Kamis, 20 November 2014

Going the Extra Miles

Sudah lama aku tak bersua dengan hal tulis menulis, terlebih untuk menuangkannya kedalam media sosial. Yang mana itu sama artinya aku menceritakan tentang aku, kehidupanku, pemikiranku untuk dapat dibagikan, diketahui oleh khalayak luas. Kupaksakan mataku, jemariku untuk dapat menatap layar monitor dan berjalan di keyboard demi "mencurahkan" apa yang ada dalam diriku kini. Bukan aku tak terbiasa lagi berhadapan dengan layar monitor dalam waktu yang lama. Namun, masih banyak hal yang harus aku selesaikan terlebih dahulu.

Sebenarnya aku risau dalam beberapa minggu terakhir, begitu banyak pundi-pundi hal yang sedikit membebani aku--baik fisik maupun mental. Aku tak ingin begitu terlalu terbawa arus, tapi apadaya semua ini telah berhasil membuatku meracau dan gundah gulana. Emosiku mulai sedikit tidak terkontrol bila menghadapi sesuatu yang tak aku harapkan. Membuat orang disekelilingku sedikit panik dan kebingungan melihat aku yang terlalu cemas. Maaf, aku benar-benar seorang overthinker yang tidak dapat melepaskan masalah yang datang pada dirinya begitu saja. Walaupun aku tahu bahwa memikirkan hal yang telah terjadi tidak ada gunanya sama sekali, yang perlu kita lakukan adalah bagaimana mencari jalan keluar akibat yang timbul dari permasalahan tersebut. Tak perlu orang tahu apa yang sekiranya membuatku menjadi gundah, biar aku sajalah yang tahu. 

Dan kini aku sedang dalam tahap memulihkan diriku sendiri agar dapat menjalani kehidupanku selanjutnya. Ya karena satu-satunya orang yang mampu membawa kita berubah adalah diri kita sendiri. Banyak cara yang kutempuh, salah satunya adalah dengan menuliskan ini dan kubagi dengan mereka-mereka yang (mungkin) membaca blogku. Selain dengan memberi semangat pada diriku sendiri seperti apa yang biasa aku lakukan (baca disini), minimal akan ada kata amin amin amin yang terucap diakhir bagian membaca post ini. Tapi yang terutama adalah mengingatkan pada diriku sendiri untuk selalu sabar sabar dan sabar. Tak boleh ada kata lelah dalam bersabar, karena aku percaya bahwa manisnya penantian akan kuicip dimasa datang. Baru pagi tadi aku membaca lagi novel karya Ahmad Fuadi yaitu Ranah 3 Warna yang merupakan trilogi dari Negeri 5 Menara. Sungguh novel tersebut memiliki magnet yang kuat terhadapku, selalu...trilogi tersebut tidak pernah gagal membuatku kembali memompa semangatku. Mantra man shabara zhafira seolah mencambuk aku yang sekarang. Ya, aku kurang bersabar. Aku hanya mengeluh tidak terima akan apa hal yang aku inginkan tidak terjadi dan mengeluh akan hal yang seharusnya tak boleh terjadi. Aku harus berubah!

Sempat tersandung karena UTS bukan berarti menyurutkan semangatku dalam menimba ilmu, ini justru peringatan keras bagiku untuk going the extra miles--melebihkan usaha diatas usaha orang lain. Ya, UAS akan datang di dua minggu kedepan, dan UNAS akan berlangsung dalam hitungan bulan. Sungguh waktu begitu sangat cepat berlalu. Dan itu artinya aku harus--sangat sangat harus--belajar dengan keras. Aku harus merubah pola tidurku yang kini mulai kembali seperti anak bayi yang telah terlelap dengan mudahnya di pukul 9. Memang, tak baik jika hanya tidur dalam waktu 3-4 jam saja. Tapi memang ini yang harus dilakukan, melebih usaha diatas usaha orang lain. Belajar setiap saat setiap waktu dengan dan memperbanyak mengerjakan soal-soal latihan. Mengurangi frekuensi bermain gadget dengan menyembunyikan icon media sosial (walaupun pada akhirnya tetap kubuka untuk melepas penat) dan juga...mengurangi frekuensi untuk mengikuti perkembangan Liga Spanyol yang semakin menarik dengan prestasi Real Madrid yang gemilang, gol-gol Ronaldo disetiap laga dan bahkan penampilan Kroos yang memukau, pun dengan Bayern Muenchen serta Neuer yang begitu menggoda serta jalannya kualifikasi Piala Eropa. Semua itu harus kutinggalkan sejenak demi...demi pencapaian nilai UAS, Usek dan UNAS yang maksimal, sehingga mudah bagiku untuk dapat diterima jalur undangan di Universitas Airlangga. 

Tak ada paksaan, tak ada lelah, tak ada kata mengeluh, semua harus dijalani dengan rasa ikhlas. Niat untuk menimba ilmu dan membanggakan orang tua. Selain itu kerja keras tersebut tak lupa diimbangi dengan perbanyak sholat dan dzikir. Belakangan ini aku telah berusaha untuk dapat menunaikan sholat malam ketika tiba-tiba terbangun, lalu kulanjutkan dengan belajar hingga subuh. Semoga Allah meidhoi dan mampu melihat upaya kerja kerasku dalam meraih segala impianku. Amin.


Senin, 01 September 2014

It's a must

Today it'll be the first rough day, rough week and rough month in order to achieve what we dreamed. I know that it's always feel hard in the beginning but--just like my post title--it's a must. Because you gotta work hard to make your dream that you wish come true. Because it's already a midnight (again), then I'll type this post quickly. As you already know if I must wake up and go to school in few hours later. Hehehe. I just finished my task. Hu ha hu ha.

Why I call today is a rough day? Hm ya because this week is the first exam week!!! Although it's just a lil exam but I promise myself since I turned into 17th (YES DUDE I'M ALREADY 17! AND I SWEAR THAT I'M GONNA TELL YOU ALL ON MY NEXT POST. Just wait me until I get next free time) if I'll do anything as best as I can do to make my score higher than the last semester. This 5th semester will be the last fight for makes me easier in order to reach my dream college university.  So many things should be clear well from now on even the lil part. Task and exam will be continue until April 2015. Because national exam is about less than one year. There's no word lazy again for me. I don't know why time flies so really really fast. But...put much work and pray to through these rough and exhaust time. Just enjoy it! Because in the end we will get what we want.

As I told you if this would be a first exam week on my 12th grade, lately I know--after stalked one of his friend--if he--someone that I shouldn't tell you whom--also will have a long trip--maybe for one month--during his last semester. Yea, we will graduate on the same year. Last time I have chat with him is when Ied Mubarak. You know because I'm a good girl and realized that I'm 5 years younger than him so  I cut my shame side to ask an apologize by chat him first. People will never know how my heart goes was. It's really brings me up and down when I was waiting for his answer. I'm a rollercoaster. Hahahaha -_-

Well, goodluck for us then. Goodluck for my exam and I wish you a great journey.

May Allah always bless us in every single step that we make in order to make our dreams come true. Then we will show the world and make our family proud of having us. Amin.

It's about 1a.m
good night peeps... sleep tight and sweet dreams :)

Rabu, 16 Juli 2014

AHA!

Buat fans Jerman...pasti tau deh kalo yang satu ini jargonnya Polski banget heheu. World Cup memang sudah berakhir beberapa hari yang lalu. Tapi euforia kemenangan atas Jerman terhadap Argentina masih tetap terasa. Pun itu juga yang saya rasakan hehe.

DEUTSCHLAND IST WELTMEISTER! 

Seneeeng banget Jerman menang. As I told you in my last post, Jerman adalah jagoan saya sejak kecil. Mungkin sekitar tahun 2002an. Padahal saya masih umur 5th tapi tontonannya sepak bola :' Terus waktu sudah SD jadi cinta sama Klose selalu inget setiap habis ngegolin pasti dia salto. Wkwk. Sejak itu setiap ada turnamen bola baik Piala Dunia ataupun Euro Cup saya pasti jagoin Jerman.

Masih inget nggak waktu di Euro Cup Jerman dikalahkan sama Itali dengan golnya Balotelli? Waktu itu saya sedang pengumuman masuk SMA. Waktu buka website terus di TV teriak gol dan yang menang bukan Jerman saya semaleman nangis sesenggukan. Nggak tau juga tuh akibat terlalu seneng karena pengumuman penerimaan SMA atau nyesek karena Jerman kalah haha. Dan masih ada sesek sesek yang lain akibat kalah sama Spanyol. Sakitnya tuhhh...ah sudahlah hehe.

