Liburan semester kali ini saya menghabiskan waktu di Cibubur. Salah satu kegiatan yang menarik yang saya lakukan disini adalah akhirnya saya olahraga!!! (usap keringat di jidat), salah satunya bersepeda.
Saya memang suka bersepeda bersama bapak dan ibu. Tapi saat di Surabaya jarang sekali saya dapat bersepeda karena setelah subuh saya harus bersiap untuk berangkat kuliah. Kalaupun selepas kuliah...........ah, si pulau kapuk telah menggoda-nggoda untuk bermain dengannya. Selain itu, fyi aja sih, Surabaya panasnya bukan main peeps.........................jadilah tingkat kemageran saya semakin menjadi-jadi (mau bilang males aja susah amat).
Naaah, karena suhu udara Cibubur--terutama di perumahan saya--hawanya adeeem banget kalo pagi, jadi saya nggak mager deh buat bersepeda. Lagipula jam 6 disini kaya berasa jam stenga 6 di Surabaya. Jadi kebayang kan masih belum begitu terang gimana gitu.
Seminggu yang lalu saya bersepeda dengan bapak dan ibu. Kita bertiga bersepeda dari komplek belakang rumah sampai ke depan pintu masuk utama perumahan. Karena komplek rumah saya dibelakang....yha, jadi panjang juga jalan ke depannya. Pertamanya sih masih lurus-lurus gitu, dengan hawa yang adeeem dan pepohonan di jalanan perumahan bikin saya pengen senyum terus serasa ketemu gebetan #eh. Tapiii...karena jalanan perumahan saya naik turun jadi berasa kaya ninja hatori deh, mendaki gunung lewati lembah ~ Daaan yaaa tentu lebih capek dong daripada bersepeda di jalan yang lurus-lurus aja.
Ketika melakukan perjalanan pulang, saya menyadari saya telah mendapatkan sebuah pelajaran hidup. Saat melewati tanjakan saya merasa lebih lelah dibandingkan saat melewati jalan yang menurun. Bahkan saya tidak perlu mengayuh di jalan menurun dan dapat merasakan sensasi "wusss". Lain bila saya melewati jalan yang menanjak. Saya perlu mengayuh lebih kuat untuk menuju puncak (jangan dibaca sambil nyanyi, karena ini bukan afi).
Perihal kayuh-mengayuh di jalan yang menanjak dan menurun ini saya mendapat dua pelajaran yang bisa di terapkan di kehidupan. Pertama, ketika di jalan menanjak, you need more effort. Begitu pula dengan kehidupan. Butuh usaha yang lebih bahkan extra bila seseorang ingin mencapai kesuksesan dan berada di puncak. Tapi, sebuah kegagalan terjadi dengan sangat mudah, tidak membutuhkan usaha sedikitpun. Seperti saat di jalan menurun yang bahkan tidak perlu mengayuh sama sekali.
Going UP is HARD, but going DOWN is EASY
Pelajaran kedua adalah, ya, memang dalam mencapai puncak baik dalam bersepeda maupu mehidupan memang tidak mudah bahkan terasa melelahkan. Tapi...ingat ada buah yang bisa kita "petik" setelah mengayuh begitu kuat. Saat melewati jalan yang menurun, kita dapat beristirahat sejenak dengan berhenti mengayuh dan menghirup udara segar dari pepohonan. See? Setelah kita mengayuh begitu lelah Tuhan beri kita hadiah.
Sebagai mahasiswa belajar tentu terkadang membosankan. Terlalu lelah dengan kegiatan diluar selain belajar, kegiatan organisasi misalnya. Meskipun badan dan pikiran sudah lelah, teruslah berusaha, teruslah belajar. Memang begitu sejatinya jalan menuju kesuksesan, tidaklah mudah. Namun ingat, bila belajar dengan tekun dan tak patah semangat, Tuhan akan beri kenikmatan nantinya.
Semoga semangat kalian dapat tumbuh kembali (meskipun semester depan masih dimulai September esok). Dan juga semoga saya tetap semangat menyongsong semester depan. Yeay ~
