Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 September 2017

Coba Lihat Makanmu, Sudah Sehatkah?

Hulllaaa back again with mehhh! 

Kali ini aku bakal berbagi sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan. Di semester lima  sekarang ini aku mengambil mata kuliah (matkul) komunikasi kesehatan (komkes) and I found it interesting. Dari matkul komkes aku jadi belajar melipir-melipir kaya temen-temen kesehatan masyarakat. Belajar permasalahan kesehatan apa yang menjadi prioritas di Indonesia saat ini, faktor, dan cara mengatasinya. But well, since aku anak komunikasi maka cara mengatasi tersebut adalah secara promotif preventif. Karena kan aku tidak belajar obat-obatan dan suntik-suntikan peeps.

Kebetulan kemarin aku menemukan bahwa gizi buruk adalah salah satu permasalahan fundamental Indonesia. Simply, karena gizi buruk dapat menghambat bonus demografi. Sumber daya manusia yang kurang berkualitas akan memperlambat Indonesia menuju Indonesia Emas. Salah satu langkah promotif preventif yang dilakukan pemerintah untuk menangani gizi buruk adalah melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Instead of talking bout malnutrition, aku mau sharing tentang GERMAS dan penerapannya di kehidupanku sehari-hari.

GERMAS menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah sebuah tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan oleh seluruh komponen bangsa dengan kemauan, kesadaran, dan kemampuan untuk meningkatkan kualitas hidup. Terdapat tujuh poin dalam GERMAS yang bisa dilihat di gambar di bawah ini:

sumber: depkes.go.id
Kalau dilihat dari penempatan dan ukuran gambar poin diatas, bisa diketahui ada tiga poin utama GERMAS. Buat aku yang paling menarik adalah poin mengonsumsi sayur dan buah karena letaknya yang berada di tengah. Selain itu menurutku mengonsumsi sayur dan buah adalah langkah GERMAS yang paling mudah untuk dilakukan. Mengapa? Karena sayur dan buah bisa didapatkan mulai di pasar tradisional, pasar modern, swalayan, bahkan mall. Selain itu harga sayur dan buah juga relatif murah sehingga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Tapi lain cerita deh kalo beli sayur dan buahnya di supermarket mall yang mehong bcs of rata-rata adalah import plus ditambah sama pajaknya yang tinggi. Hehehehe....... *ngintip dompet*

Berbicara masalah makan, jujur aku termasuk orang yang peduli dengan apapun yang aku konsumsi. Meskipun aku belum bisa rutin berolahraga, tetapi aku selalu berusaha makan makanan yang sehat. Nggak hanya makanannya aja, tapi juga kebersihan dari tempat makan dan lingkungan sekitarnya

Sejak SD aku tuh nggak pernah dibiasakan untuk jajan sembarangan di depan sekolah. Ibu selalu ngewanti-wanti aku untuk nggak beli ataupun minta punya teman. Di usia sekecil itu Ibu berusaha memberikan penjelasan kenapa aku tidak diperbolehkan. Ibu menjelaskan mulai dari kualitas bahan dan juga kebersihan dalam pembuatannya. Wuaaah, sebenernya hard to understand juga sih ya. Sebagai anak kecil kan mudah tertarik sama jajanan depan sekolah. 

Sebagai gantinya, Ibu akhirnya rajin buatin camilan kaya jajanan depan sekolah. Kata Ibu, ini tuh adalah bentuk kompensasi karena aku sudah nurut nggak jajan sembarangan. Karenanya aku juga jadi suka nyamil (WKWK). Kalau di kuliah, biasanya jam 10 atau jam 3 sore sudah mulai masuk masa-masa kritis laper tapi sudah makan (WKWK). Is it only me yang suka kelaperan di waktu-waktu nanggung? Kupikir aku manusia mudah lapar since teman-temanku jam 10 biasanya baru sarapan. Sedangkan aku sarapan jam 5-set6 pagi. But recently aku baru tau dari dosen komkes bahwa that's normal. Di jam kritis, lapar tapi sudah makan, adalah hal yang wajar. Makanya itu ada waktu afternoon tea atau coffee break dan kita bisa mengatasinya dengan makan camilan. 

Kalau sekolah dan bahkan sampek kuliah Ibu tetap membiasakan aku membawa bekal buat makan siang di sekolah. Alhasil sampek sekarang aku pun juaaaaraaaaaaaaang bangeeeeeeeeeet jajan di kantin. Yah ini sih karena sudah alah bisa karena terbiasa. Aku nggak bakal beli makan di kantin kalau emang kepepet. Meskipun misal Ibu barusan dateng dari Jakarta dan nggak sempet masak yang ribet pun, Ibu bakal tetep membawakan aku bekal meski sederhana.

Bukan hanya perkara jajan aja. Aku sejak kecil nggak mau konsumsi makanan yang mengandung kolesterol like jeroan. Mau kek jeroan bentuk apapun aku nggak akan mau karena aku tau itu nggak baik buat kesehatanku. Dari yang paling umum kaya usus atau kikil sampek yang menurutku paling absurd kaya otak, paru, atau lidah. Liatnya aja aku udah geli (hehe). Padahal keluarga pun juga mau makan jeroan. Paling parah sih ketika anemia kambuh dan disuruh makan hati ayam. Yaampun kalo mau makan berasa kaya anak balita yang kudu kejar-kejaran dulu. Dan kalau sudah ketangkep...makannya sambil kejer-kejer. Bapak ibu tuh sampek yang gemes tapi ya kasian melihatku (hehe). Memang nggak cuma hati ayam aja sih yang bisa naikin jumlah darah, bisa juga kaya bayam, terutama bayam merah, dan kurma. Tapi memang hati ayam yang kata dokter prosesnya lebih cepat untuk menambah darah. Jugaaa, tiap Idul Adha aku pun nggak mau makan kambing karena tau kalo bisa bikin tubuh bagian dalam kerasa panas (selain karena sedih liat kambingnya mewek pas disembelih *insert emot mewek*).

Setelah teknologi kian berkembang, aku juga jadi semakin strict dengan makanan karena udah bisa cari informasi di internet. Sejak SMA aku memutuskan untuk berhenti makan any kind of junk food dan soft drink dan teh. Dari ketiga hal tersebut, soft drink adalah yang pertama kali aku stop. Jujur waktu itu sempet baca kalau satu kaleng soft drink samadengan tujuh takar gula. Wuah, aku sudah mikirin yang nggak-nggak. Bayangin aja kalo kadar gula yang ada di tubuh kita berlebih... bisa memicu diabetes dong. Hm, tapi kan diabetes penyakit orang tua? Weits... kata sapose... sekarang tuh anak-anak remaja bisa juga punya penyakit kaya orang tua karena timbunan yang terlalu lama. 

Gambar terkait
sumber: pinterest.com
Iya kalau jaman dulu makan-makan 'enak' cuma sesekali aja. Lah sekarang? Karena lebih suka yang praktis dan serba instan, makan makanan 'enak' frekuensinya lebih sering. Akibatnya... ya tertimbun dan terjangkitnya nggak perlu nunggu tua. Aku punya beberapa teman SMA yang mereka sudah terkena penyakit-penyakit dalam like kolesterol, rematik, dan diabetes. Hooo... nggak mau dong aktifitas kita terhambat karena di usia muda gini sudah terkena penyakit yang aneh-aneh. Karena sudah komitmen untuk stop soft drink, saat ini kalau makan diluar selalu lebih milih minum air putih (yes, kalo kencan ngga nyusahin minum yang aneh-aneh HAHAHA).

Kemudian yang kedua aku berhenti konsumsi adalah junk food. Well, most of you might think I'm crazy karena...siapa sih anak remaja yang nggak tergiur dan suka dengan kenikmatan junk food? Ya kan? Iya tauuu... karena ku pun juga menganggap meski nggak sehat junk food tuh enak (aku tidak mau munafik, HAHAHAHA). But sadly, waktu SMA dokter bilang bahwa aku nggak kuat kena junk food. Sekalinya makan junk food... waduuuh muka langsung oily dan pimple-pimple on the face come sooner. Dan itu terjadi juga kemaren sekitar bulan Juni setelah makan chicken wings dari salah satu restoran cepat saji makanan itali. Nggak tanggung-tanggung yang awalnya 10 potong buat berdua sama Ibu, aku makan tujuh :) (tapi sumpah chicken wings itu enak... gimana dong T.T). Karena kejadian kemaren makanya buat kali ini sudah kapok dan nggak akan ngelanggar lagi hahaha. Gantinya ya banyak makan buah biar segarrr...

Ketiga adalah teh. It sounds weird but yea... dokter juga memberikan aku pantangan minum teh karena aku cenderung terkena anemia. Padahal dulu suka konsumsi teh hijau buat ngurusin badan (hehe). Sebagai gantinya ya kalau mau ngurusin badan aku lebih milih untuk minum air perasan lemon hangat dikasih gula atau madu sedikit. Daaan jugaaa... tidak lupa berlari-lari di treadmill. Terus waktu anemia kambuh, dokter bilang deh gaboleh minum teh, apalagi teh hijau dan terutama pada saat menstruasi. Sangat-sangat tidak dianjurkan untuk minum teh pada saat menstruasi yaaa peeps, terutama bagi kalian yang punya kecenderungan anemia. Sesekali aku juga masih suka minum teh hijau, biasanya kalau makan di restoran udon.

Well terlepas dari ketiga makan dan minum yang aku sudah jarang (bahkan tidak aku konsumsi) dan kebiasaanku untuk nggak jajan sembarangan... I'm not gonna say each of you harus mengikuti semua apa yang aku lakukan ini. It's okay kalau masih mau konsumsi jeroan, junk food, atau jajan sembarang. Untuk berhenti mengonsumsi makanan kan tentu butuh proses yang bertahap. Buttt... satu yang harus diingat adalah jangan terlalu sering mengonsumsi sesuatu yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Mulai sedikit perlahan dikurangi jumlahnya, kemudian dilanjut mengurangi frekuensinya. Karena bagaimanapun juga yang terpenting adalah memberikan tubuh dengan asupan gizi seimbang. Kamu adalah apa yang kamu makan. Sebab jika kekurangan atau kelebihan satu kandungan gizi tertentu maka akan bisa mempengaruhi kesehatan kita. 

Terus? Berarti selama ini makannya apa dong kalo ini nggak boleh itu nggak boleh? Aku pribadi sih sangat-sangat menikmati memakan sayur dan buah. Karena selain harganya terjangkau, bikin sehat, mengenyangkan daaan... nggak bikin gemuk. Kalau nggak suka... coba deh dikit demi sedikit dengan frekuensi yang lumayan tinggi. Artinya kalau nggak suka wortel, coba makan wortel selama dua-tiga hari berturut-turut dengan olahan yang berbeda. Coba juga kreasikan dengan resep-resep menarik yang kekinian. Kan banyak tuh di youtube cara mengolah sayur supaya menarik, enak, tapi tetap sehat. Dan kalau nggak terlalu suka buah, bisa dicoba dengan bikin salad atau di jus... yummyyy ^^

Sebagai tambahan, perlu diingat juga bahwa kesehatan isn't always 'bout physical health but also mental health. Sooo, selain perbanyak makan sayur dan buah, sama seperti poin GERMAS, jangan lupa berolahraga dan cek kesehatan secara rutin. Yuk mulai pola makan dan pola hidup sehat bcs tindakan mencegah or preventif are way better than mengobati or kuratif.

