Minggu, 17 November 2013

Budaya Membaca

Di awal november kemarin saya duduk terpaku menghadap layar dan jari-jari ini mulai menari-nari di keyboard sebuah komputer yang terletak di salah satu perpustakaan umum kota Pahlawan. Tepatnya di Gedung Balai Pemuda. Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi perpustakaan umum. Saya turut bangga dengan adanya sarana ini dari pemerintah kota Surabaya. Perpustakaan umum mampu menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat Surabaya. Dengan fasilitas yang cukup memadai harusnya tempat ini dapat dimaksimalkan penggunaanya. Maksudnya adalah dengan mengajak masyarakat Surabaya untuk dapat menggunakan serta merawat fasilitas umum ini.

Buku adalah gudang ilmu. Dengan buku kita akan mampu membuka jendela dunia. Karena saat membaca buku maka kita akan turut terbawa oleh atmosfer yang diciptakan oleh buku itu sendiri. Ketika suatu buku menceritakan sebuah perjalanan di belahan bumi bagian yang lain kita seolah turut merasakan bahwa kita tengah berdiri disana. Dengan merasakan atmosfer tersebut maka akan tumbuh suatu rasa keinginan untuk pergi kesana. Dan keinginan itulah yang nantinya akan memacu diri kita untuk terus bermimpi dan bermimpi.  
Ingat, bahwa sesuatu yang besar selalu berawal dari mimpi kecil  yang sederhana.
Mimpi yang sederhana tersebut bila diiringi oleh usaha yang keras dan berdoa maka bukan tak mungkin jika mimpi itu akan menjadi kenyataan yang besar. Dan melalui bukulah kita mampu menciptakan sebuah mimpi. Seharusnya pemerintah kota Surabaya dapat memberikan sosialisasi kepada setiap sekolahan untuk membiasakan budaya membaca. Karena sebaiknya membaca mulai diterapkan sejak anak berusia dini. Budaya membaca adalah suatu kebudayaan yang awalnya memang tak mudah untuk diciptakan. Tetapi, namanya juga budaya. Dalam ilmu sosiologi yang telah saya pelajari budaya adalah suatu hal yang tercipta dari akal dan budi setiap manusia. Budaya adalah sesuatu hal yang dapat dipelajari. Dengan kita membiasakan diri untuk membaca maka kita telah menerapkan budaya membaca bagi diri kita sendiri.

Dan pelaksanaan program budaya membaca pun juga telah turut dilaksanakan oleh sekolah saya yaitu SMA Negeri 2 Surabaya. Pada setiap Jumat pagi selalu diadakan kegiatan. Seperti, kerja bakti, english day dan yang terakhir adalah budaya membaca. Kegiatan budaya membaca dilakukan dengan cara setiap anak diwajibkan untuk membawa sebuah artikel ataupun buku. Kemudian kami para siswa dan juga guru akan diberikan waktu untuk membaca. Setelah itu ada perwakilan yang akan maju kedepan untuk membacakan kesimpulan dari apa yang telah dia baca.

Saya berharap agar budaya membaca dapat diterapkan. Terutama kebiasaan ini diciptakan sejak anak-anak berusia dini. Karena membaca buku bukan hanya bagian dari refreshing tetapi juga agar wawasan kita dapat bertambah luas.


0 komentar: