajar, kegiatan organisasi misalnya. Meskipun badan dan pikiran sudah lelah, teruslah berusaha, teruslah belajar. Memang begitu sejatinya jalan menuju kesuksesan, tidaklah mudah. Namun ingat, bila belajar dengan tekun dan tak patah semangat, Tuhan akan beri kenikmatan nantinya.

Semoga semangat kalian dapat tumbuh kembali (meskipun semester depan masih dimulai September esok). Dan juga semoga saya tetap semangat menyongsong semester depan. Yeay ~

Sukses buat kita semua yaaak πŸ˜„ aamiin πŸ™ Semangat peeps! πŸ‘ŒπŸ’ͺ

Minggu, 27 Maret 2016

Dodolan

Salah satu resolusi saya setelah duduk di bangku perkuliahan adalah melanjutkan kembali usaha kue yang saya awali pada pertengahan puasa tahun 2015. Tapi resolusi tersebut ujung-ujungnya hanya menjadi wacana. Sampai seorang teman, kebetulan juga salah satu pelanggan, menanyakan apakah saya masih berjualan atau tidak.

Sebagai mahasiswa ala-ala yang masih menjalani transisi dari SMA ke kuliah maka saya memutuskan untuk beradaptasi dan menunda untuk kembali berjualan. Banyak pertimbangan kenapa saya belum mau melanjutkan berjualan. Salah satunya saya masih beradaptasi untuk mengatur waktu antara kuliah, nugas, dan...stalkingin Bigbang, iKon dan jejeran artis YG Ent lainnya. Iya, tau...sabar aja ya. Namanya juga Kpoper anyaran. Jadi hasrat fangirlingannya masih menggebu-gebu. Kalo kaya di buku Komunikasi Antar Persona (KAP) saya sih masih dalam berada dalam fase culture shock--terhadap budaya kpop dan artis YG Ent yang....ampun deh swag banget--yang pertama, yaitu fase honeymoon. (Alhamdulillah nya) saya cuma tau (dan suka) artis YG Ent. Emang kurang penting sih...tapi...ya namanya juga hiburan. Untung aja habis gini Bigbang bakal hiatus because of TOP yang mau wamil + masa promosinya iKON udah selesai. Jadi nggak ada alasan lagi buat males belajar dan........KEMBALI BERJUALAN!

Yap betul sekali peeps akhirnya saya kembali berjualan *standing applause* *tiup terompet* *confetti berterbangan dikamar saya*. Kenapa kok responnya lebay ya? Hm...habis mah saya orangnya bukan kaya mas Gibran yang cool banget bisa "biasa aja". Hehehe. Kemarin-kemarin saya masih menumbuhkan niat dan cari timing yang pas untuk kembali berjualan. Kalo mau alasan yang lenbih keren sih, kemarin saya masih observasi pasar dulu gitu. Biar tau apa yang harus dijual, gimana mengemasnya, berapa harga jualnya, gimana cara jualnya, dan...tentu sapa target pasarnya. Saya kek dah cem wirausahawan sukses ae... yha alhamdulillah berarti waktu dapet pelajaran wirausaha selama tiga tahun di smada saya gak pernah bolos. kkk. Hati saya semakin tergerak, bukan karena melihat si doi, bukan kok bukan... (padahal dalem hati teriak iya kenceng banget) setelah liat temen-temen sudah mulai berjualan. Ada yang katering, ada yang snack-snack juga...even karena mereka bagian dari dana usaha (danus) HUTKOM, tapi...gak ada jualan tugas kok. Tenang aja. Masih aman.

Sehubungan dengan HUTKOM--yang punya tujuh rangkaian acara--kemarin sudah terselenggara dua acara yaitu Commchar dan Commosphere. Saya sendiri sih tergabung dalam Commnite. Nah kemarin tuh Commosphere--acara seminar + lomba buat degem-degem alias dede gemes--memperbolehkan danus acara HUTKOM yang lain untuk buka stan di acara mereka. Meskipun bukan bagian danus tapi karena jiwa dodolan ini kembali muncul...akhirnya saya memutuskan untuk ikut memberikan jualan saya di stan Commnite. Yay.

Kue yang saya jual masih sama kaya yang dulu, macaroni schottel. Risoles mayo nya gimana? Nantilah...pasti risoles mayo juga akan turut meramaikan jualan saya di Commers hehe. Kemarin pagi setengah enam udah ribet sendiri mau bikin macaroni schottel. Sempet lupa diawal-awal bikin....kaya yang.... duh, namaku sapa ya? ngapain aku masak? Eh nggak bukan gitu kok peeps....saya lupa dan bingung how to handle, what to do first, how to make this two hand can handle two different things... Semacam gitu deh. Belum lagi gas untuk oven yang ternyata udah habis. Hahahaha saya pengen ketawa aja rasanya. Padahal saya udah diburu waktu. Akhirnya setelah menenangkan diri dan berusaha no gupuh dan sedikit bantuan dari Ibu............................jajanggg.................. 33 macaroni schottel siap untuk dijual.

Alhamdulillah awal dateng, baru aja mau nyiapin di stan langsung meriahhh deh. Pecah banget seketika diserbu mba-mba dan manteman Commers yang tjantik jelita. Aw makasiyyy. Begitu siangan dikit, agak panik takut juga kalo 33 macaroni ini gak habis semua. Pertama, karena ada danus lainnya yang jualan. Kedua, stan Commnite juga nggak cuma ngejual makanan saya aja. Dan ketiga, saya udah janji juga untuk nggak beli dangangan saya sendiri. Pas mau masuk jam istirahat baru deh giliran mas-mas yang sudah sedikit lemas dan berusaha mencari sesuap makanan untuk perut mereka bergantian dateng ke stan kita. Waktu istirahat waktunya degem-degem yang dateng beli ke stan kita. Dan...alhamdulillah....senangnyaaa....33 macaroni schottel itu ludes semuaaa... *kipas-kipas pake duit*

with ma cancerian mate, Anggi. Ada dodolanku disitu!! :3
Waaa seneng banget rasanya. Setelah hampir setahun lupa gimana cara bikin macaroni schottel, lupa gimana harus merayu orang-orang untuk beli dagangan kita, lupa gimana harus masang mulut sales ke mereka-mereka itu....... akhirnya comeback (cem artis aja, yaudah gapapa iyain aja lah) saya dapat sambutan yang baik. Rasanya paid off. Keringat dan kegupuhan yang melanda ketika masak hilang sudah rasanya tergantikan oleh, bukan uang, tapi kepuasan. Iya yang buat saya seneng tuh bukan hanya karena sekedar, "oh saya dapet duit" tapi juga "wah...masakanku banyak suka" dan juga, karena kaya quote yang satu ini 

And also because of this quote, I will always improve my cook skill to get better.
Yaaap...insyaAllah saya akan turut 'meramaikan' dagangan commers. Semoga nanti makin banyak yang suka. Kalo urusan rasa....gak perlu khawatir kok...... Kalo buatan saya mah udah pasti enak sih, karena kan dibuatnya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Hehehe ~~~ So, get ready to crave my food! :9

Anw, saya belum me-review week 3 KAP. Hm... Yaaa sudah dulu yaaa.... Belajar duluuu.... Jangan lupa sholat, jangan lupa makan, juga jangan lupa bahagia. See you on next pos peeps :3

Minggu, 20 Maret 2016

23!!!

Beberapa bulan yang lalu saat liburan semester saya baru aja nyelesain buku yang populer banget, The Alchemist nya Paulo Coelho. Yap peeps buku yang satu ini kan udah terkenal banget ya. Terbukti dari buku The Alchemist ini udah diterjemahkan ke beberapa bahasa, termasuk salah satunya bahasa Indonesia. Nggak heran sih, karena memang isi buku ini syarat tentang makna kehidupan. Tentang bagaimana kamu harus selalu berusaha mencapai mimpimu. 

Banyak quote-quote bagus yang ada di buku The Alchemist. Sebelumnya sih saya udah beberapa kali baca quote dari buku The Alchemist di website goodread. Buttt...setelah baca sendiri...lyk how could his every single words keep making me nod my head. Dari sekian banyak kalimat yang membuat saya berkata "iya nih bener..." , "wah kok dia tau banget sihhh (sampek terharu sendiri)", ada salah satu yang membuat  hati saya tergugah, yaitu 
Kau harus mengerti, cinta tak pernah menghalangi orang mengejar takdirnya. Kalau dia melepaskan impiannya, itu karena cintanya bukan cinta sejati... Bukan cinta yang berbicara Bahasa Dunia.
The Alchemist - Paulo Coelho Indo. Version p.157
Setelah saya baca kalimat tersebut spontan yang terlintas dipikiran saya adalah Bapak dan Ibu. Maybe I only know the-very-little-part of every struggle things they've done. Mungkin apa yang saya pikir berat tentang bagaimana Ibu bisa sekuat seperti sekarang dalam mendukung karier Bapak, itu masih belum ada apa-apanya. Bagaimana Ibu kuat sendiri merawat saya pada sekitar 2011 lalu. Mulai dari transfusi dan operasi hingga semua tetek bengek Ibu lakukan sendiri. Bagaimana saya...yang baru memulai kelas 11 selama dua bulan sudah merasa lelah karena ucapan seorang teman. Lalu yang manalagi? Banyak. Most of my entire life was spend only with my mom. Banyak segala macam hal berat yang Ibu laluin berdua cuma bareng saya. Tanpa Bapak. Alasannya? Karena Bapak sedang bertugas. Karena Bapak sedang berjuang meraih mimpinya.

Dari segala macam ujian yang dilaluin Bapak, no matter how hard it is Ibu pasti selalu dukung. Ya memang sih setiap orang have their own way to support their loved one, so my mom does. Dari zaman Bapak sekolah Ibu yang bantuin ngecek typo erorr inilah itulah. Ataupun kalau nggak ya...bantu bikin kue kesukaan Bapak atau mijetin kalo Bapak capek. Mendukung Bapak untuk bisa tugas PBB. Setelah nonton 6 episode drama descendants of the sun (yha maaf kak saya emang kemakan drama, tapi gimana tolong dong habis joong ki oppa ganteng banget hahaha :''' mana nontonnya sampek bikin air mata saya meluber-luber wkwk), baru sadar ternyata tugas pasukan PBB itu berat. Banget. Taruhannya adalah nyawa. Dan...Ibu merelakan dan mendukung Bapak untuk itu. Meskipun Ibu tahu apa resikonya. Meskipun Ibu tahu ia harus ditinggal sendirian dan hatinya bercampur aduk tak karuan. Karena Ibu tau itu adalah mimpi yang ingin Bapak raih. 

Ibu selalu bilang sama saya bahwa Ibu nggak pernah melarang Bapak untuk melakukan ini itu. Setiap mimpi yang ingin Bapak raih--as long as that's a good thing--Ibu pasti akan dukung. Ibu bilang karena buat apa kita harus ngelarang orang yang kita saya meraih mimpinya? Karena nggak mau ditinggal jauh? Kaya gembala di buku The Alchemist yang harus ninggalin Fatimah di gurun pasir karena ia ingin meraih mimpinya sebagai seorang alkemis? Atau karena nggak tahu apakah kita siap dan sanggup melalui masa susah-senang sendiri? Ibu bilang...percuma saja apabila kita melarang dan membuat orang tersebut tetap berada di samping kita. Tetapi jika ternyata pikirannya berada jauh disana melayang-layang membayangkan mimpinya. 

Menurut Ibu, jika kita menyayangi seseorang...kita juga harus bisa mendukung apa mimpi mereka. Dengan mengekang mimpi orang yang kita sayang, artinya kita tidak menyayangi ia seutuhnya. Hanya mendukung mimpi orang yang kita sayang, kita sudah bisa membuat dia bahagia, kan? Lyk...if he success achieve his dream, the one that must be proud is ourselves, so...why bother him not to let go? 

My hands were in danger shaking
I’ll promise for you for holding my hands
Girl I’m gon make you proud
I’m gon make you proud

iKon - Make U Proud ♬ ♥

Anw... Happy Anniversary Bapak Ibu yang ke 23th. Sorry for only can give you this post and not any wedding-anniversay-pressent for this year. Sooo many things should have done, and neither I don't have much time to buy something that (actually) I already planned for years ago. Yha...hanya berujung wacana ya. Tapi gapapa. Kado lainnya dari Nindi adalah doa. Semoga Bapak Ibu sehat selalu dalam karunia dan lindungan Allah. Semoga selalu diberi kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi segala hal. Semoga Bapak bisa meraih apa yang dicita-citakan dan semoga Ibu juga selalu bisa senantiasa menemani Bapak. Semoga Bapak Ibu bisa nemenin Nindi sampek lulus+wisuda, sampek nikah, sampek sukses, sampek punya anak, sampek semua-muanya. Aamiin ya Rabbal Alamin. Much loveee ♥

See you on next post peeps, semoga saya nggak omdo dan akan selalu rajin ngeblog! hoho ^^ belajar KAP dulu yakkk... nyaw. byebyeee.

Minggu, 17 Januari 2016

Psst, yuk mari mendengar

"Eeeh dengerin aku dong, jangan sibuk sama hp mulu" *goyang2in tangan lawan bicara* *pasang muka cemberut*

Sering nggak sih kita denger kalimat seperti diatas? Biasanya kalimat tersebut terlontar saat kita sedang asyik berbicara ternyata lawan bicara kita tidak memperhatikan kita. Banyak sih faktor yang membuat lawan bicara jadi nggak fokus dengan apa yang sedang kita bicarakan. Misal, karena kondisi sekitar yang ramai, lawan bicara sedang melamun atau...mereka justru fokus pada gadget mereka. Bete kan? Nah ini nih yang sekarang sering terjadi di kehidupan kita.

Sekitar tiga bulan yang lalu, yaitu tepatnya tanggal 20 Oktober 2015 saya mengikuti UTS pertama saya sebagai mahasiswa. Hari itu saya akan ujian Pengantar Ilmu Komunikasi (PIK) secara lisan. Dag dig dug belalang kuncup sih sudah pasti. Seminggu saya belajar mati-matian untuk memahami setiap deretan huruf di kitab mahasiswa ilkom yaitu Komunikasi: Suatu Pengantar milik pak Deddy Mulyana. Saya menghafal seabrek soal beserta jawaban (dari materi di buku) yang mungkin akan saya dapat. Dan ternyata ketika ujian, nomor undian yang saya ambil berisikan sebuah pertanyaan logika. Dialog antara saya dengan penguji jujur masih terasa membekas, kira-kira seperti ini, P: Penguji; S: Saya :

P: 'apa yang dimaksud dengan keterampilan berkomunikasi?'
S: 'terampil berkomunikasi adalah bla3x (jelasin tentang bicara tahu konteks ruang waktu, siapa lawan bicara, dan menyampaikan pesan dengan cara yang tepat)'
P: 'udah itu aja?'
S: *mikir keras* 'ah ya Mba, mendengarkan! Mendengarkan itu juga gak kalah penting bla3x'
P: 'oh gitu...terus menurutmu, apa kamu sudah terampil dalam berkomunikasi?'
S: *tertegun* *nelan ludah* *dalam hati tanya: 'iya ya, udah belum sih aku terampil berkomunikasi? seperti jawabanku tadi...' 
setelah beberapa detik terdiam akhirnya saya menjawab 'belum Mba, karena saya masih banyak berbicara daripada mendengar orang lain'

Ya kurang lebihnya begitulah... Saat keluar dari ruang ujian senang karena saya dapat pertanyaan logika dan bukan hafalan. Tapi...jawaban atas pertanyaan tersebut menjadi hal yang sampai saat ini masih saya pikirkan. Jawaban saya yang mengatakan bahwa terampil berkomunikasi adalah mengenai berbicara dan mendengar, membuat saya terus mengintropeksi diri. Terlebih saat saya mengatakan bahwa saya masih lebih banyak berbicara daripada mendengar. Lalu munculah pertanyaan dalam hati saya, sudahkah saya berbicara dengan tepat? Sudahkah saya mendengar apa kata orang lain? Karena keresahan itulah saya menulis ini. Dengan harapan kita dapat menjadi pendengar yang lebih baik.

Siapa sih manusia di dunia ini yang tidak ingin didengar? Secara pribadi saya yakin bahwa setiap manusia ingin setiap kata yang ia ucap didengarkan oleh lawan bicara? Kenapa sih manusia ingin didengar? Karena simpel aja, manusia ingin apa yang ia pikir dan rasakan dapat dipahami oleh orang lain. Ya, sesimpel itu.

Tapi sadly to say...sering terjadi saat kita berbicara lawan bicara tidak memperhatikannya. Hingga kita perlu mengulangi kembali pesan yang telah disampaikan. Seperti yang telah ditulis diatas, salah satu faktor penyebab adalah gadget. Yap...a little thing that help your life much but create a new problem also. 

Gadget is like a coin who have two sides, the good and bad ones. Gadget and internet really a delicious and legit combination in this 20s era. They give anything you want to know. They can even help you, like help to finish your task (don't denied it, because I also did). And... you can find happiness from your gadget. Online music player, games, social media etc. Ain't that interesting uh? But in the other side, I believe that most of you probably will spend your time with gadget (esp if you have large quota to access an internet) http://www.laptopmag.com/images/wp/purch-api/incontent/2013/03/gadgets_sf1.jpg

Have you ever realized if you always on your gadget, it'll bring a bad effect...not only for you, but also people around you. When you don't put your attention while communicating with others, they might mad at you. Don't get mad at them back because that's your fault not to listen them carefully. Well to make it easier, let's change your position as you were them. 

Mengutip quote ala ala tumblr,
Quote tersebut menarik untuk diterapkan pada saat kita berkomunikasi. Karena saya senang untuk didengarkan, maka sejak UTS kemarin saya punya satu mindset baru yaitu, 'saya harus juga menjadi pendengar yang baik bagi lawan bicara saya. Siapapun itu. Dan apapun yang ingin mereka bicarakan dengan saya'.

Saya adalah tipikel orang yang suka banget cerita tentang banyak hal. Bercerita tentang pemikiran, pengalaman, harapan, dan perasaan. Karena itu saya juga senang untuk didengarkan (even kadang apa yang saya bicarakan not really an important thing). Dan ketika lawan bicara memberikan tanggapan atas cerita yang saya sampaikan saya selalu senang. Saya senang karena saya tahu dia put their attention to every single words that I'm saying. 

Ketika berkomunikasi, kita harus mendengarkan dengan seksama apa yang lawan bicara katakan. Bukan hanya sekedar mendengarkan, tetapi juga memahami. This is what we called, listening and not hearing. Seseorang dapat dikatakan memahami lawan bicara ketika ia mampu memberikan respon, baik secara verbal maupun nonverbal. Respon positif dapat berupa kalimat persetujuan, nasihat, anggukan, senyuman dll. Tidak selalu respon yang positif, karena memang ada kalanya seseorang memberikan respon negatif. Contoh respon negatif adalah saat murid SMA diberi tugas matematika satu bab oleh gurunya dan harus dikumpulkan besok pagi.

Bagaimana cara agar kita dapat mendengarkan sekaligus memahami lawan bicara? Here's some advice that I can give to you,
  • Pertama tentu pusatkan perhatian, sebisa mungkin tidak tepengaruh oleh segala bentuk noise yang akan muncul. Seperti keramaian lingkungan dan notifikasi di gadget. 
  • Kedua, saat kita memperhatikan lawan bicara...lakukan eye contact. Bener deh ini...eye contact itu penting. It'll make people being respected by you. Tapi tetep juga harus tau konteks waktu dan ruangnya. Saat berbicara dengan gebetan, dengan leluasa kita bisa memberikan tatapan genit, tetapi tidak pada guru atau dosen. Jangan sampai kita memberikan tatapan nantang saat lawan bicara kita adalah seseorang yang lebih tua. Atau tatapan yang dapat menimbulkan penafsiran negatif tentang kita. Berikan tatapan yang dapat membuat lawan bicara kita merasa dihargai. Gimana ya caranya? Hm, tanamkan dulu dari dalam hati kita kalau kita menghargai mereka. Maka tatapan 'menghargai' itu akan berjalan dengan sendirinya :) 
  • Ketiga...letakkan gadget, sebisa mungkin jauhkan dari pandangan kita. Sebagian orang berkata bahwa ketika ia memegang gadget ia tetap dapat memperhatikan lawan bicaranya. Ya...bisa dikatakan benar ketika orang tersebut mampu fokus terhadap dua hal secara bersamaan. Tetapi meskipun gitu...beda lo rasanya didengarkan oleh seseorang yang sedang memegang gadget dengan yang tidak. Entah kenapa, karena saya pribadi suka bete kalau ketika saya berbicara dan lawan bicara justru asyik dengan gadget.
  • Keempat, jangan menyela. Berikan waktu untuk mereka berbicara. Saat mereka sedang berbicara kita dapat memberikan respon nonverbal yang dapat menujukkan ke mereka bahwa kita menyimak apa yang tengah ia sampaikan. Oya...ketika seseorang bercerita, tidak semua orang ingin mendapatkan masukan. Terkadang seseorang bercerita hanya karena mereka ingin didengar. Jadi, biasanya ketika ingin memberikan tanggapan berupa masukan saya tanya dulu ke mereka...boleh dikasih masukan atau nggak. Kalau kita langsung nyerocos memberikan masukan, belum tentu juga mereka suka karena mereka akan merasa digurui.
Hm...sepertinya terlalu ideal sekali ya. Saya sendiri pun kadang belum benar-benar menerapkannya. Tetapi saya akan selalu berusaha untuk menjadi pendengar yang baik seperti pada keempat poin tersebut. 24 jam (((kecuali kalau saya sudah tidur lain ceritanya wkwk))) akan selalu terbuka untuk siapapun bagi yang mau bercerita, insyaAllah saya akan dengan setia mendengarkan :)
Kalo ada apa-apa cerita ya. Sama siapa aja terserah. Nggak mesti harus cerita sama aku. Pokoknya cerita sama orang yang kamu percaya
Kalimat itu adalah satu hal yang selalu saya ingatkan kepada semua teman. Menurut saya seseorang tidak mungkin menanggung beban perasaannya sendiri. Kalaupun bisa pasti akan ada batasnya. Kita tidak pernah tahu kapan kita mencapai batas itu. Dan kita juga tidak tahu hal-hal apa yang akan terjadi jika telah berada dalam ambang batas. Sesuatu yang buruk bisa saja terjadi bila kita terlalu lama memendam sesuatu sendirian. Perlu seseorang lain yang juga memahami perasaan tersebut. 

Ibarat sebuah gelas yang diisi air terus menerus tanpa meminumnya, lama kelamaan akan tumpah juga air di gelas itu. Sama seperti manusia, ketika ia ditimpa masalah terus menerus tanpa pernah menceritakannya dan hanya memendamnya sendiri suatu saat pasti akan meledak juga. 


Karena dari itu saya nggak pernah capek untuk mengingatkan mereka untuk bercerita apapun yang mengganggu pikiran mereka. Meskipun dengan bercerita tidak selalu dapat menyelesaikan masalah, at least orang lain dapat memahami perasaan dan posisi kita. Dan saya yakin itu dapat membuat rasa beban berkurang dikit demi sedikit. 

Saya harap...setiap orang tidak memendam masalahnya sendiri. Bercerita lah kepada seseorang yang dapat dipercaya. Seseorang yang mampu menjaga rahasia diantara keduanya. Dan...jadilah pendengar yang baik. Tanpa disadari sejujurnya semesta pun telah menunjukkan bahwa kita harus menjadi pendengar yang baik. Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut bukanlah tanpa maksud. Hal ini menunjukkan bahwa kita harus lebih banyak mendengar daripada berbicara.

Selamat malam peeps dan selamat beristirahat! ^^ 

Kamis, 31 Desember 2015

Denting Pergantian Waktu

Tiga jam menuju pergantian tahun.

Seperti sudah menjadi rutinitas untuk menulis catatan penutup tahun, malam ini tidak absen untuk menulis review selama setahun. Satu mangkuk sup kacang merah buatan Ibu baru saja selesai kusantap. Sedikit meninggalkan sisa di bibir karena lemak tapi tak apa karena rasanya yang nikmat. Sama persis dengan tahun 2015 ini. Begitu banyak cerita yang (jika bisa) kusimpan dalam dompetku. Sehingga tiap aku bosan setidaknya aku tahu 2015ku memiliki banyak kenangan.

Pergantian tahun baru kali ini sepi, sunyi masih tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimalam pergantian tahun dua tahun yang lalu Tokyo bak sebuah kota mati. Jauh dari hiruk pikuk, tidak ada kembang api. Benar-benar diluar ekspetasi. Aku pikir Tokyo akan bertabur kembang api, tetapi ternyata Tokyo justru bertabur doa. Ya, warga Tokyo memang merayakan tahun baru mereka dengan beribadah ke kuil. Dan kami berempat, bapak ibu mas aku hanya meringkuk dalam kamar menghangatkan tubuh. Setahun lalu pergantian tahun aku lewati bertiga bersama bapak dan ibu dirumah Surabaya. Bertiga kami habiskan malam dengan menonton film dan makan-makan cantik. Dan malam ini, di malam pergantian tahun baru 2016 aku hanya berdua dengan Ibu dirumah. Sedangkan bapak dan mas tetap berada di Jakarta. Ah... 

Kesunyian makin menjadi-jadi karena UAS take home bahasa indonesia dan TPI telah menanti. Menggoda kami para mahasiswa ilmu komunikasi merengek-rengek minta dinodai. Terimakasih kepada dosen-dosen kami yang sangat perhatian. Karena lebih mulia pergantian tahun diisi dengan mengerjakan tugas daripada menggalau urusan pacaran. Meskipun pada akhirnya saya berhenti dan berakhir menulis post ini. Tidak apa-apa, karena seperti jingle BSK 2015
hei arek-arek sangar komunikasi. ayo semangat dan tak usah bersedih
365 hari terakhir banyak hal terjadi. Kesedihan dan kegalauan ala-ala remaja mengawali enam bulan pertama 2015. Tapi saat ini terbayar sudah. Alhamdulillah kebahagiaan dan kenikmataan telah dikaruanikan oleh Allah. Tak terhitung jutaan uraian air mata dan gelak tawa yang turut menjadi pendamping di setiap peristiwa.

Bagaimana peristiwa Februari lalu membuat hati ini semakin mantap untuk menerima kenyataan. Bertahan untuk seseorang yang tidak memiliki perasaan yang sama bukanlah hal yang tepat. Hanya buang-buang dan menguras tenaga serta pikiran. Tetapi terimakasih tetap kuucapkan. Terimakasih karena telah mengajarkanku untuk beradu dengan logika dan perasaan selama dua tahun belakangan. Hingga membuat hatiku kuat seperti sekarang. Ketika logika sudah termakan dan dibutakan oleh berbagai alasan untuk tidak mengikhlaskan seseorang, perasaanlah yang harus mulai berjalan. Coba berpikir kembali dengan perasaan seberapa pantas seseorang perlu untuk diperjuangkan. Butuh alasan yang tepat dan sejalan menurut logika serta perasaan mengapa kita harus bertahan.

Urusan masa depan juga tidak kalah seru. Perjuangan mencapai masa depan yang dilalui selama berbulan-bulan. Seabrek ujian dilewati untuk kelulusan. Yay, aku lulus SMA! Tapi...tidak berhenti disitu teman. Bagaimana perjalanan panjang untuk mendapatkan bangku di perkuliahan. Diterjang ujian masuk perguruan tinggi dan ujian kehidupan. Membuat kondisi hati ini semakin fluktuatif. Tak kalah hebat dari guncangan yang kurasakan pada saat aku menaiki rollercoaster. Bahkan bila mungkin meledak sudah semuanya. Bulan mei hingga juli makan tidur tidak lagi menjadi hal yang mengasyikkan. Hingga akhirnya pecah pengumuman. Akhirnya tak sia-sia tiap malam aku bergumul dengan tumpukan soal-soal. Sekali lagi, terimakasih ya Allah :)

Dan enam bulan terakhir Allah memberiku sebuah keluarga baru. Teman/mas/mbak/pak/bu commers unair. Ya, kencan dengan soal-soal SBMPTN selama berbulan-bulan mengantarkanku ke jurusan idaman. Jurusan yang kuinginkan sejak duduk di awal bangku SMA. Disaat aku berserah apapun jurusan yang nanti akan kudapatkan, ternyata Allah percaya bahwa aku pantas dan mampu untuk menjalani kuliahku disini. Awal perkuliahan aku mengalami gegar budaya. Rindu SMA, rindu teman, bingung apa yang harus kulakukan. Melihat banyak teman telah meniti karier membuatku hatiku bercampur aduk tidak karuan. Bercerita menjadi obat bagi pelipur lara. Bukan satu dua, tapi hampir semua sahabat, teman dekat, dan orang tua aku ceritakan mengenai kegundahan ini. Satu lagi yang bakal tidak terlupakan di awal perkuliahan. Peristiwa yang masih membekas hingga diujung tahun, Baur Sedalu Komunikasi (BSK). Sebuah acara ospek jurusan milik ilmu komnuikasi unair. Masih kangeeen. Masa-masa perkuliahan yang indah sebelum negara api menyerang, ups, maaf maksudku oleh setumpuk tugas. Tapi selalu kuingat ketika Allah telah membayar semua peluh dan tangisku akhirnya Allah memberi jurusan yang kuinginkan. Dan itu artinya aku harus yakin bahwa aku mampu. Kurangi mengeluh dan banyak-banyak bersyukur serta menikmati karena masih diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Alhamdulillah :)

Tahun 2015 juga menjadi lebih berwarna setelah aku tercebur dalam dunia Korea. Aku jatuh cinta dengan YG artist. Bigbang, ikon, winner, akdong musician, epik high...semuanya! Menikmati cuplikan konser dari dunia maya sudah lebih dari cukup buatku. Menonton variety show yang mereka bintangi, running man, happy together, dan bahkan show me the money! Selama ini nggak pernah suka sama lagu genre rap hingga akhirnya jatuh hati dengan lagu milik Mino Winner ft Taeyang Bigbang - Fear pada semifinal show me the money (SMTM) 4. Kemudian jatuh cinta dengan Climax dari Team B (yang saat ini bernama iKon) yang dibawakan pada saat Who Is Next (WIN) era. Terimakasih papa Yang Hyang Suk yang mengawali tahun dengan comeback Bigbang dan mengakhiri tahun dengan debut iKon. 2015ku menjadi lebih menyenangkan! Bigbang dan iKon menjadi penyemangat saat suntuk datang didera oleh abjad yang tersusun rapi di buku Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar milik Deddy Mulyana.  κ°μ‚¬ν•©λ‹ˆλ‹€ 였빠

Terimakasih kepada bapak ibu yang tak pernah berhenti mendoakan Nindi. Yang selalu memberi semangat untuk dapat melewati naik turunnya kehidupan. Yang selalu memberi saran tentang manis pahitnya kehidupan percintaan. Terimakasih telah hadir dalam setiap bagian hidup Nindi. Terimakasih untuk seseorang yang telah membuat hati saya kuat seperti sekarang. Terimakasih teman-teman SMA, semoga kalian sukses di dunia perkuliahan. Terimakasih haha and the gengs, astrid, dea, reva, ridwan, ona, satria...meskipun kuliah kita beda-beda kota semoga kita tetap bisa selalu dukung satu sama lain. Terimakasih telah selalu menyediakan tempat untuk mendengarkan curhatan Nindi (yang kadang kurang penting) terutama saat Nindi belum mendapatkan bangku di perkuliahan. Terimakasih keluarga baruku commers 2015 dan mbak mas commers juga. Kita memang sangar. Tahun baru sama tugas pun juga tetap kuat. Meskipun kadang grup kelewat rame dan bikin notif jebol, cuma baca chat grup aja bisa ketawa-ketiwi. Meme-meme yang bertaburan apalagi...MANTAP! (kemudian masukin memenya Bli). Terimakasih Bigbang dan iKon yang tidak pernah gagal membuat saya kegirangan tidak karuan. Nindi jadi lebih banyak tersenyum tahun ini juga karena kalian. Terimakasih juga kepada seorang teman yang diakhir bulan telah mengingatkan
'...Semangat kuliahnya yang pinter'.
Dan...terimakasih yaAllah masih memberikanku nafas. Terimakasih atas sejuta pengalaman yang menjadi pelajaran berharga di tahun 2015. Jadi...terimakasih 2015. 

Tak terasa 2016 akan datang satu jam lagi. Semoga kehangatan selalu menyertai malam kalian peeps. Sampai jumpa lagi di 2016 ^^ Much love :3

Selasa, 01 Desember 2015

Yay December

Decemberrr is coming to townnn ~~~ (backsound: anthem by ikon). Yay yay yay! bentar lagi ganti taun. Nggak kerasa ya cepet banget.

Anw, sebenernya saya tuh pengen cerita tentang lima hari yang lalu. Agak telat sih emang ya. Semoga belum basi dan masih hangat hehe. Mending terlambat daripada nggak sama sekali kan hehehe. 

Key, Kamis 26 November 2015

Ruang dan Sastra vol 3. Acara tahunan ilmu komunikasi unair yang tahun ini udah berjalan ke tiga kalinya. Daaan tema ruang sastra kali ini adalah hujan. Siapa sih yang nggak suka hujan? Secara gitu surabaya panas bet, pasti rindu dinginnya hujan kan. Jujur aja sih emang di Surabaya tuh hujannya masih labil gitu. Dateng pergi. Apalagi daerah rumahku--kenjeran--tempat paling kece se-Surabaya (whatever you may say but I love this place kkk) jaranggg banget hujan. Udah mendung gitu kan, eeh ternyata hujannya nggak jadi. Berasa semakin di php aja gitu sama hujan. Karena itu untuk dengan hujan sebagai tema ruang sastra tahun ini, kita bisa merasakan kerinduan kita sama hujan (ini kesimpulan aku buat sendiri :)))

Secara pribadi sih...hujan itu buat refleksi diri menurutku. Kita jadi inget hal-hal yang bikin kita seneng bahkan yang sedih. Kita melihat ke belakang, apa yang kita rindukan, apa yang sebenarnya ada di benak kita. Semua terluap ketika menikmati hujan. Melihat setiap tetes yang jatuh di sudut jendela. Aroma khas yang menenangkan dikala hujan, petrichor. Kombinasi yang semakin pas bila ditemani dengan secangkir minuman hangat. Karena bukan penikmat kopi, susu coklat boleh juga. 

Namanya aja ruang sastra, artinya di acara ini kita bisa menikmati setiap karya sastra bertemakan hujan dari commers (sebutan mahasiswa ilkom ua) ataupun umum. Kebetulan kemarin aku tampil baca puisi dua kali. Asli deh aku nggak pernah baca puisi, cuma suka nulis aja. Dan nulisnya tuh iseng banget. Lagi duduk depan laptop, terus cek hp karena banyak kating yang promosi ruang sastra pengen deh ikut bantuin promosi ruang sastra juga. Dengan niat mau bikin status untuk promosi...eh malah bablas jadi puisi. Yaudah karena mumpung lagi encer aku selesain deh tuh puisi, terus cus kirim ke panitia. Sebenernya nggak terlalu ngarep juga untuk bisa ditampilin...eeh tapi alhamdulillah ternyata kepilih. Soalnya tuh banyak temen-temen yang kalo bikin dan baca puisi lebih hacep.

Sebagai orang yang mudah tersentuh (bukan gembeng plz, tolong bedakan) sama yang berhubungan dengan keluarga akhirnya aku nulis deh puisi tentang bapak ibukku. Feelnya makin dapet karena waktu bikin puisi emang lagi kangen huhu. Penampilan yang satunya lagi aku collab musikalisasi puisi sama temen-temen aku commers 15. Yewla jadi baper gyet sama puisi mereka yang tentang orang berpisah gitu. Mungkin...eh nggak jadi deh. Gausah hehe.

Sebelum acara aku pulang dulu, mau mandi. Bcs of surabaya yang panas dan bikin badan aku lengket gak enak juga kalo dari pagi sampek sore nggak mandi kan haha :''' Terus hati tuh rasanya badump badump karena aku tampil jadi pembuka. Aku sampek suruh temen-temen aku buat nemenin semangatin aku (kaya orang mau final indonesian idol aja haha :') habis malu aku...udah gak pernah baca puisi, sekalinya baca puisi jederrr...yang nonton banyak (ya gak banyak2 banget juga sih.-.)

Pulang ruang sastra nggak bisa berhenti senyum hehe. There's something happen that night. Yang bikin goosebump nggak karuan. Kaya udah mau copot keluar aja ini hati (eh hati apa jantung ya?.-.) Padahal sederhana, padahal semua orang juga bisa kaya gitu...tapi...kenapa dag dig dug yah? Apa mungkin lagi ada konser dangdut disana? Ehm, kurang paham juga. Sih yang pasti saya juga heran kenapa 'hal' itu buat saya badump badump senyam senyum dari jalan pulang ke mobil, di mobil pasang safetybelt senyum lagi, masuk rumah senyum lagi, mau tidur senyum lagi (lama-lama gila gue :''') Oh mungkin inikah yang dinamakan senam wajah?.-. Kan gitu...salah satu bagian senam wajah kan senyam senyum... Ya gapapa sih biar awet muda gitu peeps...hehe. Tapi...no baper lah yha. Mungkin ini semua masih kesimpulan saya aja. Fakta yang sebenarnya belum terungkap. Yha mari kita ungkap fakta lengkapnya hanya di...silet. 

Terus sekarang jadi mikir, kayanya ujian terberat itu bukan ujian PIK tapi...ujian hidup. Yang dikasih sama empuNya kehidupan. Pas lagi mau fokus UAS gini ada aja gitu pikiran yang sliwer... Hu ha... kudu tetep fokus pokoknya yaw. Doakan aku peeps tanggal 28 aku baru ujian. Uwww sedih sebenernya, disaat gengzku dah balik ke Surabaya semua akunya malah baru mulai ujian :''' Yha...disyukuri aja deh.

Semoga nindi tetap fokus, semangat UAS, tapi pikirian nyliwer (bahasa apa ini-_-) dikit ya boleh lah ya :''' sebagai penyeimbang. Terus janji bakal produktif untuk ngeblog. Sapatau nanti ada penerbit yang mau jadiin buku. Hehehe. Ngarep boleh dong peeps, kan semua hal kecil berawal dari mimpi yang besar  ^^ 

Mwahhh, love you peeps. Goodnight and sweetdreams ^^

Oya peeps, aku bakal kasih puisi pembukaku di ruang sastra. Check it out peeps...enjoy

HANGAT

Apa yang paling dirindukan saat hujan?
Bukan kesedihan, apalagi kenangan tentang mantan
Bukan

Tapi kehangatan dalam ruamhlah yang kurindukan
Bahkan, secangkir kopi pun tak lebih menghangatkan

Apalagi yang ingin aku dapatkan?
Selain duduk bersama dalam lingkaran, berbagi canda tawa dan pengalaman
Sembari menikmati hujan, bersama mereka aku hangat dalam perlukan

Aku tau jarak bukan jadi alasan
Apalagi artinya fisik yang berdekatan bila hatinya berjauhan
Karena meskipun berjauhan kami selalu saling mendoakan

Kali ini, aku memohon dalam hujan
Untuk seseorang yang telah bekerja nunjang palang
Untuk seseorang yang selalu memberiku kedamaian
Yang kepulangannya selalu ku tunggu di pintu gerbang
Tolong, jaga bapak ibuku...Tuhan
by: nindita alrikip

Kamis, 20 November 2014

Going the Extra Miles

Sudah lama aku tak bersua dengan hal tulis menulis, terlebih untuk menuangkannya kedalam media sosial. Yang mana itu sama artinya aku menceritakan tentang aku, kehidupanku, pemikiranku untuk dapat dibagikan, diketahui oleh khalayak luas. Kupaksakan mataku, jemariku untuk dapat menatap layar monitor dan berjalan di keyboard demi "mencurahkan" apa yang ada dalam diriku kini. Bukan aku tak terbiasa lagi berhadapan dengan layar monitor dalam waktu yang lama. Namun, masih banyak hal yang harus aku selesaikan terlebih dahulu.

Sebenarnya aku risau dalam beberapa minggu terakhir, begitu banyak pundi-pundi hal yang sedikit membebani aku--baik fisik maupun mental. Aku tak ingin begitu terlalu terbawa arus, tapi apadaya semua ini telah berhasil membuatku meracau dan gundah gulana. Emosiku mulai sedikit tidak terkontrol bila menghadapi sesuatu yang tak aku harapkan. Membuat orang disekelilingku sedikit panik dan kebingungan melihat aku yang terlalu cemas. Maaf, aku benar-benar seorang overthinker yang tidak dapat melepaskan masalah yang datang pada dirinya begitu saja. Walaupun aku tahu bahwa memikirkan hal yang telah terjadi tidak ada gunanya sama sekali, yang perlu kita lakukan adalah bagaimana mencari jalan keluar akibat yang timbul dari permasalahan tersebut. Tak perlu orang tahu apa yang sekiranya membuatku menjadi gundah, biar aku sajalah yang tahu. 

Dan kini aku sedang dalam tahap memulihkan diriku sendiri agar dapat menjalani kehidupanku selanjutnya. Ya karena satu-satunya orang yang mampu membawa kita berubah adalah diri kita sendiri. Banyak cara yang kutempuh, salah satunya adalah dengan menuliskan ini dan kubagi dengan mereka-mereka yang (mungkin) membaca blogku. Selain dengan memberi semangat pada diriku sendiri seperti apa yang biasa aku lakukan (baca disini), minimal akan ada kata amin amin amin yang terucap diakhir bagian membaca post ini. Tapi yang terutama adalah mengingatkan pada diriku sendiri untuk selalu sabar sabar dan sabar. Tak boleh ada kata lelah dalam bersabar, karena aku percaya bahwa manisnya penantian akan kuicip dimasa datang. Baru pagi tadi aku membaca lagi novel karya Ahmad Fuadi yaitu Ranah 3 Warna yang merupakan trilogi dari Negeri 5 Menara. Sungguh novel tersebut memiliki magnet yang kuat terhadapku, selalu...trilogi tersebut tidak pernah gagal membuatku kembali memompa semangatku. Mantra man shabara zhafira seolah mencambuk aku yang sekarang. Ya, aku kurang bersabar. Aku hanya mengeluh tidak terima akan apa hal yang aku inginkan tidak terjadi dan mengeluh akan hal yang seharusnya tak boleh terjadi. Aku harus berubah!

Sempat tersandung karena UTS bukan berarti menyurutkan semangatku dalam menimba ilmu, ini justru peringatan keras bagiku untuk going the extra miles--melebihkan usaha diatas usaha orang lain. Ya, UAS akan datang di dua minggu kedepan, dan UNAS akan berlangsung dalam hitungan bulan. Sungguh waktu begitu sangat cepat berlalu. Dan itu artinya aku harus--sangat sangat harus--belajar dengan keras. Aku harus merubah pola tidurku yang kini mulai kembali seperti anak bayi yang telah terlelap dengan mudahnya di pukul 9. Memang, tak baik jika hanya tidur dalam waktu 3-4 jam saja. Tapi memang ini yang harus dilakukan, melebih usaha diatas usaha orang lain. Belajar setiap saat setiap waktu dengan dan memperbanyak mengerjakan soal-soal latihan. Mengurangi frekuensi bermain gadget dengan menyembunyikan icon media sosial (walaupun pada akhirnya tetap kubuka untuk melepas penat) dan juga...mengurangi frekuensi untuk mengikuti perkembangan Liga Spanyol yang semakin menarik dengan prestasi Real Madrid yang gemilang, gol-gol Ronaldo disetiap laga dan bahkan penampilan Kroos yang memukau, pun dengan Bayern Muenchen serta Neuer yang begitu menggoda serta jalannya kualifikasi Piala Eropa. Semua itu harus kutinggalkan sejenak demi...demi pencapaian nilai UAS, Usek dan UNAS yang maksimal, sehingga mudah bagiku untuk dapat diterima jalur undangan di Universitas Airlangga. 

Tak ada paksaan, tak ada lelah, tak ada kata mengeluh, semua harus dijalani dengan rasa ikhlas. Niat untuk menimba ilmu dan membanggakan orang tua. Selain itu kerja keras tersebut tak lupa diimbangi dengan perbanyak sholat dan dzikir. Belakangan ini aku telah berusaha untuk dapat menunaikan sholat malam ketika tiba-tiba terbangun, lalu kulanjutkan dengan belajar hingga subuh. Semoga Allah meidhoi dan mampu melihat upaya kerja kerasku dalam meraih segala impianku. Amin.


Minggu, 13 Juli 2014

Celoteh Malam

Hi! Yesterday I just get back from my holiday. This isn't a nice trip because I just spend my day for almost 2 weeks by visiting my second home in Cibubur. But I think, it's enough for me to charge my energy and relaxing my mind. It's very a lovely place (trust me you won't go anywhere if you live in this housing). With a good weather (you know, when I come back in Surabaya I felt like I'm goin' to melt because it's too HOT!!!) sometimes after finish pray subuh I like to sit in front of my house and enjoy that moment. Take a deep breath from fresh air and everything feel much better.

Enough for the prologue. I'll go back to the topic as the title above. And also it's enough to write with english kkk.

Labil. Satu kata yang terlontarkan oleh kebanyakan orang ketika menyebutkan suatu fase dalam kehidupan setiap manusia. Remaja. Iya, dalam tahap remaja orang selalu berkata bahwa itu adalah saat dimana mereka mengalami kelabilan. Tidak akan pernah habis rasanya untuk membahas perkara remaja. Selalu ada cerita dalam fase ini.

Labil berdasrkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah goyah atau tidak mantap. Apa yang goyah dari para remaja? Banyak. Terutama masalah keyakinan, pendirian. Mengapa hal itu bisa terjadi? Iya, karena walaupun pada dasarnya setiap anak mulai belajar dari tempat pertama ia lahir dan tumbuh, yaitu; keluarga. Yang mana tidak hanya mencakup orang tua saja, melainkan juga eyang, kerabat, saudara sepupu dll. Saya yakin bahwa pada dasarnya setiap orangtua selalu mengajarkan segala sesuatu yang baik terhadap anak-anaknya. Mungkin cara mendidik setiap orangtua berbeda-beda, tapi tujuan tetap sama. Yaitu satu, menjadikan anak mereka sebagai manusia yang baik dan berguna. Selalu para orang tua berkata sesimpel itu.

Namum sayangnya seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, maka lingkup pergaulannya pun juga akan semakin bertambah luas. Orangtua tidak bisa selalu dapat memantau bagaimana perkembangan pertemanan anaknyanya disekolah. Karena anak tidak hanya bertemu dengan orang-orang baik tapi juga mereka orang-orang yang buruk. Saya tahu, bahwa semua orang sama dimata Tuhan, tidak ada yang jauh lebih baik. Tapi, kita kembali lagi sebagai manusia kita juga dapat menilai apakah orang itu membawa dampak yang baik atau buruk bagi kita. Tidak pasti dengan teman, kurangnya pengawasan terhadap media internet juga dapat merusak pribadi seorang anak.

Kelabilan yang saya maksud adalah dalam pencari jati diri. Siapa dia sesugguhnya dan apa yang menjadi minat dan bakatnya. Apa tujuannya ia hadir untuk belajar disekolah. Apa yang harus dilakukannya nanti ketika setelah lepas dari jenjang sekolah dan masih banyak hal lainnya.

Remaja biasanya adalah fase dimana anak mulai cenderung merasakan krisis kepercayaan diri, krisis perhatian, krisis pendirian, krisis keyakinan dan masih seabrek krisis-krisis yang lainnya. Dari berbagai macam hal 'kritis' itulah maka remaja mulai berusaha untuk mencari jati dirinya. Alih-alih dalam urusan mencari jati diri demi menaikan keeksistensiannya, kebanyakan remaja salah dalam memilih teman. Yang mana teman tersebut dapat membuat hidupnya jatuh ke jurang hitam. Tidak usah membicarakan hal yang terlalu besar, hal kecil seperti malas belajar adalah bibit dari itu semua. Berawal dari malas belajar, berlanjut ke senang bermain lalu berani keluar meninggalkan kelas, menjadi 'preman' dalam sekolah, kemudian keteteran hingga membuat orangtua mereka geram, setelah itu menjadi susah dalam melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Bukankah hal seperti ini dapat kita temui di beberapa sekolah? Itu hanya berasal dari satu cabang yang dilihat dari sisi pendidikan remaja apabila salah memilih teman. Belum dari segi yang lainnya.

Beruntung apabila remaja dapat berpikir kritis dan cerdas, serta selektif dalam memilih teman. Walaupun dirinya sedang dilanda oleh krisis, ia tidak sekonyong-konyong dalam mengiyakan ajakan teman yang menurut dia nantinya akan dapat membawa dampak buruk bagi dirinya. Mereka akan lebih dapat menceburkan dirinya di hal-hal yang lebih positif seperti dengan mengikuti kegiatan organisasi yang nantinya dapat berguna di masa depan, mengikuti ekstrakulikuler untuk mengasah bakatnya dan berteman dari segala macam usia agar memberinya banyak pengalaman. Wadah-wadah inilah yang nantinya akan dapat membentuk pribadi seorang anak. Karena salah satu faktor pembentuk pribadi seseorang adalah pergaulan/teman. Mereka juga dapat bertukar pikiran dengan teman-teman satu kelompoknya yang mana akan memperluas dan mengembangkan pengetahuannya serta lebih dapat berpikir kritis dan tidak menjadi orang yang apatis.

Tapi bagi saya, remaja selalu memiliki titik dimana ia merasa jenuh dan pendiriannya yang kokoh mulai sedikit labil atau goyah. Terkadang remaja bisa menjadi sosok yang sangat rapuh ketika ia dilanda sebuah masalah. Bisa saja masalah itu berkaitan dengan keluarga sehingga sangat membebani pikirannya sehingga ia yang tadinya mampu berdiri tegak menjadi sedikit gontai. Pada saat itulah remaja kembali lagi untuk mencari jati dirinya, ia juga membutuhkan 'me time' dengan melakukan hal-hal yang ia sukai. Sebenarnya bukan hanya itu saja cara dalam mengatasi masa rapuh itu, yang terpenting adalah selalu berdoa kepada Tuhan untuk diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi segala sesuatunya. Hal itu dapat membangkitkan kembali semangatnya dan menjadikan ia sebagai orang yang kuat. Terkadang kekuatan itu sendiri muncul dari keinginan untuk membahagiakan, dan membuat bangga kepada orangtuanya. Ia yang mulanya rapuh akibat diterpa masalah keluarga menjadi bangkit karena ingin melihat keluarganya dapat kembali harmonis.

Memang benar, keluarga adalah media pertama pembelajaran bagi seorang anak. Walaupun nantinya para orangtua tidak dapat 7 hari 24 jam mengawasi anaknya, tetap ada cara untuk mengatasinya agar anak tidak sampai menjadi labil. Saya disini bukan hanya sekedar menulis untuk memberikan opini saya, tapi saya juga akan berusaha untuk memberikan solusinya. Saya tahu bahwa saya belum pernah merasakan menjadi orang tua, pun saya juga belum genap berusia 17 th. Tapi inilah kacamata solusi dari saya, seorang anak SMA yang mencoba berpikir mengenai kelabilan pada remaja. 

Yang pertama dan paling utama adalah menumbuhkan rasa keimanan kepada anak. Hal itu dapat dilakukan dengan mengajaknya untuk beribadah bersama. Kemudian bagi para orangtua sebaiknya dapat membiasakan untuk bincang malam di meja makan untuk bertukar pikiran. Saya tahu tidak semua orangtua yang bekerja dapat tiba sebelum jam makan malam. Tapi itu bukan menjadi alasan, luangkanlah waktu kalian pada hari libur kerja untuk hanya sekedar menonton tv bersama dan bercerita hal apa saja yang telah dilalui dalam seminggu ini. 

Saya tahu ini sulit, setengah hidup saya pun saya tumbuh hanya bersama ibu karena bapak saya pun hampir 10 th berdinas di luar kota dan hanya dapat bertemu sebulan dua kali (atau bahkan ditinggal setahun untuk mengikuti PBB). Terbayang bagaimana beratnya tugas seorang ibu untuk dapat hadir menjadi dua figur bagi anak-anaknya. Tapi, komunikasi secara fisik bukanlah cara satu-satunya. Dengan semakin berkembangnya zaman, kita dapat lebih mudah dalam berkomunikasi. Kita dapat melakukan video call walaupun terpisahkan oleh jarak beribu-ribu mil jauhnya dan juga waktu yang tidak dapat berjalan dengan beriringan. Tanamkan kepada anak--terutama bagi para orangtua yang mungkin si ayah tidak selalu dapat stay dirumah--untuk memberi pengertian bahwa ayah tidak selalu dapat dirumah karena bekerja dan tanamkan bahwa rasa sayang, rasa peduli dan perhatian tidak hanya melalui kontak fisik. Memberi kabar dari tempat yang jauh dengan mengambil waktunya yang mungkin digunakan untuk beristirahat juga merupakan salah satu bentuk kasih sayang. 

Intinya kelabilan dapat diatasi dengan, keterbukaan. Adanya komunikasi dua arah antara orangtua dengan anak. Bukan hanya dari orangtua ke anak saja, karena jujur hal itu dapat memberatkan si anak. Dengan keterbukaan inilah maka orangtua dapat mengontrol apa yang terjadi pada anaknya. Apabila sekiranya yang dilakukan oleh anak dianggap sedikit salah maka tunjukanlah jalan keluarnya. Jangan hanya bisa melarang tanpa memberikan solusi. Contoh mudahnya adalah sebagai orangtua kita pasti sangat peduli dengan segala makanan yang masuk ke mulut anak. Maka para orangtua melarang anak untuk jajan sembarangan terlebih apabila tempatnya tidak bersih. Sebagai orangtua kita tahu bahwa makanan itu kotor dan tidak higenis. Tapi si anak sangat menginginkannya. Maka, buatkanlah makanan yang sama seperti yang dia inginkan. Karena selain lebih murah makanan tersebut juga lebih sehat.

Jangan sampai anak menjadi labil, orangtua harus dapat mengarahkannya. Memberikan solusi yang terbaik untuknya. Selalu hadir untuk mereka. Remaja sangat butuh didengarkan dan keinginan orangtua dan anak seringkali berseberangan. Maka sampaikanlah dengan cara yang baik namun tetap tegas.

