Kamis, 15 Mei 2014

Hehe

The hardest part of loving someone is accepting their bad side.
Menurut saya pribadi dari segala macam tetek bengek urusan jatuh cinta (sok sokan kaya udah pengalaman aja-_- padahal 17th aja belum hehe-_-), hal yang kemudian bikin kita nggak sreg adalah sisi buruk dari si dia. Misal dari sifatnya, atau mungkin juga sikapnya. Mungkin buat orang lain simpel, tapi nggak buat kita.

Contoh aja nih ya; misal si doi suka ngerokok, padahal kita bukan tipe yang suka dengan smokers. Terus semisal posesif, sedangkan kita nggak suka banget ditanya-tanyain.

Kebanyakan dari kita nggak mau banget kalo kehidupan atau mungkin kebiasaannya dilarang aka nggak mau dikekang gitu. Repot sih ya. Jadi yaaa, gimana ya...pinter-pinternya kita aja untuk bisa saling memahami dan...menerima :) Sepanjang bukan masalah prinsip dan nggak terlalu berlebihan dan bisa ditoleransi ya, yuk mari turunkan ego masing-masing ^^

Tapi...untuk masalah yang besar,, yang beneran bad bad bad habit giitu mah udah tinggalin aja. Haha. Ya iyalah, kalo si doi misalnya tukang selingkuh...masa iya harus dipertahanin? Yang ada malah sakit hati dan jadi kacau sendiri dong. Jangan sampek lah. Mungkin justru dengan meninggalkan doi kita dapat mendapatkan yang lebih baik. 

Hehe, kalo kata pak Mario Teguh sih; 'gimana seseorang yang lebih baik masuk jika kita terus mempertahankan dia yang buruk itu.'