Sabtu, 30 Juli 2016

Kayuh

Liburan semester kali ini saya menghabiskan waktu di Cibubur. Salah satu kegiatan yang menarik yang saya lakukan disini adalah akhirnya saya olahraga!!! (usap keringat di jidat), salah satunya bersepeda. 

Saya memang suka bersepeda bersama bapak dan ibu. Tapi saat di Surabaya jarang sekali saya dapat bersepeda karena setelah subuh saya harus bersiap untuk berangkat kuliah. Kalaupun selepas kuliah...........ah, si pulau kapuk telah menggoda-nggoda untuk bermain dengannya. Selain itu, fyi aja sih, Surabaya panasnya bukan main peeps.........................jadilah tingkat kemageran saya semakin menjadi-jadi (mau bilang males aja susah amat). 

Naaah, karena suhu udara Cibubur--terutama di perumahan saya--hawanya adeeem banget kalo pagi, jadi saya nggak mager deh buat bersepeda. Lagipula jam 6 disini kaya berasa jam stenga 6 di Surabaya. Jadi kebayang kan masih belum begitu terang gimana gitu.

Seminggu yang lalu saya bersepeda dengan bapak dan ibu. Kita bertiga bersepeda dari komplek belakang rumah sampai ke depan pintu masuk utama perumahan. Karena komplek rumah saya dibelakang....yha, jadi panjang juga jalan ke depannya. Pertamanya sih masih lurus-lurus gitu, dengan hawa yang adeeem dan pepohonan di jalanan perumahan bikin saya pengen senyum terus serasa ketemu gebetan #eh. Tapiii...karena jalanan perumahan saya naik turun jadi berasa kaya ninja hatori deh, mendaki gunung lewati lembah ~ Daaan yaaa tentu lebih capek dong daripada bersepeda di jalan yang lurus-lurus aja.

Ketika melakukan perjalanan pulang, saya menyadari saya telah mendapatkan sebuah pelajaran hidup. Saat melewati tanjakan saya merasa lebih lelah dibandingkan saat melewati jalan yang menurun. Bahkan saya tidak perlu mengayuh di jalan menurun dan dapat merasakan sensasi "wusss". Lain bila saya melewati jalan yang menanjak. Saya perlu mengayuh lebih kuat untuk menuju puncak (jangan dibaca sambil nyanyi, karena ini bukan afi).

Perihal kayuh-mengayuh di jalan yang menanjak dan menurun ini saya mendapat dua pelajaran yang bisa di terapkan di kehidupan. Pertama, ketika di jalan menanjak, you need more effort. Begitu pula dengan kehidupan. Butuh usaha yang lebih bahkan extra bila seseorang ingin mencapai kesuksesan dan berada di puncak. Tapi, sebuah kegagalan terjadi dengan sangat mudah, tidak membutuhkan usaha sedikitpun. Seperti saat di jalan menurun yang bahkan tidak perlu mengayuh sama sekali.
Going UP is HARD, but going DOWN is EASY
Pelajaran kedua adalah, ya, memang dalam mencapai puncak baik dalam bersepeda maupu mehidupan memang tidak mudah bahkan terasa melelahkan. Tapi...ingat ada buah yang bisa kita "petik" setelah mengayuh begitu kuat. Saat melewati jalan yang menurun, kita dapat beristirahat sejenak dengan berhenti mengayuh dan menghirup udara segar dari pepohonan. See? Setelah kita mengayuh begitu lelah Tuhan beri kita hadiah. 

Sebagai mahasiswa belajar tentu terkadang membosankan. Terlalu lelah dengan kegiatan diluar selain belajar, kegiatan organisasi misalnya. Meskipun badan dan pikiran sudah lelah, teruslah berusaha, teruslah belajar. Memang begitu sejatinya jalan menuju kesuksesan, tidaklah mudah. Namun ingat, bila belajar dengan tekun dan tak patah semangat, Tuhan akan beri kenikmatan nantinya.

Semoga semangat kalian dapat tumbuh kembali (meskipun semester depan masih dimulai September esok). Dan juga semoga saya tetap semangat menyongsong semester depan. Yeay ~

Sukses buat kita semua yaaak 😄 aamiin 🙏 Semangat peeps! 👌💪

Sabtu, 09 Juli 2016

Tepat Setahun

Mau mengenang dikit ah, mumpung tanggalnya pas.

Setahun yang lalu, 9/7/2015 selepas sholat maghrib aku dapet an-early-Ied-Mubarak-and-birthday-gift. Alhamdulillah akhirnya, aku dapet sekolah, di tempat yang aku idam-idamkan sejak lama. Mungkin bagi sebagian orang ini hal yang biasa, tapi tidak buat aku. Tiga tahun sejak awal SMA doaku tidak pernah berubah. Semakin hari, semakin bulat keinginanku. Dan karena itulah setiap aku lelah sekolah, aku ingat masih ada mimpi yang harus kucapai. Apa yang sedang aku lakoni saat ini, bukan didapat dengan mudah bak membalikkan telapak tangan. Ada sesuatu yang dibayar untuk mendapatkan itu.

Harapan orangtua agar aku lulus di SNMPTN telah pupus. Karena itu aku benar benar memperjuangkan SBMTPN. Dua bulan keringat dan air mata ini beradu hingga tak mampu lagi dibedakan. Denting jam berjalan begitu cepat, hingga buat hati ini berkecamuk tidak karuan. Setiap detik begitu berharga, hingga tak ada jeda waktu yang terbuang sia-sia. Hari-hariku dipenuhi hanya dengan bergumul bersama soal-soal, mengadu pada Yang Kuasa, mendengarkan lagu-lagu dari penyemangatku saat itu, Bigbang, dan bermanja di kursi piano di sela-sela waktu bila penat telah menjemput.
Ketika pengumuman SBMPTN tiba, meluap sudah hati ini. Gembiranya bukan main. Kalimat pertama yang kuucap saat itu adalah, "makasih ya Bu". Aku tidak sanggup berkata apa-apa lagi. Rasanya terbayar sudah.

Saat ini, ketika aku lelah karena tugas yang menumpuk, terkadang ditengah keluhanku aku tersadar...aku tidak sepantasnya mengeluh. Sebab, Allah sudah memberikan apa yang aku inginkan dan yang aku butuhkan. Dan pula Allah juga tau bahwa aku mampu menjalani ini, apalagi Dia sudah memberiku melalui jalan yang berliku. Allah sudah mempercayakan aku untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Jadi, aku harus kuat no-matter-how-strugle-comm-stud-lyfe yea.

Semangat buatku, semangat buat teman-teman commers, semangat buat para dosen, dan semangat buat para maba commers, bcs ur real life will start here.

Anw, selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H. Mohon maaf lahir dan batin ya peeps 🙏 Selamat liburan! 🎉