Aduh speechless banget mah. Biasanya perempuan tuh ngeliat bola karena pemainnya ganteng, kalo saya sih 50-50 lah ya. Hahahaha. Jerman tuh ibarat kata paket komplit deh. Mereka punya skill yang sama rata. I mean, dalam sebuah team kalo cuma satu aja yang menonjol dan yang lainnya nggak bisa mengimbangin sama juga boong. Dan Jerman punya team yang kereeen. They do their own job well. Plusss, buat para perempuan... Jerman tuh ibarat kata hampir semua pemainnya bisa bikin melek kalo liat bola. Buat yang ngerti bola sih pasti ngeliat skillnya. Tapi tetep... pasti ada aja yang jejeritan atau gigit bibir ngeliat lahm dkk. Hayo ngakuuu...

Jerman nggak hanya menorehkan bintang ke empat atas kemenangan kali ini. Tapi Jerman juga mematahkan mitos bahwa tidak ada negara Eropa yang dapat menang di tanah Amerika Latin. Kiper Jerman--Manuel Neur meraih golden glove dengan penyelamatannya yang gemilang. Dia bukan hanya sekedar kiper, tapi juga sebagai midfielder. Ampun lah. Belum lagi aksinya kemaren dengan 'meninju' bola dalam arti sebenarnya yang sedang mampir diatas kepalanya Higuain. Jadi banyak meme bertebaran karena aksi itu, haha. Well, kemudian kemarin menjadi pertandingan Piala Dunia terakhir bagi Miroslav Klose. Dia akan selalu menjadi legendaris dengan pencapain gol terbanyak sepanjang Piala Dunia. Oh iya! Sebelum sang pencetak gol tunggal, goetze masuk--sang pelatih--joachim low mengatakan bahwa dirinya lebih baik dari messi. Akhirnya deh menang hahaha. 

Maaf masih nggak bisa move on dari kemenangannya jerman :(

Saya mau ngutip nih quotenya oezil yang ia tulis di akun facebook dan twitternya (@mesutozil1088)
don't ever let somebody tell you, you can't do something. believe in your dreams ... - Mesut Oezil ps: dikarenakan sedang dalam bulan puasa, maka saya TIDAK AKAN menyertakan fotonya. Agar menjaga keimanan sehingga tidak mengganggu proses puasa anda :) hehehe

Minggu, 13 Juli 2014

Celoteh Malam

Hi! Yesterday I just get back from my holiday. This isn't a nice trip because I just spend my day for almost 2 weeks by visiting my second home in Cibubur. But I think, it's enough for me to charge my energy and relaxing my mind. It's very a lovely place (trust me you won't go anywhere if you live in this housing). With a good weather (you know, when I come back in Surabaya I felt like I'm goin' to melt because it's too HOT!!!) sometimes after finish pray subuh I like to sit in front of my house and enjoy that moment. Take a deep breath from fresh air and everything feel much better.

Enough for the prologue. I'll go back to the topic as the title above. And also it's enough to write with english kkk.

Labil. Satu kata yang terlontarkan oleh kebanyakan orang ketika menyebutkan suatu fase dalam kehidupan setiap manusia. Remaja. Iya, dalam tahap remaja orang selalu berkata bahwa itu adalah saat dimana mereka mengalami kelabilan. Tidak akan pernah habis rasanya untuk membahas perkara remaja. Selalu ada cerita dalam fase ini.

Labil berdasrkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah goyah atau tidak mantap. Apa yang goyah dari para remaja? Banyak. Terutama masalah keyakinan, pendirian. Mengapa hal itu bisa terjadi? Iya, karena walaupun pada dasarnya setiap anak mulai belajar dari tempat pertama ia lahir dan tumbuh, yaitu; keluarga. Yang mana tidak hanya mencakup orang tua saja, melainkan juga eyang, kerabat, saudara sepupu dll. Saya yakin bahwa pada dasarnya setiap orangtua selalu mengajarkan segala sesuatu yang baik terhadap anak-anaknya. Mungkin cara mendidik setiap orangtua berbeda-beda, tapi tujuan tetap sama. Yaitu satu, menjadikan anak mereka sebagai manusia yang baik dan berguna. Selalu para orang tua berkata sesimpel itu.

Namum sayangnya seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, maka lingkup pergaulannya pun juga akan semakin bertambah luas. Orangtua tidak bisa selalu dapat memantau bagaimana perkembangan pertemanan anaknyanya disekolah. Karena anak tidak hanya bertemu dengan orang-orang baik tapi juga mereka orang-orang yang buruk. Saya tahu, bahwa semua orang sama dimata Tuhan, tidak ada yang jauh lebih baik. Tapi, kita kembali lagi sebagai manusia kita juga dapat menilai apakah orang itu membawa dampak yang baik atau buruk bagi kita. Tidak pasti dengan teman, kurangnya pengawasan terhadap media internet juga dapat merusak pribadi seorang anak.

Kelabilan yang saya maksud adalah dalam pencari jati diri. Siapa dia sesugguhnya dan apa yang menjadi minat dan bakatnya. Apa tujuannya ia hadir untuk belajar disekolah. Apa yang harus dilakukannya nanti ketika setelah lepas dari jenjang sekolah dan masih banyak hal lainnya.

Remaja biasanya adalah fase dimana anak mulai cenderung merasakan krisis kepercayaan diri, krisis perhatian, krisis pendirian, krisis keyakinan dan masih seabrek krisis-krisis yang lainnya. Dari berbagai macam hal 'kritis' itulah maka remaja mulai berusaha untuk mencari jati dirinya. Alih-alih dalam urusan mencari jati diri demi menaikan keeksistensiannya, kebanyakan remaja salah dalam memilih teman. Yang mana teman tersebut dapat membuat hidupnya jatuh ke jurang hitam. Tidak usah membicarakan hal yang terlalu besar, hal kecil seperti malas belajar adalah bibit dari itu semua. Berawal dari malas belajar, berlanjut ke senang bermain lalu berani keluar meninggalkan kelas, menjadi 'preman' dalam sekolah, kemudian keteteran hingga membuat orangtua mereka geram, setelah itu menjadi susah dalam melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Bukankah hal seperti ini dapat kita temui di beberapa sekolah? Itu hanya berasal dari satu cabang yang dilihat dari sisi pendidikan remaja apabila salah memilih teman. Belum dari segi yang lainnya.

Beruntung apabila remaja dapat berpikir kritis dan cerdas, serta selektif dalam memilih teman. Walaupun dirinya sedang dilanda oleh krisis, ia tidak sekonyong-konyong dalam mengiyakan ajakan teman yang menurut dia nantinya akan dapat membawa dampak buruk bagi dirinya. Mereka akan lebih dapat menceburkan dirinya di hal-hal yang lebih positif seperti dengan mengikuti kegiatan organisasi yang nantinya dapat berguna di masa depan, mengikuti ekstrakulikuler untuk mengasah bakatnya dan berteman dari segala macam usia agar memberinya banyak pengalaman. Wadah-wadah inilah yang nantinya akan dapat membentuk pribadi seorang anak. Karena salah satu faktor pembentuk pribadi seseorang adalah pergaulan/teman. Mereka juga dapat bertukar pikiran dengan teman-teman satu kelompoknya yang mana akan memperluas dan mengembangkan pengetahuannya serta lebih dapat berpikir kritis dan tidak menjadi orang yang apatis.

Tapi bagi saya, remaja selalu memiliki titik dimana ia merasa jenuh dan pendiriannya yang kokoh mulai sedikit labil atau goyah. Terkadang remaja bisa menjadi sosok yang sangat rapuh ketika ia dilanda sebuah masalah. Bisa saja masalah itu berkaitan dengan keluarga sehingga sangat membebani pikirannya sehingga ia yang tadinya mampu berdiri tegak menjadi sedikit gontai. Pada saat itulah remaja kembali lagi untuk mencari jati dirinya, ia juga membutuhkan 'me time' dengan melakukan hal-hal yang ia sukai. Sebenarnya bukan hanya itu saja cara dalam mengatasi masa rapuh itu, yang terpenting adalah selalu berdoa kepada Tuhan untuk diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi segala sesuatunya. Hal itu dapat membangkitkan kembali semangatnya dan menjadikan ia sebagai orang yang kuat. Terkadang kekuatan itu sendiri muncul dari keinginan untuk membahagiakan, dan membuat bangga kepada orangtuanya. Ia yang mulanya rapuh akibat diterpa masalah keluarga menjadi bangkit karena ingin melihat keluarganya dapat kembali harmonis.

Memang benar, keluarga adalah media pertama pembelajaran bagi seorang anak. Walaupun nantinya para orangtua tidak dapat 7 hari 24 jam mengawasi anaknya, tetap ada cara untuk mengatasinya agar anak tidak sampai menjadi labil. Saya disini bukan hanya sekedar menulis untuk memberikan opini saya, tapi saya juga akan berusaha untuk memberikan solusinya. Saya tahu bahwa saya belum pernah merasakan menjadi orang tua, pun saya juga belum genap berusia 17 th. Tapi inilah kacamata solusi dari saya, seorang anak SMA yang mencoba berpikir mengenai kelabilan pada remaja. 

Yang pertama dan paling utama adalah menumbuhkan rasa keimanan kepada anak. Hal itu dapat dilakukan dengan mengajaknya untuk beribadah bersama. Kemudian bagi para orangtua sebaiknya dapat membiasakan untuk bincang malam di meja makan untuk bertukar pikiran. Saya tahu tidak semua orangtua yang bekerja dapat tiba sebelum jam makan malam. Tapi itu bukan menjadi alasan, luangkanlah waktu kalian pada hari libur kerja untuk hanya sekedar menonton tv bersama dan bercerita hal apa saja yang telah dilalui dalam seminggu ini. 

Saya tahu ini sulit, setengah hidup saya pun saya tumbuh hanya bersama ibu karena bapak saya pun hampir 10 th berdinas di luar kota dan hanya dapat bertemu sebulan dua kali (atau bahkan ditinggal setahun untuk mengikuti PBB). Terbayang bagaimana beratnya tugas seorang ibu untuk dapat hadir menjadi dua figur bagi anak-anaknya. Tapi, komunikasi secara fisik bukanlah cara satu-satunya. Dengan semakin berkembangnya zaman, kita dapat lebih mudah dalam berkomunikasi. Kita dapat melakukan video call walaupun terpisahkan oleh jarak beribu-ribu mil jauhnya dan juga waktu yang tidak dapat berjalan dengan beriringan. Tanamkan kepada anak--terutama bagi para orangtua yang mungkin si ayah tidak selalu dapat stay dirumah--untuk memberi pengertian bahwa ayah tidak selalu dapat dirumah karena bekerja dan tanamkan bahwa rasa sayang, rasa peduli dan perhatian tidak hanya melalui kontak fisik. Memberi kabar dari tempat yang jauh dengan mengambil waktunya yang mungkin digunakan untuk beristirahat juga merupakan salah satu bentuk kasih sayang. 

Intinya kelabilan dapat diatasi dengan, keterbukaan. Adanya komunikasi dua arah antara orangtua dengan anak. Bukan hanya dari orangtua ke anak saja, karena jujur hal itu dapat memberatkan si anak. Dengan keterbukaan inilah maka orangtua dapat mengontrol apa yang terjadi pada anaknya. Apabila sekiranya yang dilakukan oleh anak dianggap sedikit salah maka tunjukanlah jalan keluarnya. Jangan hanya bisa melarang tanpa memberikan solusi. Contoh mudahnya adalah sebagai orangtua kita pasti sangat peduli dengan segala makanan yang masuk ke mulut anak. Maka para orangtua melarang anak untuk jajan sembarangan terlebih apabila tempatnya tidak bersih. Sebagai orangtua kita tahu bahwa makanan itu kotor dan tidak higenis. Tapi si anak sangat menginginkannya. Maka, buatkanlah makanan yang sama seperti yang dia inginkan. Karena selain lebih murah makanan tersebut juga lebih sehat.

Jangan sampai anak menjadi labil, orangtua harus dapat mengarahkannya. Memberikan solusi yang terbaik untuknya. Selalu hadir untuk mereka. Remaja sangat butuh didengarkan dan keinginan orangtua dan anak seringkali berseberangan. Maka sampaikanlah dengan cara yang baik namun tetap tegas.

Buat para remaja, saya juga seorang remaja. Bila kalian kehilangan arah, mengalami kegalauan baik dalam urusan pendidikan, pertemanan, percintaan atau apapun itu orangtua adalah sebaik-baiknya tempat untuk kalian berbagi cerita. Mungkin dengan teman akan lebih sejalan, tapi percayalah orangtua kalian lahir terlebih dulu di dunia ini. Beliau telah banyak makan asam garam. 
Orangtua akan selalu hadir untuk kalian, mendampingi kalian didalam suka maupun duka. Walaupun kalian terkadang menganggapnya tidak ada, menganggap mereka berpikiran cetek dan kuno. Percayalah mereka tidak akan pernah membawamu menuju jurang, justru orangtua lah yang akan selalu mendukungmu dan membawamu menuju puncak kemenangan.
Parents is the best supporter, the best listener, and the best advisor
Semoga post kali ini bermanfaat untuk para orangtua dan juga dapat membukakan pemikiran remaja diluar sana :)
Ps: yaaah, udah mau ganti hari lagi ini hehe. I'm sory to my body--especially for my eyes--I'm sorry if my nefron of linguistic skill usually work well at the midnight. Hehe. Anw, I've prepared these words since in the evening. Hm, 2 hours before the final match of the biggest football event--World Cup 2014! I absolutely support der Panser. I love germany team since 2002, and yes my idol when I was child is........Miroslav Klose who have passed Ronaldo's record as the player whom made most goals in world cup event with 16 goals in the match against Brazil. Wohooo! That's sooo great. I love all of them anyway, klose, oezil, mueller, neuer, schwensteiger (sorry Idk how to spell ur name well :'), kroos, hummels aaa I can't mention you one by one. But... Ich liebe die Manschaft! Good luck babesss :*

Tambahan lagi, karena saya belum punya hak pilih maka saya tidak riweuh buat pilih mana-mana hehehe. Semoga 5 th kedepan pilihan capresnya lebih mudah dipilih. Saya berharap siapapun yang nantinya akan menjadi presiden kita sebagai masyarakat dan elemen-elemen pemerintahan dapat mendukung presiden yang terpilih. Melaksanakan program yang ia telah buat dengan baik dan benar. Dan, dear pak presiden yang nantinya terpilih... semoga bisa membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju ya pak. Buatlah masyarakat Indonesia menjadi hidup sejahtera, makmur, aman dan tentram dari segala gangguan baik dari luar maupun dalam negeri. Tolong ya pak, dahulukan kepentingan rakyat. Permudahkankan kesehatan bagi masyarakat, bangun infrastruktur yang layak terutama transportasi, pikirkan mana yang lebih penting pembuatan mall dengan tempat tinggal vertikal. Kita hampir kehabisan tempat tinggal pak, lahannya semakin sempit tapi pertumbuhannya semakin cepat. Makanya galakan kembali KB yaaa pak. Oiya, jangan import bahan pangan terus-terusan kapan petani kita bisa sejahtera kalo gitu caranya? Sejahterakan anggota keluar pegawai pemerintahan/PNS dan TNI/Polri (hehehe). Dan terakhir, sebagai seorang pelajar saya berharap sekolah tetep bisa gratis ya pak.... Hehehehe :D

Should I go to sleep or wait for the final match and continue with sahur? Kkk, I think it would be so hard to my eyes for sleep. Bye bye byeee! Much love.

Minggu, 22 Juni 2014

D-30

It's d-30 and I just feel so blessed!!!
I'm so thankful for every single good and bad thing that Allah gave to me for a few times ago.

Pengambilan rapot semester ke empat sudah berlangsung dua hari yang lalu. Dan...alhamdulillah saya senang nilai rata-rata saya bisa naik. Yah, perlahan sedikit demi sedikit nilai saya alhamdulillah naik terus. Semoga di semester lima saya bisa jauh lebih fokus. Nggak cuma untuk menaikkan nilai rata-rata saya aja, tapi juga fokus untuk berlatih mengerjakan soal-soal unas (c'mon guys unas bakal kurang dari setahun ini-_-). Well well well.........doing more excercise will make you get better score. Aminnn...

People arounds me--my beloved parents, second fam, beloved friends (and maybe my enemies. haha. you know enemies can be the reason of someone to be better._.) are my spirit in doing so many things. They never stop to give me a support (especially my parents&my second fam). And they're the reason why I should do as best as I can do. I just want to make them proud of me, simple yet need work hard :) Tapi, namanya juga remaja, d-30 gitu...bohong banget kalau nggak ngomongin soal cinta (teriak cie sampek bengek heuheuheuheu). Tetep...ada seseorang dibelakang sana yang selalu bikin saya semangat dan nggak pernah putus asa buat ngraih semua citacita saya (dia cuma salah satu bagian yang ingin saya banggakan). Walaupun sih sebenernya saya juga nggak pernah secara langsung diberi semangat sama si dia baik secara verbal maupun non-verbal. Cuma...
You know, one way to get attention from our crush is be the best at being you - NNA
oke skip.
Hm...saya benerbener bersyukur bangetbanget sama Allah. Rasanya ingin terus mengucap hamdalah atas semua  yang telah Dia berikan ke saya. Tapi saya tau kok, hidup ini masih tetap berputar seperti roda atau mungkin jika digambarkan secara lebih ilmiah seperti gelombang transversal. Ada kalanya kita berada di puncak, step by step kita meraih tempat tersebut. Tapi ada kalanya juga kita mulai down dan hingga akhirnya kita berada di lembah. Selalu naik-turun. Tidak pernah tidak. Saya merasa sekarang adalah waktu saya yang sedang naiknaik ke puncak gunung. And it means, saya juga perlu berwaspada jika suatu saat nanti Allah membawa saya ke lembah tersebut. 

Belakangan ini saya yang sudah belajar jungkir walik terbayar sudah. Lumayan sedikit bisa bernafas lega. Belum lagi ditambah Allah yang sebelumnya juga ngasih saya kesenangan. I met with him again after 8 months we didn't see each other. Saya terakhir ketemu sehari sebelum ulang tahun dia di bandara (am I that too clearly? so r ry._.). Buat saya malam itu benerbener surprising banget. Saya sih nggak akan mengumbar hal apa yang buat saya...jujur, seneng sampek detik ini.
Still I call it magic, when I'm with you --  Magic by Coldplay

Dan saya juga nggak akan tibatiba terbang ke langit tujuh. Buat saya terbang ke langit tujuh itu sama aja kaya terjun bebas ketika kita dapat pahitnya. Rasa gembira yang sangat terbalas dengan rasa sakit yang sangat pula. Saya nggak mau seperti itu. Walaupun hal-hal kecil yang indah dari Allah tentang saya dan dia itu nggak bisa dipungkiri menambah keyakinan saya. Semoga dia pun juga begitu. Aamiin. Hehe. Berhubung I'm not officially 17 yet, makanya saya juga let it flow ajalah.
Cause I still believe in destiny, that you and I were meant to be -- I Still Believe by Hayden Panettiere (Ost. Cinderella III)

Sungguh, ketika kalian dapat masalah...adukan semuanya ke Allah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Baik, Allah juga Maha Merencanakan. Saya bicara seperti ini bukan karena saya mau dibilang alim atau gimana. But Allah is doing good to me. Allah kasih saya yang baikbaik pada waktu yang tepat dan menggantikan sesuatu yang lebih baik dari apa yang saya inginkan.


Last but not least,

Anw, SELAMAT LIBURAAAN! Libur tlah tiba, libur tlah tiba. HA TI KU GEM BI RA ~
Nggak terasa juga bulan Ramadhan udah tinggal menghitung hari aja. Sekali lagi, syukur alhamdulillah bulan Ramadhan kali ini bisa dilewati bersama Bapak karena 5 hari lagi insyallah Daddy's coming home :) Semoga bulan Ramadhan kali ini bakal lebih barakah. Aamiin.

Sabtu, 07 Juni 2014

Penyemangat

Aku bukan manusia bodoh yang tidak tahu waktu. Bukan seseorang yang mudah melupakan apa yang seharunya aku lakukan kini. Aku tau, memang bukan hal yang baik untuk tetap terjaga di saat hari baru berganti beberapa menit yang lalu. Apakah ini sudah tengah malam?

Selama kurang lebih 3 jam, aku tak berhenti melepaskan mataku dari layar yang sesungguhnya tidak baik untuk kesehatan mata. Terlebih, aku hanya menggunakan mataku untuk menonton drama. Yang akhirnya membuatku benar-benar 'banjir' karena terlarut dalam suasana. Tapi aku juga bingung, sebenarnya apa yang membuatku 'banjir'. Aku menyangkal bahwa ini semua akibat drama. Iya, karena sesungguhnya pikiranku terpecah--menjadi dua. Berpusat pada drama dan sejumlah pikiran yang terus membayangi seperti seolah tak mau pergi dari kepalaku.

Mungkin karena itu semua, aku menulis ini. Hanya ini yang dapat sejenak menenangkan pikiranku. 

Ada secarik kertas berwarna putih di meja belajarku. Sedikit menggelitik sehingga aku tertarik untuk membukanya. Didalamnya...terdapat banyak kalimat penyemangat. Terdapat beberapa nama orang-orang disekitarku yang sangat aku sayangi. Maaf, aku lebih suka menggunakan kata sayang daripada cinta. Isi kertas itu sangat sederhana. Tapi tidak perlu juga aku beritahu disini. Cukup biar aku yang tahu, cukup hanya aku saja yang jaga, cukup...tolong biarkan kata-kata itu merasuk dalam tubuhku. Membaur dengan seluruh jiwaku dan membakar api semangatku.

Semua pasti mulai tercengang siapakah gerangan pengirim kertas penyemangat itu. Mungkin kalian akan menjawab, kekasih. Haha. Namun sayangnya bukan. Pengirim dari surat itu yang tak lain dan tak bukan adalah dari diriku sendiri. Yang selalu berusaha bersemangat melakukan belajarku dalam meraih impianku. Terserah mau menggapku seperti apa. Mungkin itu adalah suatu hal yang aneh. Menulis surat untuk dirinya sendiri. Lebih tepatnya penyemangat.

Aku sedikit terbiasa untuk menuliskan impianku dan juga orang-orang disekitarku yang menyayangiku. Itu semua aku lakukan karena aku merasa itu perlu bagiku. Karena dengan itulah aku menjadi bersemangat untuk menjalani semua ini. Bersemangat dalam terus belajar untuk benar-benar dapat meraih mimpi yang selalu aku tanamkan setiap hari dalam diriku. Dan penyemangat untuk menjadikan diriku untuk selalu dan selalu menjadi pribadi yang lebih lebih dan lebih baik di setiap harinya. Semua, ini aku lakukan untuk orang-orang disekitarku. Orang-orang yang aku anggap memiliki andil dalam hidupku. Orang-orang yang menyayangiku, dan juga...orang yang kusayang. 

Entahlah, dengan menuliskan kata-kata penyemangat dan orang-orang yang kusayang...hal ittu menurutku cukup efektif untuk membuatku menjadi terpacu dalam melakukan sesuatu. Yang mana, sesuatu tersebut nantinya dapat membanggakan mereka akan hadinya aku. 

Sepertinya bagi kalian para teman-teman sebaya ataupun dari segala umur dapat melakukan ini juga. Terutama bagi yang selalu merasa dirinya kurang mendapatkan semangat. Apalagi yang ditambah dengan embel-embel tidak punya tambatan hati. Sekarang, cobalah untuk menuliskan impian, orang-orang yang kausayang dan kata penyemangat di sebuah kertas. Letakkan kertas tersebut dimana kamu dapat membacanya setiap kamu melakukan aktivitas. Atau mungkin bisa juga dibawa dalam tempat pensil maupun dompet. Sederhana, tapi mengena.

Semoga...dengan membaca ini, dan dengan melakukan tindakan kecil yang mungkin dianggap bodoh oleh beberapa orang memang benar-benar dapat memberi dampak yang positif bagi semuanya. Penyemangat itu bisa datang dari mana saja. Orangtua, keluarga, teman, guru, kekasih. Tapi kembali lagi pada pribadi masing-masing. Apalah arti sebuah semangat tanpa ada kemauan dari diri sendiri untuk meraih setiap keping-kepingan mimpi yang telah diukir dengan indah disetiap malam sebelum tidur.

Kamis, 15 Mei 2014

Hehe

The hardest part of loving someone is accepting their bad side.
Menurut saya pribadi dari segala macam tetek bengek urusan jatuh cinta (sok sokan kaya udah pengalaman aja-_- padahal 17th aja belum hehe-_-), hal yang kemudian bikin kita nggak sreg adalah sisi buruk dari si dia. Misal dari sifatnya, atau mungkin juga sikapnya. Mungkin buat orang lain simpel, tapi nggak buat kita.

Contoh aja nih ya; misal si doi suka ngerokok, padahal kita bukan tipe yang suka dengan smokers. Terus semisal posesif, sedangkan kita nggak suka banget ditanya-tanyain.

Kebanyakan dari kita nggak mau banget kalo kehidupan atau mungkin kebiasaannya dilarang aka nggak mau dikekang gitu. Repot sih ya. Jadi yaaa, gimana ya...pinter-pinternya kita aja untuk bisa saling memahami dan...menerima :) Sepanjang bukan masalah prinsip dan nggak terlalu berlebihan dan bisa ditoleransi ya, yuk mari turunkan ego masing-masing ^^

Tapi...untuk masalah yang besar,, yang beneran bad bad bad habit giitu mah udah tinggalin aja. Haha. Ya iyalah, kalo si doi misalnya tukang selingkuh...masa iya harus dipertahanin? Yang ada malah sakit hati dan jadi kacau sendiri dong. Jangan sampek lah. Mungkin justru dengan meninggalkan doi kita dapat mendapatkan yang lebih baik. 

Hehe, kalo kata pak Mario Teguh sih; 'gimana seseorang yang lebih baik masuk jika kita terus mempertahankan dia yang buruk itu.'

Selasa, 01 April 2014

Sebuah Angan dan Cita-Cita


Setiap orang pasti pernah berangan-angan tentang masa depan. Tentang bagaimana kehidupannya kelak nanti, dan siapa orang-orang terkasih yang akan menemani untuk melalui masa depan itu. Berangan-angan sama layaknya seperti bermimpi. Namun, entah mengapa saya lebih menyukai kata berangan-angan daripada bermimpi. Buat saya—bermimpi itu seperti memikirkan sesuatu yang—hampir mustahil untuk diwujudkan. Dan angan-angan adalah—menggambar masa depan dengan imajinasi kita. Simpelnya, semua orang pasti memiliki cita-cita.

Terkadang disaat kita berangan-angan imajinasi kita dapat menjadi sangat liar. Hinggap ke setiap tujuan yang akan kita raih, ke setiap orang yang kita inginkan untuk bersama kita di masa depan. Dan masih banyak hal-hal detail yang kita pikirkan. Hinga berangan-angan membuat seseorang mengalihkan hal yang sebelumnya ia kerjakan. Membuat ia duduk terdiam, termenung dan akhirnya melamun. Terlihat fana memang. Bagaimana kita memikirkan masa depan disaat semua orang sudah mengetahui bahwa masa depan telah diatur oleh Yang Maha Kuasa.

Berangan-angan itu fana?

Jawaban saya adalah tidak! Buat saya berangan-angan bukanlah suatu hal yang fana. Saya dapat berkata seperti itu karena saya merasa, angan-angan itulah yang akan membawa kita untuk meraih cita-cita tersebut. Meraih setiap potongan-potongan cita-cita dari hal-hal yang kecil hingga yang besar. Untuk mengubah cita-cita yang awalnya hanya sebuah keinginan menjadi kenyataan.

Justru dengan semakin sering kita berangan-angan, semakin kuat pula keinginan kita untuk dapat mewujudkannya. Entah itu karena ingin pembuktian diri ataupun menunjukkan kepada orang-orang yang terkasih disekitar kita seperti; orangtua, keluarga, guru yang mungkin dulunya selalu meragukan kemampuan kita. Angan-angan itulah yang selalu memacu kita untuk bersemangat, tidak mudah putus asa dan terus mengejar impian dan cita-cita kita. Dan hingga nanti sampai pada saatnya—saat yang telah ditentukan oleh Tuhan—impian itu bukanlah lagi hanya sebuah impian. Tapi impian itu telah berhasil kita raih dan genggam lalu kita kepalkan tangan kita udara seraya mengucapkan syukur kepada Tuhan atas pencapaian kita.
Impianku kini bukan lagi sekedar impian. Impianku telah menjadi nyata!
Jadi, jangan pernah berhenti dan takut untuk berangan-angan. Setiap orang berhak untuk berangan-angan. Karena berangan-angan itu gratis! Dan, jangan pernah lelah untuk dapat mewujudkannya.

KEEP ON DREAMING GUYS! Don't be afraid to be a dreamer :)

nowplaying: I Have A Dream by Westlife
(nb: this is my first foreign song that I sing when I'm 3yo)
  penyemangat setiap saat

semua pasti ada saatnya, hanya butuh proses dan kesabaran dalam penatiannya. amin

Jumat, 28 Maret 2014

Tersirat dan Tersurat

"You'll never know if you never try, to forgive your past and simply be mine" - One and Only by Adele
"Akan ku tunggu selalu ku tunggu, sampai kau mampu melihatku sebagai yang mengerti kamu cintai kamu. Kan ku temani perjalananmu selamanya" - Akan Ku Tunggu by Sherina
"Forgetting him was like trying know somebody you never met. But loving him was red" - Red by Taylor Swift

Gatau juga sih kenapa saya sukaaaaaa banget sama lirik-lirik diatas. Yang paling suka sih lagu pertama, Lagu One and Only nya Adele. Mungkin karena itu.........gue bangettt *nangis kejer* (haha lol, katanya nggak curhat -_-). Pelajaran yang saya dapet sih, kita harus membuka hati yang baru gitu buat orang lain. Yaaa...tolonglah seseorang yang mau masuk kehati dikasih dulu kesempatau untuk membuktikan. Ya kali aja memang dia baik dan pantas. Hehehe... Ya kan? Makanya, move on dong! ;-)

Terus...lirik yang kedua itu tuh... Menunjukkan you have to fight something that you put your faith on. Gitu guysss..................... Iya gitu.................... If that's worth to wait, then why not? :-)

Red? Haha...I have nothing to say with this lyric. Ibarat kata sedang diambang batas antara setuju dan nggak setuju juga sih. Tapi lebih cenderung banyak iya-nya. Karena.......sepenuhnya melupakan seseorang yang kita sayang dan apalagi pernah menjadi bagian hidup kita itu bukan suatu perkara yang mudah. Kalau orangtua sih pasti ya, buat lainnya ya seperti; teman dan pacar. Ya tapi bukan berarti jika suatu saat kita sudah mendapatkan pengganti lalu tetep nggak bisa melupakan. Sakit dong ntar hehe._.

Kelihatan kaya curcol gitu nggak sih? Iya ya? Ah, masa sih? Nggak deh perasaan. Yaudah deh. Padahal saya memang niatnya bukan niat untuk ngode hehe. Hanya sekedar sharing aja gitu... Bye!

Kamis, 20 Maret 2014

HAPPY 21st ANNIVERSARY



Banyak orang diluar sana yang mengatakan bahwa dua orang—laki-laki dan perempuan yang memiliki wajah mirip artinya jodoh. Beberapa orang benar memang benar mengalaminya. Tetapi ada juga yang tidak. Secara personal memang saya belum pernah merasakan bertemu dengan seorang laki-laki yang memiliki wajah sama seperti saya #uhuk (tapi kayanya sih ada *nyengir*). Namun saya mengenal dan juga memiliki pasangan yang sama seperti di kalimat pertama paragraf ini. Jodoh.

No matter how many miles away you go or how long you make a journey in your life—you will always find your way back to your home. That’s what I called a real soulmate.

Buat saya, jodoh itu seperti rumah. Tempat kamu kembali untuk pulang, tempat dimana kamu benar-benar bisa merasakan kehangatan, kenyamanan dan keamanan disana. Sesuatu didalam diri seseorang yang memang telah Allah ciptakan untuk menjadi pasangan kita. Yang mampu saling menjaga, saling menghormati, saling mendukung satu sama lain. Dan yang terpenting, tak lain dan tak bukan adalah menemani bagaimanapun keadaannya. Baik suka maupun duka.

Saya memiliki orang yang terpenting dan sangat berharga bagi saya. Logam mulia seperti berlian pun tidak akan dapat menggantikan mereka. Orangtua—Ibu dan Bapak saya. Kita tidak pernah bisa meminta orangtua atau anak seperti apa kepada Allah. Semua itu adalah titipan dariNya.

Pada hari ini—20 Maret 2014—21 tahun yang lalu kedua orangtua saya mengingatkan janji hidup semati. Dan tradisi itu—pedang pora—diselenggarakan pada 3 April 1993. Untuk meraih ke jenjang tersebut bukanlah suatu perkara yang mudah bagi kedua orangtua saya. Terutama Bapak.

Mereka berdua bertemu ketika Ibu saya masih berusia 14 tahun atau mungkin masih kelas 3 SMP. Dan pada saat itu Bapak saya sedang menempuh pendidikan akademi tahun pertama di Bumimoro, Surabaya yang kala itu masih berpangkat Sertar (Sersan Taruna). Can you imagine uh? After their long journey—almost 9 until 10 years—they’re getting married. For something that they never imagine and prepare before.

Cinta bisa datang dengan sendirinya. Itu yang harus orang tahu bahwa cinta dapat tumbuh karena terbiasa. Selama 9 tahun Bapak mengenal Ibu dan selama itu pula Bapak berusaha untuk mendapatkan hati Ibu. Dan tahu kan, untuk mendapatkan dan meraih hati seseorang yang tidak pernah memiliki perasaan terhadap kita bukanlah suatu perkara yang mudah. Bukan tantangan namanya bila tidak harus bersaing dengan sejumlah orang yang juga memiliki keinginan sama seperti bapak. Intinya, perjuangan.

