Hi! Yesterday I just get back from my holiday. This isn't a nice trip because I just spend my day for almost 2 weeks by visiting my second home in Cibubur. But I think, it's enough for me to charge my energy and relaxing my mind. It's very a lovely place (trust me you won't go anywhere if you live in this housing). With a good weather (you know, when I come back in Surabaya I felt like I'm goin' to melt because it's too HOT!!!) sometimes after finish pray subuh I like to sit in front of my house and enjoy that moment. Take a deep breath from fresh air and everything feel much better.
Enough for the prologue. I'll go back to the topic as the title above. And also it's enough to write with english kkk.
Labil. Satu kata yang terlontarkan oleh kebanyakan orang ketika menyebutkan suatu fase dalam kehidupan setiap manusia. Remaja. Iya, dalam tahap remaja orang selalu berkata bahwa itu adalah saat dimana mereka mengalami kelabilan. Tidak akan pernah habis rasanya untuk membahas perkara remaja. Selalu ada cerita dalam fase ini.
Labil berdasrkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah goyah atau tidak mantap. Apa yang goyah dari para remaja? Banyak. Terutama masalah keyakinan, pendirian. Mengapa hal itu bisa terjadi? Iya, karena walaupun pada dasarnya setiap anak mulai belajar dari tempat pertama ia lahir dan tumbuh, yaitu; keluarga. Yang mana tidak hanya mencakup orang tua saja, melainkan juga eyang, kerabat, saudara sepupu dll. Saya yakin bahwa pada dasarnya setiap orangtua selalu mengajarkan segala sesuatu yang baik terhadap anak-anaknya. Mungkin cara mendidik setiap orangtua berbeda-beda, tapi tujuan tetap sama. Yaitu satu, menjadikan anak mereka sebagai manusia yang baik dan berguna. Selalu para orang tua berkata sesimpel itu.
Namum sayangnya seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, maka lingkup pergaulannya pun juga akan semakin bertambah luas. Orangtua tidak bisa selalu dapat memantau bagaimana perkembangan pertemanan anaknyanya disekolah. Karena anak tidak hanya bertemu dengan orang-orang baik tapi juga mereka orang-orang yang buruk. Saya tahu, bahwa semua orang sama dimata Tuhan, tidak ada yang jauh lebih baik. Tapi, kita kembali lagi sebagai manusia kita juga dapat menilai apakah orang itu membawa dampak yang baik atau buruk bagi kita. Tidak pasti dengan teman, kurangnya pengawasan terhadap media internet juga dapat merusak pribadi seorang anak.
Kelabilan yang saya maksud adalah dalam pencari jati diri. Siapa dia sesugguhnya dan apa yang menjadi minat dan bakatnya. Apa tujuannya ia hadir untuk belajar disekolah. Apa yang harus dilakukannya nanti ketika setelah lepas dari jenjang sekolah dan masih banyak hal lainnya.
Remaja biasanya adalah fase dimana anak mulai cenderung merasakan krisis kepercayaan diri, krisis perhatian, krisis pendirian, krisis keyakinan dan masih seabrek krisis-krisis yang lainnya. Dari berbagai macam hal 'kritis' itulah maka remaja mulai berusaha untuk mencari jati dirinya. Alih-alih dalam urusan mencari jati diri demi menaikan keeksistensiannya, kebanyakan remaja salah dalam memilih teman. Yang mana teman tersebut dapat membuat hidupnya jatuh ke jurang hitam. Tidak usah membicarakan hal yang terlalu besar, hal kecil seperti malas belajar adalah bibit dari itu semua. Berawal dari malas belajar, berlanjut ke senang bermain lalu berani keluar meninggalkan kelas, menjadi 'preman' dalam sekolah, kemudian keteteran hingga membuat orangtua mereka geram, setelah itu menjadi susah dalam melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Bukankah hal seperti ini dapat kita temui di beberapa sekolah? Itu hanya berasal dari satu cabang yang dilihat dari sisi pendidikan remaja apabila salah memilih teman. Belum dari segi yang lainnya.
Beruntung apabila remaja dapat berpikir kritis dan cerdas, serta selektif dalam memilih teman. Walaupun dirinya sedang dilanda oleh krisis, ia tidak sekonyong-konyong dalam mengiyakan ajakan teman yang menurut dia nantinya akan dapat membawa dampak buruk bagi dirinya. Mereka akan lebih dapat menceburkan dirinya di hal-hal yang lebih positif seperti dengan mengikuti kegiatan organisasi yang nantinya dapat berguna di masa depan, mengikuti ekstrakulikuler untuk mengasah bakatnya dan berteman dari segala macam usia agar memberinya banyak pengalaman. Wadah-wadah inilah yang nantinya akan dapat membentuk pribadi seorang anak. Karena salah satu faktor pembentuk pribadi seseorang adalah pergaulan/teman. Mereka juga dapat bertukar pikiran dengan teman-teman satu kelompoknya yang mana akan memperluas dan mengembangkan pengetahuannya serta lebih dapat berpikir kritis dan tidak menjadi orang yang apatis.
Tapi bagi saya, remaja selalu memiliki titik dimana ia merasa jenuh dan pendiriannya yang kokoh mulai sedikit labil atau goyah. Terkadang remaja bisa menjadi sosok yang sangat rapuh ketika ia dilanda sebuah masalah. Bisa saja masalah itu berkaitan dengan keluarga sehingga sangat membebani pikirannya sehingga ia yang tadinya mampu berdiri tegak menjadi sedikit gontai. Pada saat itulah remaja kembali lagi untuk mencari jati dirinya, ia juga membutuhkan 'me time' dengan melakukan hal-hal yang ia sukai. Sebenarnya bukan hanya itu saja cara dalam mengatasi masa rapuh itu, yang terpenting adalah selalu berdoa kepada Tuhan untuk diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi segala sesuatunya. Hal itu dapat membangkitkan kembali semangatnya dan menjadikan ia sebagai orang yang kuat. Terkadang kekuatan itu sendiri muncul dari keinginan untuk membahagiakan, dan membuat bangga kepada orangtuanya. Ia yang mulanya rapuh akibat diterpa masalah keluarga menjadi bangkit karena ingin melihat keluarganya dapat kembali harmonis.
Memang benar, keluarga adalah media pertama pembelajaran bagi seorang anak. Walaupun nantinya para orangtua tidak dapat 7 hari 24 jam mengawasi anaknya, tetap ada cara untuk mengatasinya agar anak tidak sampai menjadi labil. Saya disini bukan hanya sekedar menulis untuk memberikan opini saya, tapi saya juga akan berusaha untuk memberikan solusinya. Saya tahu bahwa saya belum pernah merasakan menjadi orang tua, pun saya juga belum genap berusia 17 th. Tapi inilah kacamata solusi dari saya, seorang anak SMA yang mencoba berpikir mengenai kelabilan pada remaja.
Yang pertama dan paling utama adalah menumbuhkan rasa keimanan kepada anak. Hal itu dapat dilakukan dengan mengajaknya untuk beribadah bersama. Kemudian bagi para orangtua sebaiknya dapat membiasakan untuk bincang malam di meja makan untuk bertukar pikiran. Saya tahu tidak semua orangtua yang bekerja dapat tiba sebelum jam makan malam. Tapi itu bukan menjadi alasan, luangkanlah waktu kalian pada hari libur kerja untuk hanya sekedar menonton tv bersama dan bercerita hal apa saja yang telah dilalui dalam seminggu ini.
Saya tahu ini sulit, setengah hidup saya pun saya tumbuh hanya bersama ibu karena bapak saya pun hampir 10 th berdinas di luar kota dan hanya dapat bertemu sebulan dua kali (atau bahkan ditinggal setahun untuk mengikuti PBB). Terbayang bagaimana beratnya tugas seorang ibu untuk dapat hadir menjadi dua figur bagi anak-anaknya. Tapi, komunikasi secara fisik bukanlah cara satu-satunya. Dengan semakin berkembangnya zaman, kita dapat lebih mudah dalam berkomunikasi. Kita dapat melakukan video call walaupun terpisahkan oleh jarak beribu-ribu mil jauhnya dan juga waktu yang tidak dapat berjalan dengan beriringan. Tanamkan kepada anak--terutama bagi para orangtua yang mungkin si ayah tidak selalu dapat stay dirumah--untuk memberi pengertian bahwa ayah tidak selalu dapat dirumah karena bekerja dan tanamkan bahwa rasa sayang, rasa peduli dan perhatian tidak hanya melalui kontak fisik. Memberi kabar dari tempat yang jauh dengan mengambil waktunya yang mungkin digunakan untuk beristirahat juga merupakan salah satu bentuk kasih sayang.
Intinya kelabilan dapat diatasi dengan, keterbukaan. Adanya komunikasi dua arah antara orangtua dengan anak. Bukan hanya dari orangtua ke anak saja, karena jujur hal itu dapat memberatkan si anak. Dengan keterbukaan inilah maka orangtua dapat mengontrol apa yang terjadi pada anaknya. Apabila sekiranya yang dilakukan oleh anak dianggap sedikit salah maka tunjukanlah jalan keluarnya. Jangan hanya bisa melarang tanpa memberikan solusi. Contoh mudahnya adalah sebagai orangtua kita pasti sangat peduli dengan segala makanan yang masuk ke mulut anak. Maka para orangtua melarang anak untuk jajan sembarangan terlebih apabila tempatnya tidak bersih. Sebagai orangtua kita tahu bahwa makanan itu kotor dan tidak higenis. Tapi si anak sangat menginginkannya. Maka, buatkanlah makanan yang sama seperti yang dia inginkan. Karena selain lebih murah makanan tersebut juga lebih sehat.
Jangan sampai anak menjadi labil, orangtua harus dapat mengarahkannya. Memberikan solusi yang terbaik untuknya. Selalu hadir untuk mereka. Remaja sangat butuh didengarkan dan keinginan orangtua dan anak seringkali berseberangan. Maka sampaikanlah dengan cara yang baik namun tetap tegas.
Buat para remaja, saya juga seorang remaja. Bila kalian kehilangan arah, mengalami kegalauan baik dalam urusan pendidikan, pertemanan, percintaan atau apapun itu orangtua adalah sebaik-baiknya tempat untuk kalian berbagi cerita. Mungkin dengan teman akan lebih sejalan, tapi percayalah orangtua kalian lahir terlebih dulu di dunia ini. Beliau telah banyak makan asam garam.
Orangtua akan selalu hadir untuk kalian, mendampingi kalian didalam suka maupun duka. Walaupun kalian terkadang menganggapnya tidak ada, menganggap mereka berpikiran cetek dan kuno. Percayalah mereka tidak akan pernah membawamu menuju jurang, justru orangtua lah yang akan selalu mendukungmu dan membawamu menuju puncak kemenangan.
Parents is the best supporter, the best listener, and the best advisor
Semoga post kali ini bermanfaat untuk para orangtua dan juga dapat membukakan pemikiran remaja diluar sana :)
Ps: yaaah, udah mau ganti hari lagi ini hehe. I'm sory to my body--especially for my eyes--I'm sorry if my nefron of linguistic skill usually work well at the midnight. Hehe. Anw, I've prepared these words since in the evening. Hm, 2 hours before the final match of the biggest football event--World Cup 2014! I absolutely support der Panser. I love germany team since 2002, and yes my idol when I was child is........Miroslav Klose who have passed Ronaldo's record as the player whom made most goals in world cup event with 16 goals in the match against Brazil. Wohooo! That's sooo great. I love all of them anyway, klose, oezil, mueller, neuer, schwensteiger (sorry Idk how to spell ur name well :'), kroos, hummels aaa I can't mention you one by one. But... Ich liebe die Manschaft! Good luck babesss :*
Tambahan lagi, karena saya belum punya hak pilih maka saya tidak riweuh buat pilih mana-mana hehehe. Semoga 5 th kedepan pilihan capresnya lebih mudah dipilih. Saya berharap siapapun yang nantinya akan menjadi presiden kita sebagai masyarakat dan elemen-elemen pemerintahan dapat mendukung presiden yang terpilih. Melaksanakan program yang ia telah buat dengan baik dan benar. Dan, dear pak presiden yang nantinya terpilih... semoga bisa membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju ya pak. Buatlah masyarakat Indonesia menjadi hidup sejahtera, makmur, aman dan tentram dari segala gangguan baik dari luar maupun dalam negeri. Tolong ya pak, dahulukan kepentingan rakyat. Permudahkankan kesehatan bagi masyarakat, bangun infrastruktur yang layak terutama transportasi, pikirkan mana yang lebih penting pembuatan mall dengan tempat tinggal vertikal. Kita hampir kehabisan tempat tinggal pak, lahannya semakin sempit tapi pertumbuhannya semakin cepat. Makanya galakan kembali KB yaaa pak. Oiya, jangan import bahan pangan terus-terusan kapan petani kita bisa sejahtera kalo gitu caranya? Sejahterakan anggota keluar pegawai pemerintahan/PNS dan TNI/Polri (hehehe). Dan terakhir, sebagai seorang pelajar saya berharap sekolah tetep bisa gratis ya pak.... Hehehehe :D
Should I go to sleep or wait for the final match and continue with sahur? Kkk, I think it would be so hard to my eyes for sleep. Bye bye byeee! Much love.