Minggu, 20 Maret 2016

23!!!

Beberapa bulan yang lalu saat liburan semester saya baru aja nyelesain buku yang populer banget, The Alchemist nya Paulo Coelho. Yap peeps buku yang satu ini kan udah terkenal banget ya. Terbukti dari buku The Alchemist ini udah diterjemahkan ke beberapa bahasa, termasuk salah satunya bahasa Indonesia. Nggak heran sih, karena memang isi buku ini syarat tentang makna kehidupan. Tentang bagaimana kamu harus selalu berusaha mencapai mimpimu. 

Banyak quote-quote bagus yang ada di buku The Alchemist. Sebelumnya sih saya udah beberapa kali baca quote dari buku The Alchemist di website goodread. Buttt...setelah baca sendiri...lyk how could his every single words keep making me nod my head. Dari sekian banyak kalimat yang membuat saya berkata "iya nih bener..." , "wah kok dia tau banget sihhh (sampek terharu sendiri)", ada salah satu yang membuat  hati saya tergugah, yaitu 
Kau harus mengerti, cinta tak pernah menghalangi orang mengejar takdirnya. Kalau dia melepaskan impiannya, itu karena cintanya bukan cinta sejati... Bukan cinta yang berbicara Bahasa Dunia.
The Alchemist - Paulo Coelho Indo. Version p.157
Setelah saya baca kalimat tersebut spontan yang terlintas dipikiran saya adalah Bapak dan Ibu. Maybe I only know the-very-little-part of every struggle things they've done. Mungkin apa yang saya pikir berat tentang bagaimana Ibu bisa sekuat seperti sekarang dalam mendukung karier Bapak, itu masih belum ada apa-apanya. Bagaimana Ibu kuat sendiri merawat saya pada sekitar 2011 lalu. Mulai dari transfusi dan operasi hingga semua tetek bengek Ibu lakukan sendiri. Bagaimana saya...yang baru memulai kelas 11 selama dua bulan sudah merasa lelah karena ucapan seorang teman. Lalu yang manalagi? Banyak. Most of my entire life was spend only with my mom. Banyak segala macam hal berat yang Ibu laluin berdua cuma bareng saya. Tanpa Bapak. Alasannya? Karena Bapak sedang bertugas. Karena Bapak sedang berjuang meraih mimpinya.

Dari segala macam ujian yang dilaluin Bapak, no matter how hard it is Ibu pasti selalu dukung. Ya memang sih setiap orang have their own way to support their loved one, so my mom does. Dari zaman Bapak sekolah Ibu yang bantuin ngecek typo erorr inilah itulah. Ataupun kalau nggak ya...bantu bikin kue kesukaan Bapak atau mijetin kalo Bapak capek. Mendukung Bapak untuk bisa tugas PBB. Setelah nonton 6 episode drama descendants of the sun (yha maaf kak saya emang kemakan drama, tapi gimana tolong dong habis joong ki oppa ganteng banget hahaha :''' mana nontonnya sampek bikin air mata saya meluber-luber wkwk), baru sadar ternyata tugas pasukan PBB itu berat. Banget. Taruhannya adalah nyawa. Dan...Ibu merelakan dan mendukung Bapak untuk itu. Meskipun Ibu tahu apa resikonya. Meskipun Ibu tahu ia harus ditinggal sendirian dan hatinya bercampur aduk tak karuan. Karena Ibu tau itu adalah mimpi yang ingin Bapak raih. 

Ibu selalu bilang sama saya bahwa Ibu nggak pernah melarang Bapak untuk melakukan ini itu. Setiap mimpi yang ingin Bapak raih--as long as that's a good thing--Ibu pasti akan dukung. Ibu bilang karena buat apa kita harus ngelarang orang yang kita saya meraih mimpinya? Karena nggak mau ditinggal jauh? Kaya gembala di buku The Alchemist yang harus ninggalin Fatimah di gurun pasir karena ia ingin meraih mimpinya sebagai seorang alkemis? Atau karena nggak tahu apakah kita siap dan sanggup melalui masa susah-senang sendiri? Ibu bilang...percuma saja apabila kita melarang dan membuat orang tersebut tetap berada di samping kita. Tetapi jika ternyata pikirannya berada jauh disana melayang-layang membayangkan mimpinya. 

Menurut Ibu, jika kita menyayangi seseorang...kita juga harus bisa mendukung apa mimpi mereka. Dengan mengekang mimpi orang yang kita sayang, artinya kita tidak menyayangi ia seutuhnya. Hanya mendukung mimpi orang yang kita sayang, kita sudah bisa membuat dia bahagia, kan? Lyk...if he success achieve his dream, the one that must be proud is ourselves, so...why bother him not to let go? 

My hands were in danger shaking
I’ll promise for you for holding my hands
Girl I’m gon make you proud
I’m gon make you proud

iKon - Make U Proud

Anw... Happy Anniversary Bapak Ibu yang ke 23th. Sorry for only can give you this post and not any wedding-anniversay-pressent for this year. Sooo many things should have done, and neither I don't have much time to buy something that (actually) I already planned for years ago. Yha...hanya berujung wacana ya. Tapi gapapa. Kado lainnya dari Nindi adalah doa. Semoga Bapak Ibu sehat selalu dalam karunia dan lindungan Allah. Semoga selalu diberi kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi segala hal. Semoga Bapak bisa meraih apa yang dicita-citakan dan semoga Ibu juga selalu bisa senantiasa menemani Bapak. Semoga Bapak Ibu bisa nemenin Nindi sampek lulus+wisuda, sampek nikah, sampek sukses, sampek punya anak, sampek semua-muanya. Aamiin ya Rabbal Alamin. Much loveee

See you on next post peeps, semoga saya nggak omdo dan akan selalu rajin ngeblog! hoho ^^ belajar KAP dulu yakkk... nyaw. byebyeee.

0 komentar: