Minggu, 27 Agustus 2017

Satu Dasawarsa

Tidak terasa, rupa-rupanya satu dasawarsa sudah aku tidak berkawan dengan tuts-tuts berwarna hitam putih di depan beberapa pasang mata. Terhitung sekitar enam atau tujuh tahun aku vakum darinya. Hingga Januari tahun lalu aku memberanikan diri untuk mengejar ketertinggalan. Bayangkan... tujuh tahun lamanya... Alasan aku memilih untuk kembali pada jalan ini sebenarnya sangat sederhana. Aku hanya ingin mengisi waktu-waktu senggang mengingat aktifitas kuliahku yang tidak terlalu padat. Ya, sedari awal aku memang telah memilih untuk menjadi mahasiswa yang langganan pulang, dan bukan sebagai mahasiswa yang menyibukkan dirinya dengan jadwal kepanitiaan ataupun organisasi yang sesak menjejali hari-hari. Sehingga, belajar piano adalah caraku untuk pandai-pandai mengisi waktu dan jalan yang kupilih untuk meningkatkan kualitas diriku.

Hari ini, aku kembali tampil bermain disaksikan oleh segilintir orang untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun belakangan. Bila boleh sedikit meminjam istilah dalam dunia Hallyu, hari ini aku melakukan comeback! Rasanya gugup bukan main. Tanganku keringat dingin tak seperti biasanya. Degup jantungku mulai sedikit tidak beraturan seperti saat doi memberikan ku senyuman (tolong jangan tanyakan siapakah gerangan doi yang kumaksudkan). Cemas yang menyelimuti tak bisa aku tutupi. Terlebih, bila biasanya aku termasuk dalam golongan mayoritas, namun kali ini...kebalikannya.

Lagu yang kubawakan adalah Sonatina in G HWV 582 milik G.F Handel. Lagu ini akan menjadi salah satu lagu ujian kenaikan tingkat yang akan kumainkan pada dua pekan kedepan. Terjadi sedikit insiden di awal permainan. Berulang kali aku melakukan kesalahan. Padahal, aku baru saja akan memasuki bar kedua dari lagu tersebut. Demam panggung. Ya...itulah yang kualami. Tiba-tiba aku seperti amnesia mendadak. Bagaimana bisa. Padahal aku sangat percaya diri dengan lagu ini. Saat dirumah aku tidak membutuhkan partitur untuk memainkannya. Bahkan, aku pun bisa memainkan lagu ini dengan memejamkan mata (memejamkan mata saat bermain adalah salah satu cara untuk menghafal dan menghayati kesesuaian antara tuts dan nada). Aku berusaha menarik napas panjang hingga memejamkan mata sejenak. Aku tidak boleh panik. Kalimat itu mengisi penuh hati dan pikiranku. Namun, akhirnya aku memutuskan untuk meminta mengambil buku ujianku. Syukur Alhamdulillah kemudian permainan berjalan dengan lancar.

Meski sedikit kecewa sebab 'comeback' kali ini tidak berjalan sesuai ekspektasi, tapi aku mengerti ini adalah bagian dari sebuah pembelajaran. Pertama, penampilan kali ini adalah penampilan perdanaku setelah sepuluh tahun lamanya. Kedua, aku meyakini bahwa sesuatu yang besar diawali dari hal-hal kecil. Agar aku dapat tampil bermain di skala yang lebih besar, tentulah aku perlu memijak terlebih dahulu penampilan dalam skala kecil. Oleh karena itu, penampilan kali ini juga merupakan ajang bagiku untuk membiasakan diri kembali untuk tampil di depan banyak orang. Ketiga, aku harus lebih giat berlatih. Biar banyak tugas terpikul di pundak, berlatih piano secara rutin tetap perlu dilakukan untuk menjadikan hari-hariku lebih berwarna. Meminjam sebuah quote yang sudah tak asing lagi, kupikir ini perlu mejadi catatan buatku:

Practice makes perfect

Bolah-boleh saja aku tertinggal sebab keputusanku untuk vakum selama tujuh tahun. Bolah-boleh saja aku menjadi satu-satunya yang berusia kepala dua diantara bocah-bocah dalam grade yang sama. Bolah-boleh saja aku menjadi minoritas sebab berbeda baik dari segi etnis maupun agama. Tetapi aku tahu dan yakin bahwa aku memiliki kesempatan belajar yang sama dengan mereka. Tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar selagi selalu tertanam kemauan, kesungguhan niat, dan konsistensi. Dan untuk karena itu, aku harus tetap semangat berlatih agar kelak suatu saat nanti aku dapat mendapatkan lisensi sebagai seorang pengajar.

Jangan pernah lelah gapai mimpimu dan menekuni apa yang kamu senangi peeps ^^ Syemangaaattttsss πŸ˜„πŸ’• luvvvsss πŸŽΆπŸ’

*nb: biar video penampilan kali ini aku persembahkan untuk diriku sendiri sebagai bahan evaluasi agar dapat memberikan penampilan yang lebih baik lagi di kemudian hari :)