Setiap orang pasti pernah berangan-angan tentang masa depan. Tentang bagaimana kehidupannya kelak nanti, dan siapa orang-orang terkasih yang akan menemani untuk melalui masa depan itu. Berangan-angan sama layaknya seperti bermimpi. Namun, entah mengapa saya lebih menyukai kata berangan-angan daripada bermimpi. Buat saya—bermimpi itu seperti memikirkan sesuatu yang—hampir mustahil untuk diwujudkan. Dan angan-angan adalah—menggambar masa depan dengan imajinasi kita. Simpelnya, semua orang pasti memiliki cita-cita.
Terkadang disaat kita berangan-angan imajinasi kita dapat menjadi sangat liar. Hinggap ke setiap tujuan yang akan kita raih, ke setiap orang yang kita inginkan untuk bersama kita di masa depan. Dan masih banyak hal-hal detail yang kita pikirkan. Hinga berangan-angan membuat seseorang mengalihkan hal yang sebelumnya ia kerjakan. Membuat ia duduk terdiam, termenung dan akhirnya melamun. Terlihat fana memang. Bagaimana kita memikirkan masa depan disaat semua orang sudah mengetahui bahwa masa depan telah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Berangan-angan itu fana?
Jawaban saya adalah tidak! Buat saya berangan-angan bukanlah suatu hal yang fana. Saya dapat berkata seperti itu karena saya merasa, angan-angan itulah yang akan membawa kita untuk meraih cita-cita tersebut. Meraih setiap potongan-potongan cita-cita dari hal-hal yang kecil hingga yang besar. Untuk mengubah cita-cita yang awalnya hanya sebuah keinginan menjadi kenyataan.
Justru dengan semakin sering kita berangan-angan, semakin kuat pula keinginan kita untuk dapat mewujudkannya. Entah itu karena ingin pembuktian diri ataupun menunjukkan kepada orang-orang yang terkasih disekitar kita seperti; orangtua, keluarga, guru yang mungkin dulunya selalu meragukan kemampuan kita. Angan-angan itulah yang selalu memacu kita untuk bersemangat, tidak mudah putus asa dan terus mengejar impian dan cita-cita kita. Dan hingga nanti sampai pada saatnya—saat yang telah ditentukan oleh Tuhan—impian itu bukanlah lagi hanya sebuah impian. Tapi impian itu telah berhasil kita raih dan genggam lalu kita kepalkan tangan kita udara seraya mengucapkan syukur kepada Tuhan atas pencapaian kita.
Impianku kini bukan lagi sekedar impian. Impianku telah menjadi nyata!
Jadi, jangan pernah berhenti dan takut untuk berangan-angan. Setiap
orang berhak untuk berangan-angan. Karena berangan-angan itu gratis!
Dan, jangan pernah lelah untuk dapat mewujudkannya.
KEEP ON DREAMING
GUYS! Don't be afraid to be a dreamer :)
nowplaying: I Have A Dream by Westlife ♬ ♥
(nb: this is my first foreign song that I sing when I'm 3yo)
penyemangat setiap saat
semua pasti ada saatnya, hanya butuh proses dan kesabaran dalam penatiannya. amin



0 komentar:
Posting Komentar