Sabtu, 07 Juni 2014

Penyemangat

Aku bukan manusia bodoh yang tidak tahu waktu. Bukan seseorang yang mudah melupakan apa yang seharunya aku lakukan kini. Aku tau, memang bukan hal yang baik untuk tetap terjaga di saat hari baru berganti beberapa menit yang lalu. Apakah ini sudah tengah malam?

Selama kurang lebih 3 jam, aku tak berhenti melepaskan mataku dari layar yang sesungguhnya tidak baik untuk kesehatan mata. Terlebih, aku hanya menggunakan mataku untuk menonton drama. Yang akhirnya membuatku benar-benar 'banjir' karena terlarut dalam suasana. Tapi aku juga bingung, sebenarnya apa yang membuatku 'banjir'. Aku menyangkal bahwa ini semua akibat drama. Iya, karena sesungguhnya pikiranku terpecah--menjadi dua. Berpusat pada drama dan sejumlah pikiran yang terus membayangi seperti seolah tak mau pergi dari kepalaku.

Mungkin karena itu semua, aku menulis ini. Hanya ini yang dapat sejenak menenangkan pikiranku. 

Ada secarik kertas berwarna putih di meja belajarku. Sedikit menggelitik sehingga aku tertarik untuk membukanya. Didalamnya...terdapat banyak kalimat penyemangat. Terdapat beberapa nama orang-orang disekitarku yang sangat aku sayangi. Maaf, aku lebih suka menggunakan kata sayang daripada cinta. Isi kertas itu sangat sederhana. Tapi tidak perlu juga aku beritahu disini. Cukup biar aku yang tahu, cukup hanya aku saja yang jaga, cukup...tolong biarkan kata-kata itu merasuk dalam tubuhku. Membaur dengan seluruh jiwaku dan membakar api semangatku.

Semua pasti mulai tercengang siapakah gerangan pengirim kertas penyemangat itu. Mungkin kalian akan menjawab, kekasih. Haha. Namun sayangnya bukan. Pengirim dari surat itu yang tak lain dan tak bukan adalah dari diriku sendiri. Yang selalu berusaha bersemangat melakukan belajarku dalam meraih impianku. Terserah mau menggapku seperti apa. Mungkin itu adalah suatu hal yang aneh. Menulis surat untuk dirinya sendiri. Lebih tepatnya penyemangat.

Aku sedikit terbiasa untuk menuliskan impianku dan juga orang-orang disekitarku yang menyayangiku. Itu semua aku lakukan karena aku merasa itu perlu bagiku. Karena dengan itulah aku menjadi bersemangat untuk menjalani semua ini. Bersemangat dalam terus belajar untuk benar-benar dapat meraih mimpi yang selalu aku tanamkan setiap hari dalam diriku. Dan penyemangat untuk menjadikan diriku untuk selalu dan selalu menjadi pribadi yang lebih lebih dan lebih baik di setiap harinya. Semua, ini aku lakukan untuk orang-orang disekitarku. Orang-orang yang aku anggap memiliki andil dalam hidupku. Orang-orang yang menyayangiku, dan juga...orang yang kusayang. 

Entahlah, dengan menuliskan kata-kata penyemangat dan orang-orang yang kusayang...hal ittu menurutku cukup efektif untuk membuatku menjadi terpacu dalam melakukan sesuatu. Yang mana, sesuatu tersebut nantinya dapat membanggakan mereka akan hadinya aku. 

Sepertinya bagi kalian para teman-teman sebaya ataupun dari segala umur dapat melakukan ini juga. Terutama bagi yang selalu merasa dirinya kurang mendapatkan semangat. Apalagi yang ditambah dengan embel-embel tidak punya tambatan hati. Sekarang, cobalah untuk menuliskan impian, orang-orang yang kausayang dan kata penyemangat di sebuah kertas. Letakkan kertas tersebut dimana kamu dapat membacanya setiap kamu melakukan aktivitas. Atau mungkin bisa juga dibawa dalam tempat pensil maupun dompet. Sederhana, tapi mengena.

Semoga...dengan membaca ini, dan dengan melakukan tindakan kecil yang mungkin dianggap bodoh oleh beberapa orang memang benar-benar dapat memberi dampak yang positif bagi semuanya. Penyemangat itu bisa datang dari mana saja. Orangtua, keluarga, teman, guru, kekasih. Tapi kembali lagi pada pribadi masing-masing. Apalah arti sebuah semangat tanpa ada kemauan dari diri sendiri untuk meraih setiap keping-kepingan mimpi yang telah diukir dengan indah disetiap malam sebelum tidur.

0 komentar: