Minggu, 17 Januari 2016

Psst, yuk mari mendengar

"Eeeh dengerin aku dong, jangan sibuk sama hp mulu" *goyang2in tangan lawan bicara* *pasang muka cemberut*

Sering nggak sih kita denger kalimat seperti diatas? Biasanya kalimat tersebut terlontar saat kita sedang asyik berbicara ternyata lawan bicara kita tidak memperhatikan kita. Banyak sih faktor yang membuat lawan bicara jadi nggak fokus dengan apa yang sedang kita bicarakan. Misal, karena kondisi sekitar yang ramai, lawan bicara sedang melamun atau...mereka justru fokus pada gadget mereka. Bete kan? Nah ini nih yang sekarang sering terjadi di kehidupan kita.

Sekitar tiga bulan yang lalu, yaitu tepatnya tanggal 20 Oktober 2015 saya mengikuti UTS pertama saya sebagai mahasiswa. Hari itu saya akan ujian Pengantar Ilmu Komunikasi (PIK) secara lisan. Dag dig dug belalang kuncup sih sudah pasti. Seminggu saya belajar mati-matian untuk memahami setiap deretan huruf di kitab mahasiswa ilkom yaitu Komunikasi: Suatu Pengantar milik pak Deddy Mulyana. Saya menghafal seabrek soal beserta jawaban (dari materi di buku) yang mungkin akan saya dapat. Dan ternyata ketika ujian, nomor undian yang saya ambil berisikan sebuah pertanyaan logika. Dialog antara saya dengan penguji jujur masih terasa membekas, kira-kira seperti ini, P: Penguji; S: Saya :

P: 'apa yang dimaksud dengan keterampilan berkomunikasi?'
S: 'terampil berkomunikasi adalah bla3x (jelasin tentang bicara tahu konteks ruang waktu, siapa lawan bicara, dan menyampaikan pesan dengan cara yang tepat)'
P: 'udah itu aja?'
S: *mikir keras* 'ah ya Mba, mendengarkan! Mendengarkan itu juga gak kalah penting bla3x'
P: 'oh gitu...terus menurutmu, apa kamu sudah terampil dalam berkomunikasi?'
S: *tertegun* *nelan ludah* *dalam hati tanya: 'iya ya, udah belum sih aku terampil berkomunikasi? seperti jawabanku tadi...' 
setelah beberapa detik terdiam akhirnya saya menjawab 'belum Mba, karena saya masih banyak berbicara daripada mendengar orang lain'

Ya kurang lebihnya begitulah... Saat keluar dari ruang ujian senang karena saya dapat pertanyaan logika dan bukan hafalan. Tapi...jawaban atas pertanyaan tersebut menjadi hal yang sampai saat ini masih saya pikirkan. Jawaban saya yang mengatakan bahwa terampil berkomunikasi adalah mengenai berbicara dan mendengar, membuat saya terus mengintropeksi diri. Terlebih saat saya mengatakan bahwa saya masih lebih banyak berbicara daripada mendengar. Lalu munculah pertanyaan dalam hati saya, sudahkah saya berbicara dengan tepat? Sudahkah saya mendengar apa kata orang lain? Karena keresahan itulah saya menulis ini. Dengan harapan kita dapat menjadi pendengar yang lebih baik.

Siapa sih manusia di dunia ini yang tidak ingin didengar? Secara pribadi saya yakin bahwa setiap manusia ingin setiap kata yang ia ucap didengarkan oleh lawan bicara? Kenapa sih manusia ingin didengar? Karena simpel aja, manusia ingin apa yang ia pikir dan rasakan dapat dipahami oleh orang lain. Ya, sesimpel itu.

Tapi sadly to say...sering terjadi saat kita berbicara lawan bicara tidak memperhatikannya. Hingga kita perlu mengulangi kembali pesan yang telah disampaikan. Seperti yang telah ditulis diatas, salah satu faktor penyebab adalah gadget. Yap...a little thing that help your life much but create a new problem also

Gadget is like a coin who have two sides, the good and bad ones. Gadget and internet really a delicious and legit combination in this 20s era. They give anything you want to know. They can even help you, like help to finish your task (don't denied it, because I also did). And... you can find happiness from your gadget. Online music player, games, social media etc. Ain't that interesting uh? But in the other side, I believe that most of you probably will spend your time with gadget (esp if you have large quota to access an internet) http://www.laptopmag.com/images/wp/purch-api/incontent/2013/03/gadgets_sf1.jpg

Have you ever realized if you always on your gadget, it'll bring a bad effect...not only for you, but also people around you. When you don't put your attention while communicating with others, they might mad at you. Don't get mad at them back because that's your fault not to listen them carefully. Well to make it easier, let's change your position as you were them. 

Mengutip quote ala ala tumblr,
Quote tersebut menarik untuk diterapkan pada saat kita berkomunikasi. Karena saya senang untuk didengarkan, maka sejak UTS kemarin saya punya satu mindset baru yaitu, 'saya harus juga menjadi pendengar yang baik bagi lawan bicara saya. Siapapun itu. Dan apapun yang ingin mereka bicarakan dengan saya'.

Saya adalah tipikel orang yang suka banget cerita tentang banyak hal. Bercerita tentang pemikiran, pengalaman, harapan, dan perasaan. Karena itu saya juga senang untuk didengarkan (even kadang apa yang saya bicarakan not really an important thing). Dan ketika lawan bicara memberikan tanggapan atas cerita yang saya sampaikan saya selalu senang. Saya senang karena saya tahu dia put their attention to every single words that I'm saying. 

Ketika berkomunikasi, kita harus mendengarkan dengan seksama apa yang lawan bicara katakan. Bukan hanya sekedar mendengarkan, tetapi juga memahami. This is what we called, listening and not hearing. Seseorang dapat dikatakan memahami lawan bicara ketika ia mampu memberikan respon, baik secara verbal maupun nonverbal. Respon positif dapat berupa kalimat persetujuan, nasihat, anggukan, senyuman dll. Tidak selalu respon yang positif, karena memang ada kalanya seseorang memberikan respon negatif. Contoh respon negatif adalah saat murid SMA diberi tugas matematika satu bab oleh gurunya dan harus dikumpulkan besok pagi.

Bagaimana cara agar kita dapat mendengarkan sekaligus memahami lawan bicara? Here's some advice that I can give to you,
  • Pertama tentu pusatkan perhatian, sebisa mungkin tidak tepengaruh oleh segala bentuk noise yang akan muncul. Seperti keramaian lingkungan dan notifikasi di gadget
  • Kedua, saat kita memperhatikan lawan bicara...lakukan eye contact. Bener deh ini...eye contact itu penting. It'll make people being respected by you. Tapi tetep juga harus tau konteks waktu dan ruangnya. Saat berbicara dengan gebetan, dengan leluasa kita bisa memberikan tatapan genit, tetapi tidak pada guru atau dosen. Jangan sampai kita memberikan tatapan nantang saat lawan bicara kita adalah seseorang yang lebih tua. Atau tatapan yang dapat menimbulkan penafsiran negatif tentang kita. Berikan tatapan yang dapat membuat lawan bicara kita merasa dihargai. Gimana ya caranya? Hm, tanamkan dulu dari dalam hati kita kalau kita menghargai mereka. Maka tatapan 'menghargai' itu akan berjalan dengan sendirinya :) 
  • Ketiga...letakkan gadget, sebisa mungkin jauhkan dari pandangan kita. Sebagian orang berkata bahwa ketika ia memegang gadget ia tetap dapat memperhatikan lawan bicaranya. Ya...bisa dikatakan benar ketika orang tersebut mampu fokus terhadap dua hal secara bersamaan. Tetapi meskipun gitu...beda lo rasanya didengarkan oleh seseorang yang sedang memegang gadget dengan yang tidak. Entah kenapa, karena saya pribadi suka bete kalau ketika saya berbicara dan lawan bicara justru asyik dengan gadget.
  • Keempat, jangan menyela. Berikan waktu untuk mereka berbicara. Saat mereka sedang berbicara kita dapat memberikan respon nonverbal yang dapat menujukkan ke mereka bahwa kita menyimak apa yang tengah ia sampaikan. Oya...ketika seseorang bercerita, tidak semua orang ingin mendapatkan masukan. Terkadang seseorang bercerita hanya karena mereka ingin didengar. Jadi, biasanya ketika ingin memberikan tanggapan berupa masukan saya tanya dulu ke mereka...boleh dikasih masukan atau nggak. Kalau kita langsung nyerocos memberikan masukan, belum tentu juga mereka suka karena mereka akan merasa digurui.
Hm...sepertinya terlalu ideal sekali ya. Saya sendiri pun kadang belum benar-benar menerapkannya. Tetapi saya akan selalu berusaha untuk menjadi pendengar yang baik seperti pada keempat poin tersebut. 24 jam (((kecuali kalau saya sudah tidur lain ceritanya wkwk))) akan selalu terbuka untuk siapapun bagi yang mau bercerita, insyaAllah saya akan dengan setia mendengarkan :)
Kalo ada apa-apa cerita ya. Sama siapa aja terserah. Nggak mesti harus cerita sama aku. Pokoknya cerita sama orang yang kamu percaya
Kalimat itu adalah satu hal yang selalu saya ingatkan kepada semua teman. Menurut saya seseorang tidak mungkin menanggung beban perasaannya sendiri. Kalaupun bisa pasti akan ada batasnya. Kita tidak pernah tahu kapan kita mencapai batas itu. Dan kita juga tidak tahu hal-hal apa yang akan terjadi jika telah berada dalam ambang batas. Sesuatu yang buruk bisa saja terjadi bila kita terlalu lama memendam sesuatu sendirian. Perlu seseorang lain yang juga memahami perasaan tersebut. 

Ibarat sebuah gelas yang diisi air terus menerus tanpa meminumnya, lama kelamaan akan tumpah juga air di gelas itu. Sama seperti manusia, ketika ia ditimpa masalah terus menerus tanpa pernah menceritakannya dan hanya memendamnya sendiri suatu saat pasti akan meledak juga. 


Karena dari itu saya nggak pernah capek untuk mengingatkan mereka untuk bercerita apapun yang mengganggu pikiran mereka. Meskipun dengan bercerita tidak selalu dapat menyelesaikan masalah, at least orang lain dapat memahami perasaan dan posisi kita. Dan saya yakin itu dapat membuat rasa beban berkurang dikit demi sedikit. 

Saya harap...setiap orang tidak memendam masalahnya sendiri. Bercerita lah kepada seseorang yang dapat dipercaya. Seseorang yang mampu menjaga rahasia diantara keduanya. Dan...jadilah pendengar yang baik. Tanpa disadari sejujurnya semesta pun telah menunjukkan bahwa kita harus menjadi pendengar yang baik. Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut bukanlah tanpa maksud. Hal ini menunjukkan bahwa kita harus lebih banyak mendengar daripada berbicara.

Selamat malam peeps dan selamat beristirahat! ^^ 

Kamis, 31 Desember 2015

Denting Pergantian Waktu

Tiga jam menuju pergantian tahun.

Seperti sudah menjadi rutinitas untuk menulis catatan penutup tahun, malam ini tidak absen untuk menulis review selama setahun. Satu mangkuk sup kacang merah buatan Ibu baru saja selesai kusantap. Sedikit meninggalkan sisa di bibir karena lemak tapi tak apa karena rasanya yang nikmat. Sama persis dengan tahun 2015 ini. Begitu banyak cerita yang (jika bisa) kusimpan dalam dompetku. Sehingga tiap aku bosan setidaknya aku tahu 2015ku memiliki banyak kenangan.

Pergantian tahun baru kali ini sepi, sunyi masih tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimalam pergantian tahun dua tahun yang lalu Tokyo bak sebuah kota mati. Jauh dari hiruk pikuk, tidak ada kembang api. Benar-benar diluar ekspetasi. Aku pikir Tokyo akan bertabur kembang api, tetapi ternyata Tokyo justru bertabur doa. Ya, warga Tokyo memang merayakan tahun baru mereka dengan beribadah ke kuil. Dan kami berempat, bapak ibu mas aku hanya meringkuk dalam kamar menghangatkan tubuh. Setahun lalu pergantian tahun aku lewati bertiga bersama bapak dan ibu dirumah Surabaya. Bertiga kami habiskan malam dengan menonton film dan makan-makan cantik. Dan malam ini, di malam pergantian tahun baru 2016 aku hanya berdua dengan Ibu dirumah. Sedangkan bapak dan mas tetap berada di Jakarta. Ah... 

Kesunyian makin menjadi-jadi karena UAS take home bahasa indonesia dan TPI telah menanti. Menggoda kami para mahasiswa ilmu komunikasi merengek-rengek minta dinodai. Terimakasih kepada dosen-dosen kami yang sangat perhatian. Karena lebih mulia pergantian tahun diisi dengan mengerjakan tugas daripada menggalau urusan pacaran. Meskipun pada akhirnya saya berhenti dan berakhir menulis post ini. Tidak apa-apa, karena seperti jingle BSK 2015
hei arek-arek sangar komunikasi. ayo semangat dan tak usah bersedih
365 hari terakhir banyak hal terjadi. Kesedihan dan kegalauan ala-ala remaja mengawali enam bulan pertama 2015. Tapi saat ini terbayar sudah. Alhamdulillah kebahagiaan dan kenikmataan telah dikaruanikan oleh Allah. Tak terhitung jutaan uraian air mata dan gelak tawa yang turut menjadi pendamping di setiap peristiwa.

Bagaimana peristiwa Februari lalu membuat hati ini semakin mantap untuk menerima kenyataan. Bertahan untuk seseorang yang tidak memiliki perasaan yang sama bukanlah hal yang tepat. Hanya buang-buang dan menguras tenaga serta pikiran. Tetapi terimakasih tetap kuucapkan. Terimakasih karena telah mengajarkanku untuk beradu dengan logika dan perasaan selama dua tahun belakangan. Hingga membuat hatiku kuat seperti sekarang. Ketika logika sudah termakan dan dibutakan oleh berbagai alasan untuk tidak mengikhlaskan seseorang, perasaanlah yang harus mulai berjalan. Coba berpikir kembali dengan perasaan seberapa pantas seseorang perlu untuk diperjuangkan. Butuh alasan yang tepat dan sejalan menurut logika serta perasaan mengapa kita harus bertahan.

Urusan masa depan juga tidak kalah seru. Perjuangan mencapai masa depan yang dilalui selama berbulan-bulan. Seabrek ujian dilewati untuk kelulusan. Yay, aku lulus SMA! Tapi...tidak berhenti disitu teman. Bagaimana perjalanan panjang untuk mendapatkan bangku di perkuliahan. Diterjang ujian masuk perguruan tinggi dan ujian kehidupan. Membuat kondisi hati ini semakin fluktuatif. Tak kalah hebat dari guncangan yang kurasakan pada saat aku menaiki rollercoaster. Bahkan bila mungkin meledak sudah semuanya. Bulan mei hingga juli makan tidur tidak lagi menjadi hal yang mengasyikkan. Hingga akhirnya pecah pengumuman. Akhirnya tak sia-sia tiap malam aku bergumul dengan tumpukan soal-soal. Sekali lagi, terimakasih ya Allah :)

Dan enam bulan terakhir Allah memberiku sebuah keluarga baru. Teman/mas/mbak/pak/bu commers unair. Ya, kencan dengan soal-soal SBMPTN selama berbulan-bulan mengantarkanku ke jurusan idaman. Jurusan yang kuinginkan sejak duduk di awal bangku SMA. Disaat aku berserah apapun jurusan yang nanti akan kudapatkan, ternyata Allah percaya bahwa aku pantas dan mampu untuk menjalani kuliahku disini. Awal perkuliahan aku mengalami gegar budaya. Rindu SMA, rindu teman, bingung apa yang harus kulakukan. Melihat banyak teman telah meniti karier membuatku hatiku bercampur aduk tidak karuan. Bercerita menjadi obat bagi pelipur lara. Bukan satu dua, tapi hampir semua sahabat, teman dekat, dan orang tua aku ceritakan mengenai kegundahan ini. Satu lagi yang bakal tidak terlupakan di awal perkuliahan. Peristiwa yang masih membekas hingga diujung tahun, Baur Sedalu Komunikasi (BSK). Sebuah acara ospek jurusan milik ilmu komnuikasi unair. Masih kangeeen. Masa-masa perkuliahan yang indah sebelum negara api menyerang, ups, maaf maksudku oleh setumpuk tugas. Tapi selalu kuingat ketika Allah telah membayar semua peluh dan tangisku akhirnya Allah memberi jurusan yang kuinginkan. Dan itu artinya aku harus yakin bahwa aku mampu. Kurangi mengeluh dan banyak-banyak bersyukur serta menikmati karena masih diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Alhamdulillah :)

Tahun 2015 juga menjadi lebih berwarna setelah aku tercebur dalam dunia Korea. Aku jatuh cinta dengan YG artist. Bigbang, ikon, winner, akdong musician, epik high...semuanya! Menikmati cuplikan konser dari dunia maya sudah lebih dari cukup buatku. Menonton variety show yang mereka bintangi, running man, happy together, dan bahkan show me the money! Selama ini nggak pernah suka sama lagu genre rap hingga akhirnya jatuh hati dengan lagu milik Mino Winner ft Taeyang Bigbang - Fear pada semifinal show me the money (SMTM) 4. Kemudian jatuh cinta dengan Climax dari Team B (yang saat ini bernama iKon) yang dibawakan pada saat Who Is Next (WIN) era. Terimakasih papa Yang Hyang Suk yang mengawali tahun dengan comeback Bigbang dan mengakhiri tahun dengan debut iKon. 2015ku menjadi lebih menyenangkan! Bigbang dan iKon menjadi penyemangat saat suntuk datang didera oleh abjad yang tersusun rapi di buku Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar milik Deddy Mulyana.  감사합니다 오빠

Terimakasih kepada bapak ibu yang tak pernah berhenti mendoakan Nindi. Yang selalu memberi semangat untuk dapat melewati naik turunnya kehidupan. Yang selalu memberi saran tentang manis pahitnya kehidupan percintaan. Terimakasih telah hadir dalam setiap bagian hidup Nindi. Terimakasih untuk seseorang yang telah membuat hati saya kuat seperti sekarang. Terimakasih teman-teman SMA, semoga kalian sukses di dunia perkuliahan. Terimakasih haha and the gengs, astrid, dea, reva, ridwan, ona, satria...meskipun kuliah kita beda-beda kota semoga kita tetap bisa selalu dukung satu sama lain. Terimakasih telah selalu menyediakan tempat untuk mendengarkan curhatan Nindi (yang kadang kurang penting) terutama saat Nindi belum mendapatkan bangku di perkuliahan. Terimakasih keluarga baruku commers 2015 dan mbak mas commers juga. Kita memang sangar. Tahun baru sama tugas pun juga tetap kuat. Meskipun kadang grup kelewat rame dan bikin notif jebol, cuma baca chat grup aja bisa ketawa-ketiwi. Meme-meme yang bertaburan apalagi...MANTAP! (kemudian masukin memenya Bli). Terimakasih Bigbang dan iKon yang tidak pernah gagal membuat saya kegirangan tidak karuan. Nindi jadi lebih banyak tersenyum tahun ini juga karena kalian. Terimakasih juga kepada seorang teman yang diakhir bulan telah mengingatkan
'...Semangat kuliahnya yang pinter'.
Dan...terimakasih yaAllah masih memberikanku nafas. Terimakasih atas sejuta pengalaman yang menjadi pelajaran berharga di tahun 2015. Jadi...terimakasih 2015. 

Tak terasa 2016 akan datang satu jam lagi. Semoga kehangatan selalu menyertai malam kalian peeps. Sampai jumpa lagi di 2016 ^^ Much love :3

Selasa, 01 Desember 2015

Yay December

Decemberrr is coming to townnn ~~~ (backsound: anthem by ikon). Yay yay yay! bentar lagi ganti taun. Nggak kerasa ya cepet banget.

Anw, sebenernya saya tuh pengen cerita tentang lima hari yang lalu. Agak telat sih emang ya. Semoga belum basi dan masih hangat hehe. Mending terlambat daripada nggak sama sekali kan hehehe. 

Key, Kamis 26 November 2015

Ruang dan Sastra vol 3. Acara tahunan ilmu komunikasi unair yang tahun ini udah berjalan ke tiga kalinya. Daaan tema ruang sastra kali ini adalah hujan. Siapa sih yang nggak suka hujan? Secara gitu surabaya panas bet, pasti rindu dinginnya hujan kan. Jujur aja sih emang di Surabaya tuh hujannya masih labil gitu. Dateng pergi. Apalagi daerah rumahku--kenjeran--tempat paling kece se-Surabaya (whatever you may say but I love this place kkk) jaranggg banget hujan. Udah mendung gitu kan, eeh ternyata hujannya nggak jadi. Berasa semakin di php aja gitu sama hujan. Karena itu untuk dengan hujan sebagai tema ruang sastra tahun ini, kita bisa merasakan kerinduan kita sama hujan (ini kesimpulan aku buat sendiri :)))

Secara pribadi sih...hujan itu buat refleksi diri menurutku. Kita jadi inget hal-hal yang bikin kita seneng bahkan yang sedih. Kita melihat ke belakang, apa yang kita rindukan, apa yang sebenarnya ada di benak kita. Semua terluap ketika menikmati hujan. Melihat setiap tetes yang jatuh di sudut jendela. Aroma khas yang menenangkan dikala hujan, petrichor. Kombinasi yang semakin pas bila ditemani dengan secangkir minuman hangat. Karena bukan penikmat kopi, susu coklat boleh juga. 

Namanya aja ruang sastra, artinya di acara ini kita bisa menikmati setiap karya sastra bertemakan hujan dari commers (sebutan mahasiswa ilkom ua) ataupun umum. Kebetulan kemarin aku tampil baca puisi dua kali. Asli deh aku nggak pernah baca puisi, cuma suka nulis aja. Dan nulisnya tuh iseng banget. Lagi duduk depan laptop, terus cek hp karena banyak kating yang promosi ruang sastra pengen deh ikut bantuin promosi ruang sastra juga. Dengan niat mau bikin status untuk promosi...eh malah bablas jadi puisi. Yaudah karena mumpung lagi encer aku selesain deh tuh puisi, terus cus kirim ke panitia. Sebenernya nggak terlalu ngarep juga untuk bisa ditampilin...eeh tapi alhamdulillah ternyata kepilih. Soalnya tuh banyak temen-temen yang kalo bikin dan baca puisi lebih hacep.

Sebagai orang yang mudah tersentuh (bukan gembeng plz, tolong bedakan) sama yang berhubungan dengan keluarga akhirnya aku nulis deh puisi tentang bapak ibukku. Feelnya makin dapet karena waktu bikin puisi emang lagi kangen huhu. Penampilan yang satunya lagi aku collab musikalisasi puisi sama temen-temen aku commers 15. Yewla jadi baper gyet sama puisi mereka yang tentang orang berpisah gitu. Mungkin...eh nggak jadi deh. Gausah hehe.

Sebelum acara aku pulang dulu, mau mandi. Bcs of surabaya yang panas dan bikin badan aku lengket gak enak juga kalo dari pagi sampek sore nggak mandi kan haha :''' Terus hati tuh rasanya badump badump karena aku tampil jadi pembuka. Aku sampek suruh temen-temen aku buat nemenin semangatin aku (kaya orang mau final indonesian idol aja haha :') habis malu aku...udah gak pernah baca puisi, sekalinya baca puisi jederrr...yang nonton banyak (ya gak banyak2 banget juga sih.-.)

Pulang ruang sastra nggak bisa berhenti senyum hehe. There's something happen that night. Yang bikin goosebump nggak karuan. Kaya udah mau copot keluar aja ini hati (eh hati apa jantung ya?.-.) Padahal sederhana, padahal semua orang juga bisa kaya gitu...tapi...kenapa dag dig dug yah? Apa mungkin lagi ada konser dangdut disana? Ehm, kurang paham juga. Sih yang pasti saya juga heran kenapa 'hal' itu buat saya badump badump senyam senyum dari jalan pulang ke mobil, di mobil pasang safetybelt senyum lagi, masuk rumah senyum lagi, mau tidur senyum lagi (lama-lama gila gue :''') Oh mungkin inikah yang dinamakan senam wajah?.-. Kan gitu...salah satu bagian senam wajah kan senyam senyum... Ya gapapa sih biar awet muda gitu peeps...hehe. Tapi...no baper lah yha. Mungkin ini semua masih kesimpulan saya aja. Fakta yang sebenarnya belum terungkap. Yha mari kita ungkap fakta lengkapnya hanya di...silet. 

Terus sekarang jadi mikir, kayanya ujian terberat itu bukan ujian PIK tapi...ujian hidup. Yang dikasih sama empuNya kehidupan. Pas lagi mau fokus UAS gini ada aja gitu pikiran yang sliwer... Hu ha... kudu tetep fokus pokoknya yaw. Doakan aku peeps tanggal 28 aku baru ujian. Uwww sedih sebenernya, disaat gengzku dah balik ke Surabaya semua akunya malah baru mulai ujian :''' Yha...disyukuri aja deh.

Semoga nindi tetap fokus, semangat UAS, tapi pikirian nyliwer (bahasa apa ini-_-) dikit ya boleh lah ya :''' sebagai penyeimbang. Terus janji bakal produktif untuk ngeblog. Sapatau nanti ada penerbit yang mau jadiin buku. Hehehe. Ngarep boleh dong peeps, kan semua hal kecil berawal dari mimpi yang besar  ^^ 

Mwahhh, love you peeps. Goodnight and sweetdreams ^^

Oya peeps, aku bakal kasih puisi pembukaku di ruang sastra. Check it out peeps...enjoy

HANGAT

Apa yang paling dirindukan saat hujan?
Bukan kesedihan, apalagi kenangan tentang mantan
Bukan

Tapi kehangatan dalam ruamhlah yang kurindukan
Bahkan, secangkir kopi pun tak lebih menghangatkan

Apalagi yang ingin aku dapatkan?
Selain duduk bersama dalam lingkaran, berbagi canda tawa dan pengalaman
Sembari menikmati hujan, bersama mereka aku hangat dalam perlukan

Aku tau jarak bukan jadi alasan
Apalagi artinya fisik yang berdekatan bila hatinya berjauhan
Karena meskipun berjauhan kami selalu saling mendoakan

Kali ini, aku memohon dalam hujan
Untuk seseorang yang telah bekerja nunjang palang
Untuk seseorang yang selalu memberiku kedamaian
Yang kepulangannya selalu ku tunggu di pintu gerbang
Tolong, jaga bapak ibuku...Tuhan
by: nindita alrikip

Rabu, 30 September 2015

The Return of Superman

I finally have time to write again. Few hours ago I just don't know what to do. Kinda feel stupid but then I know that I should be more productive. Back to my last post, I will fulfill my promise to give a review one of Korean TV Program. This actually my first time to review TV's program, but since now I'm a comm student, media becomes an interesting topic to discuss. 

As you can read the title, now I'm going to give you the review of "The Return of Superman". Well, people might ask me why I give a review about Korean TV Program and not Indonesian. This program just popped up on my mind beside just like I said, I want to fulfill my promise.


Yaps, on May 2015 I felt in love with Bigbang and I found one video of GD and a girl--who lately I know she's Tablo's daughter, Haru--in Youtube. I know that I'm just too late, that episode is about one year ago. But since I'm not into a K-World this program is a new thing for me. I don't even know who is GD and Tablo because I only put my heart on Seungri. Kkk, I'm sorry this isn't time to discuss Bigbang. Well back to topic, so I decided to find out what's the program and start then until now I always watch The Return of Superman.

Haru and GD
The Return of Superman adalah salah satu acara reality show Korea yang disiarkan oleh KBS TV (kalau di Indonesia seperti TVRI). Bagi Kpoper mungkin sudah tidak asing dengan KBS karena mereka juga menayangkan program musik (Music Bank) dan drama. Buat yang belum tau, KBS adalah stasiun TV milik pemerintah sehingga tak heran jika mereka selalu lebih menekankan program yang dapat menjadi tayangan keluarga. Karena itu tayangan yang mereka berikan selalu memiliki unsur mendidik. Salah satunya adalah melalui program ini, The Return of Superman.

In this reality show Mom will leave the home and Dad will spend 2 days with his children to take over Mom's duty. Sound interesting right? Kebayang kan gimana lucu dan serunya seorang ayah yang mengurus anaknya tanpa bantuan dari istri mereka. Karena nggak cuma di Indonesia, di Korea pun yang biasa bertugas untuk mengurus rumah dan anak adalah Ibu. Sedangkan ayah sibuk bekerja sehingga tidak memiliki waktu untuk bersama anak terlebih untuk bermain dengan mereka. Para pengisi program ini pun datang dari berbagai macam profesi--yang sebelumnya mereka adalah orang-orang yang memang sudah terkenal--dari dunia entertain seperti MC, aktor, penyanyi dan atlet yaitu atlet judo dan sepak bola.

Memang pada episode-episode awal kita dapat melihat bahwa para ayah terasa begitu kewalahan tanpa bantuan istri. Seperti Tablo yang tidak mengerti apa yang Haru tengah bicarakan, atau Hwi Jae yang kalap karena putra kembarnya yang saat itu masih bayi terkena demam. Tapi setelah 97 episode program ini tayang para ayah mulai perlahan terbiasa untuk mengurus anak mereka. Melalui program ini ayah yang biasanya sibuk dan tidak memiliki waktu untuk bermain dengan anak dapat menjadi lebih dekat. Meskipun kini berkomunikasi adalah hal yang sangat mudah dilakukan karena ruang dan waktu yang dapat dipersempit, tetapi tetap tidak dapat mengalahkan komunikasi yang dilakukan secara langsung. Karena melalui tatap muka terdapat controlling dan kesan psikologis yang tidak bisa kita dapat melalu komunikasi tidak langsung. 

HwiJae cry when his twins SeoJun SeoEon sick
Melalui program ini para Ayah ingin menjadi Superman bagi anak-anak mereka. Menjadi sosok yang kuat dalam keluarga, penyemangat, dan sahabat yang selalu dapat menjadi kebanggaan anak-anak mereka. Tidak ada script disini. Semuanya berlangsung secara natural tanpa dibuat-buat. Tidak dapat dipungkiri beberapa dari kita mungkin menganggap jika produser memberikan script kepada para ayah. It's okay if you think so, but anak-anak mereka? Apa yang mereka lakukan dan ucapkan terjadi secara alami. Tidak ada "action" dan "cut".

Banyak esensi yang bisa kita dapat di program ini. Bagaimana agar dapat menjadi orang tua sekaligus sahabat bagi anak. Mendidik anak dengan memberikan achievement or punishment pada saat yang tepat. Mengenalkan hal-hal baru pada anak, bertukar pikiran seperti yang dilakukan Hyun Sung saat mengajak kedua putranya, Junu dan Junseo untuk berbagi cerita sekaligus mengajarkan tradisi minum. Terutama parenting method yang diterapkan oleh Il Gook. Ia mendapat banyak pujian dari para psikolog tak heran jika cara Il Gook mendisplinkan ketiga putra kembarnya banyak ditiru oleh beberapa orang tua. 

Haru go crazy with her Dad, Tablo

 
HyunSung, Junu & Junseo sharing time
Daehan as big brother taking care to his two litlle brother, Minguk and Manse
Semua tentang keluarga dan cinta. Saya terharu dengan Haru yang begitu heart warming. Jujur beberapa kali saya dibuat menitikan air mata dengan ucapan Haru. Dia pernah mengatakan bahwa keluarga adalah hal yang indah, dan ayah adalah sahabat bagiku. Aku tidak takut lagi dengan Ayah. She melt my heart especially when she said "Love is when Dad make me laugh" after her Mom--Hye Jung--asked her "what do you know about love". Coba lihat betapa lucunya Sung Hoon yang macho dan terlihat gahar dapat bertekuk lutut dengan keimutan putrinya, Sarang. Tablo mungkin boleh dikenal sebagai rapper jenius, Sung Hoon boleh dikenal sebagai pemain Judo yang tak terkalahkan, Hwi Jae sebagai MC kondang, atau Hyung Sung, Il Gook dan Tae Woong yang dikenal sebagai aktor, tetapi ketika telah kembali kerumah bersama anak-anak, secara otomatis peran mereka berganti menjadi sosok ayah dan berubah 180°.

Choo SungHoon and Sarang
Please grow well Daehan, Minguk, Manse. Looking forward for you three to join YG
FAVORITE! Kinda miss them
The Return of Superman really inspiring me! I learn a lot from their parenting method but I'm not being (and never will be) subversive with my parents. I might use their parenting method later when I have kids but it doesn't make me can judge the way my parents do to me whether is right or wrong. Because I know that they have their own parenting method and they know what's the best for me. We should open our mind without forgetting our ethics guys!

Program ini seharusnya dapat menjadi inspirasi sekaligus pengingat bagi media di Indonesia untuk memberikan tayangan yang bermanfaat dan mendidik. Bukan berarti kita harus memplagiat program tersebut, at least media--INDUSTRI media--dapat lebih bijak dalam menanyangkan program TV terutama pada saat prime time. Industri media boleh saja mencari keuntungan jika itu yang memang mereka inginkan, tetapi jangan sampai program yang diberikan sangat tidak mendidik dan justru menjerumuskan para generasi muda. Jangan hanya mengedepankan uang dan melupakan generasi penerus bangsa. TV have a very big impact to our next generation, people--kids especially--gets easier to understand the information given by audio and visual. They still don't know which one is good and bad for them. It's true if parents should watch TV together with their kids to control them, but we can't deny if parents can't control media to not give something they don't like to their kids 24 hours in 7 days.

I'm sorry for my eyes that staring to computer about 2 hours but please understand that my writing skill only working when my nerves ready and usually they're ready at night haha :''' Anw I will keep forcing my self to be productive writing for this blog! Goodnight peeps. Oyasuminasai ^^

nb: sorry for the bad grammar, but becasue I want to improve my english skill from now I'll use two languages. Please correct me if I'm wrong juseyooo. Terimakasih, thankyou, danke, arigatou, gamshamnida! ^^

Minggu, 16 Agustus 2015

Turut Senang

Dari sejak pertama liburan tuh saya sibuk mulu sama comeback Bigbang. Mulai dari nungguin lagu mereka keluar perbulan, main di variety show, apalagi pas konser hmmm...jangan ditanya...saya cuma bisa nikmatin dari dunia maya :') but that's enough for me. Nggak cuma itu saya juga sibuk (((sibuk))) nonton the return of superman sama variety show lainnya. Ya habis gimana atuh mereka mah inspiring banget acaranya...orangnya juga hehe. Next time saya bakal kasih review program variety show korea.

Meskipun gitu saya tetep ngikutin perkembangan berita di Indonesia lewat dunia maya, alhasil saya kurang nonton program TV dalam negeri :" (maafkeun pemirsa) khususnya yang berita-berita gitu. Daan baru tadi pagi saya nonton berita pagi di TV. Karena menjelang hari Kemerdekaan RI mayoritas mereka nayangin sejumlah berita tentang cara masyarakat Indonesia memeriahkan HUT RI.  

Saya terus gonta-ganti channel hingga akhirnya stuck di salah satu stasiun TV swasta yang menyiarkan penanaman sejuta terumbu karang oleh TNI AL dalam rangka memeriahkan HUT RI. Jujur saya...tersentuh. Saking tersentuhnya saya pengen banget buat nulis disini hehehe. Nggak tau kenapa, mungkin karena efek saya tinggal di deket pantai kali ya hahaha. Nggak nggak serius nih jadi menurut saya cara ini keren banget. Kenapa? Well kita tau bahwa 70% bagian dari Indonesia adalah laut. Bahkan lebih dari 50% keragaman hayati bisa temukan di satu tempat di Indonesia, Raja Ampat! Tuh kebayang banget kan gimana luas dan kayanya laut Indonesia. Selain itu saya juga ingat salah satu pesan Presiden RI kita yaitu bapak Jokowi yang mengatakan jika kita harus membuktikan bahwa Indonesia merupakan negara maritim. Sehingga menanam sejuta terumbu karang ini merupakan langkah yang sangat tepat.

Kita tahu bahwa terumbu karang adalah tempat tinggal para ikan. Karena itu semakin banyak termbu karang yang ditanam maka jumlah ikan juga akan meningkat. Dengan meningkatnya jumlah ikan di perairan Indonesia maka para nelayan akan dapat dengan mudah menangkap ikan dalam jumlah yang banyak. Kalo jumlah ikan yang ditangkep banyak bisa kebayang dong penghasilan yang dapat diraup buat nelayan kita? Belum lagi kalo hasil laut kita di ekspor ke berbagai negara. Uwaa, dan pada akhirnya kembali lagi insyaAllah bisa memperbaiki taraf hidup masyarakat Indonesia khususnya para nelayan. 

Itu kalo kita lihat dari aspek ekonomi belum dari aspek lainnya. Dengan terumbu karang maka menjaga ekosistem laut kita. Jujur aja sih laut kita tuh udah banyak tercemar limbah pabrik, belum lagi sampah-sampah itulo. Kan sampah yang dibuang disungai juga ujung-ujungnya ke laut kan? Kalo lautnya udah kotor dan banyak bahan kimianya otomatis nggak cuma ikan tapi ekosistem di dalam laut itu sendiri. Padahal kita juga mengonsumsi hasil laut karena protein yang terkandung dari ikan laut bagus banget buat kesehatan kita. Nggak mau kan kita makan makanan yang udah tercemar? Yang ada malah bikin sakit kita :(

Makanya yuk, jaga kelestarian laut kita. Banyak cara yang bisa kita lakukan. Mulai dari yang mudah dengan nggak buang sampah sembarangan kalo lagi dipantai, stop menangkap ikan dengan pukat harimau dan bahan peledak, mengolah kembali limbah pabrik daaan masih banyak lagi.

Oya, saya deg-degan dua hari lagi saya bakalan ospek. Mohon doanyaaa ya bismillah semoga besok semua kegiatan ospek berjalan dengan lancar ~ yay :3

Have a good Sunday peeps ^^