I finally have time to write again. Few hours ago I just don't know what to do. Kinda feel stupid but then I know that I should be more productive. Back to my last post, I will fulfill my promise to give a review one of Korean TV Program. This actually my first time to review TV's program, but since now I'm a comm student, media becomes an interesting topic to discuss.
As you can read the title, now I'm going to give you the review of "The Return of Superman". Well, people might ask me why I give a review about Korean TV Program and not Indonesian. This program just popped up on my mind beside just like I said, I want to fulfill my promise.
Yaps, on May 2015 I felt in love with Bigbang and I found one video of GD and a girl--who lately I know she's Tablo's daughter, Haru--in Youtube. I know that I'm just too late, that episode is about one year ago. But since I'm not into a K-World this program is a new thing for me. I don't even know who is GD and Tablo because I only put my heart on Seungri. Kkk, I'm sorry this isn't time to discuss Bigbang. Well back to topic, so I decided to find out what's the program and start then until now I always watch The Return of Superman.
![]() |
| Haru and GD |
The Return of Superman adalah salah satu acara reality show Korea yang disiarkan oleh KBS TV (kalau di Indonesia seperti TVRI). Bagi Kpoper mungkin sudah tidak asing dengan KBS karena mereka juga menayangkan program musik (Music Bank) dan drama. Buat yang belum tau, KBS adalah stasiun TV milik pemerintah sehingga tak heran jika mereka selalu lebih menekankan program yang dapat menjadi tayangan keluarga. Karena itu tayangan yang mereka berikan selalu memiliki unsur mendidik. Salah satunya adalah melalui program ini, The Return of Superman.
In this reality show Mom will leave the home and Dad will spend 2 days with his children to take over Mom's duty. Sound interesting right? Kebayang kan gimana lucu dan serunya seorang ayah yang mengurus anaknya tanpa bantuan dari istri mereka. Karena nggak cuma di Indonesia, di Korea pun yang biasa bertugas untuk mengurus rumah dan anak adalah Ibu. Sedangkan ayah sibuk bekerja sehingga tidak memiliki waktu untuk bersama anak terlebih untuk bermain dengan mereka. Para pengisi program ini pun datang dari berbagai macam profesi--yang sebelumnya mereka adalah orang-orang yang memang sudah terkenal--dari dunia entertain seperti MC, aktor, penyanyi dan atlet yaitu atlet judo dan sepak bola.
Memang pada episode-episode awal kita dapat melihat bahwa para ayah terasa begitu kewalahan tanpa bantuan istri. Seperti Tablo yang tidak mengerti apa yang Haru tengah bicarakan, atau Hwi Jae yang kalap karena putra kembarnya yang saat itu masih bayi terkena demam. Tapi setelah 97 episode program ini tayang para ayah mulai perlahan terbiasa untuk mengurus anak mereka. Melalui program ini ayah yang biasanya sibuk dan tidak memiliki waktu untuk bermain dengan anak dapat menjadi lebih dekat. Meskipun kini berkomunikasi adalah hal yang sangat mudah dilakukan karena ruang dan waktu yang dapat dipersempit, tetapi tetap tidak dapat mengalahkan komunikasi yang dilakukan secara langsung. Karena melalui tatap muka terdapat controlling dan kesan psikologis yang tidak bisa kita dapat melalu komunikasi tidak langsung.
![]() |
| HwiJae cry when his twins SeoJun SeoEon sick |
Melalui program ini para Ayah ingin menjadi Superman bagi
anak-anak mereka. Menjadi sosok yang kuat dalam keluarga, penyemangat, dan sahabat yang selalu dapat menjadi kebanggaan anak-anak mereka. Tidak ada
script disini. Semuanya berlangsung secara natural tanpa dibuat-buat.
Tidak dapat dipungkiri beberapa dari kita mungkin menganggap jika
produser memberikan script kepada para ayah. It's okay if you think so,
but anak-anak mereka? Apa yang mereka lakukan dan ucapkan terjadi
secara alami. Tidak ada "action" dan "cut".
Banyak esensi yang bisa kita dapat di program ini. Bagaimana agar dapat menjadi orang tua sekaligus sahabat bagi anak. Mendidik anak dengan memberikan achievement or punishment pada saat yang tepat. Mengenalkan hal-hal baru pada anak, bertukar pikiran seperti yang dilakukan Hyun Sung saat mengajak kedua putranya, Junu dan Junseo untuk berbagi cerita sekaligus mengajarkan tradisi minum. Terutama parenting method yang diterapkan oleh Il Gook. Ia mendapat banyak pujian dari para psikolog tak heran jika cara Il Gook mendisplinkan ketiga putra kembarnya banyak ditiru oleh beberapa orang tua.
![]() |
| Haru go crazy with her Dad, Tablo |
| |||||
| HyunSung, Junu & Junseo sharing time |
![]() |
| Daehan as big brother taking care to his two litlle brother, Minguk and Manse |
Semua tentang keluarga dan cinta. Saya terharu dengan Haru yang begitu heart warming. Jujur beberapa kali saya dibuat menitikan air mata dengan ucapan Haru. Dia pernah mengatakan bahwa keluarga adalah hal yang indah, dan ayah adalah sahabat bagiku. Aku tidak takut lagi dengan Ayah. She melt my heart especially when she said "Love is when Dad make me laugh" after her Mom--Hye Jung--asked her "what do you know about love". Coba lihat betapa lucunya Sung Hoon yang macho dan terlihat gahar dapat bertekuk lutut dengan keimutan putrinya, Sarang. Tablo mungkin boleh dikenal sebagai rapper jenius, Sung Hoon boleh dikenal sebagai pemain Judo yang tak terkalahkan, Hwi Jae sebagai MC kondang, atau Hyung Sung, Il Gook dan Tae Woong yang dikenal sebagai aktor, tetapi ketika telah kembali kerumah bersama anak-anak, secara otomatis peran mereka berganti menjadi sosok ayah dan berubah 180°.
![]() |
| Choo SungHoon and Sarang |
![]() |
| Please grow well Daehan, Minguk, Manse. Looking forward for you three to join YG |
![]() |
| FAVORITE! Kinda miss them |
The Return of Superman really inspiring me! I learn a lot from their
parenting method but I'm not being (and never will be) subversive with my parents. I might
use their parenting method later when I have kids but it doesn't make me
can judge the way my parents do to me whether is right or wrong. Because
I know that they have their own parenting method and they know what's
the best for me. We should open our mind without forgetting our ethics
guys!
Program ini seharusnya dapat menjadi inspirasi sekaligus pengingat bagi media di Indonesia untuk memberikan tayangan yang bermanfaat dan mendidik. Bukan berarti kita harus memplagiat program tersebut, at least media--INDUSTRI media--dapat lebih bijak dalam menanyangkan program TV terutama pada saat prime time. Industri media boleh saja mencari keuntungan jika itu yang memang mereka inginkan, tetapi jangan sampai program yang diberikan sangat tidak mendidik dan justru menjerumuskan para generasi muda. Jangan hanya mengedepankan uang dan melupakan generasi penerus bangsa. TV have a very big impact to our next generation, people--kids especially--gets easier to understand the information given by audio and visual. They still don't know which one is good and bad for them. It's true if parents should watch TV together with their kids to control them, but we can't deny if parents can't control media to not give something they don't like to their kids 24 hours in 7 days.
I'm sorry for my eyes that staring to computer about 2 hours but please understand that my writing skill only working when my nerves ready and usually they're ready at night haha :''' Anw I will keep forcing my self to be productive writing for this blog! Goodnight peeps. Oyasuminasai ^^
nb: sorry for the bad grammar, but becasue I want to improve my english skill from now I'll use two languages. Please correct me if I'm wrong juseyooo. Terimakasih, thankyou, danke, arigatou, gamshamnida! ^^







