Beberapa minggu yang lalu sempat nonton sebuah acara di salah satu program yang mengenai Islam di ***ns TV. Dan waktu itu tepat mbahas tentang bagaimana cara tidur yang baik. Atau lebih tepatnya, cara tidur yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Menurut saya, waktu itu pas banget sama kondisi saya. Karena beberapa hari yang lalunya, saya sama teman-teman sekelas saya dituturi oleh salah seorang guru saya. Beliau berkata bahwa di zaman seperti ini, tidur 7-8 jam sudah tidak mungkin lagi dapat kita lakukan. Mengapa? Sekarang, kita dituntut untuk selalu profesional, dan all out dalam menjalankan segala tugas. Tidak tanggung-tanggung biasanya kita harus rela begadang dan baru tidur pada esok paginya hanya karena menyelesaikan sebuah tugas ataupun belajar. Oleh karena itu saya dapat menyimpulkan bahwa yang terpenting dari tidur adalah kualitasnya, bukan kuantitasya. Sekalipun kita hanya tidur selama 30 menit hanya untuk merebahkan badan, tapi apabila benar-benar berkualitas maka 30 menit tersebut telah dapat mengembalikan tubuh kita fresh kembali.
Nah, kaitannya dengan program acara yang saya tonton waktu itu menjelaskan bagaimana cara tidur Rasulullah SAW.
Yang pertama, Rasul biasa tidur pada saat 1/3 malam setelah selesai menunaikan ibadah sholat isya. Rasul tidak menyukai tidur yang hingga larut malam atau begadang hanya untuk sesuatu yang tidak penting. Kemudian Rasul akan bangun pada saat 2/3 malam untuk menunaikan ibadah sholat sunnah tahajud. Kemudian Beliau menunggu hingga adzan shubuh berkumandang dengan membaca kita suci Al-Qur'ran.
Sebelum tidur, Rasul selalu bersiwak (menggosok gigi) dan kemudian mengambil air wudhlu. Dan juga Rasul selalu membaca doa sebelum tidur baru setelah itu Rasul beranjak tidur. Bersiwak dilakukan agar membuat gigi kita bersih dari sisa-sisa makanan. Kemudian berwudhlu, Rasul mengatakan bahwa wudhlu akan membuat badan kita segar dan melemaskan otot-otot kita yang telah capek dan membuat tidur kita lebih nyenyak.
Selain itu Rasul membiasakan untuk tidur dengan berbaring menumpu ke tulang rusuk sebelah kanan serta meletakkan tangkupan kedua tangan dibawah kepala. Dan ternyata subhanallah, saya sudah merasakan sendiri manfaat dari tidur berbaring ke sebelah kanan. Ternyata semua hal itu berkaitan dengan proses ilmiah juga. Mengapa? Ya karena kita selayaknya orang normal setiap hari dari pagi hingga malam selalu menjalankan aktifitas dengan lebih banyak menggunakan organ tubuh kita yang sebelah kanan. Dan otak yang mengatur organ ditubuh sebelah kanan adalah otak sebelah kiri. Maka dengan berbaring ke kanan, maka kita mengistirahatkan otak kiri kita tersebut dan tidur diatas tangkupan kedua tangan membuat peredaran darah kita lebih lancar. Bukan hanya itu, ternyata tidur berbaring ke sebelah kanan dapat membuat proses pencernaan kita semakin baik. Lambung kita terletak disebelah kiri bawah, dengan kita tidur posisi ke kanan, maka jalan pencernaan lebih mudah dilakukan. Sehingga hal ini memperlancar frekuensi kita dalam BAB.
Sehat bukan? Subhanallah memang cara tidur Rasulullah memberi banyak manfaat bagi kita. Silahkan mencoba...semoga bermanfaat^^
Minggu, 17 Februari 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar