Rabu, 21 Desember 2016

Pejuang Pukul 3

Pada hari pertama saya mengikuti kelas ini, Perencanaan Program Public Relations (PPPR) saya seketika reflek untuk membentuk kelompok bersama teman-teman yang duduk disekitar saya. Karena...saya sih bukan tipikel orang yang punya tendensi berkelompok dengan teman dekat atau...dengan teman yang sekiranya menguntungkan. Jadi, ya bisa dibilang saya bukan orang yang riweuh untuk masalah pembentukan kelompok. Menurut saya sih...lil bit challenging ya... karena kan kita sekelompok bukan dengan teman dekat yang kita sendiri terkadang belum tahu bagaimana pola pikir dan cara kerja mereka. Tapi justru disitulah menariknya.

Menurut saya, pada momen berkelompok bukan dengan teman dekat, kita bisa berkesempatan semakin mengenal pribadi teman-teman yang unik dengan lebih baik. Apalagi kan...kalau sudah di bangku kuliah kita tidak cenderung bisa punya banyak waktu untuk 'bermain' dibandingkan saat SMA atau SMP dulu. Kita juga nggak bisa berinteraksi dengan seluruh teman seangkatan mengingat jumlahnya yang banyak. Lain bila seperti di sekolah dulu, mungkin satu kelas jumlah siswanya tidak sampai 50 anak, sehingga terdapat kesempatan yang lebih besar untuk saling menyapa dan bertukar cerita.

Pada awal perkuliahan kami mendapat banyak godaan yang menguji kesabaran. Dimulai pembentukan grup yang sedikit semrawut, salah mengerjakan tugas 3x berturut-turut (lah emang dikata hatrick?), sampai pada tahap terakhir yang kami kerjakan yaitui tahap evaluasi. Belajar dari kesalahan pada tugas sebelumnya, membuat kami selalu merasa butuh kerja lebih pada tugas-tugas berikutnya.

Ketika UTS tiba...lharrr...kelompok kami luar biasa hectic dan berpacu dalam melodi dengan deadline. Padahal kami sudah merencanakan sedemikian rupa untuk mulai mengerjakan UTS h-seminggu deadline pengumpulan, tapi apalah daya...semua itu hanya berujung wacana. Faktanya adalah kami mengerjakan UTS h-3 pengumpulan (hehe).

Selama 2 hari rumah saya sudah menjadi base camp dan...disitulah banyak hal-hal menarik yang terjadi diantara kami. Dimulai dari munculnya ide saat di meja makan hingga perseteruan dalam menentukan cara mana dan bagaimana yang harus digunakan. Bahkan...saat mengerjakan, ide-ide kami yang muncul dituliskan di whiteboard, (yha udah kaya mau. buka les-lesan aja kan). Mereka bahkan rela untuk bermalam dirumah saya daaan...kalo kata orang Jawa sih, sampek direwangi tidur jam 3 pagi. Kami hanya tidur selama 2 jam karena masih ada ujian yang paginya harus kami ikuti.

Bersyukurlah karena siang ini kami tahu bahwa buah hasil kerja kami yang dibumbui tangisan, keringat, tawa serta amarah (dan beberapa selingan gosip wk) itu berjalan memuaskan.

Jangan gegabah untuk ketawa-ketiwi karena masih ada UAS yang siap menanti.

Terimakasih dan semangaaattt! Y'all superb geng!!!