Buat para remaja, saya juga seorang remaja. Bila kalian kehilangan arah, mengalami kegalauan baik dalam urusan pendidikan, pertemanan, percintaan atau apapun itu orangtua adalah sebaik-baiknya tempat untuk kalian berbagi cerita. Mungkin dengan teman akan lebih sejalan, tapi percayalah orangtua kalian lahir terlebih dulu di dunia ini. Beliau telah banyak makan asam garam. 
Orangtua akan selalu hadir untuk kalian, mendampingi kalian didalam suka maupun duka. Walaupun kalian terkadang menganggapnya tidak ada, menganggap mereka berpikiran cetek dan kuno. Percayalah mereka tidak akan pernah membawamu menuju jurang, justru orangtua lah yang akan selalu mendukungmu dan membawamu menuju puncak kemenangan.
Parents is the best supporter, the best listener, and the best advisor
Semoga post kali ini bermanfaat untuk para orangtua dan juga dapat membukakan pemikiran remaja diluar sana :)
Ps: yaaah, udah mau ganti hari lagi ini hehe. I'm sory to my body--especially for my eyes--I'm sorry if my nefron of linguistic skill usually work well at the midnight. Hehe. Anw, I've prepared these words since in the evening. Hm, 2 hours before the final match of the biggest football event--World Cup 2014! I absolutely support der Panser. I love germany team since 2002, and yes my idol when I was child is........Miroslav Klose who have passed Ronaldo's record as the player whom made most goals in world cup event with 16 goals in the match against Brazil. Wohooo! That's sooo great. I love all of them anyway, klose, oezil, mueller, neuer, schwensteiger (sorry Idk how to spell ur name well :'), kroos, hummels aaa I can't mention you one by one. But... Ich liebe die Manschaft! Good luck babesss :*

Tambahan lagi, karena saya belum punya hak pilih maka saya tidak riweuh buat pilih mana-mana hehehe. Semoga 5 th kedepan pilihan capresnya lebih mudah dipilih. Saya berharap siapapun yang nantinya akan menjadi presiden kita sebagai masyarakat dan elemen-elemen pemerintahan dapat mendukung presiden yang terpilih. Melaksanakan program yang ia telah buat dengan baik dan benar. Dan, dear pak presiden yang nantinya terpilih... semoga bisa membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju ya pak. Buatlah masyarakat Indonesia menjadi hidup sejahtera, makmur, aman dan tentram dari segala gangguan baik dari luar maupun dalam negeri. Tolong ya pak, dahulukan kepentingan rakyat. Permudahkankan kesehatan bagi masyarakat, bangun infrastruktur yang layak terutama transportasi, pikirkan mana yang lebih penting pembuatan mall dengan tempat tinggal vertikal. Kita hampir kehabisan tempat tinggal pak, lahannya semakin sempit tapi pertumbuhannya semakin cepat. Makanya galakan kembali KB yaaa pak. Oiya, jangan import bahan pangan terus-terusan kapan petani kita bisa sejahtera kalo gitu caranya? Sejahterakan anggota keluar pegawai pemerintahan/PNS dan TNI/Polri (hehehe). Dan terakhir, sebagai seorang pelajar saya berharap sekolah tetep bisa gratis ya pak.... Hehehehe :D

Should I go to sleep or wait for the final match and continue with sahur? Kkk, I think it would be so hard to my eyes for sleep. Bye bye byeee! Much love.

Minggu, 22 Juni 2014

D-30

It's d-30 and I just feel so blessed!!!
I'm so thankful for every single good and bad thing that Allah gave to me for a few times ago.

Pengambilan rapot semester ke empat sudah berlangsung dua hari yang lalu. Dan...alhamdulillah saya senang nilai rata-rata saya bisa naik. Yah, perlahan sedikit demi sedikit nilai saya alhamdulillah naik terus. Semoga di semester lima saya bisa jauh lebih fokus. Nggak cuma untuk menaikkan nilai rata-rata saya aja, tapi juga fokus untuk berlatih mengerjakan soal-soal unas (c'mon guys unas bakal kurang dari setahun ini-_-). Well well well.........doing more excercise will make you get better score. Aminnn...

People arounds me--my beloved parents, second fam, beloved friends (and maybe my enemies. haha. you know enemies can be the reason of someone to be better._.) are my spirit in doing so many things. They never stop to give me a support (especially my parents&my second fam). And they're the reason why I should do as best as I can do. I just want to make them proud of me, simple yet need work hard :) Tapi, namanya juga remaja, d-30 gitu...bohong banget kalau nggak ngomongin soal cinta (teriak cie sampek bengek heuheuheuheu). Tetep...ada seseorang dibelakang sana yang selalu bikin saya semangat dan nggak pernah putus asa buat ngraih semua citacita saya (dia cuma salah satu bagian yang ingin saya banggakan). Walaupun sih sebenernya saya juga nggak pernah secara langsung diberi semangat sama si dia baik secara verbal maupun non-verbal. Cuma...
You know, one way to get attention from our crush is be the best at being you - NNA
oke skip.
Hm...saya benerbener bersyukur bangetbanget sama Allah. Rasanya ingin terus mengucap hamdalah atas semua  yang telah Dia berikan ke saya. Tapi saya tau kok, hidup ini masih tetap berputar seperti roda atau mungkin jika digambarkan secara lebih ilmiah seperti gelombang transversal. Ada kalanya kita berada di puncak, step by step kita meraih tempat tersebut. Tapi ada kalanya juga kita mulai down dan hingga akhirnya kita berada di lembah. Selalu naik-turun. Tidak pernah tidak. Saya merasa sekarang adalah waktu saya yang sedang naiknaik ke puncak gunung. And it means, saya juga perlu berwaspada jika suatu saat nanti Allah membawa saya ke lembah tersebut. 

Belakangan ini saya yang sudah belajar jungkir walik terbayar sudah. Lumayan sedikit bisa bernafas lega. Belum lagi ditambah Allah yang sebelumnya juga ngasih saya kesenangan. I met with him again after 8 months we didn't see each other. Saya terakhir ketemu sehari sebelum ulang tahun dia di bandara (am I that too clearly? so r ry._.). Buat saya malam itu benerbener surprising banget. Saya sih nggak akan mengumbar hal apa yang buat saya...jujur, seneng sampek detik ini.
Still I call it magic, when I'm with you ♬ --  Magic by Coldplay

Dan saya juga nggak akan tibatiba terbang ke langit tujuh. Buat saya terbang ke langit tujuh itu sama aja kaya terjun bebas ketika kita dapat pahitnya. Rasa gembira yang sangat terbalas dengan rasa sakit yang sangat pula. Saya nggak mau seperti itu. Walaupun hal-hal kecil yang indah dari Allah tentang saya dan dia itu nggak bisa dipungkiri menambah keyakinan saya. Semoga dia pun juga begitu. Aamiin. Hehe. Berhubung I'm not officially 17 yet, makanya saya juga let it flow ajalah.
Cause I still believe in destiny, that you and I were meant to be ♬ -- I Still Believe by Hayden Panettiere (Ost. Cinderella III)

Sungguh, ketika kalian dapat masalah...adukan semuanya ke Allah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Baik, Allah juga Maha Merencanakan. Saya bicara seperti ini bukan karena saya mau dibilang alim atau gimana. But Allah is doing good to me. Allah kasih saya yang baikbaik pada waktu yang tepat dan menggantikan sesuatu yang lebih baik dari apa yang saya inginkan.


Last but not least,

Anw, SELAMAT LIBURAAAN! Libur tlah tiba, libur tlah tiba. HA TI KU GEM BI RA ~
Nggak terasa juga bulan Ramadhan udah tinggal menghitung hari aja. Sekali lagi, syukur alhamdulillah bulan Ramadhan kali ini bisa dilewati bersama Bapak karena 5 hari lagi insyallah Daddy's coming home :) Semoga bulan Ramadhan kali ini bakal lebih barakah. Aamiin.