Beberapa hal diatas adalah sebagian cara dari bagaimana implementasi GERMAS di kehidupanku sehari-hari. Tiap orang pasti punya cara tersendiri yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Kuharapa semoga bisa bermanfaat dan sehat selalu jiwa dan raga (dan perasaanmu) yahhh peeeps ^^

Ini caraku, mana caramu? Kuy, share ^.~

See yaaawww ~

Minggu, 27 Agustus 2017

Satu Dasawarsa

Tidak terasa, rupa-rupanya satu dasawarsa sudah aku tidak berkawan dengan tuts-tuts berwarna hitam putih di depan beberapa pasang mata. Terhitung sekitar enam atau tujuh tahun aku vakum darinya. Hingga Januari tahun lalu aku memberanikan diri untuk mengejar ketertinggalan. Bayangkan... tujuh tahun lamanya... Alasan aku memilih untuk kembali pada jalan ini sebenarnya sangat sederhana. Aku hanya ingin mengisi waktu-waktu senggang mengingat aktifitas kuliahku yang tidak terlalu padat. Ya, sedari awal aku memang telah memilih untuk menjadi mahasiswa yang langganan pulang, dan bukan sebagai mahasiswa yang menyibukkan dirinya dengan jadwal kepanitiaan ataupun organisasi yang sesak menjejali hari-hari. Sehingga, belajar piano adalah caraku untuk pandai-pandai mengisi waktu dan jalan yang kupilih untuk meningkatkan kualitas diriku.

Hari ini, aku kembali tampil bermain disaksikan oleh segilintir orang untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun belakangan. Bila boleh sedikit meminjam istilah dalam dunia Hallyu, hari ini aku melakukan comeback! Rasanya gugup bukan main. Tanganku keringat dingin tak seperti biasanya. Degup jantungku mulai sedikit tidak beraturan seperti saat doi memberikan ku senyuman (tolong jangan tanyakan siapakah gerangan doi yang kumaksudkan). Cemas yang menyelimuti tak bisa aku tutupi. Terlebih, bila biasanya aku termasuk dalam golongan mayoritas, namun kali ini...kebalikannya.

Lagu yang kubawakan adalah Sonatina in G HWV 582 milik G.F Handel. Lagu ini akan menjadi salah satu lagu ujian kenaikan tingkat yang akan kumainkan pada dua pekan kedepan. Terjadi sedikit insiden di awal permainan. Berulang kali aku melakukan kesalahan. Padahal, aku baru saja akan memasuki bar kedua dari lagu tersebut. Demam panggung. Ya...itulah yang kualami. Tiba-tiba aku seperti amnesia mendadak. Bagaimana bisa. Padahal aku sangat percaya diri dengan lagu ini. Saat dirumah aku tidak membutuhkan partitur untuk memainkannya. Bahkan, aku pun bisa memainkan lagu ini dengan memejamkan mata (memejamkan mata saat bermain adalah salah satu cara untuk menghafal dan menghayati kesesuaian antara tuts dan nada). Aku berusaha menarik napas panjang hingga memejamkan mata sejenak. Aku tidak boleh panik. Kalimat itu mengisi penuh hati dan pikiranku. Namun, akhirnya aku memutuskan untuk meminta mengambil buku ujianku. Syukur Alhamdulillah kemudian permainan berjalan dengan lancar.

Meski sedikit kecewa sebab 'comeback' kali ini tidak berjalan sesuai ekspektasi, tapi aku mengerti ini adalah bagian dari sebuah pembelajaran. Pertama, penampilan kali ini adalah penampilan perdanaku setelah sepuluh tahun lamanya. Kedua, aku meyakini bahwa sesuatu yang besar diawali dari hal-hal kecil. Agar aku dapat tampil bermain di skala yang lebih besar, tentulah aku perlu memijak terlebih dahulu penampilan dalam skala kecil. Oleh karena itu, penampilan kali ini juga merupakan ajang bagiku untuk membiasakan diri kembali untuk tampil di depan banyak orang. Ketiga, aku harus lebih giat berlatih. Biar banyak tugas terpikul di pundak, berlatih piano secara rutin tetap perlu dilakukan untuk menjadikan hari-hariku lebih berwarna. Meminjam sebuah quote yang sudah tak asing lagi, kupikir ini perlu mejadi catatan buatku:

Practice makes perfect

Bolah-boleh saja aku tertinggal sebab keputusanku untuk vakum selama tujuh tahun. Bolah-boleh saja aku menjadi satu-satunya yang berusia kepala dua diantara bocah-bocah dalam grade yang sama. Bolah-boleh saja aku menjadi minoritas sebab berbeda baik dari segi etnis maupun agama. Tetapi aku tahu dan yakin bahwa aku memiliki kesempatan belajar yang sama dengan mereka. Tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar selagi selalu tertanam kemauan, kesungguhan niat, dan konsistensi. Dan untuk karena itu, aku harus tetap semangat berlatih agar kelak suatu saat nanti aku dapat mendapatkan lisensi sebagai seorang pengajar.

Jangan pernah lelah gapai mimpimu dan menekuni apa yang kamu senangi peeps ^^ Syemangaaattttsss πŸ˜„πŸ’• luvvvsss πŸŽΆπŸ’

*nb: biar video penampilan kali ini aku persembahkan untuk diriku sendiri sebagai bahan evaluasi agar dapat memberikan penampilan yang lebih baik lagi di kemudian hari :)

Jumat, 10 Maret 2017

MerindukanMu

Tidak terasa satu bulan telah berlalu setelah kepulangan kami sekeluarga dari tanah suci. Senang sekali rasanya dapat berkunjung ke rumah Allah yang selalu ramai diperbincangkan oleh banyak orang, semua masih terasa seperti mimpi! Didalam kerinduan yang kini tengah menggelayuti, bersamaan dengan alunan suara dari masjid, izinkan dan perkenankanlah aku untuk berbagi cerita sekaligus mengenang perjalanan kami di tanah suci.

Kami mengijakkan kaki pertama kali di Madinah pada sekitar pukul 10 malam. Baru saja selesai melewati imigrasi, setelah membuka tumpukan pesan di sosial media aku harus berurusan dengan nilai. Duh, sungguh membuatku khawatir, mengapa ketika aku telah nun jauh dari file tumpukan tugas ujian akhir aku masih harus memikirkan nilaiku yang kosong. Padahal tugas ujian akhir tersebut telah kukumpulkan pada saat jatuh temponya, tidak terlambat barang sedetik pun. Ah, sungguh dinyana, belum juga sehari kenapa sudah ada saja persoalan yang menghampiri. Hingga lupa oleh waktu, pada malam itu juga aku yang mudah terserang gupuh, seketika menghubungi dosen yang bersangkutan,.Meski aku tahu bahwa waktu di tanah air masih tepat untuk beristirahat. Untung bukan diuntung, aku masih memiliki berkas file tersebut ketika mengirim ke seorang teman.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya kami pun tiba di hotel sekitar pukul 2 dini hari. Setelah berbenah sebentar, pada pukul 3 kami mulai berjalan untuk ke Masjid Nabawi. Diterpa angin sedingin apapun rasanya tidak terasa, yang ada hanya senyum terpulas di wajah melihat begitu indahnya Nabawi di tengah malam begini. 

Sehari-hari, bila mampu, aku lebih memilih untuk menunaikan sholat 5 waktu di masjid ketimbang di hotel. Ya, bila mampu. Karena pada suatu waktu badan ini terasa begitu pegal karena efek dua hari setelah kedatangan aku sama sekali belum merebahkan badan ke pulau kapuk. Selain karena dihari pertama 5 kali bolak-balik hotel dan masjid dan siangnya mengunjungi beberapa tempat, kemudian malam harinya disusul dengan kami mengunjungi Raudhah, mimbar yang digunakan Rasul SAW untuk berkhutbah, dan baru selesai hingga pukul 1 pagi. Alhasil, punggungku sakit luar biasa. Dibuat jalan seolah tak mampu. Aku seperti membutuhkan penyangga yang memampukanku berjalan dengan kondisi punggung seperti ini. Siangnya aku sudah sedikit enakan usai Ibu memijatku (yang hingga buatku meringis bahkan menangis kesakitan).

Namun, itulah yang dinamakan cultur shock. Aku belum terbiasa berjalan 5 kali dalam sehari untuk bolak-balik hotel ke masjid. Di tanah air pun, aku lebih banyak menunaikan ibadahku di rumah. Setelah hari kedua, ketiga, keempat aku sudah mulai terbiasa dengan ritme waktu sholat dan perjalanan 5 kali sehari itu. Meski terkadang lelah, tetapi kenikmatan ketika telah berada di Nabawi terbayarkan sudah. Entahlah, tapi selalu muncul perasaan nyaman setiap kali aku menunaikan sholat di Nabawi. Seolah ada energi positif yang menyentuh batinku. Sehingga, berada di Nabawi adalah juga sekaligus sebagai ajang untuk berkontemplasi.

Waktu subuh adalah bagian terfavorit ketika berada di Madinah. Subuhku tidak pernah seindah saat berada di Nabawi. Dingin yang berusaha menembus tiap lapisan kulit, yang meski telah tertutup oleh berlapis-lapis pakaian, bukan lagi sebuah perkara. Setiap selesai menuntaskan sholat subuh, aku keluar dari Nabawi dengan senyum sumringah melihat hasil karya Allah. Ia melukiskan langit pagi yang indah di bumi angkasa Madinah. Lukisan itu begitu indah, ia terdiri dari semburat jingga dan gelap malam yang masih tersisa. Sebuah pagi terindah yang barangkali baru pertama kali ini aku temukan di belahan bumi ini.

Di Makkah, terkhususkan saat di Masjidil Haram, energi yang kurasakan berbeda dengan saat di Nabawi. Jika di Nabawi aku menemukan perasaan damai dan sejuk, maka di Masjidil Haram seolah rasanya aku ingin runtuh. Ya, ingin runtuh, karena aku tak kuasa. Aku yang begini, sebagai makhluk Allah yang masih banyak dilumuri dosa-dosa, malu rasanya ketika bersimpuh di rumahNya. Ingin aku memohon untuk dilepaskan dari segala keburukan yang mampu menghalangi jalanku untuk tetap lurus berada dalam koridorNya.

Saat mengelilingi sebuah kubus yang diselimuti kiswah berwarna hitam dengan hiasan lafal Qur'an berwarna emas, aku terpaku. Benda yang selama ini hanya bisa kusaksikan dari dunia maya kini berada persis didepan mataku. Menangis pun aku tak bisa, apalagi untuk berbicara, tersenyum bahkan tertawa, aku seolah sudah mati rasa. Sebagai seorang makhluk ciptaanNya, aku merasa begitu kecil berada dalam lautan manusia yang sedemikian rupa. Aku takjub melihat bagaimana manusia dari seluruh dunia yang berhiaskan perbedaan dipertemukan disini dengan saudara sesama muslim dan bagaimana mereka senantiasa mengingat, memohon ampun serta memanjatkan doa kepada Allah.

Ketika memiliki kesempatan untuk menyentuh Ka'bah seolah ada daya magis yang membuatku runtuh untuk kesekian kali. Sudah kaki ini runtuh, kali ini yang terserang adalah air mata. Tidak terasa air mata ini terus berlinangan memohon ampun ketika menyentuh rumahNya. Masih diberikan nafas dan kesehatan di setiap detik olehNya adalah sebuah karunia luar biasa yang sudah sepatutnya untuk disyukuri, terlebih kenikmatan dan rezeki lain yang sudah diberi. Sungguh tak pantas aku sebagai manusia jika masih ingin egois dalam perkara duniawi, ketika kita sendiri sesungguhnya sama di mata Allah. Pun, saat kita kembali nanti yang membedakan kami hanyalah sebuah ketaqwaan, bukan harta emas berlian ataupun uang yang bergelimangan. 

Doa yang kupanjatkan pun tak lebih dari sederhana selain hanya untuk memohon agar sekeluarga senantiasa diberikan kesehatan dan berada dalam perlindungan. Doa printil-printilan urusan pribadi juga tidak terlewatkan, mengingat masih banyak yang harus aku tuntaskan sebagai manusia. Karena seperti yang disampaikan Buya Hamka, jika hanya sekedar hidup dan kerja maka binatang pun bisa. Namun aku manusia, yang sejatinya diciptakan dengan pemberian akal pikiran, dan karenanya setidak-tidaknya seperti sebuah hadist, aku dapat memberikan manfaat kepada orang lain.

Dalam gelungan subuh yang sejuk nan mesra aku kembali berdoa, agar dapat diberikan lagi kesempatan untuk berkunjung ke rumahNya. Sekiranya aku akan kembali tidak sendiri, tidak pula bersama orang-orang yang di tahun ini telah menemani. Semoga, aku akan kembali dengan keluarga kecil dan Imam baruku nanti. Aamiin...

damai pagi di Nabawi yang selalu kurindukan

Selamat hari Jum'at, jangan lupa awali hari dengan senyum dan doa. See you on next post ^^

Rabu, 21 Desember 2016

Pejuang Pukul 3

Pada hari pertama saya mengikuti kelas ini, Perencanaan Program Public Relations (PPPR) saya seketika reflek untuk membentuk kelompok bersama teman-teman yang duduk disekitar saya. Karena...saya sih bukan tipikel orang yang punya tendensi berkelompok dengan teman dekat atau...dengan teman yang sekiranya menguntungkan. Jadi, ya bisa dibilang saya bukan orang yang riweuh untuk masalah pembentukan kelompok. Menurut saya sih...lil bit challenging ya... karena kan kita sekelompok bukan dengan teman dekat yang kita sendiri terkadang belum tahu bagaimana pola pikir dan cara kerja mereka. Tapi justru disitulah menariknya.

Menurut saya, pada momen berkelompok bukan dengan teman dekat, kita bisa berkesempatan semakin mengenal pribadi teman-teman yang unik dengan lebih baik. Apalagi kan...kalau sudah di bangku kuliah kita tidak cenderung bisa punya banyak waktu untuk 'bermain' dibandingkan saat SMA atau SMP dulu. Kita juga nggak bisa berinteraksi dengan seluruh teman seangkatan mengingat jumlahnya yang banyak. Lain bila seperti di sekolah dulu, mungkin satu kelas jumlah siswanya tidak sampai 50 anak, sehingga terdapat kesempatan yang lebih besar untuk saling menyapa dan bertukar cerita.

Pada awal perkuliahan kami mendapat banyak godaan yang menguji kesabaran. Dimulai pembentukan grup yang sedikit semrawut, salah mengerjakan tugas 3x berturut-turut (lah emang dikata hatrick?), sampai pada tahap terakhir yang kami kerjakan yaitui tahap evaluasi. Belajar dari kesalahan pada tugas sebelumnya, membuat kami selalu merasa butuh kerja lebih pada tugas-tugas berikutnya.

Ketika UTS tiba...lharrr...kelompok kami luar biasa hectic dan berpacu dalam melodi dengan deadline. Padahal kami sudah merencanakan sedemikian rupa untuk mulai mengerjakan UTS h-seminggu deadline pengumpulan, tapi apalah daya...semua itu hanya berujung wacana. Faktanya adalah kami mengerjakan UTS h-3 pengumpulan (hehe).

Selama 2 hari rumah saya sudah menjadi base camp dan...disitulah banyak hal-hal menarik yang terjadi diantara kami. Dimulai dari munculnya ide saat di meja makan hingga perseteruan dalam menentukan cara mana dan bagaimana yang harus digunakan. Bahkan...saat mengerjakan, ide-ide kami yang muncul dituliskan di whiteboard, (yha udah kaya mau. buka les-lesan aja kan). Mereka bahkan rela untuk bermalam dirumah saya daaan...kalo kata orang Jawa sih, sampek direwangi tidur jam 3 pagi. Kami hanya tidur selama 2 jam karena masih ada ujian yang paginya harus kami ikuti.

Bersyukurlah karena siang ini kami tahu bahwa buah hasil kerja kami yang dibumbui tangisan, keringat, tawa serta amarah (dan beberapa selingan gosip wk) itu berjalan memuaskan.

Jangan gegabah untuk ketawa-ketiwi karena masih ada UAS yang siap menanti.

Terimakasih dan semangaaattt! Y'all superb geng!!! ♥

Senin, 21 November 2016

Mampir

Aku pikir aku tidak cukup lihai dalam mengontrol diri. Sudah dua hari ini aku hilang kendali karena tak tahu harus berbuat apa lagi. 

Pada suatu pagi di sebuah jalan yang sepi aku tengah sendiri. Di ujung gang aku berdiri seolah memberi pertanda ada seseorang yang sedang kunanti. Lalu munculah seorang lelaki datang menghampiri. Mulanya hanya bertegur sapa dan sekedar basa basi. Lambat laun aku mulai ia kunjungi dengan frekuensi yang cukup lumayan tinggi, setiap hari. Dari pagi hingga menuju pagi lagi kita saling bertukar informasi, karena selalu ada cerita yang bisa kita bagi. Terlalu asyik menyelami dirinya yang--menurutku--menarik, sampai buat bibir ini tak sadarkan diri melengkung seindah pelangi dengan raut muka secerah matahari.

Kemudian di suatu senja aku mulai tersadar jika sorot matanya sudah berbeda. Intonasinya kembali sedia kala seperti ketika awal pertama kali kita berjumpa. Dan di detik itulah semesta seolah berkata bahwa kemarin dia hanya bertandang saja. Tak ada sekalipun, meski hanya sekejap, rasa tersimpan yang membuat perutnya menggelitik manja. Iya...aku dan dia hanya sementara. Ups maaf, sepertinya aku salah memilih kata. Harusnya aku memilih diksi teman bercerita lantaran memang sesungguhnya tidak ada apa-apa diantara kita. Pada intinya, kita...teman biasa. (Meski beberapa kawan buru-buru berprasangka dibalik perilaku kita berdua. Karena nonverbal tidak bisa menipu, ujar mereka.)

Aku tak mengapa, tak ada sedikitpun goresan luka. Sebaliknya, semua ini yang kusadari hanyalah fana, telah sukses besar mengundang gelak tawa. Bila menangis, memangnya ada apa? Dan bila marah, memangnya aku siapa? Maka kuputuskan dengan mantap cara paling tepat untuk bersikap dibalik kefanaan ini adalah dengan tertawa. Yaaa...hitung-hitung senam muka yang dapat buatku tampak semakin awet muda.

Untungnya, aku dan dia sudah cukup dewasa untuk menghadapi sebuah realita. Entah ia berpura-pura ataukah tidak, yang terpenting disaat kita bertatap muka semuanya mengalir biasa begitu saja seperti dulu kala. Kita tidak enggan bertukar sapa, meski sebenarnya aku telah kehilangan muka di hadapannya. Tidak ada lagi bertukar kabar dan pandangan mata yang saling menghindar. 

Sekali lagi izinkan aku mengucapkan banyak maaf bila telah sering mengintervensi dan buat waktumu merugi. Terakhir, terimakasih karena telah sudi untuk mampir.

Sabtu, 30 Juli 2016

Kayuh

Liburan semester kali ini saya menghabiskan waktu di Cibubur. Salah satu kegiatan yang menarik yang saya lakukan disini adalah akhirnya saya olahraga!!! (usap keringat di jidat), salah satunya bersepeda. 

Saya memang suka bersepeda bersama bapak dan ibu. Tapi saat di Surabaya jarang sekali saya dapat bersepeda karena setelah subuh saya harus bersiap untuk berangkat kuliah. Kalaupun selepas kuliah...........ah, si pulau kapuk telah menggoda-nggoda untuk bermain dengannya. Selain itu, fyi aja sih, Surabaya panasnya bukan main peeps.........................jadilah tingkat kemageran saya semakin menjadi-jadi (mau bilang males aja susah amat). 

Naaah, karena suhu udara Cibubur--terutama di perumahan saya--hawanya adeeem banget kalo pagi, jadi saya nggak mager deh buat bersepeda. Lagipula jam 6 disini kaya berasa jam stenga 6 di Surabaya. Jadi kebayang kan masih belum begitu terang gimana gitu.

Seminggu yang lalu saya bersepeda dengan bapak dan ibu. Kita bertiga bersepeda dari komplek belakang rumah sampai ke depan pintu masuk utama perumahan. Karena komplek rumah saya dibelakang....yha, jadi panjang juga jalan ke depannya. Pertamanya sih masih lurus-lurus gitu, dengan hawa yang adeeem dan pepohonan di jalanan perumahan bikin saya pengen senyum terus serasa ketemu gebetan #eh. Tapiii...karena jalanan perumahan saya naik turun jadi berasa kaya ninja hatori deh, mendaki gunung lewati lembah ~ Daaan yaaa tentu lebih capek dong daripada bersepeda di jalan yang lurus-lurus aja.

Ketika melakukan perjalanan pulang, saya menyadari saya telah mendapatkan sebuah pelajaran hidup. Saat melewati tanjakan saya merasa lebih lelah dibandingkan saat melewati jalan yang menurun. Bahkan saya tidak perlu mengayuh di jalan menurun dan dapat merasakan sensasi "wusss". Lain bila saya melewati jalan yang menanjak. Saya perlu mengayuh lebih kuat untuk menuju puncak (jangan dibaca sambil nyanyi, karena ini bukan afi).

