Minggu, 22 Juni 2014

D-30

It's d-30 and I just feel so blessed!!!
I'm so thankful for every single good and bad thing that Allah gave to me for a few times ago.

Pengambilan rapot semester ke empat sudah berlangsung dua hari yang lalu. Dan...alhamdulillah saya senang nilai rata-rata saya bisa naik. Yah, perlahan sedikit demi sedikit nilai saya alhamdulillah naik terus. Semoga di semester lima saya bisa jauh lebih fokus. Nggak cuma untuk menaikkan nilai rata-rata saya aja, tapi juga fokus untuk berlatih mengerjakan soal-soal unas (c'mon guys unas bakal kurang dari setahun ini-_-). Well well well.........doing more excercise will make you get better score. Aminnn...

People arounds me--my beloved parents, second fam, beloved friends (and maybe my enemies. haha. you know enemies can be the reason of someone to be better._.) are my spirit in doing so many things. They never stop to give me a support (especially my parents&my second fam). And they're the reason why I should do as best as I can do. I just want to make them proud of me, simple yet need work hard :) Tapi, namanya juga remaja, d-30 gitu...bohong banget kalau nggak ngomongin soal cinta (teriak cie sampek bengek heuheuheuheu). Tetep...ada seseorang dibelakang sana yang selalu bikin saya semangat dan nggak pernah putus asa buat ngraih semua citacita saya (dia cuma salah satu bagian yang ingin saya banggakan). Walaupun sih sebenernya saya juga nggak pernah secara langsung diberi semangat sama si dia baik secara verbal maupun non-verbal. Cuma...
You know, one way to get attention from our crush is be the best at being you - NNA
oke skip.
Hm...saya benerbener bersyukur bangetbanget sama Allah. Rasanya ingin terus mengucap hamdalah atas semua  yang telah Dia berikan ke saya. Tapi saya tau kok, hidup ini masih tetap berputar seperti roda atau mungkin jika digambarkan secara lebih ilmiah seperti gelombang transversal. Ada kalanya kita berada di puncak, step by step kita meraih tempat tersebut. Tapi ada kalanya juga kita mulai down dan hingga akhirnya kita berada di lembah. Selalu naik-turun. Tidak pernah tidak. Saya merasa sekarang adalah waktu saya yang sedang naiknaik ke puncak gunung. And it means, saya juga perlu berwaspada jika suatu saat nanti Allah membawa saya ke lembah tersebut. 

Belakangan ini saya yang sudah belajar jungkir walik terbayar sudah. Lumayan sedikit bisa bernafas lega. Belum lagi ditambah Allah yang sebelumnya juga ngasih saya kesenangan. I met with him again after 8 months we didn't see each other. Saya terakhir ketemu sehari sebelum ulang tahun dia di bandara (am I that too clearly? so r ry._.). Buat saya malam itu benerbener surprising banget. Saya sih nggak akan mengumbar hal apa yang buat saya...jujur, seneng sampek detik ini.
Still I call it magic, when I'm with you --  Magic by Coldplay

Dan saya juga nggak akan tibatiba terbang ke langit tujuh. Buat saya terbang ke langit tujuh itu sama aja kaya terjun bebas ketika kita dapat pahitnya. Rasa gembira yang sangat terbalas dengan rasa sakit yang sangat pula. Saya nggak mau seperti itu. Walaupun hal-hal kecil yang indah dari Allah tentang saya dan dia itu nggak bisa dipungkiri menambah keyakinan saya. Semoga dia pun juga begitu. Aamiin. Hehe. Berhubung I'm not officially 17 yet, makanya saya juga let it flow ajalah.
Cause I still believe in destiny, that you and I were meant to be -- I Still Believe by Hayden Panettiere (Ost. Cinderella III)

Sungguh, ketika kalian dapat masalah...adukan semuanya ke Allah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Baik, Allah juga Maha Merencanakan. Saya bicara seperti ini bukan karena saya mau dibilang alim atau gimana. But Allah is doing good to me. Allah kasih saya yang baikbaik pada waktu yang tepat dan menggantikan sesuatu yang lebih baik dari apa yang saya inginkan.


Last but not least,

Anw, SELAMAT LIBURAAAN! Libur tlah tiba, libur tlah tiba. HA TI KU GEM BI RA ~
Nggak terasa juga bulan Ramadhan udah tinggal menghitung hari aja. Sekali lagi, syukur alhamdulillah bulan Ramadhan kali ini bisa dilewati bersama Bapak karena 5 hari lagi insyallah Daddy's coming home :) Semoga bulan Ramadhan kali ini bakal lebih barakah. Aamiin.

Sabtu, 07 Juni 2014

Penyemangat

Aku bukan manusia bodoh yang tidak tahu waktu. Bukan seseorang yang mudah melupakan apa yang seharunya aku lakukan kini. Aku tau, memang bukan hal yang baik untuk tetap terjaga di saat hari baru berganti beberapa menit yang lalu. Apakah ini sudah tengah malam?

Selama kurang lebih 3 jam, aku tak berhenti melepaskan mataku dari layar yang sesungguhnya tidak baik untuk kesehatan mata. Terlebih, aku hanya menggunakan mataku untuk menonton drama. Yang akhirnya membuatku benar-benar 'banjir' karena terlarut dalam suasana. Tapi aku juga bingung, sebenarnya apa yang membuatku 'banjir'. Aku menyangkal bahwa ini semua akibat drama. Iya, karena sesungguhnya pikiranku terpecah--menjadi dua. Berpusat pada drama dan sejumlah pikiran yang terus membayangi seperti seolah tak mau pergi dari kepalaku.

Mungkin karena itu semua, aku menulis ini. Hanya ini yang dapat sejenak menenangkan pikiranku. 

Ada secarik kertas berwarna putih di meja belajarku. Sedikit menggelitik sehingga aku tertarik untuk membukanya. Didalamnya...terdapat banyak kalimat penyemangat. Terdapat beberapa nama orang-orang disekitarku yang sangat aku sayangi. Maaf, aku lebih suka menggunakan kata sayang daripada cinta. Isi kertas itu sangat sederhana. Tapi tidak perlu juga aku beritahu disini. Cukup biar aku yang tahu, cukup hanya aku saja yang jaga, cukup...tolong biarkan kata-kata itu merasuk dalam tubuhku. Membaur dengan seluruh jiwaku dan membakar api semangatku.

Semua pasti mulai tercengang siapakah gerangan pengirim kertas penyemangat itu. Mungkin kalian akan menjawab, kekasih. Haha. Namun sayangnya bukan. Pengirim dari surat itu yang tak lain dan tak bukan adalah dari diriku sendiri. Yang selalu berusaha bersemangat melakukan belajarku dalam meraih impianku. Terserah mau menggapku seperti apa. Mungkin itu adalah suatu hal yang aneh. Menulis surat untuk dirinya sendiri. Lebih tepatnya penyemangat.

Aku sedikit terbiasa untuk menuliskan impianku dan juga orang-orang disekitarku yang menyayangiku. Itu semua aku lakukan karena aku merasa itu perlu bagiku. Karena dengan itulah aku menjadi bersemangat untuk menjalani semua ini. Bersemangat dalam terus belajar untuk benar-benar dapat meraih mimpi yang selalu aku tanamkan setiap hari dalam diriku. Dan penyemangat untuk menjadikan diriku untuk selalu dan selalu menjadi pribadi yang lebih lebih dan lebih baik di setiap harinya. Semua, ini aku lakukan untuk orang-orang disekitarku. Orang-orang yang aku anggap memiliki andil dalam hidupku. Orang-orang yang menyayangiku, dan juga...orang yang kusayang. 

Entahlah, dengan menuliskan kata-kata penyemangat dan orang-orang yang kusayang...hal ittu menurutku cukup efektif untuk membuatku menjadi terpacu dalam melakukan sesuatu. Yang mana, sesuatu tersebut nantinya dapat membanggakan mereka akan hadinya aku. 

Sepertinya bagi kalian para teman-teman sebaya ataupun dari segala umur dapat melakukan ini juga. Terutama bagi yang selalu merasa dirinya kurang mendapatkan semangat. Apalagi yang ditambah dengan embel-embel tidak punya tambatan hati. Sekarang, cobalah untuk menuliskan impian, orang-orang yang kausayang dan kata penyemangat di sebuah kertas. Letakkan kertas tersebut dimana kamu dapat membacanya setiap kamu melakukan aktivitas. Atau mungkin bisa juga dibawa dalam tempat pensil maupun dompet. Sederhana, tapi mengena.

Semoga...dengan membaca ini, dan dengan melakukan tindakan kecil yang mungkin dianggap bodoh oleh beberapa orang memang benar-benar dapat memberi dampak yang positif bagi semuanya. Penyemangat itu bisa datang dari mana saja. Orangtua, keluarga, teman, guru, kekasih. Tapi kembali lagi pada pribadi masing-masing. Apalah arti sebuah semangat tanpa ada kemauan dari diri sendiri untuk meraih setiap keping-kepingan mimpi yang telah diukir dengan indah disetiap malam sebelum tidur.