Bagi sebuah simfoni yang tersusun dari not-not berwarna putih dan juga hitam. Maka begitulah suatu rumah tangga. Not putih melambangkan kebahagiaan, sedangkan not hitam melambangkan kesedihan. Tidak ada kejadian yang menyedihkan untuk dapat menguatkan suatu mahligai rumah tangga. Layaknya seorang pianis yang sangat legendaris—apabila kita dapat memainkannya dengan penuh perasaan, maka semua akan dapat terasa merdu dan—indah.

Begitu pula rumah tangga kedua orang tua saya. Untuk dapat menjalani hingga sejauh ini, ibarat sebuah kapal yang sedang mengarungi samudra—terpaan ombak dan badai selalu datang agar dapat mencapai ke tujuan hingga selamat.

Cobaan datang silih berganti. Mulai dari hal-hal kecil sampai besar. Mulai dari urusan di rumah, anak sakit dan...semuanya. Sebuah rumah tangga harus saling menguatkan dalam menghadapi suatu cobaan. Tetapi terkadang Ibu yang mencoba untuk menguatkan dirinya sendiri untuk anak-anaknya—karena Bapak sedang jauh disana mengemban tugasnya sebagai seorang prajurit. Bagi seorang abdi negara, mengemban tugas untuk negeri dan bangsa ini adalah tugas utama—diatas segala-galanya—bahkan keluarga sekalipun.

Beruntung jika Bapak ditugaskan baik didalam ataupun diluar negeri yang masih dapat berkomunikasi. Bapak pernah 3 kali menjalankan tugas sebagai anggota PBB selama 1 tahun. Pada tahun 2003, Bapak ditugaskan di Kuwait. Selang 2 tahun, Bapak kembali bertugas di Kongo. Pada tahun itu pula, keluarga kami—terutama Ibu—sedang mengalami kesusahan. Bapak dari Ibu jatuh sakit dan pada tahun itu juga ibu kehilangan beliau. Dia harus bisa menguatkan dirinya sendiri ketika orang yang selalu mendampinginya tidak berada disisinya. Kemudian pada tahun 2009, Bapak ditugaskan di Lebanon. Pada saat itu, saya sedang mengalami sakit yang para dokter belum tahu apa penyebabnya. Saya harus melakukan pengambilan darah setiap hari untuk mengecek apa yang salah dari dalam diri saya. Melakukan transfusi darah sebanyak 4 kantong, menjalani CT-Scan dan—operasi. Saya mendekam diruang inap selama 1 bulan. Dan disaat itu, Ibu benar-benar panik akan keadaan saya. Seolah sesuatu menggoncang dirinya. Ibu sangat butuh kekuatan dari Bapak pada saat itu. Tapi Ibu meyakinkan bahwa tanpa Bapak pun, Ibu dapat menjalani semua ini.

3 tahun adalah waktu yang terlihat. Bapak lebih banyak ditugaskan di Jakarta sejak tahun 2004an. Untung saja pada 2012 Bapak bisa setahun bersama kami karena ditempatkan di Surabaya. Kini, Ibu sendiri lagi—ditinggal bapak yang sedang menempuh pendidikan di negeri Sakura. Ya, pada ulang tahun pernikahan yang ke 21 ini—mereka merayakan dari tempat yang berjauhan.

Meskipun sering terpisahkan oleh jarak dan waktu—bukan berarti Bapak mengurangi keintensifannya untuk memantau kondisi kami semua. Hampir setiap saat Ibu dan Bapak selalu memberikan kabar dan kondisi masing-masing. Setiap saat, setiap waktu. Bapak selalu memastikan bahwa keadaan kami baik-baik saja. Bahkan kini hampir setiap ada kesempatan Bapak meluangkan waktunya untuk ber-skype ria dengan Ibu.

Selalu banyak kesan dan pesan yang orang-orang dapatkan apabila mendengar cerita mengenai hubungan mereka berdua. Terlebih disaat waktu 9 tahun Bapak dalam perjuangannya untuk dapat mendapatkan hati dan meyakinkan Ibu. Semua selalu terkesan dengan cerita Ibu, terlebih beberapa murid Bapak yang sebagian dari mereka sedang mencari perjalanan untuk mencari pendamping hidup bagi mereka kelak nanti. Bahkan ada seseorang yang mengatakan bahwa nantinya ia akan membawa calon istrinya terlebih dahulu agar diberi nasihat oleh Ibu.

Ibu memang seorang Istri dan Ibu yang pantas untuk menjadi panutan. Tak heran jika kebanyakan dari mereka ingin memiliki—nantinya seorang Istri dan Ibu yang baik untuk dia dan anak-anak mereka kelak. Yang selalu dapat memasakkan kami makanan yang enak. Yang sederhana dan rendah hati. Dan selalu sejuk untuk bersamanya. Ibu adalah wanita yang selalu mendampingi Bapak dalam suka dan duka—dan yang terpenting—seseorang dibalik kesuksesan karir Bapak hingga detik ini.

Both of them might not have a beautiful story just like a Cinderella with her prince charming. They have their own story. And we can learn so many things from their story. That we should fight for someone whom we put our faith on. True love isn’t just come easily but you also have to fight it.

 
HAPPY 21st ANNIVERSARY IBU-BAPAK 

Jumat, 07 Maret 2014

JUMAT SEMANGAT

Hai...udah hari jumat aja nih ya. Kalo katanya Katy Perry sih TGIF -- Thank God It's Friday :) Buat saya sih we should thank to Allah for every each day that Allah give to us. Everyday it's amazing! Because we still get the chance from Allah to make our life better than before. Hehe, gitusih.

Hari ini LIBURRR~ ayeayeee... karena anak kelas XII sedang melaksanakan Ujian Sekolah. Well, goodluck buat semua kakak kelas saya. Semangaaat ^^

Sebenernya bukan itu tujuannya saya menulis posting ini. Hari jumat ini emang kudu bener-bener semangat. Because you know whyyy (pake gaya ge & kemal di #kepo kompas tv. ini gue dibayar berapa ha ha-_-) 3 hari lagi saya UTS!!! (kapitalnya 3 biar tambah semangat) Dan it means, selama 3 hari ini juga saya harus mencicil buat UTS besok (pasang tulisan fighting di jidat) Biar nilainya memuaskan dan sesuai dengan harapan alias target. Amiiin...

bye.



Sabtu, 25 Januari 2014

Berceloteh

Ok, hm... where should I start. Sesuai janji saya akan cerita bagaimana pengalaman saya selama dua minggu di Jepang. Saya memang bukan orang yang pertama kali untuk dapat kesempatan berkunjung ke negeri orang khususnya ke negeri Sakura yang sudah pernah menjajah kita--Indonesia--selama 3,5 tahun.

Awal pertama mau berangkat rasanya nggak percaya. Memang saya berkunjung kesana bukan karena atas pencapaian prestasi saya atau gimana. Saya, ibu dan mas pergi kesana untuk mengunjungi bapak yang sedang bersekolah disana. Dan...saya menjadi tour guide dalam rangka perjalan juanda-haneda. Walaupun ada orang kantor juga yang nemenin sampai di pintu gate.

Disaat perjalanan menuju Tokyo sempat juga maag saya kambuh nggak karuan karena waktu itu jam lima sore dan saya terakhir makan saat jam lima tadi pagi. Dan akhirnya setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 12 jam (itu sudah satu jam lebih cepet dari yang dijadwal) saya mendarat dengan indah, selamat dan kedinginan di Bandara Haneda.

Cerita belum berakhir disitu saja. Setelah lolos dari bagian imigrasi dan menunggu barang bawaan saya. Terjadilah insiden koper yang berisikan baju saya dan ibu dan segala macam hal ada disitu hilang! (pake tanda seru biar lebih greget) Nah lo, mau ngomong apa juga. Sudah bahasa inggris pas-pasan. Apalagi ngomong bahasa Jepang. Sebagaimana yang kita tahu, orang Jepang sama kok kaya Indonesia. Susah ngomong bahasa inggris! Siapa bilang karena dia orang luar negeri terus bisa cas cis cus ngomong bahasa inggris? Nggak. Ketika beberapa petugas bandara yang cantik-cantik berusaha mengurus kehilangan koper saya--kemampuan berbahasa inggris mereka juga nggak jauh-jauh amat dari kemampuan bahasa inggris orang Indonesia. Untungnya saat itu ada staff KBRI yang menjemput saya sengaja masuk untuk membantu saya.

Nah, yang menarik dari cerita itu... Seperti yang saya bilang petugas bandara yang cantik-cantik itu bener-bener bekerja! Mereka nggak cuman ada disitu untuk nampang dan berikan senyuman kepada para pengunjung yang datang ke negeri mereka. Tapi mereka benar-benar bekerja secara profesional. Belum lagi Tokyo adalah kota yang tak pernah tidur. Bayangin aja gimana capeknya.

Setelah keluar dari bandara dan bertemu dengan bapak saya wajah saya nggak bisa berhenti dari yang namanya raut muka cemas. Beneran...cemas banget. Takut banget kalo itu koper nggak bakal ketemu. Sedih banget rasanya. Baru pertama berkunjung ke negeri orang, dan sekalinya dateng langsung disambut sama pengalaman yang nggak enak. Gimana bisa bibir ini tersenyum sumringah ketika pikiran masih melayang-layang. Ya nggak?

Saya menghabiskan waktu di Jepang selama dua minggu. Dan banyak banget esensi yang saya dapat kali ini. Bukan hanya sekedar jalan-jalan, seneng dan have fun. Tapi juga mengambil sesuatu yang baik yang sepantasnya kita contoh. Kalo memang baik kenapa nggak?

Seperti yang saya katakan tadi, saya bukan orang Indonesia yang pertama kali datang ke Jepang. Tapi sering sadar nggak sih kalo kita berkunjung disuatu tempat yang baru. Pasti ada perasaan unik dan menurut saya itu perlu kita contoh. Mereka sering lupa dengan hal-hal unik itu. Mereka cuma ngerasa itu unik karena itu budaya mereka dan--terkesan biasa saja.

Yang pertama adalah budaya jalan kaki. Mulai dari yang muda, tua, laki-laki, perempuan, cantik-ganteng, biasa aja semua jalan kaki. Kalo nggak jalan kaki yang naik sepeda. Sadar nggak sih bahwa sebenernya dengan berjalan kaki itu selain hemat diongkos, juga bikin kita sehat. Pasti pernah dong lihat iklan di TV kalo mau sehat itu jalan minimal 30 menit. Okelah mungkin orang bakal bilang bahwa kondisi jalan di Jepang berbeda 180 derajat sama di Indonesia. Nggak ada orang yang gengsi untuk jalan kaki. Mau bawa barang bagus-bagus dari mall, ganteng-ganteng, cantik-cantik, baju berkelas, high heels yang membuat setiap langkah mereka berbunyi tak tuk tak tuk. Masa kita yang cuma pengunjung aja gengsi untuk jalan kaki? Ini negara orang rek (red.aksen surabaya dari kata arek yang artinya adalah anak. biasanya ditujukan untuk para pemuda).

Kedua, enaknya lagi di Jepang adalah adanya kereta yang mempermudahkan kita untuk berkeliling Tokyo. Semua orang senang naik kereta. Mereka kemana-mana mudah karena semuanya sudah terhubung kemana-kemana. Asal kita bisa tahu kemana jurusan kita selanjutnya. Nggak bisa baca tulisan Jepang? Guys, gunakan smartphone kalian. Disana kan terletak aplikasi google maps. Gunakan dong. Darimana dan kemana kita akan pergi. Dan...nanti akan ditunjukkan kereta jurusan mana yang harus kita tumpangi.

Ketiga, ini nih satu lagi yang kayanya nggak ada kata nggak mungkin untuk ngelakuin yang satu ini. Yaitu...ngurus anak sendiri!!! (tanda serunya tiga biar semakin greget) Beneran lo ngurusin anak sendiri. Ya dibawa di kereta dorong, digandeng, digendong, ditaruh di keranjang sepeda untuk naruh anak. Intinya ngurus anak sendiri. Nggak ada yang namanya babysitter. Mau anaknya cuma satu atau berapa aja ya tetep diurus sendiri. Dan yang nglakuin bukan hanya si Ibu, tapi juga si Bapak. Ini negara maju loh. Dan masyarakatnya nggak malu untuk ngurus anak mereka sendiri.
Coba bandingin sama di negara kita. Semua orang kelewat kaya. Yang kaya semakin kaya, yang misikin juga jadi semakin miskin. Saking kayanya tuh orang, semua pekerjaan dilakukan oleh asisten rumah tangga, atau pembantu atau bahasa kasarnya pembokat. Dan urusan ngurus anak...bukan hal yang aneh lagi kan bagi kita untuk melihat di mall sebuah keluarga kecil yang anak mereka diurus oleh babysitter. Yang ngasih makan juga babysitter. Pokoknya semua serba babysitter. Beberapa dari mereka juga menggunakan jasa babysitter dengan alasan malas mengurus anaknya karena...jijik megang anaknya sendiri. Woy, sadar! Bangun-bangun...saya sadar bahwa saya memang masih belum cukup umur untuk punya KTP terlebih untuk menuliskan kalimat selanjutnya. Seolah-olah saya sudah pernah melakukannya saja. Tapi iya kan...konsekuensinya setelah kalian menikah, kan pasti ada anak. Dan anak adalah hasil dari darah daging kalian sendiri. Masa iya mau bilang jijik?

Lainnya adalah...mereka tetap menjaga budaya mereka dengan makan menggunakan sumpit. Kebanyakan dari kita tentu pernah mencoba makan dengan menggunakan sumpit. Restoran ala-ala jepang sudah bukan hal baru lagi bagi masyarakat Indonesia. Bahkan mungkin sudah menjadi santapan sehari-hari bagi para umat manusia yang suka berwisata kuliner. Tapi, tau nggak sih bahwa sumpit itu sendiri memiliki sebuah filosofi. Bapak saya pernah bertanya seorang teman mengapa orang jepang selalu menggunakan sumpit untuk makan. Baik untuk makan nasi,  atau bahkan makan sesuatu yang berkuah. Semuanya pake sumpit. Dan...filosofi itu ternyata begini *jengjeng* (ceritanya backsound) ketika sendok sudah ada diperadaban, makan menggunakan sendok kan lebih mudah daripada menggunakan sumpit. Nah, kata para leluhur mereka yang namanya mencari makan itu susah--mendapatkan sesuap nasi kan membutuhkan usaha--jadi biar esensinya dapet atau bahasa gaulnya biar lebih greget makannya pake sumpit. Dan juga...karena benar-benar menjunjung tinggi filosofi mencari makan itu susah maka setiap makanan yang sudah dibeli harus dihabiskan. See? Pelajaran yang didapat adalah selalu syukuri apa yang kita makan. Mencari sesuap nasi itu butuh pengorbanan. Disaat kamu menghabiskan makanan dan membuang makanan karena tidak minat, inget...di luar sana saudara-saudara kita banyak yang nggak bisa makan. Let us say...Alhamdulillah. Selain itu mereka tetep cinta sama bahasanya. Buktinya adalah ketika mereka berinteraksi dengan turis luar negeri mereka nggak berusaha untuk berbicara dengan bahasa inggris. Malah cuek aja tetep ngomong pake bahasa mereka.

Dan...terakhir pelajaran yang saya dapat selama dua minggu di Jepang adalah mereka tipe pekerja keras. Seperti yang telah saya sampaikan diatas. Mereka bener-bener kerja keras. Pernah liat nggak drama korea atau drama jepang gitu kaya tokoh utamanya perempuan yang berkerja menjadi pelayan dan dia bekerja keras, keringat peluh jatuh berbulir-bulir dari dahi dan kening dan raut mukanya bener-bener yang--menurut saya itu indescribable banget. Raut muka dan gestur yang menandakan bahwa ia lelah tetapi ia tetap harus menjalankan ini semua. Sumpah waktu ngliat itu pelayan...saya ngerasa semua orang disini kalo kerja memang all out. Tapi...impas. Maksudnya dalam arti begini, Di Jepang ketika musim liburan telah tiba, mereka benar-benar off dari kerjaan mereka dan benar-benar fokus untuk refreshing baik dengan teman maupun keluarga. Menghabiskan waktu untuk berkumpul, makan bersama dan sharing di sebuah lingkaran meja makan dengan ditemani oleh gerlapan cahaya lampu yang berpendar menerangi kegelapan malam. Semua indah. Kalo nggak, mereka akan berkunjung ke tempat-tempat wisata bersama keluarga mereka.
Beda banget sama di kita. Waktu libur terkadang nggak benar-benar bisa maksimal karena masih direcokin sama tugas, pekerjaan, deadline. Belum lagi suasana pasti tambah kacau kalo atasan, teman telpon untuk mengingatkan pekerjaan itu. Rasanya lelah gitu ya. Sekali-kali aja deh pengen ngrasain yang namanya liburan tanpa ada gangguan.

Lihat, Jepang pernah terpuruk akibat tragedi Perang Dunia II ketika Sekutu menjatuhkan nuklir di Nagasaki dan Hiroshima. Tapi dalam kurun waktu yang tidak cukup lama, Jepang kembali bangkit. Ya itulah hebatnya Jepang, membuat infrastruktur yang bagus serta nyaman dan semuanya untuk masyarakat. Mulai dari transportasi seperti kereta yang memudahkan kita untuk berkeliling tokyo dan juga bus nya. Selain itu Jepang juga mikirin tempat resfreshing untuk masyarakat. Nggak cuma selalu bikin mall dan mall. Tapi juga banyak taman-taman kota dan tempat wisata. Jepang juga mereka menerapkan pajak yang tinggi. Makanya jarang banget nemuin rumah-rumah gedong kaya di kota besar semisal Jakarta atau Surabaya. Rumah disana kecil-kecil. Strategi mereka untuk menarik masyarakat untuk lebih memilih jalan kaki, naik sepeda atau naik bus maupun kereta ya adalah dengan memberikan pajak mobil dan pajak parkir mobil yang sangat-sangat tinggi. Dengan sedikitnya volume kendaraan pribadi, maka bisa lebih meminimalisir yang namanya polusi. Dan sekali lagi, jalan kaki lebih hemat dan bikin sehat! Mungkin itu jawaban kenapa orang-orang Jepang tetap sehat di usia senja.

Saya nggak mau bilang negara mana yang paling bagus. Sebegimanapun jauhnya saya nanti dari bumi pertiwi ini, saya tetep cinta dengan semua yang ada di Indonesia. Ribuan gugusan pulau yang indah yang hingga sampai saat ini saya masih pengen banget buat muter-muter kesana. Tau yang namanya unik? Sebuah negara pasti memiliki keunikan tersendiri. Mungkin kalau ada turis dateng ke negara kita, mereka bakal anggap negara kita unik. Mulai dari keramahan yang nggak pernah kalian bisa dapet di negara manapun di belahan dunia ini. Cuma orang Indonesia yang mau ngasih tau arah jalan pulang. Bukan jalan pulang menuju hati seseorang tapi. Semua barang-barang di Indonesia yang unik, dan harganya yang murah. Selain itu, siapa bilang mereka nggak akan tertegun liat ojek, bajaj sama becak? Enak kan naik ojek atau bajaj atau becak. Walaupun kalo naik ojek sedang banjir nanti jadi becek, tapi kan enak dianterin sampai didepan rumah.

Tapi...kenapa sih kita nggak nyoba untuk mencontoh hal-hal baik dari orang Jepang. Memang semuanya nggak benar-benar bisa kita implementasikan disini. Semisal kaya jalan kaki. Kita nggak bakal bisa menuntut orang untuk berjalan kaki bermil-mil jauhnya. Karena memang fasilitas untuk pejalan kaki belum memadai. Dan cuaca yang kalo nggak hujan ya panas. Karena Indonesia adalah negara dengan iklim tropis yang terletak di garis khatulistiwa. Tetapi...minimal...kita bisa naik angkot/bemo untuk berpergian kemana-mana. Itung-itung juga ngirit uang bensin. Ya kan?

Saya juga bercita-cita banget suatu saat Indonesia bakal tumbuh bukan lagi jadi negara berkembang tapi menjadi negara maju dan masih mengingat warisan budaya nenek moyang. Saya yakin Indonesia pasti bisa. Dan saya juga nggak akan ngerubah sistem demokrasi yang digunakan oleh Indonesia. Buat saya, demokrasi Pancasila sudah benar-benar sesuai dengan kepribadian bangsa kita. Hanya, para oknum-oknum diluar sana saja yang tidak mampu mengimplementasikan dengan sungguh-sungguh. Semoga pemerintah juga bisa tambah peduli sama rakyatnya. Sayang sama rakyatnya, juga membangun infrastruktur yang enak dan nyaman buat rakyat. Cinta Indonesia

Pesan saya sih, selalu bekerja keras dan iringi lah dengan doa. Terus jangan lupa, buang sampah pada tempatnya. Tau kan hal kecil mampu mengubah negeri ini. Kalo bukan kita yang melakukan lalu siapa lagi? Mengatasi Ibukota yang selalu ditimpa musibah banjir setiap lima tahun bukan hanya tugas Pemprov DKI, tapi juga kita--masyarakat yang harus buang sampah pada tempatnya. Semoga saudara-saudara kita yang tengah tertimpa musibah banjir diberikan ketabahan dan semoga banjirnya cepat surut. Amin...

Doakan minggu depan saya akan mulai menghadapi test pertama di tahun 2014. UH jerman, pkn, belajar mat. Semoga diberi kemudahan dan kelancaran oleh Allah. Mohon doanya yah ^^ Dah!

Sabtu, 18 Januari 2014

yea

“If pain must come, may it come quickly. Because I have a life to live, and I need to live it in the best way possible. If he has to make a choice, may he make it now. Then I will either wait for him or forget him.” ― Paulo Coelho, By the River Piedra I Sat Down and Wept

Minggu, 12 Januari 2014

12/365

12/365
I think there's no word late to say HAPPY NEW YEAR 2014! ^^

Yap yap, saya minta maaf karena baru bisa bikin post edisi new year seperti taun lalu. Saya sih sama seperti orang kebanyakan yang standar, pasti pinginnya semoga di tahun 2014 jauh lebih baik dari tahun 2013 kemarin. Dan apa yang belum tercapai semoga dapat tercapai di tahun ini. Amin.

Ketemu lagi sama orang-orang baru. Ada yang bikin seneng, sakit hati. Tapi dibalik itu semua, ada cerita dan ada pelajaran yang mampu kita ambil untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Bertemu dengan batu loncatan yang meninggalkan kisah dan banyak pelajaran. Lalu dipertemukan kembali oleh Allah dengan orang yang sama di tahun 2012. Semuanya indah dan sarat akan makna. Bertemu orang-orang hebat dan yang menyanyangi saya untuk terus memotivasi saya. Dan saya terimakasih dengan kalian semua. AKU SAYANG KALIAN! {}

Nggak nyangka aja sekarang saya sudah di setengah perjalanan untuk menuju kelulusan. Emang deh ya, time flies so fast banget. Hasil rapot kemarin juga--alhamdulillah. Which is saya masih merasa kurang--karena itu belum menembus target saya di semester sebelumnya. And it means saya harus lebih tekun untuk belajar agar dapat nilai yang lebih memuaskan. Amin.

Dipertengahan tahun kemarin... Saya berterimakasih dan bersyukur sama Allah... saya nggak tahu apa memang ini yang telah Dia rencankan untuk saya... Saya tahu yang sebelumnya memang terindah tetapi bukan yang terbaik. Dan semoga apa yang dipertemukan oleh Allah ini--walaupun, sampai sekarang jalannya masih berat, terjal dan penuh dengan lika-liku seperti di tahun 2012 kemarin (tetep)--bisa jadi yang terbaik buat saya. Amin.

Sewaktu liburan tahun baru kemarin saya menghabiskan waktu di Jepang. Kebetulan bapak sedang menempuh pendidikan disana, dan kemarin saya, ibu dan mas berkesempatan untuk nengok (fyi, ini bahasa jawa yang artinya mengunjungi). And this is my first time to go another country. Saya punya banyak segudang cerita--walaupun saya cuma disana selama 2 minggu--yang pingin banget saya bagi ke semua orang-orang yang membaca blog ini (I'll write it for you in the next post ;) yang pasti setelah saya bener-bener punya waktu untuk itu hehe). Entah itu akan dibaca oleh pembaca setia atau stalker saya...mungkin :) *haha bijim ngakak sek =))* atau malah bisa jadi saya sendiri yang baca. loh? haha, saking ngebetnya punya pembaca ya gini ini -_- nggak...bukan-bukan saya cuma suka mengulas kembali beberapa tulisan saya supaya bisa belajar untuk menulis lebih baik.

Saya bener-bener berharap semoga tahun ini menjadi lebih barokah dari tahun kemarin.  Semoga baik dalam urusan pendidikan maupun percintaan (ceileh nyambungnya kesini juga haha -_-) bisa dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah. Amiiin... Menjadi pribadi yang baik dari sebelumnya dan...semoga semakin rajin nulis dan masak yah! hehe ><

Bye!
Anw, tahun ini saya akan 17 tahun!
Yayyy and it will come in the same day in 17 years ago :)