Perihal kayuh-mengayuh di jalan yang menanjak dan menurun ini saya mendapat dua pelajaran yang bisa di terapkan di kehidupan. Pertama, ketika di jalan menanjak, you need more effort. Begitu pula dengan kehidupan. Butuh usaha yang lebih bahkan extra bila seseorang ingin mencapai kesuksesan dan berada di puncak. Tapi, sebuah kegagalan terjadi dengan sangat mudah, tidak membutuhkan usaha sedikitpun. Seperti saat di jalan menurun yang bahkan tidak perlu mengayuh sama sekali.
Going UP is HARD, but going DOWN is EASY
Pelajaran kedua adalah, ya, memang dalam mencapai puncak baik dalam bersepeda maupu mehidupan memang tidak mudah bahkan terasa melelahkan. Tapi...ingat ada buah yang bisa kita "petik" setelah mengayuh begitu kuat. Saat melewati jalan yang menurun, kita dapat beristirahat sejenak dengan berhenti mengayuh dan menghirup udara segar dari pepohonan. See? Setelah kita mengayuh begitu lelah Tuhan beri kita hadiah. 

Sebagai mahasiswa belajar tentu terkadang membosankan. Terlalu lelah dengan kegiatan diluar selain belajar, kegiatan organisasi misalnya. Meskipun badan dan pikiran sudah lelah, teruslah berusaha, teruslah belajar. Memang begitu sejatinya jalan menuju kesuksesan, tidaklah mudah. Namun ingat, bila belajar dengan tekun dan tak patah semangat, Tuhan akan beri kenikmatan nantinya.

Semoga semangat kalian dapat tumbuh kembali (meskipun semester depan masih dimulai September esok). Dan juga semoga saya tetap semangat menyongsong semester depan. Yeay ~

Sukses buat kita semua yaaak πŸ˜„ aamiin πŸ™ Semangat peeps! πŸ‘ŒπŸ’ͺ

Sabtu, 09 Juli 2016

Tepat Setahun

Mau mengenang dikit ah, mumpung tanggalnya pas.

Setahun yang lalu, 9/7/2015 selepas sholat maghrib aku dapet an-early-Ied-Mubarak-and-birthday-gift. Alhamdulillah akhirnya, aku dapet sekolah, di tempat yang aku idam-idamkan sejak lama. Mungkin bagi sebagian orang ini hal yang biasa, tapi tidak buat aku. Tiga tahun sejak awal SMA doaku tidak pernah berubah. Semakin hari, semakin bulat keinginanku. Dan karena itulah setiap aku lelah sekolah, aku ingat masih ada mimpi yang harus kucapai. Apa yang sedang aku lakoni saat ini, bukan didapat dengan mudah bak membalikkan telapak tangan. Ada sesuatu yang dibayar untuk mendapatkan itu.

Harapan orangtua agar aku lulus di SNMPTN telah pupus. Karena itu aku benar benar memperjuangkan SBMTPN. Dua bulan keringat dan air mata ini beradu hingga tak mampu lagi dibedakan. Denting jam berjalan begitu cepat, hingga buat hati ini berkecamuk tidak karuan. Setiap detik begitu berharga, hingga tak ada jeda waktu yang terbuang sia-sia. Hari-hariku dipenuhi hanya dengan bergumul bersama soal-soal, mengadu pada Yang Kuasa, mendengarkan lagu-lagu dari penyemangatku saat itu, Bigbang, dan bermanja di kursi piano di sela-sela waktu bila penat telah menjemput.
Ketika pengumuman SBMPTN tiba, meluap sudah hati ini. Gembiranya bukan main. Kalimat pertama yang kuucap saat itu adalah, "makasih ya Bu". Aku tidak sanggup berkata apa-apa lagi. Rasanya terbayar sudah.

Saat ini, ketika aku lelah karena tugas yang menumpuk, terkadang ditengah keluhanku aku tersadar...aku tidak sepantasnya mengeluh. Sebab, Allah sudah memberikan apa yang aku inginkan dan yang aku butuhkan. Dan pula Allah juga tau bahwa aku mampu menjalani ini, apalagi Dia sudah memberiku melalui jalan yang berliku. Allah sudah mempercayakan aku untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Jadi, aku harus kuat no-matter-how-strugle-comm-stud-lyfe yea.

Semangat buatku, semangat buat teman-teman commers, semangat buat para dosen, dan semangat buat para maba commers, bcs ur real life will start here.

Anw, selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H. Mohon maaf lahir dan batin ya peeps πŸ™ Selamat liburan! πŸŽ‰    

Jumat, 20 Mei 2016

Terbayar Sudah

Kyaaa! Akhirnya, acara saya kelar. Beberapa waktu yang lalu, saya kan sempet cerita di " Dodolan " kalo acara HUTKOM tahun ini saya tergabung di panitia Commnight. Apasih commnight  itu? Intinya sih, birthday party-nya ilmu komunikasi. Sehingga bisa dibilang kalo commnight itu acara internal terbesar karena melibatkan mahasiswa aktif, alumni, dan juga dosen. Yaaa singkatnya, commnight itu acara puncak dari HUTKOM. 

Kebetulan ini pertama kalinya saya ikut kepanitiaan. Baru pertama kali jadi panita, sekalinya jadi panitia langsung panitia acara internal terbesar. Karena belum banyak pengalaman...ya di acara ini saya jadi banyaaak belajar dari mba mas semua, baik yang anggota asli maupun yang additional member. Berbagi kegupuhan dan kebahagiaan bersama.

Emang, waktu persiapannya juga nggak mepet, tapi tetep aja ribet. Banyak yang kudu direvisi diawal-awal. Dapet masukan a-z dari dosen untuk rangkaian acara. Mulai acaranya apa aja, gimana-gimananya pun juga. Sebagai humas, saya ribetnya baru pas mendekati acara. Hahahaha. Meskipun gitu, tetep bantuin sie yang lain. 

Kalo ngerjain jobdesk saya...lancar sih alhamdulillah. Sounding ke temen-temen angkatan buat dateng ke commnight. Saya nggak pernah capek-capeknya ngingetin buat pake baju neon!!! Setiap saat kalo ketemu temen di kbu bilangnya "jangan lupa neon ya". Sebenernya dresscode commnight neon or white sih, tapi yaaa kalo pake baju warna neon lucu jadi terang benderang gitu kaaan. Biar sesuai sama commnight kali ini yang mengusung tema cosmo odyssey, tentang galaxy gitu. Warna warniii :3 Dan yang paling ribet adalah waktu ngehubungin alumni. Disitu saya sedih pengen showeran aja. Namanya orang macem-macem juga kan ya, jadi ada yang fast dan slow respon. Begitcuuu...

D-1 Wednesday 18th May 2016
Kita mulai persiapan dekor tempatnya. Kerja sama mba mbanya diselingin candaan. Sampek nggak sadar kita udah ngerjain astronot buat di photobooth selama 2 jam. Terus mas mas additional member yang kalo bercanda bisa memecah keheningan. Kadang jokesnya biasa aja sih, tapi kenapa saya sama dua temen saya itu gabisa berhenti ketawa ngelihat tingkah mereka. Selera humor kita bertiga jadi terkesan receh gitu. Hm, mungkin karena kita belum terbiasa gaya bercandaan mereka kali ya. 

D-Day Thursday 19th May 2016
Semakin sibuk dan semakin riweeeuh. Sempet molor setengah jam tapi masih berjalan sesuai rundown. Walaupun commnight memperingati hari jadi komunikasi, tapi ada dekan fisip juga loooh yang turut memeriahkan. Beliau dan kadep komunikasi juga melakukan prosesi potong tumpeng. Setelah itu ada penampilan dari angkatan 2015-2012 yang keren-keren. Tapi kalo saya pribadi sih paling suka penampilan angkatan 2014. Penampilan mereka bener-bener komunikatif, karena diakhir-akhir melibatkan dosen dan temen-temen. Selain itu ada penampilan lomba company profile karya 2015 dan 2014 yang akhirnya dimenangkan oleh angkatan 2015. Yaaay saya ikut senang. Games-games di commnight juga nggak kalah seru. Suara para tamu undangan yang menonton games sampek memecah ruangan satu aula karena saking gemesnya. Makanan di commnight semua sampek tumpah-tumpah saking banyaknyaaa. Ada macem-macem mulai dari makanan berat dan ringan. Camilan juga bertaburan bak surga makanan. Karena kita panita juga udah commit sih untuk nggak ngebiarin tamu undangan kita kelaparan. Apalagi menurut saya,

Hati senang belum tentu bikin perut kenyang, tapi perut kenyang pasti bikin hati senang ~

Walaupun commnight itu birthday party dan untuk menghibur, tapi tetep ada esensi mendidiknya. Yaaa minimal setelah pulang commnight ada yang didapet lah. Yaitu melalui sharing bersama alumni commers yang menerima awarding dari 5 bidang (media, korporat, entrepreneurship, pemerintahan, dan pendidikan). Daaan yang paling nggak kalah seru sih ya jelas tentu............penampilan kejutan. Waaa dari siapakah itu? Dari para dosen! Sooo sweet sekali. Lampunya remang-remang gitu, para dosen membacakan puisi secara bergantian dengan diiringi petikan lagu itu tuh....soundtrack film yang lagi nge hits, Ada Apa Dengan Cinta (AADC), Bimbang milik Melly Goeslaw.. Terakhirrr...bagian yang menandakan ulang tahun banget, potong kue dan tiup lilin! Pemotongan kue tart oleh kadep komunikasi bikin saya sedih. Kenapa? Karena.....................saya nggak sanggup melihat dekornya yang sangat lucu dan menawan terpotong-potong haha. Last but not least adalah.........penampilan DJ dari kakak tingkat. Bikin badan goyang-goyang beradu dengan dentuman lagu. Yang akhirnya membuat 2015 dan 2014 battle dance lucu-lucuan.

Finally,  semua tamu undangan suka! Pecah parah. Banyak alumni yang datang dan dosen juga pulang setelah semua rangkaian acara selesai. Wuuu....terbayar sudah keringat dan kegupuhan kita dalam menyiapkan commnight. Panita dapat pujian dari beberapa teman, kakak tingkat, dan alumni. Rasanyaaa saya senanggg.......... Legaaa banget acara saya sudah seleseai. Sekarang saatnya fokus untuk UAS dan menjadi tim hore dua acara rangkaian HUTKOM yang belum terlaksana yaitu, Proyeksi dan Communication Student Summit (CS2). 

Terimakasih mba mas atas kebersamaan dan bimbingannyaaa... Dapet banyak kenalan dan kenangan baru dan saya jadi kangen jualaaan lagiii hehehe. Semoga tahun depan, commnight garapan angkatan saya, 2015, bisa berjalan lebih spektakuler, meriah, dan sukses. Untuk panitia Proyeksi dan CS2, semangat manteman, mba, dan mas! Semoga acaranya lancar dan sukses tidak terkendala apapun. Aamiin. Anw,

Selamat Ulang Tahun Ilmu Komunikasi ke 28! ♥

now playing: Selamat Ulang Tahun by Jamrud ♬

Selasa, 12 April 2016

Bekal, Hemat, Sehat, dan Nikmat

Hulaaa akhirnya balik lagi. Sudah dua hari teler banget saya. Tidur jam 2 pagi dan bangun jam set 6. Jangan tanyakan kenapa........tugas saya menumpuk luar biasa :''' ya semoga badan saya tetep sehat kuat walafiat sampek minggu depan. Mengingat UTS yang sudah didepan mata membuat hati ini menjadi berbunga-bunga. 

Sebelum UTS kudu banyak hal yang dipersiapin. Apa aja? Yang utama jelas tentu belajar dong. Tapi nggak cuma itu peeps, kondisi fisik juga perlu dijaga untuk menyambut UTS. Jangan hanya terkungkung untuk belajar aja, tapi juga move your body. Start doin exercise! Kalo saya sih olahraganya di atas kasur gitu...kan seru ehe. Selain berolahraga, agar kondisi fisik tetap fit adalah dengan pola makan teratur dan makan-makanan yang bergizi.

Naaah... sejak 2013 lalu, setiap tanggal 12 April dirayakan sebagai hari bawa bekal nasional. Adanya hari bawa bekal nasional digagaskan oleh salah satu brand perabotan rumah ternama yaitu, Tupperware. Sebenarnya apa sih bekal itu? Menurut kamus besar Bahasa Indonesia
Bekal /be·kal /n sesuatu yang disediakan (seperti makanan, uang) untuk digunakan dalam perjalanan: mereka membawa -- dalam perjalanan
Basically bekal sekarang nggak cuma dibawa saat perjalanan aja. Saat pergi ke sekolah, kuliah, bahkan ngantor sekalipun kadang kita juga masih bawa bekal. Saya secara personal adalah penggemar bekal nomer satu. Sejak kecil saya memang sudah terbiasa untuk makan masakan Ibu. Hingga akhirnya saat kelas 4 SD mulai pulang siang hari, saya dibawakan bekal. Kalo saya alasan bawa bekal sih simpel, karena saya nggak bisa kalo nggak makan buatan Ibu hehehe. Kedengarannya lebay sih emang. Tapi bener deh dulu waktu smp ada sebuah event drumband, ketika saya dapet nasi krawu saya cuma duduk bingung. Pertama saya nggak tau makanan apa itu, dan kedua...saya nggak mau makan karena bukan masakan ibu. Saya memang jarang jajan diluar dan sudah jatuh cinta banget sama masakan Ibu. Jadi...susah untuk makan makanan yang bukan dimasakin sama Ibu, apalagi kalo beli makannya di sembarang tempat. That's no no. 

Sampai saya kuliah ini pun saya masih membawa bekal dari rumah. Kebetulan bekal saya hari ini adalah nasi, sama telur dadar, tahu, dan tempe bacem. Saya udah jatuh cinta banget sama yang namannya bekal. Mungkin juga karena udah terbiasa. Tapi karena kesibukan Ibu yang mondar-mandir Surabaya-Jakarta, kadang yang masakin bekal saya adalah Eyang. Entah apapun makanannya, menurut saya kalo itu dibuat bekal dari rumah....rasanya enakkkk. Meskipun kadang kalau sedang terburu waktu, cuma dibawain bekal yang simpel-simpel aja, tapi rasanya lebih nikmat daripada beli. Nggak cuma nikmat di perut, tapi juga nikmat di kantong.

Banyak orang yang males karena nggak punya waktu untuk buat bekal. Atau malah kadang ada yang malu karena udah besar kok masih bawa bekal. Dan nggak sedikit juga orang yang nggak mau bawa bekal karena gak mau ribet, langsung beli aja lebih praktis. Tapi perlu kalian tahu peeps, ada banyak benefit loh dari kita bawa bekal sendiri dari rumah. Apa ajasih? Menurut saya benefit bawa bekal itu.....

Pertama, bawa bekal jelas lebih hemat luar biasa. Untuk saya yang nggak ngekos mungkin nggak begitu kentara, tapi kalo temen-temen yang ngekos....kerasa banget bedanya kalo beli makan atau masak sendiri. Meskipun gitu saya juga ngerasain kok gimana uang di dompet terbang lenyap seketika kalo udah yang namanya beli makan. Sekali makan yang biasa-biasa aja bisa habis total 12rb sama minum. Iya kalo 12rb, lah kalo lebih mahal? Misal saya lagi pengen makan di resto or cafe, itu cuma makan siang saya aja lo. Gimana kalo saya anak kos? Kebutuhan makan saya 3x sehari dalam sebulan bisa ngehabisin budget sekitar sejuta atau lebih. Which is kalo misal saya anak kos dan saya masak sendiri....paling nggak saya bisa modal 30rb untuk 3x makan... Udah bisa untuk masak sayur dan lauknya. Yaaa minimal lebih hemat 6rb lah tiap harinya. Kan lumayan...kalo tiap hari bisa nyisihin uang Rp 6rb.

Kedua, karena bekal itu kita atau Ibu yang masakin, sudah pasti terjamin sehat. Karena apa? Karena kan bahan-bahan yang digunakan untuk bekal dibeli sendiri. Kita tau sayuran yang dibeli itu masih bagus, masih segar, daging ayam, sapi, ikan dan jajaran lauk-pauk lainnya itu masih baru, bukan barang busuk. Ngeri gak sih kadang kalo liat di TV, liputan tentang gimana sebuah warung bisa kasih harga murah sama makanannya. Eeeh ternyata bahan yang dipakai buat masak amburadul semua. Yang ternyata sayurnya udah nggak segar lah, pake daging sisa atau bahkan bahan-bahan yang sesungguhnya sudah nggak layak untuk di konsumsi. Belum lagi dengan 'kecanggihan'nya, mereka bisa menyulap bahan yang tidak layak pakai itu untuk bisa digunakan dengan bantuan bahan-bahan kimia. Waaah....kan kasian tubuh kita kalo kemasukan bahan kimia yang nggak seharusnya. Maunya sih murah dan praktis....tapi kalo ujung-ujungnya bikin badan sakit...yah, that's no no. 

Ketiga, bekal itu lebih NIKMAT! Entah bekal yang dibawa itu hasil masakan sendiri atau orang lain, bekal dari rumah itu tetep juara. Kalo bekal kita yang masak sendiri.........mau enak atauapun nggak enak, rasanya tetep enak aja. Ya kan? Semacam ada rasa kepuasan di hati karena udah berhasil masak untuk dirinya sendiri. Even itu masakan yang gampang. You will appreciate your cook! Saat masak dengan kondisi seneng.......makanan yang kita masak pasti bakal terasa enaaak. Apalagi.....kalo yang masakin orang lain, Ibu misalnya. Kita tentu ngehargain atas usaha mereka yang udah masakin bekal untuk kita. Nyempatin waktu di pagi hari untuk masak cuma demi kita. Nggak gampang lo itu peeps. Ada bumbu spesial yang mereka gunakan sehingga bekal yang biasa aja bisa terasa enak luar biasa buat kita. Dan bumbu spesial itu adalah............cinta. Seriusan ini nggak bohong. Ketika kamu melalukan sesuatu hal dengan penuh cinta, maka hasilnya juga bisa memuaskan. Ketika kamu masak dengan penuh cinta, ada harapan dan doa untuk orang yang kita sayang. That's why bekal yang dimasakin Ibu tuh nikmat parah. 

Semoga........masyarakat Indonesia semakin sadar dengan membawa bekal dari rumah. Walaupun memang harus mau menyediakan waktu untuk masak, tapi kalo untuk kebaikan sendiri masa nggak mau? Apalah arti murah dan praktis kalo justru kesehatan kita yang jadi taruhannya. Percuma saja murah kalo malah bikin kita sakit, pengeluaran yang dibutuhkan bahkan akan lebih besar. Makanya, yuk kita bawa bekal sendiri. Dengan bawa bekal kita bisa menghemat pengeluaran, selain itu masakannya sudah pasti terjamin sehat dan higienis. Bekal juga pasti terasa lebih nikmat. Baik nikmat di perut ataupun di kantong. Karena ada bumbu spesial bernama cinta didalamnya! Selamat hari membawa bekal peeps!

bukan bekal hari ini (edited by vscocam)


Okaaay...met malam peeps saya harus bobok karena besok kuliah pagi hu ha. See you on next post! Mwah. Selamat tidur, good night, gute nacht, oyasuminasai, jaljayo! ^^ :3

Minggu, 27 Maret 2016

Dodolan

Salah satu resolusi saya setelah duduk di bangku perkuliahan adalah melanjutkan kembali usaha kue yang saya awali pada pertengahan puasa tahun 2015. Tapi resolusi tersebut ujung-ujungnya hanya menjadi wacana. Sampai seorang teman, kebetulan juga salah satu pelanggan, menanyakan apakah saya masih berjualan atau tidak.

Sebagai mahasiswa ala-ala yang masih menjalani transisi dari SMA ke kuliah maka saya memutuskan untuk beradaptasi dan menunda untuk kembali berjualan. Banyak pertimbangan kenapa saya belum mau melanjutkan berjualan. Salah satunya saya masih beradaptasi untuk mengatur waktu antara kuliah, nugas, dan...stalkingin Bigbang, iKon dan jejeran artis YG Ent lainnya. Iya, tau...sabar aja ya. Namanya juga Kpoper anyaran. Jadi hasrat fangirlingannya masih menggebu-gebu. Kalo kaya di buku Komunikasi Antar Persona (KAP) saya sih masih dalam berada dalam fase culture shock--terhadap budaya kpop dan artis YG Ent yang....ampun deh swag banget--yang pertama, yaitu fase honeymoon. (Alhamdulillah nya) saya cuma tau (dan suka) artis YG Ent. Emang kurang penting sih...tapi...ya namanya juga hiburan. Untung aja habis gini Bigbang bakal hiatus because of TOP yang mau wamil + masa promosinya iKON udah selesai. Jadi nggak ada alasan lagi buat males belajar dan........KEMBALI BERJUALAN!

Yap betul sekali peeps akhirnya saya kembali berjualan *standing applause* *tiup terompet* *confetti berterbangan dikamar saya*. Kenapa kok responnya lebay ya? Hm...habis mah saya orangnya bukan kaya mas Gibran yang cool banget bisa "biasa aja". Hehehe. Kemarin-kemarin saya masih menumbuhkan niat dan cari timing yang pas untuk kembali berjualan. Kalo mau alasan yang lenbih keren sih, kemarin saya masih observasi pasar dulu gitu. Biar tau apa yang harus dijual, gimana mengemasnya, berapa harga jualnya, gimana cara jualnya, dan...tentu sapa target pasarnya. Saya kek dah cem wirausahawan sukses ae... yha alhamdulillah berarti waktu dapet pelajaran wirausaha selama tiga tahun di smada saya gak pernah bolos. kkk. Hati saya semakin tergerak, bukan karena melihat si doi, bukan kok bukan... (padahal dalem hati teriak iya kenceng banget) setelah liat temen-temen sudah mulai berjualan. Ada yang katering, ada yang snack-snack juga...even karena mereka bagian dari dana usaha (danus) HUTKOM, tapi...gak ada jualan tugas kok. Tenang aja. Masih aman.

Sehubungan dengan HUTKOM--yang punya tujuh rangkaian acara--kemarin sudah terselenggara dua acara yaitu Commchar dan Commosphere. Saya sendiri sih tergabung dalam Commnite. Nah kemarin tuh Commosphere--acara seminar + lomba buat degem-degem alias dede gemes--memperbolehkan danus acara HUTKOM yang lain untuk buka stan di acara mereka. Meskipun bukan bagian danus tapi karena jiwa dodolan ini kembali muncul...akhirnya saya memutuskan untuk ikut memberikan jualan saya di stan Commnite. Yay.

Kue yang saya jual masih sama kaya yang dulu, macaroni schottel. Risoles mayo nya gimana? Nantilah...pasti risoles mayo juga akan turut meramaikan jualan saya di Commers hehe. Kemarin pagi setengah enam udah ribet sendiri mau bikin macaroni schottel. Sempet lupa diawal-awal bikin....kaya yang.... duh, namaku sapa ya? ngapain aku masak? Eh nggak bukan gitu kok peeps....saya lupa dan bingung how to handle, what to do first, how to make this two hand can handle two different things... Semacam gitu deh. Belum lagi gas untuk oven yang ternyata udah habis. Hahahaha saya pengen ketawa aja rasanya. Padahal saya udah diburu waktu. Akhirnya setelah menenangkan diri dan berusaha no gupuh dan sedikit bantuan dari Ibu............................jajanggg.................. 33 macaroni schottel siap untuk dijual.

Alhamdulillah awal dateng, baru aja mau nyiapin di stan langsung meriahhh deh. Pecah banget seketika diserbu mba-mba dan manteman Commers yang tjantik jelita. Aw makasiyyy. Begitu siangan dikit, agak panik takut juga kalo 33 macaroni ini gak habis semua. Pertama, karena ada danus lainnya yang jualan. Kedua, stan Commnite juga nggak cuma ngejual makanan saya aja. Dan ketiga, saya udah janji juga untuk nggak beli dangangan saya sendiri. Pas mau masuk jam istirahat baru deh giliran mas-mas yang sudah sedikit lemas dan berusaha mencari sesuap makanan untuk perut mereka bergantian dateng ke stan kita. Waktu istirahat waktunya degem-degem yang dateng beli ke stan kita. Dan...alhamdulillah....senangnyaaa....33 macaroni schottel itu ludes semuaaa... *kipas-kipas pake duit*

with ma cancerian mate, Anggi. Ada dodolanku disitu!! :3
Waaa seneng banget rasanya. Setelah hampir setahun lupa gimana cara bikin macaroni schottel, lupa gimana harus merayu orang-orang untuk beli dagangan kita, lupa gimana harus masang mulut sales ke mereka-mereka itu....... akhirnya comeback (cem artis aja, yaudah gapapa iyain aja lah) saya dapat sambutan yang baik. Rasanya paid off. Keringat dan kegupuhan yang melanda ketika masak hilang sudah rasanya tergantikan oleh, bukan uang, tapi kepuasan. Iya yang buat saya seneng tuh bukan hanya karena sekedar, "oh saya dapet duit" tapi juga "wah...masakanku banyak suka" dan juga, karena kaya quote yang satu ini 

And also because of this quote, I will always improve my cook skill to get better.
Yaaap...insyaAllah saya akan turut 'meramaikan' dagangan commers. Semoga nanti makin banyak yang suka. Kalo urusan rasa....gak perlu khawatir kok...... Kalo buatan saya mah udah pasti enak sih, karena kan dibuatnya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Hehehe ~~~ So, get ready to crave my food! :9

Anw, saya belum me-review week 3 KAP. Hm... Yaaa sudah dulu yaaa.... Belajar duluuu.... Jangan lupa sholat, jangan lupa makan, juga jangan lupa bahagia. See you on next pos peeps :3

Rabu, 23 Maret 2016

Yakin A

Halo halo peeeps... Hari ini aku bakal cerita yaaa lumayan banyak sih. Yha you know that I try for being productive anddd...that's not as easy as I think haha. Keluar dari zona nyaman bernama "malas" itu bukan maiiin ya ternyata. Nyempetin waktu buat duduk dan ngetik disaat stalkingin iKon di instagram lebih menarik itu.....susahhh....hehehehehe

Sejak dua minggu kemarin jurusanku, Ilmu Komunikasi sedang sibuk karena ada tim akreditasi. Ya kalo aku mah apa atuh ya jadi mau akreditas juga diem kalem-kalem aja. Sampek akhirnya, minggu kemarin kating saya di hima ROCS (radio) menyuruh aku untuk menggantikan mereka siaran. JENG JENG. Mampus lo. Karena eh karena kating-kating aku pada sibuk bantuin para dosen untuk akreditasi, makaaa akhirnya angkatan 2015 aja deh yang siaran. 

Antara seneng sama bingung emang beda tipis. Pas kita lagi seneng tuh pasti sepaket sama bingung. Kaya misal waktu kita seneng di dadahin doi, eh tapi kita bingung juga mau kasih respon gimana. Ya saking senengnya melihat si doi jadi.....speechless gitu. Ya sama deh kaya waktu disuruh siaran. Pertama, jelas seneng...karena alhamdulillah diberi kepercayaan buat gantiin kating daaan akhirnya dapet kesempatan buat jadi "penyiar", ya meskipun masih beginner. Kedua, bingung....ntar ngomongnya gimana, materinya apa, bisa gak ya ntar suaranya pas sama coda lagu daaan masih banyak was-was yang menyerang hati ini. Dah macem musuh aja ya menyerang hm. Iyasih, tantangan jadi penyiar itu juga musuh lo peeps buat aku. Musuh dari rasa ketidak-percayaan-diriku. Gimana-gimana aku harus berusaha melawan rasa ketidak-percayaan-diriku itu supaya waktu siaran gak grogi. Ya kan?

Selasa kemarin waktu pertemuan ROCS kita bahas program-program baru ROCS. Secara...penyiar ROCS saat ini bakal cenderung lebih banyak diisi sama 2015, jadi perlu ada program baru dong ya. Mulai dari yang mikirin kapan jadwal siarannya, programmnya tentang apa, nama programmnya apa, daaan nentuin sapa yang bakal siaran di program apa. Nantii aku bakal share ya peeps jadwal mengudaranya ROCS di galeri FISIP UNAIR beserta program-programmnya. Yeaaa, brace yourself sobat campus, ROCS is coming to town! Habis gitu yang nggak kalah seru...tentu dong satu yang tak boleh dan tak mungkin terlupakan oleh anak-anak muda kaya kita yaitu....foto! Dengan berbekal anggota yang tidak full team dan nebeng klub commic di ruang AV, kita foto studio ala-ala. Yaaa lumayan kan lah ya hemat budget gausah ke studio foto hoho.

taken by mas Firhad. Udah mirip kaya keluarga cemara belum?
Awalnya sih aku mah dipasangin sama temenku yang laki, tapi karena dia ada kegiatan commchar...akhirnya partnerku berubah deh. Aku siaran bareng temen yang namanya hampir sama kaya namaku, Anin. Bayangin deh gimana jadinya ntar kalo kita siaran manggilnya sama-sama "eh nin" "nin" "nin"...yang dengerin ribet sendiri :''') Karena itu kita memutskan untuk ngomongnya gantian ajaaa. Kita berdua kebagian program Infopedia. Di program ini, selama 45 menit kita bakal muterin lagu-lagu enak plus........info-info seru dan menarik buat sobat campus. Gitcuuu. Kemarin, kita berdua ya cari materi, ya latian buat siaran sampek berjam-jam. Lah gimana...latian buat opening aja udah ngabisin waktu 30 menit  sendiri hu ha hu ha :'''' yha gapapa...namanya juga masih pemula. Ntar kalo aku dah pro mah langsung cus aja ya hehehe

Today is D-Day! Wuaaa...awal waktu di briefing jam 9 tadi sih biasa aja. Belum kerasa nervousnya. Waktu pembukaan, setelah tim asesor dateng, mereka disambut CommChoir yang suaranya yahud banget. CommChoir yang diiringi oleh mba Grace dan Dina sebagai dirigen membawakan dua lagu yaitu, Surabaya dan Makin Cinta punyanya Vina Panduwinata. Setiap alunan itu bikin hati adem dan bawaannya tidur. Tapi sayang gak mugkin dong karena timingnya nggak tepat. Masa ada asesor tidur peeps? 

Setelah selesai pembukaan langsung deh cus anggota ROCS yang jaga ke lab radio. Yaampun ya kita tuh udah di lab sejak dari jam stenga sebelas dan asesor baru ketempat kita jam dua lebih :''' yhaaa, nggak jauh beda kaya nungguin orang lahiran ya mba mas :' kebayang gak betapa gabutnya kami berenam. Mutar muter gajelas. Nyiapin labnya, makan, main-main yagitude. Tapi kalo aku sama Anin ya jelas kita mah latian haha. Aku aja saking "amatirnya" script itu aku tulis lengkap sampek titik komanya. Takut salah kak.-. Tapi kemudian........lab ROCS diserang oleh.........mas Tian. Alumni commers yang juga penyiar di salah satu radio ternama. Wiiiii kita yang angkatan 2015 berasa kaya dapet tutor privat dari si mas Tian. Dia gak segan-segan buat ngajari gimana sih supaya siaran tuh lebih asyik, nggak kaku, nyontohin opening, closing mulai dari yang biasa aja sampek yang nggak biasa, terus juga gimana kita tuh bisa ngobrol karena yang siaran dua orang. Karena semua itu butuh latihan, alhasil aku dan Anin latihan siaran sambil ngobrol berdua dan mas Tian yang kasih koreksi.... hmmm... Ini seneng banget sumpah gaboong. Kapan lagi gitu dapet tutor gratis? Ye kan? 

Sebelum kita siaran aku sama Anin pada ngelakuin pemanasan ngomong A I U E O sampek mukanya jelek kkk.... Itulo kaya yang dilakuin BI sama Bobby di mobil waktu pemanasan di ep 2 or 3 (aku lupa) Mix&Match pas mau audisi Show Me The Money 3.  

wajahku sama wajah Anin ya kira-kira jadi kaya beginilah
Begitu detik-detik menjelang mau siaran....omigod dag dig dug belalang kuncup. Telapak tangan seketika keringat dingin. Padahal tadi waktu briefing masih biasa aja.... Nervousnya datengnya telah deh :'''' Tapi alhamdulillah aku dan Anin yaaa......bisa dibilang cukup sukseslah di siaran perdana kita. Setelah selesai siaran rasanya tuh kok....kaya nagih ya....haha. Emang bener menjadi pro itu juga karena telah terbiasa, ya salah satunya melalui latian.

selesai siaran perdana infopedia!
Semoga, ROCS bisa terus mengudara di FISIP Unair. Semoga, sobat campus tetap setia dengerin ROCS. Karenaaa....akan ada banyak program-program baru yang seru, dan pastinya....lagu-lagu yang kita puterin bisa jadi moodbooster buat sobat campus. Dan terakhir.....yang tidak boleh terlewatkan.... Semoga prodi tercintaku, Ilmu Komunikasi Unair bisa mendapatkan nilai akreditasi A! Aamiin.

KOMUNIKASI??? 
YAKIN A!!!

Kayyhhh....bye bye. See you on next post peeps. Promise that I'll be back with more interesthing thing. Next post kayanya aku bakal bahas program-program baru di ROCS. Yay! Much love peeps :3 ^^

ps: and for someone who waved to me this morning, you look good today in black :)

Kamis, 31 Desember 2015

Denting Pergantian Waktu

Tiga jam menuju pergantian tahun.

Seperti sudah menjadi rutinitas untuk menulis catatan penutup tahun, malam ini tidak absen untuk menulis review selama setahun. Satu mangkuk sup kacang merah buatan Ibu baru saja selesai kusantap. Sedikit meninggalkan sisa di bibir karena lemak tapi tak apa karena rasanya yang nikmat. Sama persis dengan tahun 2015 ini. Begitu banyak cerita yang (jika bisa) kusimpan dalam dompetku. Sehingga tiap aku bosan setidaknya aku tahu 2015ku memiliki banyak kenangan.

Pergantian tahun baru kali ini sepi, sunyi masih tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimalam pergantian tahun dua tahun yang lalu Tokyo bak sebuah kota mati. Jauh dari hiruk pikuk, tidak ada kembang api. Benar-benar diluar ekspetasi. Aku pikir Tokyo akan bertabur kembang api, tetapi ternyata Tokyo justru bertabur doa. Ya, warga Tokyo memang merayakan tahun baru mereka dengan beribadah ke kuil. Dan kami berempat, bapak ibu mas aku hanya meringkuk dalam kamar menghangatkan tubuh. Setahun lalu pergantian tahun aku lewati bertiga bersama bapak dan ibu dirumah Surabaya. Bertiga kami habiskan malam dengan menonton film dan makan-makan cantik. Dan malam ini, di malam pergantian tahun baru 2016 aku hanya berdua dengan Ibu dirumah. Sedangkan bapak dan mas tetap berada di Jakarta. Ah... 

Kesunyian makin menjadi-jadi karena UAS take home bahasa indonesia dan TPI telah menanti. Menggoda kami para mahasiswa ilmu komunikasi merengek-rengek minta dinodai. Terimakasih kepada dosen-dosen kami yang sangat perhatian. Karena lebih mulia pergantian tahun diisi dengan mengerjakan tugas daripada menggalau urusan pacaran. Meskipun pada akhirnya saya berhenti dan berakhir menulis post ini. Tidak apa-apa, karena seperti jingle BSK 2015
hei arek-arek sangar komunikasi. ayo semangat dan tak usah bersedih
365 hari terakhir banyak hal terjadi. Kesedihan dan kegalauan ala-ala remaja mengawali enam bulan pertama 2015. Tapi saat ini terbayar sudah. Alhamdulillah kebahagiaan dan kenikmataan telah dikaruanikan oleh Allah. Tak terhitung jutaan uraian air mata dan gelak tawa yang turut menjadi pendamping di setiap peristiwa.

Bagaimana peristiwa Februari lalu membuat hati ini semakin mantap untuk menerima kenyataan. Bertahan untuk seseorang yang tidak memiliki perasaan yang sama bukanlah hal yang tepat. Hanya buang-buang dan menguras tenaga serta pikiran. Tetapi terimakasih tetap kuucapkan. Terimakasih karena telah mengajarkanku untuk beradu dengan logika dan perasaan selama dua tahun belakangan. Hingga membuat hatiku kuat seperti sekarang. Ketika logika sudah termakan dan dibutakan oleh berbagai alasan untuk tidak mengikhlaskan seseorang, perasaanlah yang harus mulai berjalan. Coba berpikir kembali dengan perasaan seberapa pantas seseorang perlu untuk diperjuangkan. Butuh alasan yang tepat dan sejalan menurut logika serta perasaan mengapa kita harus bertahan.

Urusan masa depan juga tidak kalah seru. Perjuangan mencapai masa depan yang dilalui selama berbulan-bulan. Seabrek ujian dilewati untuk kelulusan. Yay, aku lulus SMA! Tapi...tidak berhenti disitu teman. Bagaimana perjalanan panjang untuk mendapatkan bangku di perkuliahan. Diterjang ujian masuk perguruan tinggi dan ujian kehidupan. Membuat kondisi hati ini semakin fluktuatif. Tak kalah hebat dari guncangan yang kurasakan pada saat aku menaiki rollercoaster. Bahkan bila mungkin meledak sudah semuanya. Bulan mei hingga juli makan tidur tidak lagi menjadi hal yang mengasyikkan. Hingga akhirnya pecah pengumuman. Akhirnya tak sia-sia tiap malam aku bergumul dengan tumpukan soal-soal. Sekali lagi, terimakasih ya Allah :)

Dan enam bulan terakhir Allah memberiku sebuah keluarga baru. Teman/mas/mbak/pak/bu commers unair. Ya, kencan dengan soal-soal SBMPTN selama berbulan-bulan mengantarkanku ke jurusan idaman. Jurusan yang kuinginkan sejak duduk di awal bangku SMA. Disaat aku berserah apapun jurusan yang nanti akan kudapatkan, ternyata Allah percaya bahwa aku pantas dan mampu untuk menjalani kuliahku disini. Awal perkuliahan aku mengalami gegar budaya. Rindu SMA, rindu teman, bingung apa yang harus kulakukan. Melihat banyak teman telah meniti karier membuatku hatiku bercampur aduk tidak karuan. Bercerita menjadi obat bagi pelipur lara. Bukan satu dua, tapi hampir semua sahabat, teman dekat, dan orang tua aku ceritakan mengenai kegundahan ini. Satu lagi yang bakal tidak terlupakan di awal perkuliahan. Peristiwa yang masih membekas hingga diujung tahun, Baur Sedalu Komunikasi (BSK). Sebuah acara ospek jurusan milik ilmu komnuikasi unair. Masih kangeeen. Masa-masa perkuliahan yang indah sebelum negara api menyerang, ups, maaf maksudku oleh setumpuk tugas. Tapi selalu kuingat ketika Allah telah membayar semua peluh dan tangisku akhirnya Allah memberi jurusan yang kuinginkan. Dan itu artinya aku harus yakin bahwa aku mampu. Kurangi mengeluh dan banyak-banyak bersyukur serta menikmati karena masih diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Alhamdulillah :)

Tahun 2015 juga menjadi lebih berwarna setelah aku tercebur dalam dunia Korea. Aku jatuh cinta dengan YG artist. Bigbang, ikon, winner, akdong musician, epik high...semuanya! Menikmati cuplikan konser dari dunia maya sudah lebih dari cukup buatku. Menonton variety show yang mereka bintangi, running man, happy together, dan bahkan show me the money! Selama ini nggak pernah suka sama lagu genre rap hingga akhirnya jatuh hati dengan lagu milik Mino Winner ft Taeyang Bigbang - Fear pada semifinal show me the money (SMTM) 4. Kemudian jatuh cinta dengan Climax dari Team B (yang saat ini bernama iKon) yang dibawakan pada saat Who Is Next (WIN) era. Terimakasih papa Yang Hyang Suk yang mengawali tahun dengan comeback Bigbang dan mengakhiri tahun dengan debut iKon. 2015ku menjadi lebih menyenangkan! Bigbang dan iKon menjadi penyemangat saat suntuk datang didera oleh abjad yang tersusun rapi di buku Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar milik Deddy Mulyana.  κ°μ‚¬ν•©λ‹ˆλ‹€ 였빠

Terimakasih kepada bapak ibu yang tak pernah berhenti mendoakan Nindi. Yang selalu memberi semangat untuk dapat melewati naik turunnya kehidupan. Yang selalu memberi saran tentang manis pahitnya kehidupan percintaan. Terimakasih telah hadir dalam setiap bagian hidup Nindi. Terimakasih untuk seseorang yang telah membuat hati saya kuat seperti sekarang. Terimakasih teman-teman SMA, semoga kalian sukses di dunia perkuliahan. Terimakasih haha and the gengs, astrid, dea, reva, ridwan, ona, satria...meskipun kuliah kita beda-beda kota semoga kita tetap bisa selalu dukung satu sama lain. Terimakasih telah selalu menyediakan tempat untuk mendengarkan curhatan Nindi (yang kadang kurang penting) terutama saat Nindi belum mendapatkan bangku di perkuliahan. Terimakasih keluarga baruku commers 2015 dan mbak mas commers juga. Kita memang sangar. Tahun baru sama tugas pun juga tetap kuat. Meskipun kadang grup kelewat rame dan bikin notif jebol, cuma baca chat grup aja bisa ketawa-ketiwi. Meme-meme yang bertaburan apalagi...MANTAP! (kemudian masukin memenya Bli). Terimakasih Bigbang dan iKon yang tidak pernah gagal membuat saya kegirangan tidak karuan. Nindi jadi lebih banyak tersenyum tahun ini juga karena kalian. Terimakasih juga kepada seorang teman yang diakhir bulan telah mengingatkan
'...Semangat kuliahnya yang pinter'.
Dan...terimakasih yaAllah masih memberikanku nafas. Terimakasih atas sejuta pengalaman yang menjadi pelajaran berharga di tahun 2015. Jadi...terimakasih 2015. 

Tak terasa 2016 akan datang satu jam lagi. Semoga kehangatan selalu menyertai malam kalian peeps. Sampai jumpa lagi di 2016 ^^ Much love :3

Selasa, 01 Desember 2015

Yay December

Decemberrr is coming to townnn ~~~ (backsound: anthem by ikon). Yay yay yay! bentar lagi ganti taun. Nggak kerasa ya cepet banget.

Anw, sebenernya saya tuh pengen cerita tentang lima hari yang lalu. Agak telat sih emang ya. Semoga belum basi dan masih hangat hehe. Mending terlambat daripada nggak sama sekali kan hehehe. 

Key, Kamis 26 November 2015

Ruang dan Sastra vol 3. Acara tahunan ilmu komunikasi unair yang tahun ini udah berjalan ke tiga kalinya. Daaan tema ruang sastra kali ini adalah hujan. Siapa sih yang nggak suka hujan? Secara gitu surabaya panas bet, pasti rindu dinginnya hujan kan. Jujur aja sih emang di Surabaya tuh hujannya masih labil gitu. Dateng pergi. Apalagi daerah rumahku--kenjeran--tempat paling kece se-Surabaya (whatever you may say but I love this place kkk) jaranggg banget hujan. Udah mendung gitu kan, eeh ternyata hujannya nggak jadi. Berasa semakin di php aja gitu sama hujan. Karena itu untuk dengan hujan sebagai tema ruang sastra tahun ini, kita bisa merasakan kerinduan kita sama hujan (ini kesimpulan aku buat sendiri :)))

Secara pribadi sih...hujan itu buat refleksi diri menurutku. Kita jadi inget hal-hal yang bikin kita seneng bahkan yang sedih. Kita melihat ke belakang, apa yang kita rindukan, apa yang sebenarnya ada di benak kita. Semua terluap ketika menikmati hujan. Melihat setiap tetes yang jatuh di sudut jendela. Aroma khas yang menenangkan dikala hujan, petrichor. Kombinasi yang semakin pas bila ditemani dengan secangkir minuman hangat. Karena bukan penikmat kopi, susu coklat boleh juga. 

Namanya aja ruang sastra, artinya di acara ini kita bisa menikmati setiap karya sastra bertemakan hujan dari commers (sebutan mahasiswa ilkom ua) ataupun umum. Kebetulan kemarin aku tampil baca puisi dua kali. Asli deh aku nggak pernah baca puisi, cuma suka nulis aja. Dan nulisnya tuh iseng banget. Lagi duduk depan laptop, terus cek hp karena banyak kating yang promosi ruang sastra pengen deh ikut bantuin promosi ruang sastra juga. Dengan niat mau bikin status untuk promosi...eh malah bablas jadi puisi. Yaudah karena mumpung lagi encer aku selesain deh tuh puisi, terus cus kirim ke panitia. Sebenernya nggak terlalu ngarep juga untuk bisa ditampilin...eeh tapi alhamdulillah ternyata kepilih. Soalnya tuh banyak temen-temen yang kalo bikin dan baca puisi lebih hacep.

Sebagai orang yang mudah tersentuh (bukan gembeng plz, tolong bedakan) sama yang berhubungan dengan keluarga akhirnya aku nulis deh puisi tentang bapak ibukku. Feelnya makin dapet karena waktu bikin puisi emang lagi kangen huhu. Penampilan yang satunya lagi aku collab musikalisasi puisi sama temen-temen aku commers 15. Yewla jadi baper gyet sama puisi mereka yang tentang orang berpisah gitu. Mungkin...eh nggak jadi deh. Gausah hehe.

Sebelum acara aku pulang dulu, mau mandi. Bcs of surabaya yang panas dan bikin badan aku lengket gak enak juga kalo dari pagi sampek sore nggak mandi kan haha :''' Terus hati tuh rasanya badump badump karena aku tampil jadi pembuka. Aku sampek suruh temen-temen aku buat nemenin semangatin aku (kaya orang mau final indonesian idol aja haha :') habis malu aku...udah gak pernah baca puisi, sekalinya baca puisi jederrr...yang nonton banyak (ya gak banyak2 banget juga sih.-.)

Pulang ruang sastra nggak bisa berhenti senyum hehe. There's something happen that night. Yang bikin goosebump nggak karuan. Kaya udah mau copot keluar aja ini hati (eh hati apa jantung ya?.-.) Padahal sederhana, padahal semua orang juga bisa kaya gitu...tapi...kenapa dag dig dug yah? Apa mungkin lagi ada konser dangdut disana? Ehm, kurang paham juga. Sih yang pasti saya juga heran kenapa 'hal' itu buat saya badump badump senyam senyum dari jalan pulang ke mobil, di mobil pasang safetybelt senyum lagi, masuk rumah senyum lagi, mau tidur senyum lagi (lama-lama gila gue :''') Oh mungkin inikah yang dinamakan senam wajah?.-. Kan gitu...salah satu bagian senam wajah kan senyam senyum... Ya gapapa sih biar awet muda gitu peeps...hehe. Tapi...no baper lah yha. Mungkin ini semua masih kesimpulan saya aja. Fakta yang sebenarnya belum terungkap. Yha mari kita ungkap fakta lengkapnya hanya di...silet. 

Terus sekarang jadi mikir, kayanya ujian terberat itu bukan ujian PIK tapi...ujian hidup. Yang dikasih sama empuNya kehidupan. Pas lagi mau fokus UAS gini ada aja gitu pikiran yang sliwer... Hu ha... kudu tetep fokus pokoknya yaw. Doakan aku peeps tanggal 28 aku baru ujian. Uwww sedih sebenernya, disaat gengzku dah balik ke Surabaya semua akunya malah baru mulai ujian :''' Yha...disyukuri aja deh.

Semoga nindi tetap fokus, semangat UAS, tapi pikirian nyliwer (bahasa apa ini-_-) dikit ya boleh lah ya :''' sebagai penyeimbang. Terus janji bakal produktif untuk ngeblog. Sapatau nanti ada penerbit yang mau jadiin buku. Hehehe. Ngarep boleh dong peeps, kan semua hal kecil berawal dari mimpi yang besar  ^^ 

Mwahhh, love you peeps. Goodnight and sweetdreams ^^

Oya peeps, aku bakal kasih puisi pembukaku di ruang sastra. Check it out peeps...enjoy

HANGAT

Apa yang paling dirindukan saat hujan?
Bukan kesedihan, apalagi kenangan tentang mantan
Bukan

Tapi kehangatan dalam ruamhlah yang kurindukan
Bahkan, secangkir kopi pun tak lebih menghangatkan

Apalagi yang ingin aku dapatkan?
Selain duduk bersama dalam lingkaran, berbagi canda tawa dan pengalaman
Sembari menikmati hujan, bersama mereka aku hangat dalam perlukan

Aku tau jarak bukan jadi alasan
Apalagi artinya fisik yang berdekatan bila hatinya berjauhan
Karena meskipun berjauhan kami selalu saling mendoakan

Kali ini, aku memohon dalam hujan
Untuk seseorang yang telah bekerja nunjang palang
Untuk seseorang yang selalu memberiku kedamaian
Yang kepulangannya selalu ku tunggu di pintu gerbang
Tolong, jaga bapak ibuku...Tuhan
by: nindita alrikip

Rabu, 22 Juli 2015

Comeback (part 3 : Rejeki Anak Soleh)

I wish that many good things happen in this July. Since this month is very special to me. I pray to Allah, I pray so He can give me an early Ied and birthday gift. Yang saya maksud gift disini adalah hasil SBMPTN yang bakal keluar tanggal 9 Juli 2015. Enam hari selang pengumuman yaitu tanggal 17 Juli adalah hari Lebaran kemudian lima hari setelah Lebaran adalah hari ulangtahun saya. Jadi...saya ingin bulan Juli tahun ini...dapat membawa kebahagian untuk saya :'''
Saya selalu yakin dan percaya bahwa Allah is the best planner. Allah knows better than us. He already plan something beautiful than we wanted. No matter how struggle it is, if you keep to work and put your faith on Him, one day it'd be paid off. 
Tanggal 9 bulan-bulan sebelumnya semua terasa begitu cepat. Tapi beda dengan tanggal 9 Juli. Dia datang begitu lambat. Saking lambatnya saya harus berusaha untuk tetap tenang dan siap menghadapi apapun hasilnya nanti. Karena hasil itulah yang terbaik dari Allah. Sebelumnya saya terlalu ngatur, saya berdoa agar dapat diterima di Ilmu Komunikasi Unair melalui jalur undangan (re: SNMPTN). Tapi sebagai makhluk Allah yang kecil rasanya tidak pantas bagi saya untuk menuntut Dia kembali. Sehingga saya berdoa agar Allah beri saya jurusan yang terbaik. Saya juga telah menata hati apabila Allah memilihkan saya untuk berada di pilihan pertama, kedua maupun pilihan ketiga.

Hari-hari saya lalui dengan beribadah memohon ampun padaNya. Cemas. Semakin cemas ketika hari itu akan tiba. Siang 9 Juli 2015 saya berusaha untuk boci, iya boci biar saya tenang. Tapi nyatanya baru satu jam saya sudah kebangun. Saya langsung mandi dan sholat ashar. Karena kecemasan saya belum juga berhenti dan malah tangan dan kaki saya keringat dingin saya pun berusaha menenangkan diri dengan membaca Qur'an. Karena saya percaya bahwa membaca Qur'an dapat mengurangi rasa kegelisahan dan kegundahan hati.

Lima belas menit sebelum pukul 17.00 WIB saya telah duduk didepan laptop dan dag dig dug ser melihat countingdown di website resmi SBMPTN. Nunggu hasil SBMPTN keluar tuh kaya nunggu orang lahiran :''' keringet dingin di tangan kaki cemas dada rasanya badump badump asli nggak karuan. Apalagi setelah pukul 17.00 web nya ramai sehingga nggak bisa dibuka :''' makin badump badump lah saya. Setengah jam saya galau karena belum bisa login. Sedangkan beberapa teman bahkan telah menginfokan bahwa mereka diterima. Muter-muter nggak jelas beneran kaya nunggu orang lairan :''' Karena lelah saya minta tolong seorang teman untuk melihat hasil saya. Dan sembari menunggu saya memutuskan untuk sholat maghrib terlebih dahulu setelah berbuka puasa. 

Memang benar, sholat membawa keajaiban. Terserah deh kalo mau bilang saya alay. Tapi setelah sholat teman saya membalas dan mengatakan saya diterima. Syukur Alhamdulillah. Saya langsung sujud syukur, teriak dan nangis karena saking senengnya. Saya langsung memanggil dan memeluk ibu saya. Satu kalimat yang saya ucapkan adalah "Terimakasih Ibu". I don't have any words to say. Jadi saya cuma bisa bilang terimakasih. Rasanya senang , terharu campur aduk :''' Akhirnya setelah beberapa bulan mengalami struggle Allah kasih hadiah yang baik buat saya. Diterima di Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga merupakan kado lebaran dan ulangtahun terindah buat saya selama 18 tahun terakhir. Saya juga ingin buat orangtua saya bangga dengan saya.

Nggak cuma itu, bulan Juli ini Allah banyak banget kasih rejeki ke saya. Dan...bener-bener kalo kata anak sekarang sih rejeki anak soleh. 
Rejeki anak soleh nggak akan dateng dengan sendirinya. Tetapi rejeki anak soleh itu harus diusahakan. Karena Allah will give what you've done.
Anw, Happy 18th ^^ May Allah always bless me in every way. Aamiin.

See you on next post! :D